Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 9. Curiga


__ADS_3

Beberapa saat setelah Bearkhar, Bullsar, dan Ephant tewas beserta pasukan sukunya, di balik lembah kecil.


Warphan berkata, "ayo, kita harus terus bergerak. Selagi malam belum tiba. Percepat langkahmu Nial, Khar."


Nial yang kelelahan berkata, "berhenti dulu, Warphan." dengan nafas ngos-ngosan karena berlari tanpa henti.


Khar lalu bersandar ke pohon besar, "iya, Warphan. kita tarik nafas dulu.


aku sudah lelah dan butuh istirahat sebentar."


Warphan tiba-tiba berkata pelan, "merunduk!! Ada yang datang menuju arah kita."


seketika itu juga mereka bertiga tiarap dan bersembunyi dibalik semak liar. Dan tiba-tiba.


Doglor berkata tegas, "berhenti!!" tepat pada saat Warphan mengacungkan pisaunya ke leher Doglor, bersamaan dengan Doglor mengacungkan pisaunya di perut Warphan. Lalu Nial dan Khar serentak berdiri dan Doglor terkejut.


"kenapa kalian berada disini?"


Azuna merasa curiga dengan Warphan, "jaga jarak dari Warphan, Doglor."


kemudian mengambil ancang2 untuk memulai pertarungan.


Warphan mencoba menjelaskan, "percayalah, aku dipihak kalian. Aaaarrrggghh." teriak Warphan setelah dipukul dari belakang oleh Bullan dan Powerbull yang sedari tadi diam2 menyelinap kebelakang Warphan. Warphan tengkurap setelah dipukul oleh pangeran dari suku Banteng.


Powerbull lalu berkata, "sebelum aku mencabut nyawamu, katakan semua yang kau ketahui, Warphan. Atau gada ku ini akan memukul tengkorak kepalamu sampai pecah berserakan. Jadi lebih cepat lebih baik, brengsek." sambil menempelkan gadanya dikepala Warphan.


Warphan kemudian berkata, "baik, aku akan katakan semua yang kuketahui dengan jujur. Selanjutnya, jika kalian tidak puas atau ragu kepadaku, kalian bisa membunuhku. Aku takkan melakukan perlawanan apapun.


ini dimulai pada malam hari ketika suku Singa bermalam di hutan menuju wilayah Suku Harimau, aku dan sebagian pasukan suku ku mengintai dari tempat yang agak jauh dan gelap. lalu setelah itu aku bermaksud memberi laporan kepada ayahku.


tapi aku tidak melihat ayahku di ruangan wilayah suku Harimau. Ketika aku hendak melewati beberapa pohon besar, aku melihat Tigerly, Wolfbang, Cobra, Scorpa, Arshye, Batlin, dan Leopard sedang membahas sesuatu. Aku hendak menjumpai mereka untuk memberi laporan, dan saat itu Wolfbang menyebut Black, ayahku.


Ketika itu juga aku langsung tiarap dan menguping pembicaraan mereka.


Wolfbang berkata kepada Tigerly kalau dia tidak mau berbagi wilayah kepada ayahku dan suku kami, dengan alasan jumlah pasukan di sukunya lebih banyak dan bisa di andalkan daripada suku kami.


Tigerly menyetujuinya, dan aku sadar bahwa ayahku dan suku ku hanya lah alat dan tumbal untuk rencana busuk mereka. Aku tak bisa katakan itu kepada ayahku, karena beliau tidak akan percaya. Jadi aku menunggu kesempatan yang tepat untuk menyelamatkan kalian semua. Tapi sayang, aku tidak bisa menyelamatkan semua. Aku berduka untuk kalian dan terutama untuk sang Raja Helion dan sang Ratu Jolion. Aku hanya disuruh untuk mengintai dan kupikir itu karena untuk menjamin keselamatan suku singa dari kejauhan pada malam hari. Dan untuk pengeksekusian, aku sudah terlambat untuk mencegah itu dan terpaksa mengikuti alur sampai aku melihat kesempatan untuk menyelamatkan kalian. Itu semua yang sudah kuberitahu kepada kalian. Aku tak meminta kalian percaya kepadaku. Aku juga tahu kalian semua sedang berkabung, tapi waktu mendesak. Kita harus menyelamatkan diri terlebih dahulu."

__ADS_1


Powerbull lalu berkata, "siapa yang mengatakan kau bisa menyelamatkan diri sekarang? Justru setelah kau memberitahu semua hal itu, kau sudah tidak berguna lagi."


Azuna tiba-tiba menyela, "tunggu dulu, Powerbull."


mencoba menahan Powerbull agar tidak membunuh Warphan.


"apa alasanmu membantu kami, Warphan ? Kau tidak mungkin memberitahu itu semua secara cuma-cuma."


Warphan kemudian menjawab, "aku punya 3 alasan kenapa aku beritahukan semua kepada kalian.




Aku ingin kita bersama menghancurkan para pengkhianat itu. Aku ingin membalas dendam kepada para pengkhianat itu atas suku ku yang habis dibantai.




Kalian bisa memilih target balas dendam kalian, tapi aku minta untuk suku Macan Tutul, aku sendiri yang menghabisinya.






Warphan kemudian berdiri lalu menunduk tanda menyesal atas semua yang terjadi


Nial yang mendengar itu, lalu berjalan mendekati Warphan, merangkulnya dan berkata, "aku percaya padamu, Warphan."


Khar mencoba membantah, "tapi, kak?"


dan langsung terdiam setelah ditatap tajam oleh Nial.

__ADS_1


Nial lalu berkata, "bukankah kita sudah banyak kehilangan hari ini? Kenapa kita harus kehilangan lagi?"


Bullan dengan berat hati kemudian berkata, "baik, Nial. Kau mau percaya dengan Warphan, silahkan. Tapi 1 pesanku, rasa percayamu itu akan membunuhmu suatu saat. Dan kau, Warphan. Aku tidak akan percaya denganmu."


Powerbull menyetujui ucapan Bullan, "saudaraku Bullan benar. Dan aku tidak ingat kalau kau sudah menjadi sang Raja dari semua suku, Nial. Buktikan jika dirimu pantas." lalu melangkahkan kaki meneruskan perjalanan melarikan diri.


Azuna hanya bisa menerima akhirnya, "ya sudah kalo seperti ini keputusannya. Yang terpenting kita harus mencari bantuan dan mengabarkan pemberontakan ini kepada suku-suku lain. Kita harus bergegas sebelum mereka menyusul kita. Ayo Doglor, kita berangkat juga. Warphan, pimpin didepan."


Warphan menuruti perintah Azuna, "baik, Pimpinan Suku Merak."


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan kabur menuju suatu tempat. Warphan memimpin jalan, di ikuti oleh Nial, Khar, Bullan, Powerbull, lalu dibelakang ada Doglor dan Azuna.


Doglor bertanya, "menurutmu, pantaskah kita berikan kesempatan hidup pada Warphan, Azuna?"


Azuna menjawab hal itu dengan pasrah, "kita hanya bisa percaya, Doglor. yang terpenting kita bisa kabur. Lalu meminta bantuan suku lain untuk bersama menyerang para pengkhianat itu. Aku tidak terima dengan banyaknya pasukan dari suku ku yang tewas percuma di wilayah Tigerly."


Doglor kemudian berkata, "sebaiknya aku juga harus menyiapkan diri. Anak sulungku, Radog sudah tewas dibunuh oleh bajingan itu. Aku tak tahu bagaimana menyampaikan kabar buruk tersebut kepada 2 anakku, Maxdog dan Strongdog."


Azuna menanggapi kata-kata Doglor dengan sedih, "aku turut berduka yang sedalam-dalamnya atas kepergian Radog, Doglor. Aku bersumpah, aku akan disisimu ketika perang berikutnya tiba."


Doglor, "terima kasih, Azuna."


Warphan tiba-tiba bertanya pada Azuna, "hendak kemana tujuan kita, Pimpinan suku Merak?" sambil melihat kebelakang, ke arah Azuna dan menunggu jawaban.


Azuna berkata sambil mengarahkan telunjuknya, "kita ke arah selatan, ke puncak gunung itu."


Doglor merasa ragu, "benarkah kita menuju kesana??


Azuna, kau tahu sendiri dia orang yang bagaimana."


Azuna lalu berkata, "hanya itu jalan tercepat kita untuk menyampaikan kabar dan meminta bantuan. Walaupun Pimpinan suku itu keras kepala, tapi dia akan membantu kita. Oh ya, Warphan, kita berjalan melalui hutan dan jangan melewati daerah yang lapang. supaya kita mudah untuk bersembunyi dari kejaran pengkhianat itu.


Warphan mematuhi perintah Azuna, "baik, Pimpinan Suku Merak."


Khar bertanya, "suku apa yang hendak kita temui disana, Azuna? Dan apakah kita dapat mempercayai mereka untuk menolong kita?"


Azuna dengan optimis berkata, "kau akan tahu nanti. Kita akan menemui suku dengan keahlian sihirnya. pengkhianat Cobra mempunyai racun, suku mereka memiliki sihir. ayo teruskan perjalanan. Kita akan menempuh 4 hari tanpa henti untuk sampai di puncak gunung tersebut."

__ADS_1


Khar mendengar perkataan Azuna dan tak bertanya lagi, "baiklah."


Lalu mereka bertujuh melanjutkan perjalanan mereka tanpa henti selama berhari-hari demi menghindari kejaran pasukan Tigerly.


__ADS_2