Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-27 Gairah Membara


__ADS_3

"Tentu saja persiapan. Apa kau tak menyukainya?"


Niu Shi bangkit berdiri dan berjalan perlahan manja ke arah Feng dengan pinggul berlenggak-lenggok.


Semakin nampak jelas, biji merah muda gunung kembar dan lembah surga yang mulus milik Niu Shi.


Feng Xin memejamkan mata, dengan edaran mata Naga Darah kemampuan mata tembus pandang, ia melepaskan siluet jarum-jarum ungu ke tubuh Niu Shi, "Seni 9 bintang: Kaisar Langit!"


Sontak, Niu Shi memekik sangat keras, "Aaaakh ... sialan kau bocah tua!"


Feng Xin mengalirkan energi spiritual ke arah 100 jarum ungu tanpa menyentuhnya. Jarum-jarum tersebut kebanyakan tertancap di bagian perut Niu Shi.


Langkah Niu Shi limbung mundur ke arah tempat tidurnya. Lalu terjatuh dalam keadaan terkapar.


Bersamaan itu pula, Feng Xin mengalirkan energi Yin untuk menekan 80% energi Yang Murni di dalam Dantian Niu Shi.


Feng Xin berjalan ke arah Niu Shi dengan mata masih terpejam. Takut kemolekan tubuh Niu Shi mengganggu konsentrasinya agar tetap fokus.


"Aaaargh ...!"


Lama kelamaan, Niu Shi berteriak semakin keras. Pori-pori kulitnya melebar dan mengeluarkan cairan berwarna jingga, itu adalah sisa-sisa gumpalan energi Yang dan menjadi racun di aliran nadi darah Niu Shi.


Setelah raungan terakhir yang lebih keras, Niu Shi pingsan dan kondisi tubuhnya 100% sudah sembuh dari efek tubuh 'Yang' murni.


Untuk memulihkan tenaganya, hanya perlu menelan 1 pil teratai darah selama 10 hari.


"Eeeh ...!"


Feng Xin limbung dan pandangannya buram, ia kehabisan energi spiritual. Tanpa sadar, Feng Xin terjatuh ke dalam pelukan Niu Shi dan pingsan bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Aula sekte Sorban Kuning....


12 hari yang lalu.


Jia Xu keluar dari formasi transisi dan mengejutkan beberapa murid dalam sekte Sorban Kuning.


"Karena kalian sudah membantai semua muridku, aku ingin memberikan hadiah yang spesial."


Kedua tangan Jia Xu dengan kuku yang memanjang di selimuti aura merah pekat, mulai di ayunkan untuk membentuk siluet sabit merah pekat.


SLASH!

__ADS_1


Kepala-kepala tersebut langsung terpotong rapi dengan darah memuncrat ke udara. Jia Xu menikmati pembantian satu demi satu anggota sekte Sorban Kuning dengan muka menyeringai bak psikopat yang haus darah.


"Oh, kau sudah datang, Kelelawar Merah."


Zhang Jiao muncul dari formasi transisi berwarna kuning dan menatap sinis Jia Xu. Bagi Zhang Jiao, Jia Xu tetap sampah dimatanya.


"Syukurlah, aku tidak perlu lagi mengotori tanganku dengan kotoran-kotoran itu."


Jia Xu menyeringai ke arah Zhang Jiao dengan mengibas-ngibaskan tangan. Kibasan tangan itu juga menimbulkan goresan panjang untuk dinding-dinding di aula sekte Sorban Kuning.


"Apa kau tidak takut jika aku membunuh master alkemi Yu Ji beserta muridmu?" ancam Zhang Jiao dengan kedua jari kanan yaitu jari telunjuk dan jari tengah mengeluarkan percikan petir biru. Lalu dilepaskan secara tiba-tiba ke arah Jia Xu, "Petir Griffon!"


BOOM!


Sambaran petir bertegangan satu juta volt menghantam Jia Xu. Nampak kepulan debu menutupi Jia Xu yang sudah dikepung oleh para tetua dan murid inti sekte Sorban Kuning.


"Ha-ha-ha ... lalat sepertimu memang pantas mati menjadi debu."


Zhang Jiao tertawa jahat dengan sangat menggelegar, ia merasa di atas angin karena serangannya berhasil menghantam Jia Xu dan tak ada suaranya lagi yang terdengar.


"Ha-ha-ha ...." Suara tawa Jia Xu lebih menggelegar dan membuat semua tetua, bahkan Zhang Jiao melebarkan mata. "Bunuh saja, bagiku tidak penting."


Pasalnya, serangan Zhang Jiao bisa membunuh kultivator fase Nirwana bintang tujuh hanya dalam sekali serang.


Jia Xu mengumpulkan energi Qi di kedua telapak tangannya dan sudah terselimuti aura merah pekat.


Lalu melepaskan jurus cakar Kelelawar setan, yaitu Jia Xu memutar cepat badannya 360 derajat dan melepaskan cakaran kuat dengan bertubi-tubi ke berbagai arah.


SLASH!


Siluet-siluet sabit berwarna merah melesat tertarget ke masing-masing leher semua anggota sekte Sorban Kuning. Kepala-kepala itu terlepas dari lehernya dan darah membanjiri permukaan lantai aula sekte Sorban Kuning.


BOOM!


Salah satu siluet sabit berhasil ditahan oleh Zhang Jiao dan meledak. Tubuhya terpental menabrak dinding aula hingga jebol.


"Sialan, ba-bagaimana bisa katak itu bisa sekuat itu dalam sekejap? Seharusnya dia masih di fase Nirwana bintang tujuh, setara denganku."


Zhang Jiao terkapar dan memuntahkan banyak darah dengan memegangi dadanya. Dengan segenap tenaga, Zhang Jiao membentuk formasi transisi untuk kabur.


"Dasar pengecut yang hanya mementingkan diri. Kalau begitu, aku hancurkan semua anggota sekte Sorban Kuning!"


Dengan kedua manik mata menyala-menyala dan muka menyeringai. Jia Xu mencari ke setiap sudut-sudut bangunan sekte Sorban Kuning.

__ADS_1


Tentu saja mencari dan membantai setiap anggota sekte Sorban Kuning tanpa ampun.


Jika datang padaku satu masalah, maka aku akan memberikan seribu masalah, itu adalah prinsip Jia Xu.


Hatinya memang lembut dan penyayang pada semua orang yang dicintainya. Tapi akan ganas seperti psikopat pada orang yang telah melukai orang yang dicintainya.


Hari ini menjadi runtuhnya sekte Sorban Kuning oleh Jia Xu. Itu artinya, kekaisaran Han kehilangan satu kekuatan besar. Walau Jendral Zhang Jiao masih hidup.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Pavilinun Lotus Putih, sekte Bulan Darah....


"Uugh ... kepalaku pusing sekali."


Feng Xin bangkit duduk dari tempat tidur Niu Shi dengan memegangi kepalanya yang masih pusing.


Niu Shi sudah 5 jam menunggu Feng Xin untuk siuman dan duduk di kursi meja makan. Ia sudah menyiapkan makanan untung Feng Xin jika pemuda berambut putih itu siuman.


"Kamu sudah bangun?"


Niu Shi berjalan cepat ke arah Feng Xin dan membantu tubuh Feng Xin untuk duduk. Lalu memberikan minuman yang sudah ia siapkan sebelumnya untuk Feng Xin.


"Terima kasih."


Isi cairan rasa teh manis di dalam cawan itu ditenggak habis oleh Feng Xin. Tapi, rasanya seperti sangat familiar di lidahnya.


"Istirahatlah, jika kamu membutuhkanku. Aku sudah bersiap. Sekali lagi atas nama keluarga Niu aku mengucapkan terima kasih."


Niu Shi berdiri dan meninju telapak tangannya lalu membungkuk hormat pada Feng Xin yang masih rebahan di tempat tidur Niu Shi.


Namun, tiba-tiba, "Kenapa tubuhku rasanya panas dan gerah. Apa yang sebenarnya terjadi? ... oh, tidak. Cairan itu adalah larutan bubuk Xano, sialan aku dikerjai, aakh!" batin Feng Xin yang langsung membuka bajunya.


"Kamu pemuda yang sulit ditaklukan. Maaf, aku melakukannya paksa. Tubuhku ini sudah menjadi milikmu, sejujurnya aku sangat menyukaimu. Lagipula kau harus bertanggung jawab, bukan?"


Niu Shi melepaskan semu pakaiannya dan nampak tanpa sehelai benang pun.


Ritme jantung Feng Xin tak menentu, bulir-bulir keringat mengucur deras di sekujur tubuh.


Dan ....


"Aaaaaakh ...!" Terong L milik Feng Xin berevolusi menjadi Terong XXXL.


Gairahnya sudah tak bisa dibendung lagi terhadap Niu Shi.

__ADS_1


__ADS_2