Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 25. Kekalahan Telak


__ADS_3

POV Suku Gorila


Sementara itu, diwilayah Suku Gorila, Nial dan temannya berdiri berhadapan dengan Gori, yang dijuluki sebagai manusia terkuat. Pota yang biasanya cerewet, kali ini menciut melihat Gori yang menyeramkan. Tapi berbeda dengan teman-temannya, Nial justru tenang ketika bertatapan dengan Gori saat ini.


Nial kemudian bertanya, "jika aku menerima tantanganmu, apakah kau akan melepaskan aku dan temanku, jika kau kalah, paman?"


Gori, "aku pasti akan membebaskan kalian jika kau menang. Tapi kau tidak akan pernah menang. Aku bisa pastikan itu." dengan mata yang merah, menatap tajam pada Nial.


Goran kemudian berkata, "ayah, aku melukai salah satu dari teman mereka tadi. Sebaiknya temannya yang terluka itu dirawat disini, karena aku yang memintanya tadi, yah."


Gori berpikir sejenak, lalu berkata, "baiklah. Pasukan, bawa salah satu teman mereka yang terluka agar di obati oleh tabib kita. Sisanya, biar mereka berlima disini. Aku jarang-jarang mendapat kunjungan dari Suku Singa dan Suku yang lain. Hahahaha."


lalu Bullan pun dibawa pergi oleh pasukan Suku Gorila untuk mendapat pengobatan.


Gori melanjutkan perkataannya, "anggap saja itu sebagai kemurahan hatiku pada temanmu itu, bocah. Sekarang, ayo kita mulai pertarungan kita." bersikap sepele pada Nial.


Nial kemudian berkata, "aku sudah menunggu seranganmu dari tadi, paman busuk." memancing emosi Gori.


Gori seketika langsung terbakar oleh emosinya yang meledak-ledak, "matilah kau, bocah!". Berlari hendak menerjang Nial.


Pota yang mendengar bahwa Nial menghina Gori dengan sebutan paman busuk, lalu menggelengkan kepala dan berbicara dalam hati, " kau akan mati, Nial."


Powerbull dan Khar hanya terpana dan khawatir melihat Gori yang melancarkan pukulan dan tendangan yang sangat kuat ke arah Nial, dan Nial mulai kewalahan menghindari serangan Gori tersebut. Sementara itu, Warphan lalu berkata pada Khar, Powerbull, dan Pota, "Nial akan kalah. Sebentar lagi, tunggu saja."


Benar saja, tak lama kemudian, Nial yang kewalahan dan merasa terjepit oleh serangan Gori lalu tak bisa lagi menghindari pukulan Gori yang diarahkan kebagian dadanya. Nial berusaha menahan serangan tersebut dengan bagian tangan kanannya, tepat pada saat Gori melayangkan pukulannya.


beberapa saat kemudian, "kraaaakkkk." terdengar suara tulang yang patah.


Nial, "brengsek. Ku akui, kau adalah Pimpinan yang kuat, dan bisa mematahkan tanganku." berusaha menahan sakit dari tulang tangannya yang patah.


Gori lalu berkata, "kau sudah kalah, bocah Suku Singa. Jika diteruskan, semua tulang ditubuhmu akan hancur. Pasukan, bawa mereka berlima kepenjara. Dan utus orang setiap hari untuk memberikan obat kepada bocah ini." berkata pada pasukannya sembari menunjuk ke arah Nial yang sudah mengalami patah tulang tangan.


Pasukan, "baik, Pimpinan." lalu mendorong paksa Nial beserta 4 temannya untuk dibawa ke penjara.


setelah Nial dan temannya dibawa pergi kepenjara, Goran lalu bertanya pada ayahnya, "kenapa kita tidak langsung membunuh mereka, yah? Bukankah mereka hanya anak yang lemah." menyayangkan keputusan sang ayah yang malah mengirim Nial dan temannya kepenjara.

__ADS_1


Gori, "anakku, bukankah lebih baik kita menahan mereka disini sampai sembuh? Jika sudah sembuh, kita akan bertarung lagi dengan mereka. Begitu seterusnya sampai kita bosan. Pada saat itu baru kita eksekusi mereka berenam. Hahahah"


Goran tertawa kegirangan, "bagus, yah. Aku juga akan punya hiburan yang menarik bagiku. Aku akan mematahkan rusuk mereka satu persatu sampai bosan."


Sementara itu, pasukan yang membawa Nial dan temannya akhirnya berhenti di depan gua yang dipasang oleh pintu yang terbuat dari besi. Lalu pasukan tersebut membuka pintu itu, "kalian masuk kedalam sini, brengsek. Kalian tak akan pernah bisa kabur lagi. Hahahaha." setelah Nial dan temannya masuk kedalam penjara gua tersebut, pasukan Suku Gorila itu menutup pintu besi itu lagi dan menguncinya dari luar.


Nial meringis kesakitan, lalu berkata, " kita akan lama terkurung disini. Dan aku masih harus menyembuhkan tanganku."


Powerbull kemudian berkata, "kita harus memeriksa gua ini, mana tahu ada jalan keluar tersembunyi."


Pota lalu berkata dengan ketus, "jalan keluar tersembunyi pantatmu, Powerbull. Kalau ada jalan keluar dari sini, berarti namanya bukan gua, tapi jalan pintas."


Warphan, "diamlah kalian berdua. Pahami situasi kita saat ini." berkata dengan emosi karena mendengar perdebatan tak jelas.


Khar, "oh ya, bagaimana kabar Bullan? apakah dia akan baik-baik saja?" mencemaskan keadaan Bullan.


Nial, "Bullan akan baik-baik saja. dari perkataannya, Gori adalah Pimpinan yang bertanggung jawab. Bisa saja dia langsung membunuh kita semua. Tapi dia pasti punya niat tersembunyi kepada kita. Kita harus lebih waspada."


Pota, "aku lapar. Dan kita terkurung disini. Ini karena Pimpinan Suku Gorila keparat itu." lalu menyandarkan punggungnya di dinding gua tersebut.


Tabib Suku Gorila datang ke penjara gua dimana Nial dan temannya ditawan. Dan setelah pasukan penjaga gua penjara membukakan pintu besi tersebut, Tabib lalu berkata, "aku ditugaskan oleh Pimpinan untuk mengobati kalian yang terluka." lalu masuk kedalam gua dan mengobati tangan Nial yang patah.


Nial, "terima kasih atas kebaikanmu, Tabib."


lalu membiarkan tangannya yang patah diobati tabib tersebut dengan ramuan khusus Suku Gorila. Sedangkan Pota, Khar, Warphan, dan Powerbull hanya melihat Tabib tersebut bekerja mengobati tangan Nial.


Setelah 25 hari berlalu,


Nial, "tanganku sudah membaik. Kita bisa menantang Gori lagi. Kali ini aku harus menang."


Pota, "aku lebih baik jadi penonton saja. berbahaya kalau terlalu ikut campur dalam pertarungan Gori." memilih mundur saja.


Tak lama kemudian, pasukan Penjaga gua tersebut membuka pintu besi.


pasukan lalu berkata, "ayo ikuti aku. Kalian disuruh menghadap kepada Gori."

__ADS_1


Nial dan teman-temannya pun keluar dari gua penjara tersebut, lalu mulai mengikuti pasukan Suku Gorila tersebut.


Sesampainya mereka didalam rumah besar milik Gori, yang terletak diatas pohon besar.


Nial tanpa memberi hormat langsung berkata, "ayo kita bertarung lagi, paman busuk."


Gori langsung terkejut mendengar tantangan Nial tersebut, disampingnya ada Goran dan Rilia.


Goran lalu berkata, "apakah kepala mu terantuk batu, Nial. Kau tahu apa artinya menantang ayahku, sama saja itu adalah kematianmu."


Powerbull, " bebaskan kakakku, brengsek." dengan geram berkata pada Goran.


Pota mengutuk perkataan Powerbull dan Nial, "kalian akan cepat mati, tolol. Perhatikan baik-baik kekuatan lawan kalian."


Gori kemudian berkata, "baiklah Nial. Apa taruhannya?"


Nial, "bebaskan saja aku dan temanku jika aku menang."


Gori, "baiklah. Kali ini kalian akan kuhabisi sekaligus, setelah Nial pertama mati." kemudian bersiap menyerang Nial yang berada dihadapannya.


Pota kemudian berkata, "aku sudah menebak akhirnya akan seperti apa. Sayangnya kita semua akan mati dan aku tak sempat mengenal Azuna." berhalusinasi. Lalu melihat pertarungan antara Nial dan Gori yang sudah dimulai.


Warphan, "kita akan hidup. Percaya dengan kata-kataku." berkata dengan optimis sambil melihat ke arah pertarungan.


Lalu Gori melayangkan pukulan kanannya ke arah tangan Nial yang baru pulih. Nial menghindar kesamping kiri, lalu melayangkan pukulan kearah rusuk Gori. Gori terkena pukulan tersebut lalu jatuh berlutut. Nial yang merasa di atas angin hendak melanjutkan serangannya pada Gori yang terjatuh dengan posisi berlutut. Tapi tiba-tiba saja Nial menghentikan serangannya,


Gori berkata dengan sinis, "hahaha. Kenapa? Ayo lanjutkan seranganmu, Nial. Keberuntungan tak akan datang 2x padamu." lalu berdiri dengan santai seakan tak merasakan apapun.


Nial, "kau berpura-pura, dan aku mengetahuinya. Jika ku teruskan, aku yang akan mati."


Pota, "kenapa Nial berhenti? bukankah lawannya tadi sudah terjatuh akibat pukulan Nial yang keras?" penuh tanda tanya dan kebingungan.


Khar lalu berkata, "Gori hanya berpura-pura jatuh. Jika Nial meneruskan serangannya, akibatnya dia bisa mati. Untung saja kakakku cermat membaca situasi."


Gori lalu berkata, "aku bebaskan kalian. Dan juga teman kalian yang bernama Bullan. Lalu segeralah pergi secepatnya dari Wilayah kami."

__ADS_1


Pota tak menyangka, "apa?"


__ADS_2