Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 29. Rekan Satu Tim #3


__ADS_3

POV Nial dan teman-temannya.


Pagi itu, Nial bersama rekan-rekannya lalu melanjutkan perjalanan mereka lagi.


Nial, "kira-kira berapa lama lagi kita akan tiba di Wilayah Suku Beruang, Warphan?" bertanya pada Warphan ditengah perjalanan mereka.


Warphan lalu menjawab, "aku kurang tahu soal itu, Nial. Karena kita sudah tersesat kemarin. Lalu ditambah kita banyak menghabiskan waktu di wilayah Suku kuda Nil dan Suku Gorila."


Pota, "nikmati saja, para bocah dungu. Semakin jauh perjalanan, semakin banyak petualangan yang menanti kita. Hahahaha." menertawai para temannya.


Goran lantas berkata pada Pota, "enak saja kau mengatai kami bocah dungu. Kau itu yang tolol, Pota. Tapi usulmu boleh juga. Kali ini aku sependapat denganmu. Semakin jauh perjalanan, semakin banyak petualangan yang menanti kita. Hahaha."


Pota kemudian menyindir Goran sambil berkata, "apa kubilang, hanya aku yang bisa berpikir seperti itu. Dan akhirnya salah satu dari orang dungu mengakui bahwa aku yang punya pemikiran terbaik. Hahahahaha."


Goran yang mendengar itu langsung mengetok kepala Pota seraya berkata, "rasakan itu, brengsek. Itu akibatnya kalo kau suka mengatai kami dengan sebutan orang dungu."


Pota lalu mengadu kesakitan, "itu sakit sekali, keparat. Kau benar-benar cari mati ya, Goran."


Bullan lalu melerai perdebatan antara Pota dan Goran, "sudahlah. Kalian sepanjang perjalanan hanya menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Kau benar Pota. Semakin jauh perjalanan, semakin banyak petualangan. Tapi kita harus ingat tujuan kita semua."


Powerbull, "aku hanya menyukai tantangan yang menanti kita. Agar kita bisa menikmati perjalanan dan tidak akan bosan."


Rilia kemudian berkata, "aku tak peduli dengan itu semua. Aku cuma mau bersama kalian untuk menghabiskan waktu bersama."


Khar yang mendengar perkataan Rilia, langsung berkata, "menghabiskan waktu bersama? Kau benar-benar memiliki hati yang baik, Rilia. Kau punya rasa persaudaraan yang kuat."


Pota lantas meledek perkataan Rilia, "persaudaraan apanya? Habiskan waktu bersama? Heh. Paling-paling hanya menghabiskan waktu berdua."


Nial seketika kesal mendengar sindiran tersebut, "sepertinya kau harus di ikat kembali, Pota. Agar kau tak bicara sembarangan hingga kita tiba di Wilayah Suku Beruang."


Pota, "enak saja kau, Nial. Sekali-kali kau yang harus di ikat."

__ADS_1


Lalu tiba-tiba,


Nial menghentikan langkahnya, lalu memperhatikan sekeliling mereka. teman-temannya pun merasa aneh dengan sikap Nial yang tiba-tiba seperti itu.


Nial, "tunggu sebentar, teman. Ada yang mau kupastikan." lalu memakai jurus penglihatan Suku Elang melalui burung Elang di udara.


Selang beberapa lama,


Nial berkata pada teman-temannya, "ada 2 orang menuju kesini, dan dibelakangnya ada 5 orang pasukan Suku Hyena yang mengejar mereka."


Warphan seketika geram ketika Nial menyebutkan pasukan Suku Hyena, "mereka lagi?"


Sama halnya dengan Warphan, Bullan dan Powerbull juga langsung geram mendengar informasi tersebut.


Rilia, "kita akan menjebak mereka disini. ayo bersembunyi disekitar sini, rekan." mengajak teman-temannya untuk bersiap menjebak pasukan Suku Hyena.


lalu mereka pun bersembunyi disemak-semak sekitar hutan itu sambil menunggu pasukan Suku Hyena mendekat.


Goran kemudian berkata dengan kagum, "benar, itu teknik yang hebat. Apa Suku Singa punya teknik seperti itu?"


Warphan lalu menjelaskan pada Pota dan Goran, "itu teknik Suku Elang. Mereka mengajari teknik itu pada Nial, aku, Bullan, Powerbull, dan Khar. Pimpinan Suku Elang yang menolong dan banyak membantu kami ketika kami kabur dari kejaran Suku Harimau.


Khar, "itu benar, Warphan. Suatu saat kita harus membalas kebaikan Suku Elang pada kita."


Pota, "jadi itu teknik Suku Elang. Tapi sekarang kita disini, aku lebih baik belajar dari Nial saja. Lebih cepat lebih baik." berkata dengan pelan.


Goran, "memangnya teknik itu akan kau pergunakan untuk apa, Pota?" penasaran dengan Pota yang terlihat bersemangat mempelajari teknik Suku Elang.


Pota, "memangnya untuk apa lagi, bodoh? tentu saja untuk melihat para wanita yang sedang mandi disungai. Dengan teknik itu, melalui udara kita bisa melihat kebawah tanpa mereka sadari, bahwa kita memperhatikan mereka secara jelas. Hahahaha." memikirkan hal-hal mesum.


Goran langsung mengetok lagi kepala Pota dengan kesal karena jawaban Pota yang ternyata seperti itu, "dasar mesum. Otakmu memang penuh dengan hal kotor."

__ADS_1


Pota seketika meringis kesakitan, "arrrgghh. Sakit sekali, bajingan. Kau sudah berulang kali memukul kepalaku, Goran. Kau benar-benar harus di kasih pelajaran."


Nial lalu melerai perdebatan mereka berdua, "ssssttt... Diam dulu. Mereka sudah mendekat kearah kita. Kita bersiap untuk menyergap mereka."


Khar lalu mengangguk, "baik, kak." lalu di ikuti jawaban oleh teman-teman mereka.


Kemudian, 2 orang yang sedang berlari menghindari kejaran 5 pasukan Suku Hyena tersebut telah sampai ditempat Nial dan temannya bersembunyi. Nial lalu berkata dengan pelan, "tahan dulu. Kita lihat situasinya dulu dan jangan gegabah."


Khar yang menjawab dengan berbisik, "baik, kak."


Warphan kemudian berbisik, "aku mengenal dua orang itu, Nial. Itu adalah Dere, Putri Suku Rusa dan sepupunya, Deerar. Kemungkinan besar Suku Rusa telah diserang sehingga mereka melarikan diri sampai kesini. Ayo kita tolong mereka."


Nial menahan Warphan dan yang lainnya, "tunggu dulu. Tetap bersiap sampai pasukan Suku Hyena kesini. Disitu kita akan sergap mereka. Khar, Bullan, Powerbull, Warphan, kalian siapkan alat panah kalian. Satu orang pasukan Suku Hyena yang tersisa akan menjadi bagianku. Pota, Rilia, dan Goran, kalian tetap awasi sekeliling."


Semua serentak menjawab dengan berkata pelan, "baik, Nial."


Nial dan temannya mendengarkan pembicaraan Dere dan Deerar. lalu, tak lama kermudian, datanglah 5 pasukan Suku Hyena dan terlibat dalam pembicaraan dengan Dere dan Deerar.


Nial dan temannya mendengar Deerar dengan geram berkata pada 5 orang pasukan Suku Hyena, "brengsek. Aku akan membunuh kalian berlima disini."


Kemudian Nial dan temannya mendengar Pasukan C yang tertawa dengan keras, "kau hanya sendirian. Kau berkhayal bisa mengalahkan kami berlima disini, bocah. Kau akan mati disini, lalu putri Suku Rusa itu akan bersama kami."


Tak mau lagi menunggu lama, Nial lalu berkata dengan suara keras dari tempat persembunyiannya, "siapa yang berkata bahwa dia hanya sendirian, brengsek Suku Hyena? Dan bukan orang dari Suku Rusa yang akan mati, tetapi kalian para pengecut Suku Hyena."


Seketika itu juga, lima orang pasukan Suku Hyena memandang sekeliling mereka dengan was-was karena tak tahu asal suara tersebut. Dan sama halnya, Deerar dan Dere pun was-was karena tidak tahu siapa pemilik suara tersebut. Mereka tidak tahu bahwa Nial dan temannya telah bersembunyi untuk menjebak mereka.


Kemudian Nial memberi kode pada Khar, Bullan, Powerbull, dan Warphan agar melepaskan anak panah mereka pada empat dari lima orang pasukan Suku Hyena. Dan dalam sekejab mata, empat orang pasukan Suku Hyena tersebut mati dengan anak panah yang dilepaskan dan mengenai punggung mereka lalu menembus jantung. satu orang pasukan Suku Hyena yang tersisa terkejut dan tak menyangka empat rekannya mati secara bersamaan. Lalu tiba-tiba saja ketika satu orang pasukan Suku Hyena tersebut membalikkan pandangannya, dia langsung terkejut melihat Nial ada dihadapannya, lalu berkata, "kenapa kau disini? Arggh." lalu diam membisu selamanya karena kepalanya sudah dipenggal oleh Nial.


Setelah pasukan terakhir Suku Hyena mati, teman-teman Nial keluar dari persembunyiannya. Lalu perlahan, Nial dan tujuh temannya itu mendekati Deerar dan Dere yang hanya terduduk. Setelah Nial dan tujuh temannya mendekat, Deerar terkejut dan berkata, "kau?"


Nial heran melihat Deerar dan bertanya, "apa kau mengenalku?"

__ADS_1


__ADS_2