Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-22 Percobaan Pertama Gagal


__ADS_3

Gerakan tusukan pedang itu hanya gerakan lambat di mata Feng Xin. Dengan kedua jari, ia menangkapnya, "Senjata yang sangat bagus, tuan-tuan. Kenapa anda terlalu terburu-buru? Banteng saja harus diprovokasi dengan warna merah baru menubruk."


KRAK!


Dengan kedua jari, Feng Xin mematahkan senjata level 3 dan membuat kedua murid luar sekte Dewa Perang itu membulatkan mata, "Apa ...?! Bagaimana mungkin ...?!"


Pasalnya, senjata level 3 itu cukup langka dan hanya beberapa sekte yang memilikinya di kekaisaran Han. Salah satunya sekte Dewa Perang.


Mereka berdua melompat mundur dengan tatapan waspada, keduanya saling menatap dan menganggukan kepala.


Keempat pasang mata itu memindai tubuh Feng Xin dari atas ke bawah, dan bergumam serentak dengan melebarkan mata, "Hanya fase Gathering Qi bintang satu bisa mematahkan senjata level 3? Tidak mungkin?!"


Feng Xin meninju telapak tangannya dengan menunduk hormat pada Yun Jiu dan Han Nu, "Tuan-tuan, aku rasa ini salah paham. Aku bukan binatang spiritual, aku hanya sedang beristirahat dengan bermeditasi di gua ini. Mohon tuan-tuan terima permintaan maafku."


"Omong kosong! Kau sudah merusak senjataku!" Han Nu mengepalkan tangan dan melesat menghantamkan ke tubuh Feng Xin.


BOOM!


Pukulan itu sangat kuat, bahkan fase Gathering Qi bintang empat saja bisa hancur menjadi bubur darah, jika terkena pukulan penggetar langit tersebut.


Kabut debu menghalangi pandangan tubuh Feng Xin, setelah Han Nu mundur. Senyum merekah terpampang jelas di wajahnya, "Itu hukuman yang pantas untuk semut yang telah merusak senjataku."


"Aku memang akan mati, tapi kematianku bukan di tangan sampah busuk seperti kalian." Tubuh Feng Xin masih utuh sempurna, tidak ada luka sedikit pun. Lalu berpindah tempat dengan langkah Naga Darah di belakang Yun Jing, "Selemat tinggal. 7 Naga Terbang!"


SLASH!


Kepala Yun Jing dipenggal oleh siluet pedang merah darah yang Feng Xin bentuk dari energi Qi. Satu detik kemudian, kepala Han Nu juga lepas dari lehernya.


Kecepatan Feng Xin bergerak secepat kilat setelah naik level jiwa spiritual Berlian.


Tanpa pikir panjang lagi, dari telapak tangan kanan Feng Xin, keluar bola api darah dan dilemparkan ke tubu Han Nu dan Yun Jing.


Kedua tubuh itu langsung terbakar dahsyat dan luruh menjadi debu.

__ADS_1


"Aku sudah meminta maaf, tapi kalian ingin membunuhku. Jangan salahkan aku jika kejam pada kalian."


Feng Xin langsung memijak angin, tubuhnya sangat ringan untuk terbang. Namun kecepatan terbangnya hanya 60 km/jam, menuju Paviliun Lotus Putih di Sekte Bulan Darah.


Jia Xu sudah mengamati Feng Xin menggunakan kesadaran ilahi sambil bermeditasi tertutup di ruang rahasia sekte Bulan Darah.


Jadi, ia tak mengkhawatirkannya sama sekali, bahkan sangat senang karena Feng Xin berhasil naik satu level lagi hanya dalam 15 hari.


Tapi tidak bagi Yu Ji, dan keempat muridnya. Apalagi Zan Ning yang selalu bermalas-malasan mengurus tanaman obat.


Yu Ji dan Zan Ning sangat emosi karena selama 14 hari telah menghilang. Padahal Feng Xin meminta izin untuk berburu tanpa batas waktu.


Tanpa di sadari siapapun, Feng Xin bergerak sangat cepat, secepat kilat menyelinap ke dalam sekte Bulan Darah dan tiba di gubuk reot yang menjadi tempat tinggalnya saat ini.


Dengan wajah geram, Zan Ning duduk kelelahan seorang diri, "Sialan! Bocah tua itu kemana? Jika dia pulang aku cincang sampai mati!"


"Aku pulang senior." Feng Xin tiba di depan Zan Ning dan mengejutkannya, "Apakah senior rindu padaku?"


Pukulan itu hanya mengenai ruang kosong, Feng Xin sudah berpindah tempat di belakang Zan Ning dan menggoda dengan mencium rambutnya, "Sniff ...! Senior, rambutmu wangi sekali. Sungguh, aku sangat menyukainya. Bagaimana jika senior mengizinkanku untuk mencium rambut senior setiap hari?"


Zan Ning merona kedua pipinya, baru kali ini ia dipuji oleh seorang lelaki.


Emosi sedikit mereda, dan membalikan badan dengan muka ketus, "Sudah, bereskan semua tanamannya bocah tua, hmph!"


"He-he-he ... satu wanita sudah bersiap menjadi sasaran empuk malam nanti. Lebih baik aku segera membuat bubuk Xano," batin Feng Xin tersenyum licik.


Feng Xin mulai merawat tanaman kembali, kali ini kecepatan Langkah Naga Darah diturunkan hanya 70%. Hanya dalam benerapa hembusan nafas, semua tanaman itu bersiu dari hama dan rumput.


Bukan hanya itu, dengan energi Qi dan enerhi spiritual dari jiwa spiritual Berlian, Feng Xin menaikan nilai pemurnian dan nilai medis semua tanaman menjadi 100%.


Jia Xu yang memperhatikannya menggunakan kesadaran ilahi dari dalam ruang meditasinya tersenyum puas, dan membatin, "Aku tidak salah memilih murid pribadi. Tapi kenapa level kultivasinya hanya di fase Gathering Qi bintang satu saja?"


Zan Ning yang melihat Feng Xin sangat lihat mengurus tanaman berdecak kagum. Tapi, tetap saja rasa bencinya pada Feng Xin itu tidak berubah sama sekali.

__ADS_1


Dengan kecepatan tangan yang luar biasa, Feng Xin mencuri 5 batang teratai merah, sebagai bahan untuk membuat bubuk Xano.


"Selama aku menggunakan mata Naga Darah dan Langkah Naga Darah. Siapapun tak dapat menandingi kecepatanku," batin Feng Xin tersenyum licik.


Setelah selesai dengan tugasnya. Feng Xin tidak memperdulikan Zan Ning dan berjalan santai menuju ruangan yang digunakan untuk meramu pil.


Kebetulan tidak ada satu orang pun di dalam.


"Mari kita bereksperimen!" Feng Xin memasukan satu batang Teratai Merah ke dalam tungku Shenxou.


Tungku Shenxou adalah harta karun sekte Bulan Darah. Namun, sampai saat ini belum ada satu pun yang mampu memaksimalkan efektifitas dan level pil.


Feng Xin mengeluarkan api hijau untuk memanaskan tungku, karena nilai pemurnian dan nilai medisnya sudah 100%.


Ia langsung melakukan proses memasukan esensi. Tentu saja dengan api ilahi pohon suci, proses pemasukan esensi berjalan lancar.


"Feng Xin!" Zan Ning tiba-tiba memanggilnya dan itu membuat Feng Xin terkejut setengah mati.


Dan.


BOOM!


Tungku itu meledak, dan muka Feng Xin menghitam, lalu terbatuk, "Uhuk-uhuk ... sial gara-gara nenek tua itu, aku jadi gosong."


Feng Xin gagal membuat bubuk Xano karena ia kaget secara tak sengaja menaikan suhu api pohon suci.


Zan Ning langsung mendobrak pintu ruangan tungku Shenxou, setelah Feng Xin mengatakannya nenek tua.


"Apa kau bilang? Aku nenek tua?" Zan Ning mengeluarkan aura membunuh dengan kedua tangan mengepal.


"Zan Ning! Zan Ning!" Niu Shi di luar mencari Zan Ning, sepertinya ada yang penting Niu Shi mencari Zan Ning.


Tensi Zan Ning langsung turun setelah mendengar suara Niu Shi. Ia sangat takut pada Niu Shi, bukan hanya karena level kultivasinya, tapi juga keluarga Zan hanya seonggok kotoran dimata keluarga Niu.

__ADS_1


__ADS_2