
Feng Xin bersila langsung menotok dada di beberapa titik untuk menghentikan aliran darah yang tidak stabil dan meregenerasi sel.
Tiba-tiba api ilahi Emperor berwarna ungu keluar dari dalam Dantian Feng Xin dan membakar seluruh tubuhnya.
Anehnya, api itu tidak panas dan terkesan sejuk. Secepat kilat luka, dalam Feng Xin yang cukup parah segera dipulihkan oleh api ilahi Emperor.
BOOM!
Jia Xu kembali menerobos ke ranah Nirwana bintang 9. Tapi setengah dari wilayah sekte Bulan Darah hancur berserakan menjadi bulan-bulanan terobosan energi Qi Jia Xu.
Feng Xin tetap tidak bergeming, ia tetap bersila dengan memejamkan mata. Api ilahi Emperor juga melindungi tubuhnya dari guncangan gelombang kejut yang dihempaskan oleh Jia Xu.
Alih-alih senang bukan kepalang, Jia Xu malah menekuk mukanya melihat wilayah sekte Bulan Darah yang porak poranda.
Bukan hanya itu, 500 murid luar luka parah dan beberapa tetua mengalami luka ringan.
Zan Ning dan Niu Shi yang mendengar ledakan tersebut langsung bergegas menuju suara asal ledakan.
Sebab, suara seperti dentuman meriam tersebut terdengar dari tempat Feng Xin.
Zan Ning berhasil selamat, oleh perlindungan Niu Shi si Feniks Gila. Bagaimanapun juga, Niu Shi mempunyai bakat dan kelebihan diatas rata-rata, atau jenius sebagai seorang murid dalam sekte Bulan Darah.
"He-he-he ...."Jia Xu terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, melihat setengah wilayah sekte porak poranda, "Tapi untung saja tanaman berharga ini masih tersisa seperempatnya.
Feng Xin yang sudah bangkit malah menangis keras melihat 75% lahan tanaman obat porak poranda, "Haaa ...! Tidak ...! Tanamanku yang berharga ...!"
Sebagai seorang petani agung, tanaman adalah hidup matinya. Apalagi tanaman itu dirawat dengan baik dan mengeluarkan banyak energi Qi serta energi spiritual.
Jia Xu berjalan cepat ke arah Feng Xin dan mengelus rambutnya dengan lembut, supaya ia tak bersedih hati lagi.
Tiba-tiba ada anak panah melesat ke arah Jia Xu. Dengan sigap, Feng Xin menangkap kayu anak panah tersebut dengan mulut.
Bagi Feng Xin kecepatan anak panah tersebut hanya gerakan lambat di matanya.
__ADS_1
Jia Xu mengendarkan persepsi kesadaran ilahi untuk mencari pelaku penyerangan tersebut. Tapi nihil, pelaku yang melakukannya terlalu cepat meninggalkan wilayah sekte Bulan Darah.
"Pelakunya pasti di fase Nirwana, tidak mungkin orang biasa."
Jia Xu mengepalkan tangan kuat-kuat, karena tak berhasil menemukan pelakunya.
"Guru besar, apa yang terjadi?" tanya Niu Shi khawatir.
"Ya, guru besar. Apa yang terjadi dan anak panah itu? Siapa yang melakukannya?" timpal Zan Ning juga khawatir.
"Tidak apa-apa. Ini bukan masalah, lebih baik bantu Feng Xin memanen tanaman obat dan membereskan ladang. Mulai sekarang aku mengangkat Feng Xin sebagai petani agung dan master alkemi sekte Bulan Darah."
Jia Xu menoleh ke arah Feng Xin dengan tersenyum licik dan memainkan alisnya. Itu artinya, Feng Xin yang akan meramu pil setiap hari untuk keberlangsungan sekte Bulan Darah.
Feng Xin memberikan anak panah yang terikat selembar surat di batang anak panah dan berisi, 'Serahkan semua harta berharga sekte Bulan Darah atau Nia Nia, Oung Ji dan tetua Yu Ji mati! Bawa ke dalam hutan Han Ku seorang diri!'
Jia Xu langsung paham siapa yang mengirim anak panah tersebut dan tersenyum licik, "Jadi kalian ingin harta sekte Bulan Darah. Maka aku akan memberikannya."
Jia Xu segera meninggalkan Niu Shi, Zan Ning dan Feng Xin, dengan masuk ke dalam formasi transisi.
"Guru besar memang hebat, bisa pergi kemanapun," batin Zan Ning berdecak kagum.
Feng Xin segera mengambil beberapa tanaman obat dalam jumlah banyak dan disimpannya pada cincin semesta.
"Nona-nona senior, aku mohon maaf." Feng Xin meninju telapak tangan dan menunduk hormat pada Niu Shi serta Zan Ning. "Aku harus meramu pil untuk nona Niu Shi, aku harus menyembuhkannya segera. Mohon bantuannya untuk membereskan masalah yang dibuat oleh guru."
Setelah mengatakan itu Feng Xin lari terbirt-birit ke arah ruangan tungku Shenxou.
"Bocah tua sialan!" teriak Niu Sho dan Zan Ning serentak sambil mengepalkan tangan ke atas dengan raut muka kesal.
Zan Ning dan Niu Shi mempunyai tanggung jawab yang besar mengurus wilayah paviliun Lotus Putih, selama Penatua Yu Ji tidak ada. Maka wajar saja jika mereka berdua yang dimandati oleh Feng Xin.
Sebab Feng Xin secara status di sekte Bulan Darah, lebih tinggi dari murid manapun. Bahkan sekelas tetua pun harus hormat padanya setelah pengangkatan sebagai Master Alkemi sekte Bulan Darah.
__ADS_1
Kelihaian Feng Xin dalam meramu pil, semakin lama semakin meningkat. Terutama kecepatannya meningkat pesat, biasanya meramu 1 pil membutuhkan waktu 30 menit, sekarang hanya 20 menit.
"Nampaknya sekte Bulan Darah akan mengalami kejatuhan dan bangkrut. Aku harus mengamankan diri, untuk mencari uang. Tapi ... aku belum bisa keluar."
Dengan menghela nafas panjang Fen Xin yang meramu pil selama 12 hari tanpa henti menyimpan hasil racikan pilnya ke dalam cincin semesta.
Di berhasil meramu pil teratai darah, pil anggrek bulan, pil teratai merah, pil lotus ungu dan pil kenanga bintang.
Semua pil tersebut untuk berbagai penyakit ringan hingga serius, sampai pil untuk menaikan level kultivasi di fase Foundation dan Golden Core, seperti pil lotus ungu dan pil kenanga bintang.
Semua pil tersebut berada di level 6 dengan efektifitas 100%
Feng Xin mengetuk pintu Niu Shi, dan tak sadar matahari sudah membara di atas kepala.
[Witwiiw! Selamat tuan mendapatkan 3000 mutiara Qi karena berkedip selama 30.000 kali. Mutiara Qi sudah ditransfer ke ransel inventaris sistem]x12
"Woaah ... aku cukup kaya sekarang. Mutiara Qi ini cukup banyak." Feng Xin sumringah menatap panel hologram di depan matanya.
Menurut Feng Xin, uang 36000 mutiara Qi itu sangat banyak. Nyatanya, uang senilai 36000 di kerajaan Xiaolan hanya buat biaya hidup selama satu minggu.
"Ya, masuk!"
Niu Shi menyahut dari dalam kamarnya. Selama 12 hari ia menunggu Feng Xin untuk mengobatinya. Untung saja selama 12 hari itu juga, Niu Shi tidak kambuh.
Feng Xin mendorong pintu dan matanya langsung melotot dengan darah memuncrat dari hidungnya, "Kenapa pemandangan ini selalu membuatku lemas?"
Niu Shi memakai gaun kimono putih yang tipis transparan. Gunung kembar dan lembah surganya itu terlihat jelas.
"Kemarilah! Aku sudah menunggumu!"
Niu Shi melambai manja dengan posisi berbaring miring, hingga paha kirinya yang tertopang itu nampak sangat aduhai.
Mau tidak mau, Feng Xin meneguk salivanya dalam-dalam.
__ADS_1
"No-nona senior, aku mau mengobatimu. Kenapa kamu berpakaian seperti itu?"
Feng Xin menyeka darah di hidungnya, jantungnya berdegup kencang. Bahkan dengan ritme yang tak beraturan.