Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 26. Berubah Pikiran


__ADS_3

Nial curiga dengan perkataan Gori yang tiba-tiba membiarkan mereka pergi, " apa maksud anda, paman? Apakah paman sengaja membiarkan kami keluar dari wilayah ini, lalu pasukan paman akan menjebak kami diluar? tak mungkin paman tiba-tiba berubah pikiran secepat itu."


Pota lalu berkata, "lebih baik kau jujur saja tentang rencana apa yang mau kau lakukan pada kami, tua bangka. Kami tidak takut mati asalkan kami bisa menyeretmu bersama dengan kami ke neraka."


Seketika itu juga Gori menatap tajam pada Pota, dan Pota langsung menciut melihat pandangan Gori padanya, "aku tak punya waktu untuk menjebak kalian, dasar para cecunguk. Aku memberikan kesempatan hidup pada kalian, karena aku tahu permasalahan kalian dengan Tigerly keparat itu. Selesaikan dulu balas dendam kalian pada Suku Harimau, lalu kita lanjutkan pertarungan yang ditunda ini. Dan Nial, kau punya bakat yang hebat dan tidak kenal menyerah seperti ayahmu, Helion."


Nial terkejut mendengar perkataan Gori tersebut, "apakah paman mengenal ayah saya?"


dan sama halnya, Khar juga terkejut mendengar Gori berbicara soal ayah mereka, "bagaimana bisa ayah dan paman saling kenal?"


Gori tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, "aku dan Helion adalah Rival berat. Kami sering bertarung untuk membuktikan siapa yang terkuat. walaupun perbedaannya tipis, tapi aku selalu kalah. Aku tak pernah menganggap dia sebagai musuhku, dan aku yakin begitu juga sebaliknya."


Powerbull langsung mencoba merayu Gori dengan kata-kata manis, "kalau begitu, maukah paman yang baik hati ini membantu kami menyingkirkan Suku Harimau?"


Gori langsung berkata dengan ketus, "itu urusan kalian. Permasalahan kalian tidak ada hubungannya denganku. Jika kalian tak bisa mengatasi hal semacam ini, maka kalian tidak pantas menyandang gelar Pangeran Suku lagi. Kalian harus menyelesaikan permasalahan kalian sendiri dengan Tigerly. Itu saja."


tak lama kemudian, muncullah pasukan Suku Gorila membawa Bullan kedalam rumah Gori tersebut.


Powerbull, "kakak, syukurlah kau baik-baik saja." senang melihat kakaknya, Bullan.


Bullan, "iya Powerbull. Aku baik-baik saja. Nial, Khar, Pota, dan Warphan, kalian tak perlu khawatir, temanku." sambil melihat satu persatu teman-temannya. "terima kasih, paman atas kebaikanmu yang menyembuhkanku dan temanku. Kami berhutang budi padamu." berkata dengan hormat pada Gori.


Goran lantas menyela dan berkata, "sudahlah. Cepat kalian pergi sebelum ayahku berubah pikiran. Dan kau, Bullan, kita akan bertarung lagi suatu saat nanti. Berlatihlah lebih kuat." menantang Bullan.

__ADS_1


Nial kemudian berkata, "baik, paman. Aku mewakili teman-temanku, mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati paman. Kami izin pamit." seusai berkata seperti itu, Nial langsung pergi bersama temannya untuk melakukan perjalanan mereka lagi menuju Suku Beruang.


Sementara itu, Rilia yang sedari tadi hanya berdiam diri, mulai berkata dengan nada tidak senang, "kenapa ayah tiba-tiba berubah pikiran dan membebaskan mereka?"


Gori mengernyit mendengar pertanyaan putrinya tersebut, "anakku Rilia dan Goran, kalian berdua hampir seumuran dengan Nial dan rekannya. Kalian masih disini dibawah perlindunganku. Sementara mereka berjuang mencari jati diri dan melakukan perjalanan untuk mengembalikan harga diri suku mereka. Jika aku menahan mereka disini, mereka tak akan punya kesempatan untuk membalas dendam dan mengembalikan kehormatan suku mereka. artinya aku sama saja dengan Tigerly. Aku juga ingin melihat, sejauh apa mereka bisa berjuang demi suku mereka. Helion juga seperti itu dulu. walaupun aku tak suka dengan aturan, Helion tak pernah menekan suku kita atau memerangi suku kita. Helion malah membiarkanku bebas asal tak merugikan suku lain. Kalian berdua harus banyak belajar dari Nial dan temannya jika kalian ingin menjaga Suku kita dimasa yang akan datang, anakku."


Goran yang bosan mendengar penjelasan ayahnya lalu menyindir, "tumben ayah berkata bijak. Biasanya hanya tahu mengatai brengsek, bajingan. Ayah salah minum obat dari tabib ya?" lalu tertawa kecil.


Gori langsung kesal, "dasar anak nakal. Kau akan digantung seharian dipohon nanti."


Goran langsung berkeringat dingin, "jangan, yah. aku minta maaf ya, ayah yang baik dan pengertian. Hehehe."


Rilia lalu menyindir adiknya, "tiba mau dihukum, pura-pura memelas. dasar adikku yang nakal."


Gori kemudian berkata dengan tegas, "Rilia, Goran, kalian berdua persiapkan diri. Kalian akan menyusul Nial dan temannya besok. Kalian harus menambah pengalaman kalian diluar. Persiapkan apa-apa yang kalian butuhkan sekarang. Dan besok pagi kalian susul mereka."


Lain halnya dengan Rilia, Goran malah berkata, "hore, kita tidak akan melihat muka ayah yang seram dalam waktu lama. Heheheh. Terima kasih, ayah." langsung berlari keluar sebelum dimarahi oleh Gori.


Gori yang hendak marah awalnya tapi tak kesampaian karena anaknya Goran sudah berlari keluar, lalu hanya bisa menarik nafas panjang lalu berpesan, "Rilia, jaga adikmu diluar sana. Banyak bahaya yang akan menantang kalian di luar sana."


Rilia menjawab patuh, "baik ayah. Tenang saja." lalu pergi keluar meninggalkan ayahnya.


Beberapa hari setelah Nial dan temannya meninggalkan Wilayah Suku Gorila.

__ADS_1


POV Dere dan Deerar


Deerar, " ayo sepupu. Kita harus terus bergerak. Jika tidak, kita akan ditemukan oleh Arsyhe dan pasukannya." membujuk sepupunya Dere agar terus berlari.


Dere, "aku sudah tidak kuat, Deerar. Aku tak bisa lagi melangkah, apalagi berlari." berkata dengan lelah dan kepayahan.


Deerar, "aku tidak mau mengecewakan paman dan bibi. Pergilah melangkah pelan-pelan. Aku akan menjaga disini dan menghalangi siapapun yang datang kearah sini."


Dere, "itu tak mungkin, Deerar. Kau harus terus hidup untuk menjagaku. Lebih baik mati bersama sekalian." tak terima dengan perintah Deerar.


Tiba-tiba muncullah 5 orang pasukan Suku Hyena dihadapan Dere dan Deerar, lalu menghadang mereka.


pasukan A, "kalian tidak akan bisa kabur lagi. ayo ikut saja dengan kami. Kami akan membuat mu puas, putri." sambil tertawa keras.


Pasukan B, "itu benar. Kami tak akan mengampuni nyawa saudara laki-lakimu ini. Tapi jika kau bisa membuat kami puas, kami akan membiarkan mu hidup sebagai budak kami. Hahahahah."


Deerar dengan geram berkata, "brengsek. Aku akan membunuh kalian berlima disini."


Pasukan C lalu tertawa dengan keras, "kau hanya sendirian. Kau berkhayal bisa mengalahkan kami berlima disini, bocah. Kau akan mati disini, lalu putri Suku Rusa itu akan bersama kami."


Tiba-tiba saja terdengar suara berkata dengan keras, "siapa yang berkata bahwa dia hanya sendirian, brengsek Suku Hyena? Dan bukan orang dari Suku Rusa yang akan mati, tetapi kalian para pengecut Suku Hyena."


Seketika itu juga, lima orang pasukan Suku Hyena memandang sekeliling mereka dengan was-was karena tak tahu asal suara tersebut. Dan sama halnya, Deerar dan Dere pun was-was karena tidak tahu siapa pemilik suara tersebut.

__ADS_1


Kemudian, dalam sekejab mata, empat orang pasukan Suku Hyena tersebut mati dengan anak panah yang dilepaskan dan mengenai punggung mereka lalu menembus jantung. satu orang pasukan Suku Hyena yang tersisa terkejut dan tak menyangka empat rekannya mati secara bersamaan. Lalu tiba-tiba saja ketika satu orang pasukan Suku Hyena tersebut membalikkan pandangannya, dia langsung terkejut dan berkata, "kenapa kau disini? Arggh." lalu diam membisu selamanya karena kepalanya sudah dipenggal oleh pemuda dihadapannya.


Setelah pasukan terakhir Suku Hyena mati, muncul tujuh orang teman pemuda tersebut. Lalu perlahan, pemuda dan tujuh temannya itu mendekati Deerar dan Dere yang hanya terduduk. Setelah pemuda dan tujuh temannya mendekat, Deerar terkejut dan berkata, "kau?"


__ADS_2