Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 20. Awal Pertemanan


__ADS_3

Belasan tahun silam, saat Helion masih muda dan berstatus pangeran di Suku Singa, dan Hippotam juga menyandang status yang sama. Kedua Suku ini sering bertempur demi kekuasaan. Suku Singa ingin memperluas kekuasaannya dan membuat semua suku dibawah kepemimpinannya. Sedangkan Suku Kuda Nil tidak mau di atur oleh suku mana pun, karena itu Suku Kuda Nil menutup diri dan bersembunyi di balik hutan gelap.


kala itu, Helion sedang berjalan-jalan sendiri dan tidak terlalu mengenal ciri-ciri suku lain. Tanpa sadar, Helion yang senang bertualang tanpa sadar memasuki wilayah musuh.


Helion dengan bingung berbicara dalam hati, "sepertinya aku tersesat. entah dimana ini. Tapi jika aku semakin masuk kedalam hutan, akan semakin berbahaya. Apalagi hutan ini sangat gelap, bahkan cahaya matahari tak bisa menembus hutan ini. Sial. Aku kelaparan karena sudah berjalan jauh. sebaiknya aku mencari buruan." lalu Helion melangkah semakin masuk kedalam hutan gelap.


Sementara itu,


Hippotam sedang kesal dengan watak ayahnya, "sial. Kalau begini, lebih baik aku pergi dari wilayahku dan memulai hidupku sendiri. Ayahku terlalu keras menuntutku. Dia menuntut aku harus jadi pangeran yang terbaik. Sedangkan ayahku, hanya sibuk berperang dengan Suku Singa.


lebih baik aku mencari jalanku sendiri."


kemudian merenung sendirian di tepi sungai.


Dan tiba-tiba saja Helion muncul,


Helion bertanya dengan sopan, "halo, teman. Boleh aku minta tolong?"


tanya Helion pada Hippotam sambil berjalan mendekat.


Hippotam lantas menyindir perkataan Helion, "teman? teman kepalamu. aku tak tahu kalau kita pernah berteman. Apa mau mu?"


sambil memandang dengan curiga ke arah Helion.


Helion lalu memohon, "tolonglah jangan seperti itu. Aku tersesat dan butuh bantuan. Aku kelaparan. Apakah kau punya makanan?"


Hippotam setelah memperhatikan Helion, "kelihatannya kau tak berniat jahat. Tunggu sebentar." lalu lompat kesungai, kemudian keluar sambil mencengkeram ikan tangkapannya.


"masih 1 ekor, tunggu ya." masuk lagi dan keluar sebanyak 3x.


"akhirnya ada 4 ekor ikan. Ayo kita bakar bersama-sama. Kau pasti sudah lapar berat."


Helion kemudian membagi tugas, "biar aku saja yang mencari kayu dan menghidupkan apinya. Tunggu ya."


kemudian pergi mencari kayu untuk api unggun. Tak lama kemudian muncul membawa kayu, lalu menghidupkan api, lalu mulai meletakkan ikan hasil tangkapan Hippotam.


Helion kemudian berkata, "aku lupa. Salam hormat, aku Helion."


mengenalkan diri pada Hippotam.


Hippotam lalu ganti mengenalkan dirinya, "salam hormat juga, aku Hippotam."


Helion kemudian bertanya, "kenapa kau disini?"


Hippotam heran dengan pertanyaan Helion, "aku yang harusnya bertanya. ini wilayahku. Kau yang kenapa disini?"

__ADS_1


Helion merasa bingung lalu berkata, "benar juga. Hahahaha. Aku benar-benar tersesat. Aku gak tahu mau jalan kemana lagi. Apalagi hutan ini membingungkan."


Hippotam hanya menanggapi hal tersebut dengan sikap tenang, "wajar saja. Ini hutan gelap. Ini wilayah Suku ku."


Helion lantas langsung meminta tolong pada Hippotam, "kalau begitu, bisa kah kau antar aku keperbatasan? aku akan membalas perbuatan baikmu kelak."


Hippotam setuju untuk membantu Helion, "bisa saja kok. Habiskan dulu ikan bakar ini. aku akan mengantarmu nanti."


Ketika Helion dan Hippotam berbicara, datanglah sekelompok pasukan Suku Kuda Nil dan mengepung mereka.


Pasukan berkata dengan tegas, "pangeran, menjauh dari pemuda ini. Dia berbahaya."


Hippotam yang tidak percaya dengan perkataan pasukannya, "berbahaya bagaimana? Dia saja kelaparan."


Pasukan lalu mencoba meyakinkan Hippotam, "kami tidak sedang bercanda, pangeran. Pangeran perhatikan pemuda itu dengan teliti. Dia itu dari Suku Singa."


Helion tiba-tiba menyela, "tak perlu repot begitu. Aku hanya meminta tolong untuk diantar ke perbatasan. Aku benar-benar tersesat. Dan aku memang dari Suku Singa."


Hippotam seketika itu marah setelah Helion mengatakan hal tersebut, "kau? dasar brengsek. Kau membodohiku, Helion. Kau benar-benar mencari kematian mu dengan datang kewilayahku saat ini."


Helion berkata jujur, "aku tidak berbohong padamu, teman. Aku hanya kebetulan tersesat.. Aku tak peduli soal urusan Suku Singa ataupun Suku Kuda Nil."


Hippotam, "ayahku selalu berpesan, agar selalu waspada ketika bertemu dengan Suku Singa. Dan hari ini kau datang untuk mengantar nyawa. Sungguh keberuntungan bagi Suku Kuda Nil."


secara tiba-tiba, muncul Lioner, ayah Helion beserta banyak pasukan Suku Singa. Lalu mulai menghabisi satu persatu pasukan Suku Kuda Nil


Lioner langsung memastikan keadaan, "syukur kau tak kenapa-kenapa, Helion."


Helion, "aku tak apa-apa, ayah."


Lioner merasa tenang melihat Helion, "baguslah. Aku sejak tadi mencarimu kemana-mana. Untunglah kau selamat. Tunggu sebentar, akan ayah habisi pasukan Suku Kuda Nil ini."


Helion hanya diam dengan ekspresi datar.


Perang pun semakin tak berimbang dan banyak korban berjatuhan dari pasukan Suku Kuda Nil.


tak lama,


Lioner memerintahkan pasukannya, "tangkap pangeran Suku Kuda Nil itu dan bawa kehadapanku."


Pasukan langsung mematuhi perintah tersebut, "baik, Pimpinan."


lalu menangkap Hippotam, dan menyeretnya kehadapan Lioner dan Helion.


Lioner berkata pada anaknya, "bunuh pangeran ini, Helion. agar mereka tahu bahwa kau adalah pimpinan selanjutnya yang tegas dan tak bisa dianggap remeh."

__ADS_1


Helion masih terdiam tanpa berbicara apapun, dan hanya melihat kearah Hippotam.


kemudian, muncullah pasukan Suku Kuda Nil yang dipimpin oleh ayah Hippotam, Hippotanus.


Hippotanus berkata dengan penuh amarah, "kau lancang memasuki wilayahku, Lioner. Kau juga menghinaku dengan cara menahan anakku diwilayahku sendiri. Lepaskan anakku, lalu kita selesaikan pertarungan kita."


Lioner lalu mengambil alih, "Helion, jika kau tak berani mengambil nyawa anak ini, biar ayah yang melakukannya." seraya berkata, Lioner langsung menempelkan ujung pedangnya kearah kulit leher Hippotam.


Hippotam berteriak pada ayahnya, "tolong aku, ayah!"


Hippotanus lalu memohon, "aku akan berlutut, Lioner. Asal kau berjanji melepaskan anakku. Aku akan membiarkan mu pergi, lalu mengirimkan surat perjanjian bahwa aku menjadi bawahanmu seumur hidupku."


Lioner tak tertarik dengan tawaran Hippotanus, "sayangnya aku tak berminat, Hippotanus.


lihatlah sendiri kematian anakmu." mencoba menusukkan ujung pedangnya keleher Hippotam.


Helion tiba-tiba saja menahan ayahnya, "berhenti, ayah. Kita sudahi semuanya."


Lioner terkejut dengan perkataan anaknya, "apa maksudmu, Helion?" sambil menghentikan pedangnya.


Helion lalu berkata pada pimpinan Suku Kuda Nil, "jangan berlutut, Hippotanus. Dan ayah, kita sudahi kebencian tak berujung ini."


Hippotam heran dengan keputusan Helion, "kenapa kau menyelamatkanku, Helion? Padahal aku berniat membunuhmu sesaat tadi, apalagi suku kita saling bermusuhan."


Helion kemudian berkata, "jika ayah kita atau bahkan suku kita bermusuhan, apa kita harus mengikuti cara seperti itu? Aku tak mau melibatkan anak hanya karena permasalahan ayahnya. Semua hanya perbedaan pandangan dan ada jalan keluarnya. Justru kita harus mencari penyelesaian lebih baik dan bukan membuat kebencian ini berakar selamanya. Apalagi perjanjian yang dikatakan ayahmu tadi, bukankah itu hanya akan memendam kebencian yang dalam dan suatu saat bisa membuat peperangan lagi?"


Hippotanus takjub dan terharu mendengar perkataan Helion, "terima kasih, pangeran Suku Singa. Selamanya aku akan mengingat kebaikan pangeran."


lalu berlutut menghadap Helion.


Helion langsung melarang Hippotanus, "jangan berlutut, paman. Aku tak pantas untuk menerima hormat paman. Aku masih pemuda yang bodoh."


Hippotam lalu berkata, "terima kasih atas kebaikan dan murah hatimu, Helion."


kemudian menyodorkan tangannya sebagai bentuk salam.


Helion, "tidak usah dipikirkan, teman."


sambil menerima salam dari Hippotam.


Hippotanus kemudian memutuskan, "Lioner, sebagai bentuk rasa hormatku, aku menyerah. izinkan kami tetap menduduki wilayah hutan gelap. Kami juga tak akan menjadi bawahanmu, tapi kami akan menjadi aliansi bagi Suku Singa. Terima lah rasa hormatku, Lioner." lalu berlutut dihadapan Lioner.


Lioner menanggapi perkataan Hippotanus dengan bijak, "berdiri, Hippotanus. Kita berdua adalah pimpinan Suku yang bodoh. Dan hari ini kita di ajari oleh pemuda yang polos. Aku menerima niat baikmu sebagai aliansi dan sahabatku, Hippotanus. sesama teman jangan berlutut."


Hippotanus merasa bersyukur dengan perkataan Lioner tersebut, "terima kasih banyak, Lioner. Ayo kita semua pulang merayakan persatuan aliansi kita ini."

__ADS_1


Seluruh pasukan Suku Singa dan Suku Kuda Nil serempak berteriak, "ayo pulang, pimpinan. Hore. . . "


__ADS_2