
POV Suku Gorila
Pada pagi hari, di Wilayah Suku Gorila,
Gori menggerutu, "bajingan mana yang berani mengataiku? Apa dia sudah bosan hidup?"
Penjaga, "mungkin anak anda, Pimpinan. Karena mereka sering kesal dengan anda yang terlalu keras pada mereka berdua." mencoba menebak.
Gori, "apa mungkin? sekeras apapun aku pada mereka, itu untuk kebaikan mereka. Aku tak mau mereka menjadi pangeran atau putri yang lemah." oh ya, ada yang mau kutanyakan padamu, penjaga."
Penjaga, "apa itu, Pimpinan?"
Gori, "dari mana kau berprasangka anakku menjelekkan ayahnya sendiri? berarti kau punya pemikiran seperti itu juga dan sering menyindir dibelakangku kan?"
Penjaga, " ampun, Pimpinan. Saya tidak akan berani, adooooohhhhh." langsung berteriak kesakitan karena kepalanya diketok dengan tongkat oleh Gori.
Gori, "kau tidak usah beralibi. Sekarang kau cari anakku, dan suruh menghadap ku sekarang. Atau kau mau kepalamu ku pukul lagi dengan tongkat ini?"
Penjaga lalu berkata dengan gugup dan ketakutan, "tidak, Pimpinan. Akan saya cari pangeran dan putri sekarang." langsung berlari keluar dari rumah besar milik Gori yang terletak diatas pohon.
Tak lama kemudian,
Penjaga melapor, " pangeran dan putri sudah disini, Pimpinan."
Lalu muncul putri yang bernama Rilia dan menyapa ayahnya, Gori. Lalu dibelakangnya ada Goran, adiknya.
Rilia, "kenapa memanggil kami tiba-tiba, ayah? Kan kami sudah selesai belajar." bertanya dengan nada kurang senang.
Goran, "paling-paling di ajak latihan, biar badan berasa kayak batu. Untung-untung tidak kepala batu." menyindir ayahnya, Gori.
Gori lalu berkata dengan keras, "dasar anak brengsek. Kau mau kuhukum berdiri 1 kaki dengan membawa beban berat?"
Goran, "hehehe. Jangan marah, ayah. Aku cuma bercanda kok. Iya kan, kak?" langsung merinding mendengar hukuman yang dikatakan ayahnya.
Rilia, "itu pas untukmu yang pemalas, adikku." malah menyindir adiknya dan tidak mendukungnya.
Lalu tiba-tiba masuk lah pasukan penjaga perbatasan wilayah Suku Gorila, melapor pada Gori, "lapor, Pimpinan. Kami melihat sekelompok anak muda hendak menuju ke arah wilayah kita."
Gori, "siapa mereka dan berapa jumlah mereka?"
Pasukan, "hanya 6 orang, Pimpinan. Saya. Kurang tahu siapa mereka, Pimpinan."
__ADS_1
Goran lalu menyela tiba-tiba, "aku akan kesana untuk melihat siapa yang datang, ayah. Pasukan, persiapkan 10 orang terbaik kita. Berjaga-jaga jika itu adalah jebakan musuh."
Gori, "baiklah, Goran. Jaga dirimu disana, nak."
Goran, "baik, yah." lalu pergi keluar untuk mencari tahu siapa yang datang ke wilayah mereka.
Rilia, "ayah salah besar jika membiarkan Goran pergi melihat siapa yang datang, yah. Aku yakin Goran akan mengerjain mereka habis-habisan."
Gori, "itu tak masalah, anakku. Lagian adikmu itu termasuk kuat dalam bertarung. Jangan khawatirkan adikmu."
Rilia, "tak perlu kuatir akan adikmu, tapi penjaga selalu ada disekitar kami. Dasar ayah penakut." mengejek ayahnya sendiri.
Gori, "dasar putri busuk. Kau mau dihukum juga?"
Rilia, "canda, ayah. Jangan dimasukin hati. Nanti ayah kena penyakit kalau sering marah-marah. Heheheh."
Penjaga kebingungan dan gugup, kemudian bertanya-tanya dalam hati, "keluarga macam apa ini?"
Sementara itu, Nial dan 5 temannya sudah mulai memasuki perbatasan Suku Gorila lalu memutuskan istirahat dulu sejenak.
Bullan, "kenapa kita harus istirahat disini, Nial?"
Warphan dengan heran lalu bertanya, "dari mana kau tau kalau kita akan kedatangan pasukan Suku Gorila, Nial?"
Nial, "aku kan sudah mempelajari teknik sihir mata elang. Jadi aku bisa melihat melalui burung elang di udara. Ada 11 orang yang menuju kesini."
Bullan, "kau cepat menguasai teknik itu, Nial. Aku, Khar, dan Powerbull masih belum mahir menggunakannya. Kau sungguh berbakat."
Pota, "jurus apaan? Paling teknik yang payah." menyindir teknik yang digunakan Nial.
Khar, "apa kau mau di ikat lagi, Pota?"
Pota, "coba saja. Akan ku patahkan tanganmu." jengkel mengingat situasi saat dia di ikat semalam.
Nial, "sudah-sudah. Kalian selalu berdebat untuk hal yang tak penting. Mereka sebentar lagi akan tiba."
Dan benar saja, beberapa saat kemudian.
Nial berkata, " mereka tiba."
Dihadapan mereka berenam, terlihat Goran dan 10 pasukannya berjalan mendekati mereka. Setelah hampir tiba,
__ADS_1
Goran, " halo, para kroco. Siapa yang terkuat diantara kalian? Silahkan maju."
Bullan langsung merasa kesal dengan sikap Goran tersebut, dan kemudian berkata, " aku yang terkuat disini. 5 orang ini adalah bawahanku. kau yang maju kesini kalau kau bernyali."
Seketika itu Nial, Khar, Powerbull, Khar, dan Pota langsung terbengong mendengar perkataan Bullan tersebut. Mereka berlima pun melihat Bullan dengan kesal. Merasa diperhatikan, Bullan memberi kode pada mereka berlima sambil berbisik, "ini bagianku. Tolong jangan buat aku malu. Hehehe."
Nial pun hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Bullan tersebut. Pota yang tak terima langsung berkata, "kehormatan apanya. Ooooooiiiiii, aku akan beritahu,, hhhhmmmmmmpppppp." ketika hendak memberitahu dengan suara yang kencang, Warphan langsung menutup mulut Pota, sehingga Pota tidak bisa berbicara.
Sementara itu, Goran hanya bingung melihat tingkah mereka berenam. Goran kemudian berkata, "jadi kau pimpinan para anak kocak ini? Baik. Aku akan maju. pesan ku hanya satu, sayangi tubuhmu sebelum terlambat." lalu berlari menuju Bullan.
Bullan, "akan ku ajarkan padamu bahwa kau hanya bermulut besar, tukang panjat pohon." menyindir Suku Gorila.
Goran langsung emosi mendengar hinaan tersebut, "hahaha, bajingan. Rasakan ini, keparat." mengambil gerakan menunduk lalu memukul keras bagian rusuk Bullan. Seketika itu juga,
Bullan, "aaaaarrrgggggghhhhhhh. sakit sekali." langsung terduduk jatuh di tanah dan mengerang kesakitan.
Goran, "aku yakin 2 tulang rusukmu patah. ahahahaha. Kau berhadapan dengan orang yang salah. Sekarang pilihan kalian berenam ada 2.
Nial, "brengsek. Dia terlalu kuat bagi Bullan. Hanya 1 pukulan cukup membuat Bullan terkapar."
Warphan, "apa pilihan yang mau kau tawarkan?
bertanya pada Goran.
Goran, "pertama, suku ku bisa mengobati teman kalian. Jadi kalian harus ikut ke wilayah kami sebagai tahanan. Kedua, jika kalian tak mau ikut, aku akan memastikan kalian berlima akan menyusul teman kalian dalam kondisi terkapar seperti ini." sambil menunjuk ke arah Bullan.
Pota, "pilihan ketiga ada dariku. Kalian Suku Gorila menyingkir sebelum aku mematahkan tangan kalian sekaligus. Adoooohhh." mengadu kesakitan karena kepalanya di pukul oleh Powerbull.
Powerbull, "jangan asal berbicara, Pota. Kau harus pertimbangkan situasi saat ini. Kakakku Bullan perlu bantuan secepatnya."
Nial kemudian memutuskan, "Powerbull benar, Pota. Baiklah pasukan Suku Gorila, kami akan ikut denganmu sebagai tahanan. Tapi kami mohon, selamatkan teman kami."
Goran, "itu mudah saja. sekarang ayo ikuti kami. jangan coba berpikir untuk menyerang kami diam-diam. Ingatkan hal ini terutama pada bocah kecil itu." menunjuk kearah Pota. lalu mulai berjalan bersama 10 pasukannya.
Pota, "dasar brengsek. baiklah."
Lalu mereka berlima berjalan sambil bergantian memapah Bullan dibelakang pasukan Suku Gorila.
setelah beberapa lama, mereka akhirnya tiba di Wilayah Suku Gorila. Gori ada di depan gerbang, menunggu kehadiran mereka berenam. Lalu kemudian, setelah mereka sampai dan bertatap wajah,
Gori, "selamat datang di Wilayah Suku Gorila, para anak kecil. Dan kalian berdua, pasti berasal dari suku Singa. Aku menantang kalian untuk membuktikan pada Helion, aku akan bertarung melawan Suku Singa, lalu mengalahkan kalian. Hahahahaha."
__ADS_1