
Lalu datanglah Tigerly beserta Liger, Gerald, Wuger, dan Sliger. kemudian Tigerly berjalan mendekati Helion dan berdiri saling berhadapan.
Helion bertanya, "apa maksudmu ini, Tigerly?
ternyata semua ini sudah ada dalam rencanamu."
Kemarin sore sebelum pengeksekusian, diluar kurungan tempat Black ditahan.
Tigerly berkata, "kerja yang bagus, Black. Kau dan sukumu akan mendapat apresiasi atas hal ini."
Black menjawab, "sudah sepantasnya, Tigerly. Aku muak dengan aturan2 lama yang dibuat Helion."
Arshye lalu tertawa dengan keras, "hahaha. bukan kau saja yang seperti itu, Black. Tapi kami juga merasakan hal yang sama. Bersabarlah sampe esok hari, Black."
Cobra kemudian melapor, "aku sudah melumpuhkan sebagian pasukan suku yang mendukung Helion. Dengan ini, esok kita bisa menyergap mereka sekaligus dengan mudah. Ssisisisisi." tertawa mirip ular mendesis.
Lalu datanglah Scorpa dan Leopard
Leopard memberi tahu, "Tigerly, aku mendengar pembicaraan antara Azuna, Doglor, Bearkhar, Ephant, dan Anpan. mereka sudah mulai curiga terhadap pergerakan kita."
Tigerly dengan santai berkata, "tidak usah diambil pusing, Leopard.
besok kita tuntaskan semua sekaligus.
tetap awasi mereka, Scorpa."
Scorpa pun menjawab, "siap, Tigerly." lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Tigerly kemudian memberikan perintah, "tetap jalankan sandiwaramu sampai esok, Black. ayo kita pergi sebelum kita semakin dicurigai."
Lalu berjalan bersama Leopard, Cobra, dan Arshye.
pada saat ini
Helion tak menyangka, "ternyata seperti itu kah?"
Tigerly yang licik lalu berkata, "ya memang, Helion. Aku tak akan pernah lupa atas sebelah mataku yang cacat karena perang denganmu dulu." sambil menunjukkan mata sebelah kiri yang cacat.
"Semua sudah termasuk dalam rencanaku, mulai dari perselisihan sebagian suku yang mendukungmu, agar mereka tidak datang dan merepotkan aku disini. Terutama kepada suku beruang, aku sengaja menyuruh pasukanku agar menebang pohon2 tempat mereka mencari madu hutan, agar mereka berpindah semakin jauh dari wilayahku. Aku mengantisipasi hal itu karena suku beruang mempunyai pasukan yang kuat dan itu bisa merugikan ku dan kaumku. Hahahahaha." lalu tertawa kencang.
__ADS_1
"sadarilah kebodohanmu, Helion."
Helion dengan penuh emosi, "kau benar-benar licik, Tigerly. dan kau wolfbang, apa gerangan yang membuat kau berpihak kepada Tigerly dan melakukan ini kepadaku?"
Wolfbang menjawab pertanyaan Helion dengan tenang, "aku sudah pernah mengatakannya padamu, Helion. Terkadang kita ingin lebih berkuasa dan bebas dari aturan-aturanmu yang mengikat kami. Bagaimana suku ku bisa bertambah besar, jika wilayah kami terbatas?
Tigerly memberikanku wilayah tak terbatas untuk berburu. Dalam hal ini, Tigerly lebih pantas sebagai penggantimu, Helion."
Helion kemudian menatap Arsyhe dan meminta penjelasan, "dan kau, Arsyhe. Apakah itu juga alasanmu?"
Arshye menjawab, "itu sudah jelas, Helion. Kau tidak membiarkan kami berkembang pesat. Kau mengekang kami dan membiarkan kami hidup berdampingan dengan suku2 kecil disekitar kami."
Helion dengan penuh emosi berkata dengan kuat, "Dasar kalian bajingan. Kalian akan mendapatkan balasannya atas semua yang terjadi sekarang."
dengan wajah merah menahan amarah, Helion menatap para pengkhianat itu satu persatu.
Tigerly lalu berkata, "kau terlalu banyak berkata omong kosong, Helion. Tidak akan ada balasan atas apa yang kami lakukan. Karena semua akan kami selesaikan hari ini. Dan setelah eksekusi ini, kami tetap mengadakan perayaan tahunan esok hari. Sehabis itu, kami akan memerangi satu persatu suku yang mendukung mu selama ini. Sebelum itu, bawa percobaanmu kesini Cobra. Agar Helion, sang Raja perkasa yang agung bisa menyaksikan mahakaryamu. Hahahahaha."
Cobra menuruti perintah, "baik, Tigerly."
lalu melihat ke arah Boa dan Phyton.
Boa dan Phyton pun berjalan dengan seseorang yang kepalanya ditutupi oleh jubah hitam, dan diletakkan berlutut dihadapan Helion. Lalu Boa menarik penutup kepala tersebut. Seketika itu juga Helion, Jolion, Nial, Roli, Khar dan Sher terkejut.
Helion kembali dibuat terkejut saat melihat orang yang dibawa kehadapannya, "utusanku?"
Cobra berkata, "benar sekali, Helion.
kau salah jika berpikir bisa menyuruh utusanmu datang mengawasi pekerjaan suku lain sesuka hatimu. Inilah akibat yang akan diterimanya.
kebetulan aku punya racun baru yang sedang kukembangkan. Kita bisa mencobanya kepada utusan ini dan melihat reaksinya. Boa, Pyhton, pegang mulut utusan ini dan buka secara paksa."
Boa dan Phyton serentak menjawab, "baik, Cobra."
lalu memegang rahang utusan tersebut dengan kuat, sehingga mau tak mau mulut sang utusan terbuka. Apalagi dia susah bergerak dikarenakan tangan dan kakinya dalam kondisi terikat.
lalu Cobra mengeluarkan sebotol racun dari balik jubahnya, lalu membuka tutup botol dan meneteskan racun itu kedalam mulut sang utusan tersebut. Sehabis racun itu dimasukkan ke mulut utusan tersebut, Boa dan Phyton langsung melepaskan utusan itu dari tangan mereka berdua.
Seketika itu juga
__ADS_1
Utusan Suku Singa mulai kejang dan terkapar, "uummmmhhhhhppppp." perlahan mulutnya mengeluarkan buih, lalu tergeletak seketika dengan wajah membiru, mata merah melotot.
Cobra tertawa dengan puas, "Sisisisisisisi. Aku tak menyangka cara kerja obat ini ternyata secepat itu. Aku akan membuat lebih banyak lagi racun seperti ini."
Tigerly memuji hasil kerja Cobra, "bagus sekali, Cobra.
dan 1 lagi, Helion. Aku melihat 2 orang pasukanmu yang disuruh untuk mencari utusan yang mati ini. Jadi aku juga sudah membereskan 2 orang pasukanmu itu."
Helion penuh emosi berkata, "kau benar-benar biadab, Tigerly. aku bersumpah, selagi masih ada 1 orang saja dari suku singa, dia pasti akan membalaskan dendamku kepadamu.:
Tigerly menghiraukan umpatan tersebut, "tak perlu repot, Helion. Ruwolf, bawa Jolion kesini."
Ruwolf pun berjalan sambil mendorong Jolion agar berjalan ke arah Tigerly dan Helion. Dan ketika Jolion sudah berada didepan Tigerly.
Jolion langsung meludah kewajah Tigerly, "cuiihh. Seharusnya ketika peperangan dulu, suamiku Helion membunuhmu, agar hal ini tak akan pernah terjadi."
Tigerly lalu berkata, "kau wanita yang kasar dan liar, Jolion. tapi maaf, aku tidak tertarik denganmu.
ruwolf!" memberi kode pandangan ke ruwolf.
Dan Ruwolf langsung menarik pisau dari pinggangnya, lalu menusuk Jolion dari belakang sebanyak 3x. Seketika itu juga Jolion langsung terjatuh.
Nial, Roli, Khar dan Sher berteriak kencang secara serentak, "IIIIIIIBBUUUUUU!"
Helion langsung lemas menatap sang istri yang langsung mati ditempat, lalu melihat kearah anak-anaknya, berbisik secara pelan
Helion kemudian berpesan, "jaga diri kalian, anak-anakku."
Dan Wolfbang langsung menghunuskan pedangnya keleher Helion. Detik itu juga kepala Helion terpisah dari badannya dan tergeletak di tanah, dihadapan Tigerly dan para pimpinan suku yang berkhianat.
Bullsar mengumpat dengan keras, "dasar biadab kalian. jika aku tidak mati hari ini, maka kalian yang akan mati." kemudian langsung berlari menerobos kepungan rombongan pengkhianat dan mulai membunuh pasukan suku pengkhianat.
Disisi lain, Azuna, Doglor, Anpan, Bearkhar, dan Ephant juga segera melakukan perlawanan, membantai pasukan suku pengkhianat yang mengepung mereka. Tapi walaupun mereka melawan, mereka perlahan dipojokkan karena kalah jumlah dan kekuatan.
Nial yang berlutut hanya terdiam melihat ke arah ayah dan ibunya yang telah tiada, begitu juga dengan Roli yang menangis histeris, Khar yang berdiri terpaku diam melihat mayat ibunya bersimbah darah, dan Sher yang menangis dalam diamnya.
Dan tiba-tiba Sher melihat Basnake hendak memanah ke arah Nial, tanpa pikir panjang Sher berlari menutupi tubuh Nial dari pandangan Basnake. Basnake yang melihat itu langsung melepaskan anak panah yang sudah dilumuri racun dari Cobra. Nial hanya bisa terpana melihat adik bungsunya, Sher tergeletak dengan panah beracun menembus perutnya, tak lama kemudian Sher pun mati dengan kondisi yang sama dengan sang utusan suku Singa.
Nial berteriak, "TIIIIIIDDDAAAAAAKKKKK!"
__ADS_1