
[Witwiiw! Fitur Waifu telah tersinkronisasi dengan mata Naga Darah]
--------------¤---------------
[Nama: Niu Shi]
[Umur: 24 tahun]
[Level: Golden Core ⭐9]
[Kondisi: 80% terkena efek tubuh Yang murni]
[Kesan: 85%]
--------------¤---------------
"Huff ... huff ... huff ...." Nafas Feng Xin mulai tak beraturan, beberapa kali melihat tubuh molek Niu Shi membuatnya grogi setengah mati, "Pantas saja dia mau menyerahkan tubuhnya."
Feng Xin mencoba menghilangkan rasa gemetar dan berjalan ke arah Niu Shi yang masih menunduk malu dengan pipi merona.
Jalannya agak limbung, entah kenapa ia merasa lemah saat ini, bahkan ingin pingsan melihat keindahan surgawi di depannya.
Setelah mendekat, kepala Feng Xin mendekat ke arah bibir Niu Shi. Wajahnya sudah sangat memerah, semerah kepiting rebus ketika didekati Feng Xin.
"Maaf, nona senior. Aku memang telah melihat semua keindahan dari dirimu. Tapi aku seorang lelaki berprinsip, biarkan aku menyembuhkan nona sepenuhnya."
Feng Xin tidak jadi mencium bibir Niu Shi, tapi malah mengambil bajunya yang masih tersangkut di kedua bahu. Untuk menutup dua gunung kembar dan bagian vital Niu Shi.
Zan Ning yang khawatir pada Feng Xin, tiba-tiba masuk dan menunduk malu melihat Feng Xin memakaikan baju pada Niu Shi.
"Ma-maaf, nona dan bo-bocah tu---"
"Jangan panggil bocah tua. Panggil dia master alkemi."
Niu Shi memotong dengan nada suara yang cukup keras sambil menoleh tajam ke arah Zan Ning.
"Baiklah, aku akan ke ladang dahulu untuk mengambil beberapa batang teratai merah sebagai bahan untuk membuat pil teratai darah. Tapi aku mohon jangan katakan pada Penatua Yu jika aku mencuri 5 batang Teratai Merah sebelumnya," pinta Feng Xin dengan tersenyum lebar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah!" Serentak Zan Ning dan Niu Shi mengacungkan jempol ke arah Feng Xin.
"Aku tak menyangka bocah tua tampan bisa mengurus Feniks gila ini. Hampir saja aku mati dibuatnya," batin Zan Ning menunduk takut sambil melirik tajam ke arah Niu Shi.
__ADS_1
Sementara itu Feng Xin melesat terbang secepat peluru ke arah ladang tanaman herbal.
Jia Xu sudah tidak tahan bermeditasi tertutup, segera keluar dari ruangan rahasia untuk menemui Feng Xin.
Ia langsung masuk formasi transisi dan berpindah tempat ke ladang tanaman herbal.
"Gu-guru?!" Feng Xin membulatkan mata dan langsung menjatuh tubuhnya untuk berlutut pada Jia Xu, "Maafkan aku guru yang---"
"Sudah, tidak apa-apa." Jia Xu menaruh telunjuknya di bibir Feng Xin dan melanjutkan, "Aku sangat paham. Lebih baik kamu sembuhkan Shi'er, kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dari klan Niu."
"Tentu guru. Tanpa guru meminta pada muridmu yang lemah ini, pasti aku akan melakukannya demi kehormatan sekte Bulan Darah," kata Feng Xin lantang.
Jia Xu tersenyum licik dan menjewer telinga Feng Xin, "Tapi apa maksudmu membuat bubuk Xano? Apa kau ingin berkultivasi ganda dengan paksa?"
"Bukan begitu guru. Aku ... aku akan menjelaskannya pada guru. Tapi ... aku mohon guru jaga rahasiaku ini."
Feng Xin berdiri dan membuka artefak Rubah Putih untuk memperlihatkan dadanya yang bidang serta perutnya yang seperti roti sobek.
"I-ni?!"
Jia Xu melebarkan mata dan mencoba menyentuh motif Naga Darah di dada Feng Xin tersebut.
BOOM!
"Guru!"
Langkah kaki Feng Xin percepat ke arah Jia Xu yang terkapar lemah dengan wajah seputih kertas.
"Aku tidak apa-apa. Ini semua salahku yang terlalu lancang."
"Tidak, guru. Ini salahku." Feng Xin menangis, entah kenapa ia merasa jika Jia Xu orang yang baik dan penuh kasih sayang seperti keempat kaisar iblis.
Ia menyesal telah memperlihatkan kutukan Naga Darah pada Jia Xu, hingga membuatnya terluka.
"Sudah, aku tidak apa-apa."
Jia Xu bangkit perlahan dan dibantu Feng Xin. Tapi ia kembali memuntahkan darah dan limbung hingga terduduk lemas.
Untung saja Feng Xin sigap menangkap tubuh Jia Xu. Kalau tidak, kepala belakangnya bisa terhantuk batu di permukaan tanah di belakang Jia Xu.
"Sial, luka dalamku belum sembuh sempurna dan terpicu kembali," batin Jia Xu kesal.
__ADS_1
"Sepertinya guru mengalami luka dalam yang cukup parah. Jika sekte lain tahu ini akan sangat berbahaya," batin Feng Xin mendudukan tubuh Jia Xu.
"Kamu jangan membuang-buang energimu, aku tidak apa-apa. Percayalah padaku, aku hanya perlu istirahat saja."
Jia Xu ingin bangkit berdiri tapi di tahan oleh kedua tangan Feng Xin.
"Guru, biarkan murid ini sedikit berbakti pada guru. Ilmu medisku hanya butiran debu di mata guru, tapi aku ada beberapa warisan ilmu dari nenek dan mungkin bisa sedikit membantu."
Feng Xin memfokuskan energi Qi miliknya di sekeliling tubuh, untuk membentuk siluet jarum-jarum berwarna perak.
"Aku merasakan energi Qi yang sangat tidak asing dan itu adalah jarum perak. Apakah ini seni 9 bintang yang melegenda itu?!" batin Jia Xu melebarkan mata.
Pasalnya, kitab seni 9 bintang keberadaannya tidak diketahui siapapun. Bahkan sang Absolut God pun tidak tahu.
Dan kini, Feng Xin menguasainya dengan sangat mudah, walau itu adalah seni 9 bintang tingkat dua: Jarum mata Erlang.
Jarum-jarum perak itu menusuk bagian punggung, dada, dan kedua bahu Jia Xu.
"Guhak-guhak!" Jia Xu memuntahkan darah hitam pekat beberapa kali dan terakhir kalinya berupa 10 gumpalan darah hitam seperti kelereng. "Ra-racun Kalajengking Merah!"
Jia Xu menggeram keras, kini ia tahu siapa yang menghabisi 1000 murid inti sekte Bulan Darah beberapa waktu lalu.
"Tenang, guru. Ini belum selesai, aku ingin guru pulih secepatnya."
Feng Xin mengalirkan energi spiritual pada semua jarum perak yang menusuk di bagian tubuh Jia Xu.
Dari pori-pori Jia Xu di sekujur tubuhnya yang melebar, mengeluarkan asap hitam yang mendesis kuat.
Itu adalah sisa-sisa racun Kalajengking Merah yang bersarang di aliran nadi Jia Xu, "Tahan guru, ini yang terakhir. Seni 9 bintang: Budha seribu tangan!" seru Feng Xin.
Kedua telapak tangan Feng Xin dimundurkan setara dengan dada dan dialirkan energi Qi bercampur energi spiritual.
BAM!
Kedua telapak tangan yang diselimuti aura emas dihentakan kuat ke punggung Jia Xu.
"Aaaaargh ...!" Jia Xu meraung keras merasakan energi Qi di dalam Dantiannya menerobos semua aliran nadi darah.
Seluruh aliran nadi energi Qi di dalam tubuhnya yang tersegel langsung terbuka paksa. Dan saat itu juga ....
BOOM!
__ADS_1
Tubuh Jia Xu meledak teredam, sebab berhasil menerobos ke level kultivasi Nirwana bintang 8.
Feng Xin sendiri terpental jauh lusinan meter dan terbatuk darah, "Uhuk-uhuk ... untung saja aku masih sempat membuat 5000 lapisan pelindung Naga Darah. Jika tidak, tubuhku ini sudah menjadi bubur darah. Kenaikan ranah Nirwana memang berbeda, uhuk-uhuk ...."