
POV Suku Harimau
pada waktu yang sama, disaat Nial dan teman-temannya berada di Wilayah Suku Gorila,
sementara itu, diantara tebing-tebing curam, terlihatlah sekumpulan besar pasukan Suku Harimau yang dipimpin oleh Gerald, Wuger, dan Sliger. Mereka sedang melakukan perjalanan menuju Suku Rusa.
Gerald berkata pada 2 adiknya, "menurut perintah ayah, kita tidak boleh menyisakan satupun dari kaum Suku Rusa. Sesampainya disana, habisi semua tanpa bersisa, lalu bakar habis wilayah Suku Rusa."
Wuger, " kenapa seperti itu, kak?" bertanya pada Gerald.
Gerald lalu menjawab, "Suku Rusa memegang teguh prinsip, hanya setia pada Sang Raja Helion. Buat apa ideologi seperti itu dipertahankan. Jaman semakin berkembang, dan dia harus menerima perubahan. Jika dia tidak mau mengikuti perubahan, berarti dia tak pantas lagi untuk hidup sekarang dan pada masa yang akan datang."
Sliger, "apa yang dikatakan kakak benar, Wuger. Daripada membiarkan benalu tumbuh disekitar kita, lebih baik kita basmi. aku punya 1 permintaan, kak. Bolehkah?" bertanya pada Gerald.
Gerald, "apa itu adik?" penasaran.
Sliger, "sebelum kita menghabisi Suku Rusa, aku ingin bersenang-senang dengan wanita Suku Rusa. Hahahaha."
Gerald, "ide bagus adikku. Biar mereka menikmati saat-saat terakhir mereka. Hahahaha."
lalu mereka pun melanjutkan perjalanan menuju wilayah Suku Rusa yang semakin dekat.
POV Suku Rusa
Didalam sebuah istana kecil ditengah-tengah hutan.
Ladeer, "istriku Deerva, bawa 1 orang pasukan terbaik kita untuk melindungi Dere. Putri kita harus hidup agar bisa membalaskan dendam kita pada Suku Harimau. Pergilah ke Wilayah Suku Beruang. mereka akan membantu kita. Segera lakukan perintahku agar putri kita selamat." memberi perintah pada sang istri untuk membawa kabur putri mereka keluar dari Wilayah Suku Rusa.
Deerva lalu berkata, "baiklah suamiku. Tapi biarlah Dere berangkat dengan 1 orang pasukan itu. Aku akan tetap disini menemanimu. Jangan membantah. ini keinginanku sendiri."
Ladeer, "baiklah, istriku. Panggil 1 orang pasukan kita itu, namanya adalah Deerar. Suruh dia menghadapku sekarang." perintah Ladeer.
Deerva, "baik suamiku." lalu pergi keluar untuk memanggil Deerar.
__ADS_1
tak beberapa lama, datanglah Deerva bersama dengan Deerar kehadapan Ladeer.
Deerva berkata paa Ladeer, "ini Deerar, suamiku."
Deerar, "salam hormat, paman. Kenapa paman memanggilku?" bertanya pada Ladeer.
Ladeer kemudian menjelaskan situasi mereka saat ini, "Suku Harimau hampir tiba dengan jumlah pasukan yang besar. Paman ingin kau membawa pergi saudaramu, Dere. Pergilah secepatnya ke Wilayah Suku Beruang. Waktu kita tak banyak lagi."
Deerar, "baiklah, paman. Kenapa paman dan bibi tidak ikut melarikan diri?"
Deerva lalu menjawab, "kami adalah Pimpinan Suku Rusa, Deerar. Kami akan mati disini bersama suku kita. Tapi kau dan Dere adalah harapan kami. Selamatkan diri kalian, lalu suatu saat balaskan dendam Suku kita." sambil memeluk Deerar dan meneteskan air mata.
Deerar, "baiklah, paman dan bibi. Aku akan menjaga Dere dengan taruhan nyawaku sendiri. Aku akan memanggil Dere untuk berpamitan dengan paman dan bibi." lalu pergi memanggil Dere.
Beberapa saat kemudian, Dere masuk keruangan tempat ayah dan ibunya dengan tergesa-gesa, lalu disusul oleh Deerar dibelakangnya.
Dere, "kenapa ayah?kenapa ibu? Bagaimana bisa aku pergi dari tanah kelahiranku sendiri? Lalu membiarkan ayah dan ibu dihabisi Suku Harimau. Aku tidak mau. Aku lebih baik disini." berkata kuat sambil menangis.
Ladeer dan Deerva kemudian berjalan mendekati Dere, lalu memeluk putri tunggal mereka bersama.
lalu Deerva juga berkata, "benar, Dere. Deerar, sepupumu akan membantumu melarikan diri dari sini. Sekarang pergilah, putriku. Jangan khawatirkan kami. ibu dan ayahmu akan selamanya hidup dalam hatimu." berkata sambil meneteskan air mata.
Tiba-tiba datanglah pasukan Suku Rusa menghampiri Ladeer dengan terburu-buru.
Pasukan, "lapor, Pimpinan. Suku Harimau telah tiba beserta pasukannya yang banyak dan sudah memulai serangan diperbatasan wilayah kita. Kami sudah berusaha menahan mereka. Tapi tidak lama lagi mereka pasti akan menerobos pertahanan kita, Pimpinan."
Ladeer, "baik, pasukanku. Aku akan turut serta keperbatasan. Deerva, tetaplah disana istriku. Deerar, segera pergi dengan sepupumu, Dere." memberi perintah pada istri dan keponakannya tersebut.
Deerva lalu memeluk putrinya sekali lagi, "jaga diri kalian baik-baik, putriku. Deerar, kupercayakan putriku pada mu, keponakanku." berbicara di iringi oleh tangisan.
Deerar, "baik paman dan bibi. Dere, ayo cepat. Kita tak punya banyak waktu." lalu menarik tangan Dere untuk segera kabur dari wilayah Suku Rusa.
Dere, "selamat tinggal, ayah. Selamat tinggal, ibu." sambil meneteskan air mata, lalu pergi melarikan diri bersama sepupunya, Deerar.
__ADS_1
Ladeer pun turut serta bersama pasukannya keperbatasan wilayahnya. Sesampainya disana, Ladeer melihat banyak pasukannya yang sudah berjatuhan akibat jumlah dan kemampuan perang yang tak seimbang. Ladeer lalu mengambil panahnya, membidik serangannya ke arah Wuger yang sibuk bertarung dengan pasukannya, lalu melepaskan anak panah tersebut. Wuger tidak menyadari serangan anak panah yang dilepaskan oleh Ladeer, dan terkena anak panah tersebut dibagian pahanya.
Wuger berteriak kesakitan, "bangsat. Siapa yang berani menembak kakiku dengan anak panah?" lalu Wuger memperhatikan sekeliling dan melihat Ladeer sedang bersiap untuk melepaskan anak panah lagi kearahnya. "oh, dasar Pimpinan pengecut. Beraninya menyerang diam-diam. Kau akan mati, Ladeer." kemudian berlari dengan langkah terseok-seok, karena paha kanannya ditembus oleh anak panah. Sambil berlari mendekati Ladeer, Wuger menangkis setiap anak panah yang di lepaskan Ladeer, dan ketika sudah berhadapan, Wuger langsung menebas ke arah Ladeer yang ditahan oleh panah Ladeer. Seketika itu juga panah Ladeer terbelah menjadi dua bagian.
Ladeer, "bunuh saja aku. Karena sampai kapanpun aku dan Suku ku tak akan pernah mengakui Tigerly, ayahmu yang brengsek itu sebagai Sang Raja." berkata dengan geram.
Wuger lalu menjawab, "memang akan kulakukan. Karena kami tidak membutuhkan Suku Rusa yang lemah sebagai aliansi kami. Matilah, Ladeer." lalu menusuk jantung Ladeer dengan pedangnya. seketika itu juga, Ladeer mati ditangan Wuger.
Gerald lalu menghampiri Wuger, "kenapa kakimu, adikku? Siapa yang membuat kakimu terluka?"
Wuger, "Ladeer yang membuatnya, kak. Tapi dia sudah kubunuh. dimana Sliger, kak?" mencari keberadaan adik bungsu mereka.
Gerald lalu menjawab, "dia menuju istana Ladeer untuk bersenang-senang dengan Deerva."
Sementara itu, di dalam istana Pimpinan Suku Rusa.
Deerva, di hadang oleh Sliger dan tidak bisa melarikan diri. Deerva sadar akan jebakan itu, lalu dia berkata, "daripada aku harus melayanimu, Sliger keparat, Lebih baik aku mati."
Sliger, "jangan sia-siakan nyawamu, Deerva. Kau lebih baik hidup untuk memuaskanku. Ayo kita bersenang-senang bersama." sambil tertawa berusaha merayu Deerva.
Deerva lalu berkata dengan geram, "lebih baik aku mati. Dan ingatlah satu hal, kau akan mati dibunuh oleh nafsumu. Camkan itu, bajingan." lalu Deerva mengambil belati dari balik pinggangnya, kemudian menusuk jantungnya sendiri. Deerva langsung terjatuh dan mati ditempat.
Sliger, "dasar bajingan. Kau lebih memilih mati daripada melayaniku. Pasukan, bakar istana ini. Agar wanita ini hangus terbakar menjadi abu." berkata dengan kesal pada pasukannya karena keinginannya tidak tercapai. Kemudian pergi keluar untuk mencari kakaknya.
Pasukan Suku Harimau, "baik, Pangeran." lalu mulai membakar habis seisi istana.
Gerald dan Wuger melihat adiknya, Sliger berjalan mendekati mereka berdua. Gerald lalu bertanya, "apakah kau sudah bersenang-senang dengan Deerva?" sambil tertawa.
Sliger lalu menjawab dengan kesal, "tidak, kak. Dia lebih memilih mengakhiri hidupnya daripada bersamaku."
Wuger kemudian berkata, "tenang saja, adikku. Kita masih punya buruan yang lain. Masih ada Suku Merak. Azuna dan pasukannya bisa membuat kita puas nantinya. Hahahahaha."
Gerald, "sudah selesai. Ayo kita pulang dan laporkan keberhasilan kita pada ayah. Ayah akan bangga mendengar kerja keras kita bertiga. Panggil pasukan untuk segera kembali ke wilayah kita." lalu mulai berjalan keluar wilayah Suku Rusa.
__ADS_1
Sliger dan Wuger, "baik, kak." lalu mereka memanggil pasukannya untuk kembali kewilayah Suku Harimau.