
Zan Ning langsung membalikan badan dan melangkahkan kaki untuk keluar dari ruangan tungku Shenxou. Panggilan Niu Shi baginya seperti titah seorang ratu yang harus segera ditemui.
"Ah, selamat. Hampir saja." Feng Xin menyeka keringat di dahinya.
Zan Ning dan Niu Shi berbincang di depan ruangan tungku Shenxou.
"Ada apa senior memanggilku?" tanya Zan Ning dengan wajah seputih kertas dan tubuhnya sedikit gemetar.
"Kamu terlalu grogi, Ning. Aku hanya ingin menanyakan pil teratai darah level 3. Apa kau sudah menyelesaikannya?" Niu Shi menepuk pundak Zan Ning dengan tersenyum tipis.
"Be-belum, se-senior. A-aku ...." Zan Ning tak mampu lagi melanjutkan lagi perkataannya.
Ingatannya selalu terbayang ketika wajahnya dibuat babak belur seperti muka B*b* oleh wanita cantik di fase Golden Core bintang sembilan tersebut.
Feng Xin mendengarnya dari dalam, tapi suara Niu Shi tidak asing di telinganya.
"Suara ini seperti aku kenal ...." Feng Xin melirik ke atas, kemudian ke kiri dan kanan untuk mengingat-ingat suara Niu Shi.
"Tunggu ...." Feng Xin ingat kejadian di air terjun feniks Suci dan langsung bersembunyi dibalik tungku Shenxou dengan muka seputih kertas dan meringkuk ketakutan, "Mampus aku, wanita itu pasti akan meminta pertanggungjawaban."
Niu Shi geram karena perintahnya satu minggu yang lalu malah belum diselesaikan oleh Zan Ning, "Kamu ingin aku buat tulang-tulangmu keluar dari persendiannya? Apa saja yang kamu lakukan selama satu minggu ini?"
Tangan Niu Shi mencengkram leher Niu Shi, "A-ampun senior. A-aku belum bisa memurnikan pil teratai darah level 3, a-aku sudah mencobanya dan selalu meledak."
"Sialan!" Niu Shi membanting tubuh Zan Ning ke permukaan lantai marmer.
"Gawat! Dia bisa mati." Feng Xin membulatkan mata dan tanpa basa-basi melesat dengan langkah Naga Darah.
Zan Ning langsung ditangkap dan menjauh dari Niu Shi, "K-kamu?!" kata Zan Ning membulatkan mata.
"Maaf, nona senior. Jika aku lancang, tapi ---" Telunjuk Zan Ning diletakan bibir Feng Xin.
"Terima kasih." Zan Ning menunduk malu. Kemudian membatin, "Setelah aku melihatnya lebih dekat, wajah Feng Xin ternyata lebih tampan."
Niu Shi Dantiannya bergejolak kuat, dan sangat geram, "Siapa yang berani menggangguku, bajingan?"
__ADS_1
Ini efek tubuh 'Yang' murni, semakin ia marah semakin ia kehilangan kendali.
"Gawat, dia kambuh lagi. Cepat turunkan aku!" Feng Xin kaget dan langsung melepaskan tubuh Zan Ning dari gendongannya, "Aw, sialan kau bocah tua!"
Nia Nia, Oung Ji, dan penatua Yu Ji sedang keluar ke pusat kerajaan Xiaolan. Kali ini hanya ada Zan Ning yang menahan sementara Niu Shi yang sedang kambuh, sebab efek tubuh 'Yang' murni.
Zan Ning bukan tandingan Niu Shi, kali ini ia pasrah jika harus mati di tangan Niu Shi.
Tubuh Niu Shi urat ototnya menegang, dan diselimuti aura jingga yang menyala-nyala.
[Witwiiw! Terdeteksi status abnormal dari identifikasi mata Naga Darah yang disinkronisasi dengan seni 9 bintang]
----------------¤----------------
[Nama: Niu Shi]
[Level kultivasi: Golden Core ⭐9]
[Kondisi: Mengamuk akibat efek Yang Murni]
----------------¤----------------
SLASH!
"Aaakh ...!" Zan Ning memekik keras, bukan hanya itu lengan yang terkena cakaran melepuh.
Feng Xin yang tak tega mengeluarkan satu butir pil teratai merah level 9 dari cincin semesta. Pil itu adalah pil teratai merah level 9 yang tersisa terakhir, "Minumlah, cepat! Jika terlambat kau bisa mati."
"Tapi ---"
Belum sempat Zan Ning melanjutkan kata-katanya, Feng Xin segera menelankan pil ke mulutnya dan membawa kabur Zan Ning untuk menjauh dari Niu Shi yang sedang mengamuk.
"Nona senior diamlah disini, aku akan mengurus nona senior yang mengamuk itu."
Feng Xin akan pergi, tapi tangannya ditarik oleh Zan Ning, "Jangan, aku takut kamu akan ---"
__ADS_1
Feng Xin segera menaruh telunjuk dan membuat wanta berambut hitam legam tersebut, memerah kedua pipinya, "Tenang saja. Masalah seperti tidak perlu diselesaikan dengan otot. Aku ada cara."
Feng Xin membuka seni bayangan darah dan hanya membuka level jiwa spiritualnya yang berada di ranah Berlian.
"I-ini, ba-bagaimana bisa?" Zan Ning membulatkan mata, sampai-sampai kedua bola mata itu mau keluar dari kelopaknya.
Punggung Feng Xin sudah tak nampak lagi dalam pandangan Zan Ning yang masih membelalak matanya, "Ini tidak mungkin, padahal dia ...."
Feng Xin terbang melesat cepat, hanya dalam 5 nafas, dia sudah sampai di atas halaman ruangan tungku Shenxou.
Ruangan Shenxou diobrak-abrik dan hampir saja hancur oleh Niu Shi.
"Aaaiih ... baru saja aku tinggal beberapa detik saja, sudah membuat ruangan tungku ini mau hancur. Apa yang harus aku katakan pada Penatua Yu?" Feng Xin menepuk jidatnya sendiri dan melanjutkan melemparkan beberapa siluet rantai ke tubuh Niu Shi, "Seni 9 bintang: Rantai Dewa Nezha!"
Rantai dewa Nezha yang berwarna jingga dengan api berkobar-kobar itu berhasil menjerat tubuj Niu Shi. Namun, Ni Shi berontak dan hampir saja membuat rantai itu retak.
"Eiits ... tunggu dulu." Feng Xin melemparkan lagi 10 siluet rantai untuk memperkuat ikatan dan mempercepat penyerapan energi Qi 'Yang' di dalam tubuh Niu Shi.
Perlahan, aura api yang berkobar-kobar yang menyelimuti tubuh Niu Shi dan membentuk siluet Feniks berwarna jingga tersebut hilang.
Raungan Niu Shi yang keras, mulai mereda suaranya, dan urat otot yang menonjol di seluruh tubuhnya mulai pudar.
"Ini, hanya menghentikan efek tubuh Yang murni untuk sementara. Aku harus berbuat sesuatu."
Niu Shi sudah pingsan dan Feng Xin mendekat untuk membawanya ke dalam ruang tungku Shenxou yang hampir saja rubuh.
Untung saja tiang penyangga ruangan tersebut masih kokok berdiri. Jika tidak, hancurlah sudah.
"Maafkan aku." Feng Xin membuka baju Niu Shi bagian bahu kiri dan menggigit telunjuknya.
Lalu menuliskan kata 'Yin' di atas gunung kembar Niu Shi bagian kiri dan tulisan yang menggunakan darah Feng Xin sebagai tinta tersebut, meresap ke dalam dada Niu Shi.
"Fyuh ... benar-benar melelahkan. Setelah aku mendapatkan tubuh Naga Darah ini, energi di dalam Dantianku menjadi beberapa kumpulan energi. Ada energ Qi Yin dan Yang, itu yang baru aku ketahui saat ini." Feng Xin menyeka keringat di dahinya.
Namun, tiba-tiba hasrat *****al dalam tubunnya kambuh. Setelah melihat kemolekan tubuh Niu Shi.
__ADS_1
"Hai, bocah tua tampan. Ayolah, segera lahap saja! Lihat, pahanya saja begitu mulus! Lagipula kamu harus bertanggung jawab padanya kemarin. Sekarang kamu harus bertanggung jawab dan sekalian saja lakukan!" Suara pikiran jahat Feng Xin menggoda di dalam pikirannya.
Feng Xin yang mendengar itu di dalam pikirannya meneguk salivanya dalam-dalam. Tubuh Niu Shi saat ini begitu aduhai dan sangat menggoda.