Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-45 Pecah Telor Kedua


__ADS_3

[Witwiiw! Kutukan Naga Darah kembali muncul]


---------------¤---------------


[Kutukan Naga Darah: 20 hari. Jika berhasil melakukan kultivasi ganda mendapatkan bonus penyerapan sumber saya dua kali lipat selama 15 hari]


[Syarat: Lakukan kultivasi ganda dengan 3 wanita (1/3)


---------------¤---------------


Feng Xin bergumam sambil melirik ke atas dengan menopang dagu, "Aku mulai darimana dulu? Sepertinya mencicipi Hua Xin tidak masalah."


Feng Xin mengedarkan pandangan tembus pandang untuk mencari Hua Xin, ia harus segera menggenapkan syarat pembukaan segel Naga Darah.


Dari penyergapan oleh keluarga Lu saja, ia pasti tewas jika tidak ada Yuan Shi yang memakai Topeng Harimau Belang.


"Ketemu, rupanya dia sedang ...." Wajah Feng Xin langsung berubah mesum karena melihat Hua Xin sedang mandi di kamar paviliun Hao Ling yang dikhususkan untuk para pegawai.


Kondisi saat ini semua pegawai restoran sedang beristirahat untuk merehatkan badan dan merupakan akhir shift pekerjaan, kecuali yang bekerja di bagian kemanan dan bagian penginapan mereka harus siap sedia menjaga keamanan dan melayani pelanggan.


Feng Xin melangkahkan kakinya keluar kamar Yuan Shi dan melesat menuju kamar Hua Xin di paviliun berbeda di belakang restoran Hao Ling.


Dua paviliun tersebut dikhususkan untuk para pegawai, satu paviliun khusus pegawai laki-laki dan satu paviliun lagi khusus pegawai perempuan.


Jia Ling memang secara khusus memperlakukan para pegawainya. Bagi Jia Ling, pegawainya adalah aset terpenting untuk roda perusahaan restoran yang ia bangun saat ini dan sudah berjalan 10 tahun.


Feng Xin masuk dari jendela dan mengendap-endap menuju kamar mandi Hua Xin.


Sebagai wanita, Hua Xin memang hanya memiliki nilai 85, tapi daya tariknya dengan bodi semok dan ukuran gunung kembar D cup membuat Feng Xin cukup tergila-gila dibuatnya.


Apalagi saat di hutan Han Ku, Hua Xin berhasil mengalahkan Feng Xin hanya dalam satu hisapan dan itu membuat Feng Xin tertantang untuk menundukan Hua Xin di atas ranjang.


Feng Xin membuka sedikit kamar mandi Hua Xin, tubuh yang begitu bohai dan semok sedang meliuk-liuk di dalam kamar mandi.


Hua Xin juga sedang menyabuni tubuhnya sambil membayangkan Feng Xin membelai lembut seluruh bagian tubuhnya.


"Aaakh ...!" Hua Xin merintih nikmat dan membuat Feng Xin meneguk salivanya dalam-dalam.

__ADS_1


Terong XL miliknya sudah berevolusi menjadi terong XXXL yang siap menerkam lembah surgawi milik Hua Xin.


Feng Xin segera melucuti pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi Hua Xin secara perlahan lalu membekap mulut Hua Xin.


"Mmm ... mmm ...." Hua Xin melebarkan mata dan berteriak tapi suaranya tidak terdengar karena tangan lembut itu membekap mulutnya.


Sesaat kemudian Hua Xin berhenti berteriak setelah melihat wajah Feng Xin yang super tampan dan kelembutan tangan yang membekap mulutnya itu, rasanya sangat familiar.


Mata itu menatap lekat pemuda super tampan di depannya seolah-olah terbius oleh wajah babyface milik Feng Xin.


"Sa-sayang ka ---"


Feng Xin tidak membiarkan Hua Xin untuk berbicara, bibir Hua Xin langsung dicumbu lembut.


Hua Xin membalikan badan dan mengalungkan tangannya di leher Feng Xin.


Tautan bibir itu semakin lama semakin panas dan membuat lembah surgawi Hua Xin sudah basah.


Kedua tangan Feng Xin pun aktif memegang lembut kedua gunung kembar Hua Xin yang seperti bola basket yang membal ketika dimainkan.


Hua Xin melepaskan tautan bibirnya dan bergerak ke bawah, tujuannya adalah teronh XXXL milik Feng Xin yang membuatnya sangat bergairah.


Feng Xin membalikan badan Hua Xin dan memasukan terong XXXL miliknya ke lembah surgawi wanita berambut pendek tersebut.


"Uuuugh ... aaaakh ...!" Hua Xin melenguh nikmat tapi terasa sangat sakit hingga ia meneteskan air mata.


Feng Xin memeluk gunung kembar Hua Xin, sambil berbisik, "Tenang sayang, ini hanya sementara. Setelah ini aku akan membawamu melayang ke surgawi."


"Hmm." Hua Xin hanya mengangguk pelan dengan pipi merona dan ritme jantung mulai tak beraturan.


Apalagi setelah Feng Xin menekan terong XXXL miliknya dalam-dalam, Hua Xin seperti benar-benar melayang di surga, "Aaaakh ... la-lagi sayang ... aaakh ...!"


Feng Xin kemudian melajukan Terong XXXL miliknya tersebut secara cepat dan membuat lembah surgawi Hua Xin mengeluarkan cairan kental yang tumpah ruah hingga membanjiri kedua paha Hua Xin dan kedua paha Feng Xin.


Setelah perhelatan akbar yang begitu lama hingga 2 jam, Hua Xin tumbang dan loyo. Tapi tidak bagi Feng Xin yang merasakan jika Dantiannya agak bergejolak.


Gejolak itu ternyata diredam oleh kutukan Naga Darah dan Feng Xin ritme jantungnya langsung normal.

__ADS_1


Kebalikan dengan Hua Xin yang awalnya normal kini tak beraturan, "Sayang aku keluar, aaakh ...!"


BOOM!


Bersamaan itu pula Feng Xin keluar dan Hua Xin mengalami kenaikan level kultivasi yang sangat cepat dari Gathering Qi bintang satu ke Gathering Qi bintang sembilan.


Feng Xin langsung menggendong Hua Xin ke kasurnya dan berbisik, "Bermeditasilah untuk menguatkan pondasi kultivasimu!"


Tubuh sintal tersebut di taruh di kasurnya dan Hua Xin langsung bermeditasi tanpa mengenakan sehelai benang.


Sebagai seorang pria sejati, Feng Xin menyelimuti tubuh Hua Xin yang sedang bermeditasi. Lalu memakai kembali artefak rubah putih.


[Witwiiw! Kutukan Naga Darah kembali muncul]


---------------¤---------------


[Kutukan Naga Darah: 20 hari. Jika berhasil melakukan kultivasi ganda mendapatkan bonus penyerapan sumber saya dua kali lipat selama 15 hari]


[Syarat: Lakukan kultivasi ganda dengan 3 wanita (2/3)


---------------¤---------------


"Satu perempuan lagi. Tapi kenapa tiba-tiba membayangkan wanita yang memiliki tubuh Yin murni sewaktu aku berhubungan dengan Hua Xin, ada apa ya? Apakah ini yang dinamakan rindu? Lebih baik aku cari makan diluar sekaligus cari angin segar, perutku agak keroncongan sudah 10 hari aku tidak makan," gumam Feng Xin meraba-raba perutnya dan membuat pelindung Naga Darah di kamar Hua Xin.


Feng Xin berjalan santai keluar penginapan Hao Ling, kepalanya ditegakan dengan senyum sumringah dan kedua tangannya ditautkan di belakang pinggang.


Saking asyiknya Feng Xin bersiul ria, "Menjadi laki-laki super tampan memang menyenangkan apalagi punya banyak uang, mantap."


Suasana yang cukup ramai di malam hari di pusat kerajaan yakni kota Yio Shan, banyak pria dan wanita berlalu lalang.


Feng Xin masuk ke salah satu kedai ayam bakar dan memesan, "Tuan, tolong berikan aku 10 ayam bakar dan minumnya arak, ha-ha ...."


Semua pelanggan lain hanya bisa menggeleng pelan melihat Feng Xin, masih muda, super tampan tapi doyan minum dan makan juga tidak kira-kira sampai 10 ekor ayam bakar.


Benar-benar memang terlalu sarap.


"Baik, tuan. Silahkan duduk dahulu kami akan segera menyiapkannya!" seru pemilik kedai dengan nada sopan.

__ADS_1


Feng Xin pun duduk sambil bersiul ria, tak memperdulikan lagi tatapan kagum dan sinis secara bersamaan yang berfokus padanya.


__ADS_2