
Keesokan paginya.
Azuna memberitahukan pada yang lain, "lihat, kita hampir sampai. Itu istana suku Elang."
Nial lalu berkata, "aku tidak pernah bertemu dengan Pimpinan Suku Elang. Apakah beliau berteman dekat dengan ayahku?"
Azuna menjawab pertanyaan Nial, "banyak hal yang terjadi di antara mereka. Kau akan mengetahuinya sendiri nanti, Nial."
Warphan tiba-tiba memberitahu, "kita harus waspada. Ada yang menuju ke arah kita." Sambil melihat sekeliling untuk memastikan keadaan.
Bullan kemudian mengeluh, "aku lelah, kita berjalan tanpa henti selama 4 hari. Aku butuh istirahat sejenak."
langsung merebahkan punggungnya ditanah.
Powerbull lalu mengingatkan kakaknya, Bullan, "jangan terlalu lama, kak Bullan. Nanti kau ketiduran. kami tak mau repot mengendong orang yang ketiduran disini."
Bullan menjawab dengan kesal, "iyaiya. Aku hanya butuh waktu sebentar untuk beristirahat."
Doglor juga mengingatkan Bullan, "jangan terlalu lama istirahat, karena tujuan kita sudah dekat. lebih baik kita istirahat diwilayah suku Elang."
Warphan memberitahu, "mereka datang." melihat kearah Red Tailed Hawk dan 5 orang pasukan yang berjalan ke arah mereka.
Khar menerka, "sepertinya mereka datang untuk menyambut kita."
Kemudian,
Red Tailed Hawk berkata dengan lembut, "selamat datang di wilayah suku Elang. Saya selaku 3 penjaga langit, di utus oleh kakak saya selaku pimpinan Suku Elang untuk menyambut Pimpinan dan pangeran."
Azuna lalu bertanya, "apakah Eagle sudah mengetahui tujuan kedatangan kami?"
Red Tailed Hawk menjawab pertanyaan Azuna, "soal itu, saya rasa kakak saya belum tahu secara pasti. Kami hanya di utus untuk menjemput kalian kesini. Mari ikut dengan saya."
Doglor menerima niat baik Red Tailed Hawk, "baiklah, terima kasih atas sambutan suku Elang kepada kami. Ayo kita berangkat menuju Istana." kemudian mengajak Warphan, Azuna, Nial, Khar, Bullan dan Powerbul.
Siang Hari didepan pintu gerbang Istana,
Penjaga B memberitahu rekannya, "lihat itu, senior. Bukankah itu Red Tailed Hawk dan 5 pasukannya? Siapa 6 keroco dan 1 wanita cantik yang bersama dengan mereka?
__ADS_1
Mungkinkah itu wanita yang dijemput untuk menghibur Pimpinan suku kita?"
Penjaga A melihat ke arah Red Tailed Hawk dan terkejut, lalu memukul kepala si penjaga B.
"jaga ucapanmu. Kalo tidak, kita berdua akan segera menghadapi kematian. Kalau tidak tahu, jangan asal berbicara. Kau belum tahu siapa mereka."
Penjaga B dengan rasa penasaran dan bingung bertanya, "memangnya mereka siapa, senior?"
Penjaga A lalu menjelaskan, "wanita itu bernama Azuna, Pimpinan Suku Merak dan kebanyakan pasukannya adalah wanita tangguh. yang memakai jubah dengan banyak corak hitam putih itu adalah Doglor, pimpinan Suku Anjing. Lalu yang memakai mantel kulit itu adalah kakak beradik, pangeran Bullan dan Powerbull dari suku Banteng. Dan, yang memakai jubah berwarna hitam itu adalah Warphan, pangeran Suku Macan Kumbang. Aku pernah melihat mereka ini di perayaan tahunan di wilayah suku Panda tahun lalu. Saat itu aku ikut kesana bersama pasukan yang lain. tapi yang 2 lagi aku kurang tau, tapi dilihat dari penampilannya, mereka pasti dari suku Singa. Lihat saja jubah dan kulit singa yang menutupi tangannya itu. Apa gerangan yang terjadi? Bagaimana mereka yang dari suku berbeda bisa kesini secara bersamaan? Sudahlah, ayo kita buka pintu gerbangnya agar mereka bisa segera masuk."
Penjaga B yang sudah mengerti lalu berkata, "baik, senior. Untung saja mereka tak dengar apa yang ku ucapkan tadi." sambil membuka pintu gerbang Istana.
Penjaga A menasehati juniornya, "jaga mulutmu, agar kita 2 bisa panjang umur. Ayo, mereka sudah tiba disini."
dan tak lama kemudian penjaga A dan penjaga B menunduk memberi hormat kepada Red Tailed Hawk dan orang yang bersamanya.
Penjaga A dan B menunduk dihadapan Red Tailed Hawk, "Hormat pada 3 penjaga langit."
Red Tailed Hawk lalu mengangguk kepada penjaga A dan B, lalu mengajak tamunya masuk kedalam Istana.
lalu mereka masuk bersama-sama kedalam Istana.
Diruang makan, sudah tersedia bermacam daging, ikan, roti, beberapa tong anggur, dan buah-buahan. Seakan-akan pimpinan Suku Elang sudah tahu bahwa mereka pasti menahan lapar diperjalanan.
Red Tailed Hawk mengajak tamu-tamunya, "ayo kita makan dulu. sehabis makan kita akan menemui kakakku diruangan rapat."
Azuna, Warphan, Bullan, Powerbull, Doglor, Nial, dan Khan mengucapkan terima kasih dan mereka pun mulai menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan.
Setelah mereka selesai menikmati hidangan, mereka menuju ruangan tempat Eagle menunggu.
Sesampainya disana, Eagle yang sedang duduk sambil meminum anggur, langsung berdiri menyambut mereka.
Eagle berdiri lalu berkata, "selamat datang di Istana suku Elang, teman-temanku. Azuna, kau semakin cantik sejak pertemuan kita tahun lalu. Doglor, kau kurusan, teman. Kau harus banyak makan."
kemudian memberikan gelas berisi anggur kepada Doglor lalu bersulang dan minum bersama.
Azuna tak terpancing dengan rayuan Eagle, "pujianmu berlebihan, Eagle. Kau sudah terlalu banyak minum."
__ADS_1
Eagle lalu berdalih, "ini hanya sekedar penghilang rasa haus, dan aku belum mabuk."
Doglor berkata, "terima kasih, teman. Anggur ini sangat enak."
Eagle kemudian berkata, "silahkan minum sepuasmu, temanku. Dan boleh aku tahu, kenapa kalian tiba2 datang kemari bersama para anak muda ini?" yang dimaksud anak muda adalah Warphan, Khar, Nial, Bullan, dan Powerbull yang berdiri sejajar dibelakang Azuna dan Doglor .
Suasana hening seketika
Eagle lalu bertanya, "kenapa kalian diam saja? Oh ya, 2 pemuda dibelakang Azuna ini pasti anak Helion dan Jolion. anak muda ini mirip dengan mereka, ayah ibunya. Dimana Helion sekarang? Apa Jolion masih sering menarik telinga Helion?"
Doglor kemudian berbicara dengan lirih, "Helion dan Jolion sudah tiada, temanku."
Seketika itu juga gelas yang dipegang Eagle terjatuh. Red Tailed Hawk yang berada disitu juga terkejut.
Eagle terkejut, "bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Jelaskan, Azuna. Jangan diam saja!"
lalu Eagle mulai mengamuk.
Azuna kemudian berkata dengan keras, "kau jangan menyalahkan ku, Eagle. Kau tak disana ketika kami di kepung dan dibantai habis-habisan. Dimana kau ketika Helion menganggapmu sebagai saudara? Dimana kau ketika kami, teman kecilmu berjuang untuk hidup kami? Kau hanya mabuk dan bermalasan disini." lalu mulai meneteskan air mata.
Doglor lalu menengahi perdebatan itu, " akan kuceritakan semua."
lalu Doglor menceritakan semua yang terjadi, dilanjutkan oleh Warphan, Nial, Khar, Bullan, dan Powerbull.
Eagle berbicara dengan pelan, "aku minta maaf, Azuna. Ambilkan tong anggur itu, Red Tailed Hawk."
Red Tailed Hawk lalu berkata, "ini, kak." sambil menyerahkan tong anggur kepada Eagle.
Eagle lalu meminumnya sampai habis, lalu melempar tong yang sudah kosong itu.
Eagle dengan sedih berkata, "aku menyesal karena tidak disana pada saat Helion dan Jolion mati. Mereka yang tak pantas mati telah mati, tapi mereka juga yang pantas mati akan segera mati. Tigerly, Wolfbang, Scorpa, Leopard, dan terutama Cobra. Akan kubuat mereka merasakan neraka sesungguhnya. Red tailed Hawk, ambil lukisan dikamarku, lalu bawa kesini."
Red Tailed Hawk menuruti perintah kakaknya lalu pergi menuju kamar kakaknya dan membawa lukisan yang dimaksud, lalu menyerahkan ke kakaknya. Setelah Eagle menerima lukisan tersebut.
Eagle berkata sambil menunjukkan lukisan itu pada semua yang ada disitu, "ini lukisan aku dan Helion ketika kecil. ketika itu, kami bersumpah akan saling menjaga satu sama lain. Tapi aku gagal menjalankan sumpahku. Sedangkan Helion, dia menjalankan sumpah kami sampai akhir hayatnya. kami bertemu secara tak sengaja, dan menjadi saudara sehidup semati."
Eagle menceritakan pertemuan pertama nya dengan Helion dan yang lainnya.
__ADS_1