Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 18. Petualangan #2


__ADS_3

Pagi harinya, sembari melakukan perjalanan,


Nial yang heran dengan sikap temannya lantas bertanya, "kenapa kau diam, Warphan?"


Warphan yang bingung dengan pertanyaan Nial lalu bertanya balik, "apa maksudmu, Nial? Aku tak mengerti."


Nial lalu berkata, "aku tahu jika tadi malam, ada yang mengintai kita. Aku sudah menguasai penglihatan Suku Elang. Aku tahu bahwa pengintai kita berasal dari Suku Burung Hantu."


Khar langsung kesal mendengar hal itu, "berani sekali dia. Ayo kita cari dan tangkap dia, kak."


Nial langsung menahan adiknya tersebut agar tidak semakin kesal, "tidak perlu, Khar. Pimpinan itu tak berniat jahat pada kita. Dan kita akan bertemu lagi dengannya."


Bullan lalu menanggapi pembicaraan itu, "kita lihat saja, Nial. Kalau dia mengancam keselamatan kita, lebih baik kubunuh saja dia."


Powerbull yang setuju dengan perkataan saudaranya juga berkata, "kak Bullan benar, Nial. Saat ini, kita tak tahu siapa kawan dan lawan. Kita harus berhati-hati terhadap suku lain."


Warphan memutuskan mengalihkan topik agar hal tersebut tidak semakin lama dibahas, "ya sudah. Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita. Kita harus melewati hutan gelap untuk bisa sampai ke wilayah Suku Beruang."


Khar penasaran kemudian bertanya, "kenapa disebut hutan gelap, Warphan?"


Warphan kemudian menjelaskan, "itu disebut hutan gelap karena pohon disana tumbuh lebat dan menjulang tinggi, hingga hutan itu tak pernah bisa di tembus sinar matahari. banyak binatang liar dan buas disana. Kita harus berhati-hati. Keuntungan kita adalah, Tigerly tak akan mengira bahwa kita akan melewati hutan kegelapan.


Tigerly sendiri berpikir untuk melewati hutan gelap tersebut."


Powerbull yang kemudian bertanya karena rasa penasarannya juga, "kenapa bisa?"


Warphan lantas menjelaskan lagi pada temannya, "itu adalah wilayah Suku Kuda Nil. Mereka terkenal dengan teknik bertarung tangan kosong. Konon, cengkeraman mereka setara kekuatan gigitan Kuda Nil. Sebab itu mereka sangat di waspadai oleh Tigerly. Dia tak akan membuang waktunya untuk mencari kita sampai ke hutan gelap, dan mengorbankan banyak pasukannya. Suku Kuda Nil bahkan bisa mematahkan pedang dan tombak hanya dengan cengkeraman tangannya."


Khar merasa kagum dengan Suku Kuda Nil setelah mendengar penjelasan Warphan, "bukankah itu sangat hebat dan kuat? Kenapa bukan dia saja yang menjadi Sang Raja? Apakah dia tidak berminat?"


Nial lalu menyela pertanyaan adiknya, "menjadi Sang Raja itu berarti menjadi pimpinan seluruh suku, Khar. Itu mempunyai tanggung jawab yang besar dan harus bisa menjaga keseimbangan semua suku. Menjadi kuat, belum tentu bisa menjalankan tanggung jawab tersebut.


oh ya, soal Suku Kuda Nil. Kami pernah bertemu mereka di perjalanan ke wilayah Suku Harimau. Seingatku, Hippotam adalah Pimpinannya. Bukankah bagus kalau kita bertemu dia?"


Warphan dengan ragu berkata, "Hippotam berteman dengan Helion, ayahmu. Bukan berteman dengan suku Singa. Selepas kematian Helion, aku ragu bahwa banyak Suku yang akan peduli dan membantu kalian. Hanya sebagian Pimpinan Suku yang menganggap ayah kalian seperti saudara mereka. Tapi, doakan aja Hippotam adalah satu dari sebagian orang yang menganggap ayah kalian adalah saudara."


Bullan, "ya sudah. Kita jangan hidup mengandalkan keberuntungan. Kita harus lebih kuat agar mereka tidak gampang menindas kita."


Warphan lantas mengajak temannya, "ayo, teman. Kita sudah hampir tiba di hutan gelap. itu jalan masuk menuju hutan gelap. Ayo kita istirahat didepan jalan masuk. Kita perlu istirahat yang cukup dan memerlukan banyak tenaga sebelum memasuki hutan gelap."


dan langsung membuat tenda untuk peristirahatan.


Khar lalu membagi tugas untuk mereka, "aku dan Powerbull saja yang memasang tenda nya, Warphan. Kau cari saja kayu untuk membuat api unggun. Nial dan Bullan akan mencari buruan sekarang."

__ADS_1


Warphan, "baik, Khar. Aku juga akan mencari ikan disekitar anak sungai dekat hutan gelap ini. mudah-mudahan saja ada."


lalu pergi mencari kayu dan ikan disungai dekat pintu masuk hutan gelap.


Setelah beberapa lama.


Khar bertanya-tanya, "kemana Warphan? Bukankah dia sudah pergi dari tadi? Kenapa dia belum sampai?"


Nial, "aku punya firasat buruk. Sepertinya sesuatu terjadi pada Warphan."


Bullan lalu berinisiatif, "ayo kita cari dia, Nial. Jangan sampai ada hal buruk terjadi pada salah satu dari kita."


Powerbull, "kita membagi jadi 2 kelompok saja. aku dengan Khar, Kak Bullan dengan Nial. Kita bertemu disini lagi nantinya."


Nial menyetujui saran Powerbull itu, "baik, Powerbull. Kami akan kearah timur, kalian kebarat saja."


Khar, "Oke kak Nial. ayo Powerbull."


lalu mereka membagi 2 kelompok, kelompok Powerbull dan Khar melakukan pencarian kearah barat, sedangkan Nial dan Bullan melakukan pencarian ke arah timur.


Setelah beberapa lama,


"aaaaaaaaaarrrrrrggggghhhhhhh.


Tolong aku." teriak Khar meminta pertolongan dari dalam hutan gelap.


Nial mendengar teriakan tersebut, "aku mendengar suara teriakan. Ayo kembali Bullan"


Bullan lantas berkata, "aku juga mendengar teriakan tersebut. Ayo cepat."


kemudian berlari bersama Nial menuju tenda mereka dipintu masuk hutan gelap.


Setelah mereka sampai,,,,,


Powerbull, "ha, ha, ha, ha. Gawat, Nial dan Kak Bullan." berbicara dengan nafas terengah-engah.


Nial, :ha,ha,ha. Atur nafas dulu. Aku juga hampir kehabisan nafas."


Bullan, "kenapa Powerbull? Mana Khar dan Warphan?"


duluan bertanya dengan nafas yang sudah stabil.


Powerbull lalu menjelaskan, "awalnya aku dan Khar mencari ke sekeliling masuk hutan gelap, kak Bullan. Lalu kami memutuskan untuk masuk kedalam hutan gelap. Setelah kami masuk, kami menemukan jubah Warphan ditanah. Tiba-tiba kami langsung di sergap ratusan pasukan yang tidak bersenjata. Kami melihat Warphan bersama mereka dalam kondisi terikat dan seperti habis di siksa, kak. melihat itu, Khar marah dan menyerang mereka. Lalu kami di pojokkan, dan aku berlari untuk mencari kak Bullan dan Nial."

__ADS_1


Nial kemudian mencoba menerka, "kemungkinan besar mereka adalah Suku Kuda Nil. Mengingat Powerbull tadi mengatakan bahwa pasukan mereka tidak bersenjata."


Powerbull, "Suku Kuda Nil? Terus apa yang akan kita lakukan, Nial?"


Nial lalu mengajak temannya itu, "kita akan masuk kedalam hutan gelap. kita akan mencari mereka. Jika Suku Kuda Nil membunuh satu-satunya adikku yang tersisa, Khar. Maka tidak akan ku ampuni mereka."


berbicara dengan mata yang memerah karena penuh amarah.


Tiba-tiba muncul sekitar 200 pasukan Suku Kuda Nil yang dibicarakan Powerbull, dan mengepung Nial, Bullan, dan Powerbull.


Powerbull mengumpat, "sial. Aku tak menyangka mereka mengikuti kami sampai kesini."


Lalu pasukan Suku Kuda Nil yang mengepung mereka bertiga, secara serentak membuka jalan. Lalu muncul seorang anak kecil dan menatap tajam pada Nial, Bullan, dan Powerbull.


Anak kecil itu berkata, "aku bernama Pota, pangeran kedua Suku Kuda Nil." lalu menatap ke arah Nial.


"kau pasti Nial, kakaknya si Khar? Apakah aku benar?"


Nial menjawab pertanyaan Pota dengan tenang, "kau benar, adik kecil. Apa yang kau mau dari kami, adik kecil?"


Pota yang merasa direndahkan oleh Nial lalu berkata, "kau menyebut aku adik kecil. baiklah. Adik kecil ini akan mengajakmu duel. Jika kau menang, aku akan membebaskan adikmu, Khar. Jika kau kalah, kau harus menjadi budak kami seumur hidupmu. Bagaimana? Apa kau takut menerima tantangan dari anak kecil ini?"


Nial menolak tantangan tersebut karena menilai Pota hanyalah anak-anak biasa, "aku tak mau bertarung secara tak seimbang melawanmu, Pota."


Pota semakin kesal dengan perkataan Nial, "kalau begitu, aku akan menyerang duluan.


siapkan diri mu, Nial."


lalu berlari dan melayangkan pukulannya kearah wajah Nial.


Nial, "cepat sekali. Aku harus waspada." terkejut dengan kecepatan Pota, lalu mengayunkan pedangnya kearah leher Pota.


Pota dengan tenang berkata, "serangan pertamamu langsung bertujuan untuk membunuhku? Kau tak akan mampu, Nial." menangkap pedang yang diarahkan Nial ke arah lehernya, dan menahan pedang tersebut dengan genggaman tangannya. "Dengan pedang seperti ini, dalam 10 tahun pun kau tak akan mampu membunuh ku. Lihatlah."


Traaaaaaannnggggg.


seketika mematahkan pedang Nial dengan cengkeraman tangannya.


Nial berbicara dalam hati, "bagaimana mungkin?" dengan ekspresi terkejut.


Pota yang merasa di atas angin kemudian berkata, "hahaha. Itu pedangmu. Bagaimana jika tangan atau rusukmu yang ku buat seperti itu?"


Tiba-tiba, dari kejauhan terdengar teriakan keras.

__ADS_1


Suara dari kejauhan, "ADIK BRENGSEK. SUDAHI PERBUATANMU ATAU KAU AKAN KUHUKUM DENGAN BERAT!!"


seketika itu Pota langsung berkeringat dingin setelah mendengar teriakan tersebut.


__ADS_2