
Didalam ruangan rapat, para pimpinan suku sedang berdiskusi, terkait perayaan tahunan dan masalah yang dihadapi masing2 suku.
Helion berkata, "kita berkumpul disini sekarang, teman-teman seperjuanganku. Aku mau kita berdiskusi tentang masalah-masalah yang terjadi di masing-masing suku kita. Silahkan yang mau menyampaikan keluhan atau masalah, tunjuk tangan."
Arshye dengan cepat menjawab, "saya, Sang Raja."
sambil mengangkat 1 tangannya ke atas.
Helion lalu bertanya, "apa yang hendak kau sampaikan, Arshye?"
Arshye kemudian menjelaskan, "mungkin Sang Raja sudah dengar, dengan berkembangnya pasukan suku serigala, dan wilayah yang terbatas, jumlah persediaan makanan tidak mencukupi untuk kesejahteraan suku serigala. Kami di suku Hyena juga mengalami hal serupa."
Helion, "begitukah?" sambil berpikir.
"baiklah, Arshye. Aku akan mempertimbangkan agar Suku Hyena dan Suku Serigala mendapatkan wilayah sedikit lebih luas dibanding wilayah dahulu."
Arshye kemudian berkata, "terima kasih, Helion."
Azuna juga langsung menyampaikan keluhannya, "aku menyampaikan keluhanku disini, Helion.
menjelang perayaan ini, anda selaku Sang Raja meminta kami mengirimkan hiasan bulu merak ciri khas suku kami ke wilayah Tigerly. Tapi mereka meminta dari jumlah yang kita sudah sepakati. Kami terpaksa menurutinya, karena saya tidak mau anda selaku Sang Raja menganggap saya mengabaikan perintah dan aturan. 1 lagi, banyak pasukan saya yang wanita mendapat pelecehan atau perlakuan tidak pantas ketika melakukan pengiriman hiasan bulu merak ke wilayah suku harimau. Mohon petunjuk dan keadilan bagi suku saya, Helion."
Helion lalu menatap Tigerly dan bertanya, "benarkah itu, Tigerly?"
Tigerly langsung beralasan, "saya rasa itu hanya tindakan sebagian pasukan saya yang kurang disiplin dan lalai dalam menjalankan aturan, Helion. Saya akan menindak tegas pasukan saya tersebut."
Helion berkata dengan tegas, :baik, lakukanlah secepatnya, agar Azuna mendapat keadilan untuk kaum sukunya. Ada lagikah yang hendak menyampaikan keluhannya?"
Black kemudian dengan senyum misterius bertanya, "jika boleh, saya usulkan agar dilakukan pergantian sang Raja, mengingat anda sudah lama memimpin kami dengan aturan2 lama, Helion."
Seketika itu juga semua langsung menatap tajam ke arah Black, pimpinan Suku Macan Kumbang.
Jolion langsung emosi, "kau terlalu lancang, Black. Tidak ingatkah kau ketika datang mengemis kepada suamiku dan memohon untuk wilayah yang kau huni saat ini?"
Black membalas kata-kata Jolion dengan sinis, "jaga ucapan anda, Jolion. Anda bukan Raja saya. Hahahaha."
Leopard, pimpinan suku macan tutul juga terpancing dan berkata, "lebih baik kau diam, Black. Jangan memulai keributan yang berdampak besar saat ini."
__ADS_1
Black lalu menjelaskan, "oh ayolah, kita sudah lihat wilayah kita masing-masing. Semua semakin kekurangan sumber daya ditengah perkembangan suku kita.
bagaimana tanggapanmu akan hal ini, Helion?"
Tigerly langsung mengambil tindakan, "pasukan, tahan dan jebloskan Black kedalam kurungan. Besok kita akan adakan eksekusi untuknya, karena menghina Sang Raja didepan pimpinan suku lainnya."
Black langsung berkata dengan suara yang keras, "kalian bebas menahan aku selama yang kalian mau. Tapi ada saatnya kalian akan merasakan situasi yang sama. Hahaha."
lalu Black ditarik oleh pasukan Tigerly, dibawa keluar ruangan untuk di masukkan ke kurungan menunggu eksekusi esok pagi.
Tigerly berkata pada Helion, "maaf, Helion. Aku tak menyangka Black berkata seperti itu."
Helion menjawab, "tak apa-apa, teman. Terima kasih atas tindakanmu tadi. Masih adakah yang mau mengajukan keluhannya?"
Para pimpinan suku serentak menjawab, "tidak ada, Sang Raja."
Helion kemudian berkata, "baiklah. Kita sudahi pertemuan kita hari ini. besok kita bahas lagi soal perayaan setelah eksekusi Black dihadapan rombongan suku-suku disini.
silahkan kembali ke tenda kalian masing2."
lalu satu persatu pimpinan suku berjalan meninggalkan ruangan dan hanya tersisa Helion dan Tigerly didalam ruangan tersebut.
besok pagi lakukan eksekusi pemenggalan kepala Black di hadapan rombongan.
agar mereka semua tahu, aturan itu ada dan bersifat tegas."
Tigerly langsung menjawab, "baik, Helion."
Lalu mereka berdua berbasa-basi diruangan tersebut.
Sementara itu diluar ruangan, ada 5 pimpinan suku yang sedang berbicara dengan sembunyi2.
Doglor, Pimpinan Suku Anjing merasa khawatir, "aku merasa ada hal yang janggal dibalik ini semua. Apakah kalian merasakan hal yang sama?"
Anpan, Pimpinan Suku Panda juga berpendapat, "dari dulu aku tahu ada yang janggal dan aneh. Sejak perayaan tahunan di adakan tahun lalu di wilayahku, kami kehilangan persediaan makanan yang sudah disiapkan untuk perayaan. Aku mencurigai suku harimau, tapi aku tidak punya bukti. Dan karena itu aku mendapat hukuman dari Helion. Walaupun tidak berat, tapi aku kesal setiap mengingat hal itu."
Azuna, Pimpinan Suku Merak dengan kesal juga berkata, "aku sependapat dengan Anpan. Aku tak suka dan geram melihat pasukanku yang dilecehkan oleh pasukan Tigerly brengsek itu. Jika aku nanti tahu bahwa pasukan Tigerly yang melecehkan kaumku tidak mendapat hukuman yang pantas, aku siap memulai peperangan kepada suku harimau."
__ADS_1
Ephant, Pimpinan Suku gajah mengingatkan teman2nya, "jaga ucapanmu, Azuna. Banyak mata dan telinga diwilayah ini yang mengawasi pergerakan kita. Ada baiknya selalu buat pasukan kita dalam situasi siap siaga."
Azuna membalas perkataan Ephant, "kau mudah mengatakan itu karena kau tidak berada diposisiku dan kaumku, Ephant. Intinya aku akan tetap memulai peperangan kepada suku Harimau."
Bearkhar, Pimpinan Suku Beruang juga berkata, "aku sependapat dengan Ephant, Azuna. Kita lebih baik bersiaga dulu. Aku juga kesal dengan suku harimau yang perlahan memasuki wilayah kami dan menebangi pohon. Akibatnya kami sulit mendapatkan madu hutan, dan kami hidup berpindah-pindah saat ini."
Azuna berkata lagi sehabis mendengarkan pendapat teman-temannya, "baiklah kalo seperti itu pendapat kalian. sekarang ayo kita bubar dan siagakan rombongan kita masing2.
lalu ke5 pimpinan suku tersebut berpisah dan kembali ke tenda masing-masing.
Keesokan harinya, menjelang eksekusi Black, pimpinan Suku Macan Kumbang
Helion memerintahkan semua rombongan suku berkumpul untuk menyaksikan proses eksekusi Black selaku pimpinan suku Macan Kumbang.
lalu semua rombongan berkerumun menjadi satu keramaian. Dihadapan rombongan berdiri Helion dan para pimpinan suku. kemudian Black dibawa keluar kurungan dan dipaksa berlutut dihadapan Helion.
Helion bertanya, "ada kah permintaan terakhirmu sebelum kau di eksekusi, Black?"
Black : menghadap keatas dari posisi berlutut.
"kau terlalu naif, Helion. Bukan aku yang akan di eksekusi sekarang. Hahahahaha." sambil tertawa dengan kencang.
Sementara itu Doglor, Azuna, Ephant, Bearkhar, dan Anpan berdiri dan melihat sekeliling.
lalu Doglor berkata, "sudah terlambat. Kita dikepung."
Bersamaan dengan percakapan antara Helion dan Black, Sher dan Khar yang terlambat tiba dari tenda, berlari menerobos kerumunan rombongan suku, mencoba melihat ke arah depan tempat proses eksekusi berlangsung.
Ketika sudah sampai dibarisan depan kerumunan, Sher dan Khar terkejut.
Helion kebingungan, "bukan kau yang akan di eksekusi, Black?
apa maksud perkataanmu itu?"
Dan seketika itu juga Wolfbang mengacungkan pedangnya keleher Helion, di bantu oleh Cobra dan 4 pelindungnya, Arshye serta Kiena dan Syahre, dan Leopard.
Sedangkan Anpan, Azuna, Ephant, Doglor, dan Bearkhar dikepung oleh Warphan pangeran Suku Macan Kumbang, Jopard dan Karpard pangeran dari suku Macan Tutul, Batlin pimpinan suku Kelelawar, serta Batra dan Sarbat pangeran dari suku Kelelawar, dan Scorpa pimpinan Suku Kalajengking.
__ADS_1
selebihnya, Jolion, Nial, Roli, Khar, Sher, Supan, Khopan, Radog pangeran suku Anjing, Bullsar pimpinan Suku Banteng, serta Bullan dan Powerbull pangeran suku Banteng, dikepung oleh Ruwolf dan Rewolf serta sebagian besar pasukan suku Serigala.