Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 17. Petualangan #1


__ADS_3

Beberapa hari setelah kematian Wolfbang


Diwilayah suku Elang,


Eagle penasaran dengan perkembangan Nial dan temannya, "bagaimana dengan latihan mereka, Baldeag?"


Baldeag kemudian menjawab, "mereka sudah bisa menguasainya, kak. memangnya kapan rencana mereka berangkat, kak?"


Eagle lalu berkata, "2 hari lagi."


Baldeag terkejut dengan kabar itu, "kenapa secepat itu?"


Eagle lalu menjelaskan keadaannya, "mereka tak bisa bersama kita selamanya. Bullan dan Powerbull harus kembali ke Suku Banteng. Sedangkan Nial dan Khar harus memulai petualangannya dan bertemu dengan suku lain. Jika dia mampu, dia akan berhadapan dengan suku Gorila. itu jalan yang harus dia hadapi untuk mengambil posisi Sang Raja dari Tigerly."


Red Tailed Hawk yang sepaham dengan Eagle pun ikut berkata, "kak Eagle benar, kak Baldeag. Ditambah lagi situasi para suku lain tidak stabil, dan setiap saat bisa berubah menjadi medan perang. Tigerly pasti mengambil keuntungan dari hal tersebut."


Harpeag kembali bertanya pada kakaknya, "lalu bagaimana dengan Warphan, kak Eagle?"


Red Tailed Hawk menjawab pertanyaan saudaranya sebagai orang yang bertanggung jawab atas Warphan, "aku yang memutuskan, bahwa Warphan akan ikut sebagai teman seperjalanan Nial, Khar, Bullan, dan Powerbull. Warphan juga butuh pengalaman dari dunia yang lebih luas."


Eagle kemudian berkata, "apa yang dikatakan Red Tailed Hawk itu benar. Baldeag, panggil mereka untuk bertemu denganku."


Baldeag langsung menuruti perintah Eagle, "baik, kak."


Baldeag pun pergi untuk menyuruh mereka berlima menghadap kepada Eagle. Tak lama kemudian, Baldeag pun tiba bersama dengan kelima pangeran tersebut.


Nial, Khar, Bullan, Powerbull, dan Warphan langsung menyapa Eagle, "hormat kami pada pimpinan Suku Elang." dalam posisi berlutut, kelima pangeran tersebut memberi hormat pada Eagle.


Eagle lalu berkata, "berdiri. Kalian sudah menyelesaikan tugas yang kuberikan. 2 hari lagi kalian akan berangkat untuk memulai perjalanan kalian. Aku harap kalian selamat dan terhindar dari bahaya, agar kita bisa bertemu lagi. Nial, jaga adikmu Khar. Dan lakukan yang terbaik agar Helion bangga padamu. Begitu juga Bullan dan Powerbull, kalian saling menjaga agar Bullsar senang melihat kalian. Dan Warphan, bantu mereka. Karena akan ada banyak bahaya diluar sana."


Warphan menuruti perintah Eagle, "baik, pimpinan. Akan saya laksanakan."


Nial, Khar, Bullan, dan Powerbull lalu serentak berkata, "terima kasih atas kepedulian pimpinan Suku Elang. Kami tak akan pernah bisa membalas perbuatan anda, Pimpinan."


Eagle yang menerima ucapan terima kasih itu merasa bangga lalu berkata, "itu tak perlu. Sekarang persiapkan kebutuhan kalian sebelum berangkat 2 hari lagi.


Nial, Khar, Bullan, Powerbull, dan Warphan kembali dengan serentak menjawab, "baik, pimpinan Suku Elang."


Lalu mereka berlima meninggalkan ruangan tersebut, dan menyisakan pimpinan Suku Elang beserta 3 penjaga langit.


POV Suku Gorila


Disuatu wilayah yang dipenuhi dengan pepohonan tua dan besar.


Rilia berkata pada saudaranya, "aku mendapat kabar bahwa Helion sudah mati."


Goran lalu menanggapi perkataan Rilia tersebut, "bukan hanya itu saja, kak. Suku panda sudah dimusnahkan oleh Tigerly itu. Dan baru-baru ini juga suku Serigala habis dibantai oleh Suku Elang."

__ADS_1


Rilia berkata lagi, "oh, Eagle ya. Aku rasa dia tak akan mampu berhadapan 1 lawan 1 dengan Tigerly. Tigerly itu buas dan menyeramkan. Hanya ayah kita yang pernah membuatnya mundur."


Goran lalu membenarkan perkataan Rilia, "kalau itu, wajar saja. Ayah kan manusia terkuat di seluruh suku."


Sementara itu, didalam rumah besar yang berdiri kokoh di atas pohon terbesar dalam hutan tersebut.


Gori tiba-tiba saja bersin, "haccciiiuuuuu.


keparat mana yang berani membicarakan namaku?


dimana pula 2 anak nakal itu?"


Pasukan lalu menebak-nebak, "mungkin putri dan pangeran sedang bermain-main diluar, Pimpinan."


Gori lantas berbicara dengan kesal, "lantas untuk apa kau disini? Bukankah tugasmu untuk mengawasi 2 anakku? Lakukan itu agar umurmu panjang. Dasar brengsek."


Pasukan itu langsung gugup karena pimpinannya kesal, "ba. . . Baik pimpinan." langsung berlari pergi sebelum pimpinannya semakin mengamuk.


Gori kemudian menggumam, "aku sudah dengar kabar tentangmu, Helion. Pertarungan kita belum selesai. Tapi kenapa kau pergi duluan?


Kau benar-benar egois, Helion. Kau meninggalkan ku sendiri, aku kesepian sekarang. dan Tigerly, waktumu akan tiba. Kau akan kusiksa dalam pertarungan kita nanti. Karena aku lah manusia terkuat dari seluruh suku."


berbicara sendiri, mengungkapkan kesedihan dan kekesalannya.


POV Suku Elang


Eagle berpesan, "jaga diri kalian berlima baik-baik. Ingat untuk mengirimkan pesan dari udara jika ada yang mengancam keselamatan kalian berlima."


Nial, Khar, Bullan, Powerbull, dan Warphan lalu menjawab secara serentak, "sekali lagi kami berterima kasih, pimpinan suku Elang dan 3 penjaga langit. Kami akan berangkat. Selamat tinggal, pimpinan suku Elang dan 3 penjaga langit."


Lalu sehabis mereka beri penghormatan, kelima pangeran tersebut meninggalkan wilayah suku Elang dan mulai menghilang dari pandangan Eagle dan 3 penjaga langit.


Eagle kemudian berkata, "persiapkan diri kita. Kapan saja kita bisa di serang oleh Tigerly dan aliansinya. Kita harus bisa bertahan dan membantu Nial meyakinkan suku lain untuk berpihak pada kita."


3 Penjaga Langit langsung mengiyakan perintah Eagle, "baik, kak."


Ditengah perjalanan,


Nial bertanya pada teman-temannya, "apakah kalian punya rencana tersendiri?"


Khar yang pertama menjawab, "Aku hanya mengikuti langkah kalian saja."


Bullan kemudian juga menjawab pertanyaan Nial, "kita akan tetap bersama sementara ini. Lalu aku dan Powerbull akan kembali dulu ke wilayah Suku Banteng. Kami harus menggantikan posisi ayah kami dan mempersiapkan pasukan suku Banteng. Karena Tigerly adalah orang yang licik."


Powerbull sependapat dengan saudaranya tersebut, "kak Bullan, benar. Untuk memenangkan perang saat ini, kita memerlukan dukungan dari suku lainnya. Mustahil dengan keadaan kita sekarang, kita tak akan pernah bisa menyentuh ujung jubah Tigerly."


Warphan kemudian berkata, "aku akan menjaga Nial dan Khar selama kalian berdua kembali ke wilayah kalian, Bullan dan Powerbull."

__ADS_1


Bullan tiba-tiba saja menyarankan 1 hal, "itu benar. Oh ya, bagaimana jika kita mengunjungi suku Beruang? Kebetulan aku dan pangerannya yang bernama Bearion adalah teman dekat."


Nial yang mendengar saran Bullan, langsung setuju, "itu ide bagus, Bullan."


Powerbull lalu berkata, "kita lanjutkan perjalanan esok hari saja. Sekarang sudah mulai gelap."


Warphan kemudian berkata, "baik, Powerbull. Aku akan mencari kayu untuk jadi api unggun."


Powerbull juga langsung menawarkan diri, "aku ikut denganmu Warphan. Ayo kita cari kayunya dulu."


keduanya pun bergegas pergi dan mengumpulkan kayu untuk api unggun.


Khar tiba-tiba saja memperhatikan sekeliling mereka, "aku merasa kita sedang di awasi."


Nial lalu mengusulkan sesuatu, "kita harus bergantian menjaga. Kita tak tahu apa yang menanti kita diluar sana."


Bullan mengiyakan perkataan Nial, "usulmu boleh Nial.


aku setuju untuk bergiliran menjaga."


Lalu Warphan dan Powerbull muncul sambil membawa banyak kayu untuk persediaan api unggun.


Warphan sambil meletakkan kayu tersebut ketanah, "ini kayu untuk penghangat kita, teman."


Nial lalu mengucapkan, "terima kasih, Warphan."


Khar juga mengeluarkan 3 ekor kelinci hasil buruan mereka ditengah perjalanan tadi. Lalu mereka berlima memulai acara makan malam ditengah hutan, kemudian beristirahat secara bergantian.


Sementara itu, di tengah langit yang mulai gelap, seekor burung hantu terbang pergi setelah melihat aktivitas mereka.


Pemilik burung hantu berbicara dalam hati, "begitu rupanya. Untuk saat ini aku akan mengawasi setiap pergerakan mereka. terutama kepada 2 anak Helion."


Kemudian pemilik burung hantu tersebut pergi meninggalkan mereka berlima.


sementara itu Warphan bertanya dalam hati, "untuk apa dia kesini? Selagi tidak membahayakan, aku biarkan saja dulu."


itu karena dia mengetahui bahwa mereka berlima sedari tadi di awasi oleh burung hantu dan pemiliknya.


Bullan bingung melihat tingkah temannya tersebut, "ada apa Warphan?" bertanya karena melihat Warphan hanya memandang ke arah hutan yang gelap.


Warphan tak mau terlalu mempermasalahkan hal tersebut lalu berkata, "tidak apa-apa, Bullan. Ayo kita istirahat."


Bullan lantas berinisiatif untuk berjaga, "gantian, aku akan berjaga. Kau istirahatlah, Warphan."


Warphan mengiyakan tawaran Bullan. lalu mengambil posisi tidur dan dekat dengan api unggun.


Kelima pangeran itu melakukan pergantian jaga malam tersebut sampai pagi menjelang..

__ADS_1


__ADS_2