
Puluhan tahun lalu, disaat kelompok suku masih hidup tanpa ada Sang Raja semua suku.
Wilayah Suku Elang
Eagle yang kala itu berumur 6 tahun, sedang berlatih pedang dengan ayahnya. Eagle sebagai kakak tertua dilatih oleh ayahnya, Vereagle. Ayahnya berharap anaknya Eagle tumbuh dan terlatih sebagai seorang Pimpinan yang dapat menjaga suku dan adik2nya yang masih kecil.
Eagle bertanya, "bukankah anak seumuranku harusnya menikmati roti atau bermain, ayah? Kenapa aku harus berlatih setiap hari?" sambil memainkan pedang kayu ditangannya.
Vereagle mengajak Eagle, "kita sudahi latihan hari ini." lalu meletakkan pedang kayu nya ketanah.
"sini mendekat, Eagle."
Eagle berjalan mendekati Vereagle, "iya, yah. Kenapa kah?"
Vereagle lalu menerangkan, "ayah membuatmu melalui masa sulit ini, agar engkau tahu bahwa dunia ini kejam, anakku. Ayah ingin kau menjadi orang yang dapat di andalkan bagi adik-adikmu dan orang yang percaya pada mu. Ayah tak selamanya ada untuk menjaga mu." berkata sambil mengelus kepala anaknya, Eagle.
Tiba-tiba datang penjaga memberi kabar.
Penjaga memberi lapor, "hormat, pimpinan suku. Saya memberi kabar bahwa Lioner dan anaknya Helion telah tiba di istana." sambil berlutut memberi kabar kepada Vereagle.
Vereagle lantas mengajak anaknya, "ayo kita masuk kedalam istana, Eagle. Teman ayah dan anaknya sudah menunggu. Semoga kalian bisa mengakrabkan diri."
Eagle menuruti kata ayahnya, "baik, ayah."
lalu keduanya melangkah masuk kedalam istana.
Didalam istana, diruang makan, telah duduk Lioner dan Helion yang menanti Vereagle dan Eagle. Lalu mereka berempat bertemu.
Lioner menyapa temannya, "panjang umur buat anda, temanku Vereagle. Semoga berkat berkelimpahan menyertaimu selalu."
Vereagle lalu berkata, "terima kasih, Lioner. Mari kita duduk dan makan dulu."
Lioner kemudian mengenalkan anaknya, "baik, teman. Oh ya, perkenalkan, ini anakku Helion. Helion, beri hormat kepada paman Vereagle dan Eagle."
Helion lalu memperkenalkan diri, "saya bernama Helion, memberi hormat pada anda, pimpinan Suku Elang." berlutut sebagai tanda hormat kepada Vereagle.
Vereagle langsung menyukai Helion, "hahaha. Anakmu sangat sopan, lioner. Aku yakin anakmu akan menjadi pemimpin yang bijaksana."
Lalu Helion melihat ke arah Eagle, dan seketika mereka saling menatap tajam, seperti musuh bebuyutan, dan itu terjadi tanpa sepengetahuan Lioner dan Vereagle.
Lioner kemudian memberitahu, "oh ya, besok juga suku Merak, suku gajah, suku banteng, dan suku anjing akan tiba disini. Mereka hadir untuk merayakan ulang tahunmu pada esok lusa, Vereagle."
Vereagle menanggapi kabar dari Lioner dengan senang, "benarkah? Kalau begitu aku harus menghidangkan anggur terbaik untuk teman-teman kita. Sekarang mari kita nikmati dulu makanan ini, Lioner."
Lalu mereka pun menikmati makanan sembari berbicara ala kadarnya.
keesokan harinya, pada siang hari.
Vereagle sedang duduk bersama pimpinan suku banteng, suku merak, suku anjing, suku gajah, dan Lioner. Mereka duduk bersama diruangan sambil bercerita dan minum sepuasnya. Sementara itu, ditaman belakang istana, berkumpul pula anak2 pimpinan suku yang bakal jadi penerus di sukunya masing-masing.
Eagle berkata dengan sombong dan mengintimidasi, "perkenalkan nama kalian, karena kalian sekarang berada di wilayah Suku Elang. jadi kalian harus menuruti perkataanku."
Doglor lalu memperkenalkan dirinya dengan ramah, "aku Doglor, teman-teman. Aku harap kita bisa berteman baik."
Azuna langsung merendahkan Doglor, "anak yang ramah, tapi sayang kau bukan tipeku, Doglor. Aku adalah Azuna, putri tercantik di Suku Merak."
Bullsar muncul dan juga berkata sombong, "kalian terlalu sombong dengan apa yang ada pada diri kalian, padahal kalian lemah. Jelas2 aku yang terkuat disini, namaku Bullsar."
Ephant lantas tak mau kalah dengan Bullsar dan menyombongkan diri juga, "berbicara soal kuat, aku yang terkuat disini karena badanku yang paling besar. Aku adalah Ephant, calon pimpinan Suku Gajah."
Helion hanya menanggapi dengan malas, "hhhhhmmmm." diam lalu menghela nafas panjang.
Eagle lalu bertanya dengan cara meremehkan, "kenapa kau hanya diam, Helion? Apakah kau gentar karena kami adalah para calon pimpinan Suku dimasa depan?"
__ADS_1
Helion kemudian mengingatkan semua temannya, "jangan terlalu sombong, Eagle. Dan kau, Azuna, kecantikan itu datang dari hatimu, bukan fisik. Bullsar dan Ephant, jangan saling merasa paling kuat. Selalu ada langit di atas langit."
Eagle mengabaikan nasehat tersebut dari Helion, "tak usah banyak bicara, Helion. Bagaimana kalau kita latih tanding menggunakan pedang? Siapa yang kalah harus berlutut minta maaf."
Helion menerima ajakan Eagle tersebut, "baik. Ayo kita mulai."
Eagle lalu memanggil salah satu pasukan Suku Elang penjaga, "bawakan 2 pedang kayu. Kami ingin latih tanding sekarang juga."
Penjaga menuruti perintah tersebut, "baik, pangeran." lalu mengambil 2 pedang kayu dan memberikannya kepada Helion dan Eagle.
Azuna lantas mengajukan dirinya sendiri, "aku disini sebagai juri. Pada hitungan ke3, kalian bisa mulai. Baik ya, 1, 2, 3, mulai."
Lalu terdengar suara pedang kayu yang bergesekan yang dibuat oleh Helion dan Eagle. Dan tak lama kemudian, pedang yang dipakai Eagle terlempar dan pedang kayu Helion mengarah ke leher Eagle.
Eagle tak percaya, "bagaimana bisa? Aku kalah dalam 10 gerakan." dengan posisi terduduk, sementara dilehernya menempel pedang kayu yang diarahkan Helion.
Helion lalu menjelaskan, "kita masih muda dan belum tahu seberapa luas dunia ini. Banyak orang-orang yang jauh lebih baik dan hebat dari kita, Eagle. Dan lupakan soal taruhan siapa yang kalah harus berlutut."
lalu melangkah mundur dan memberikan pedang kayunya pada penjaga.
Azuna kemudian mengumumkan dengan keras bahwa Helion pemenangnya.
Ephant tak percaya dengan apa yang dilihatnya, "aku tak menyangka Helion berbakat menggunakan pedang."
Bullsar menyindir Ephant yang memuji Helion, "untung saja kau bukan lawan Helion. Kupastikan kau kalah dalam 1 gerakan. Hahahaha " lalu tertawa mengejek Ephant.
Doglor sepakat dengan perkataan tersebut, "Bulssar benar. Helion punya bakat yang terlatih dengan baik."
Eagle lalu mengajak teman-temannya, "Ayo kita bersenang-senang ke air terjun dibalik gunung. Perjalanannya hanya memakan waktu singkat."
Azuna langsung antusias dan semangat, "ayo2. Aku ingin menikmati air terjun. ayo kita semua berangkat." ingin cepat berangkat untuk menikmati pemandian air terjun.
Lalu mereka berenam pun berangkat diam-diam menuju lokasi air terjun. Perjalanan itu hanya memakan waktu sekitar 3 jam, dan melalui pinggiran jurang didalam hutan. Dan ketika mereka berenam hampir tiba,
Azuna mengingatkan, "tidak usah terlalu buru-buru."
Doglor setuju dengan Azuna, "benar, awas kalian terjatuh nanti."
Ephant malas bergabung lalu berkata, "aku hanya mau menangkap ikan untuk dibakar disitu, kalian terserah mau lakukan apa saja."
Bullsar satu pemikiran dengan Ephant, "aku ikuti kau saja, Ephant. Ayo kita cari ikan sebanyak-banyaknya."
Helion kemudian berkata, "kalian duluan saja, aku mencari buah-buahan hutan dulu." Lalu berbelok kedalam hutan ingin mengambil buah-buahan.
"jika kau terlambat, kami akan meninggalkan mu, Helion." teriak Eagle ketika Helion mulai menghilang dari pandangan mereka.
"ayo percepat langkah kalian. Kita hampir sampai, aaaaaaarrrrggggggghhhhhhh." tiba-tiba Eagle tergelincir dipinggiran jurang dan jatuh kebawah.
Azuna lalu berteriak, "Eagle, jawab aku." sambil memegang pohon dipinggiran jurang dengan hati-hati agar tidak terjatuh, dan melihat kebawah tempat Eagle terjatuh.
Ephant dengan panik bertanya, "bagaimana ini? Kita dalam masalah besar. Dimana juga Helion?"
Bullsar lalu berkata, "ayo kita memutar dari jalan yang lebih aman. Jurang ini terlalu curam untuk kita lewati."
Doglor kemudian berteriak dengan kuat, berharap Eagle dapat mendengar teriakannya, "Eagle, tunggu kami. Kami akan kebawah."
Helion yang baru tiba langsung bertanya, "kenapa kalian? mana Eagle?"
Azuna lalu menjelaskan, "Eagle terjatuh ke jurang dan tak tahu bagaimana keadaannya. Ayo kita ambil jalan memutar, jurang itu sulit kita lalui."
Helion kemudian melihat sekilas kearah jurang tempat Eagle terjatuh.
"kalian memutar saja. Aku akan lewat jurang tersebut." lalu berjalan kearah jurang.
__ADS_1
Ephant berniat menahan, "jangan bertindak bodoh, Helion."
Doglor bertanya seraya menyindir, "kau mau bunuh diri, Helion?"
Helion lalu meyakinkan temannya, "aku tetap baik-baik saja. Cepat kalian memutar dan kita bertemu dibawah." Helion lalu memegang akar yang menjalar dipohon besar lalu meluncur kebawah.
Azuna, Doglor, Ephant, dan Bullsar pun berlari secepatnya mengambil jalan yang lebih aman.
Dibawah jurang, Helion melihat kondisi Eagle pingsan karena terjatuh, dan patah kaki. Helion lalu membasuh kain dengan air terjun yang sudah berada didekatnya, lalu membasuh wajah dan tubuh Eagle. Eagle pun mulai tersadar.
Eagle meringis kesakitan, "kakiku sakit sekali.
kenapa kau bisa disini, Helion?"
Helion lalu berkata, "aku mendengar teriakan. Lalu Azuna, Doglor, Ephant dan Bullsar memberitahukan padaku tentang mu. Aku langsung turun menggunakan akar yang bergantung dipohon untuk turun kesini. Mereka berempat mengambil jalan memutar dan sebentar lagi akan sampai."
dan benar saja, tak lama kemudian mereka berempat pun sampai dengan nafas terputus-putus karena berlari dengan kencang.
Ephant berkata dengan nafas terengah-engah, "ha,,,ha,,, apa yang harus kita lakukan?"
Bullsar memberi saran, "kita harus kembali ke istana dan melaporkan hal ini."
Helion menahan Bullsar, "tunggu dulu. Lebih baik ikuti aku, Bullsar. Ephant, tarik akar panjang itu sepanjang mungkin. Doglor, cari kayu seukuran kaki Eagle, lalu ikat lurus kayu itu dengan akar menjalar dibagian kaki Eagle yang patah.
Azuna, temani Eagle sebentar. Ayo, Bullsar." lalu pergi kearah hutan.
Tak berapa lama Bullsar dan Helion membawa 2 kayu panjang dan 2 kayu kecil. Doglor pun sudah melakukan seperti yang diperintahkan oleh Helion. Lalu Helion meminta akar panjang yang diambil oleh Ephant, membentuknya seperti tandu.
Helion memberi arahan pada temannya, "ayo kita angkat perlahan, lalu kita bersama keluar dari hutan ini."
Eagle bertanya dengan ragu-ragu, "ada mau kutanyakan, Helion. Kenapa kau menolongku? Padahal aku tak bersikap ramah padamu."
Helion kemudian berkata, "tak perlu alasan untuk menolong siapa saja yang membutuhkan, dan bukankah ayah kita berlima adalah teman baik? Kenapa kita harus bermusuhan, jika kita bisa menjadi saudara yang membantu disaat salah satu kesusahan."
Eagle lalu terdiam sejenak.
"aku minta maaf atas sikapku kemarin dari awal kita bertemu."
Azuna, Ephant, Doglor, dan Bullsar pun lalu meminta maaf kepada Helion secara bergantian.
Eagle kemudian berkata secara tegas, "dengan ini, aku bersumpah, bahwa mulai sekarang kita adalah saudara yang saling membantu, tak peduli apa resikonya. Kalian setuju?"
Azuna langsung mengangkat tangannya ke atas, "aku setuju." sambil melirik dan tersenyum manis kepada Helion.
Ephant, Doglor, dan Bullsar bersamaan berkata, "kami juga setuju. 1 bermasalah, adalah masalah bagi 5 yang lainnya."
Helion kemudian juga berkata, "aku setuju. Tapi kenapa Azuna belepotan lumpur? Padahal dia membanggakan kecantikannya tadi?"
Azuna lalu dengan kesal menjelaskan, "aku terjatuh berulang kali karena berusaha secepatnya sampai kesini." cemberut karena dirinya kotor penuh lumpur.
Helion tertawa melihat tingkah Azuna, "hahahaha. Bagiku kau masih cantik, Azuna. sebanding dengan Jolion."
Eagle yang penasaran lalu bertanya, "siapa Jolion?"
Helion kemudian berkata, "wanita idamanku dari suku singa juga. Dia jelmaan singa sebenarnya. Telingaku sudah hampir lepas karena berulang kali ditariknya jika sedang kesal. Hahahaha."
Eagle menyindir, "ternyata kau punya rasa takut juga pada wanita. Hahahaha. ayo kita pulang. Ayah kita pasti khawatir dengan kita berenam. Maaf merepotkan kalian berlima karena harus mengangkatku diatas tandu ini."
Helion langsung berkata, "itulah arti saudara. Ya sudah, ayo kita pulang."
Ephant, Azuna, doglor, dan Bullsar setuju dengan ajakan Helion, "ayo kita pulang." bersama dengan Helion, mereka berlima mengangkat Eagle di atas tandu.
mereka pun melanjutkan perjalanan, dan walaupun lama, akhirnya mereka berenam sampai di istana dengan selamat.
__ADS_1