Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-39 Aku Tulus Mencintaimu


__ADS_3

Dengan berat hati, Feng Xin menggiring pelayan wanita itu ke sudut lantai dasar.


"Nona, aku meminta maaf. Apakah bisa aku diberi potongan harga?" pintanya berbisik agar tak didengar oleh pelanggan lain jika ia kurang dalam membayar biaya makan dan penginapan.


Restoran Hao Ling punya peraturan, jika sudah memesan tidak dapat dibatalkan, walau itu penginapan dan harus melunasi pembayarannya saat itu juga.


"Maaf, tuan. Tidak ada." Pelayan wanita itu menggeleng pelan dengan senyum ramah.


Feng Xin menghela nafas panjang dan memberikan uang 28.000 mutiara Qi yang ia keluarkan dari cincin semesta yang sudah tersinkronisasi dengan ransel sistem ke pelayan wanita tersebut.


"Maaf, nona. Aku kurang 2.000 mutiara Qi. Jika boleh, kami berhutang dahulu." Feng Xin tersenyum ramah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pelayan wanita itu berubah mukanya dari ramah menjadi jutek dan berteriak, "Kalau tidak ada uang jangan makan disini!"


"Nona, jangan berteriak." Feng Xin mencoba membekap mulutnya.


Namun para pengunjung lain yang mengubah pandangannya dan fokus ke arah mereka berdua, hingga berpikir hal lain. Tentu saja hal negatif.


"Dasar pria tak tahu diri."


"Alah, paling dia tidak mau bayar."


"Aku tak mengira ada seorang laki-laki yang tak mau bertanggung jawab makan disini dan tak mau bayar."


"... ...."


"... ...."


"Maaf, tuan-tuan dan nyonya-nyonya ini salah paham." Feng Xin meninju telapaknya dan menunduk hormat ke berbagai arah.


Jiu Ling, pemilik restoran Hao Ling mendengar suara gaduh tersebut langsung keluar dari ruangannya.


"Mohon maaf, tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Silahkan lanjutkan menikmati hidangannya." Jiu Ling menangkupkan tangan dan menunduk hormat ke berbagai arah.


"Tuan, dia ini tak mau membayar biaya penginapan dan biaya makan disini," tunjuk tegas pelayan wanita bernama Hua Xin pada Feng Xin.


"Nona, anda salah paham. Aku sudah membayar tapi kurang 2000 mutiara Qi," sanggah Feng Xin.


"Apa benar itu Hua Xin?" tanya Jia Ling dengan tatapan tajam pada perempuan berambut pendek tersebut.


"I-iya, tuan. Ma-maaf," jawab Hua Xin menunduk sesal.


"Mohon maaf, tuan muda. Terima kasih atas pembayarannya, tapi kami tidak bisa memberikan potongan harga, dan kami punya kebijakan untuk tuan muda untuk menyelesaikan masalah ini." Jia Ling berkata dengan tersenyum licik.

__ADS_1


Yuan Shi yang merasa bersalah langsung bangkit dan mendekat ke arah mereka bertiga yang sedang berbincang, "Mohon maaf, tuan. Kami sendiri yang akan memutuskan. Restoran ini merupakan restorang yang menjual menu binatang spiritual atau monster. Bagaimana jika kami membayarnya dengan satu ekor binatang spiritual tingkat emas?"


"Tingkat emas?!" Jia Ling melebarkan mata dengan sudut bibir mengambang dan melanjutkan, "Baiklah, tapi aku meminta Hua Xin yang mengawasi kalian."


Pasalnya, daging binatang spiritual tingkat emas sangat susah juga langka didapatkan dan dari penilaian Jia Ling, level kultivasi Yuan Shi di fase Golden Core bintang empat cukup bisa mengurus binatang spiritual tingkat emas.


"Hua Xin, ikuti mereka ke hutan terdekat untuk mencari binatang spiritual tingkat emas!" tambahnya bertitah pada Hua Xin sebagai hukuman.


"Terima kasih, tuan atas kebijaksanaannya." Feng Xin meninju telapak tangannya dan menunduk hormat.


Feng Xin dan Yuan Shi melangkah cepat ke luar restoran Jia Ling diikuti Hua Xing yang mengekor di belakang mereka dengan raut muka kesal.


"Kalau saja pemuda ini tidak tampan, sudah aku hajar dia dan kuinjak-injak tubuhnya hingga kujadijan daging kultivator giling, hmph!" batin Hua Xin kesal.


Tanpa basa-basi, Feng Xin memeluk pinggang Hua Xin dan Yuan Shi untuk membawanya melesat cepat ke arah hutan Han Ku.


Hanya dalam 30 nafas, mereka bertiga sampai di bagian luar hutan Han Ku yang berbatasan dengan wilayah kerajaan Nanjing.


"Hoek!" Hua Xin yang belum terbiasa melesat sangat cepat, langsung mual dan memuntahkan isi dalam perutnya.


"Nona, kamu tidak apa-apa?" Feng Xin memijat tengkuknya.


Lagi-lagi sentuhan Feng Xin seperti ada sengatan listrik ke tengkuk Hua Xin dan menjalar ke seluruh tubuh. Hua Xin merasakan tengkuknya dipijat-pijat bulu-bulu kucing yang sangat lembut.


"Uugh ... aaakh ... sangat lembut sekali tangannya. Rasa mualku pun langsung hilang," batin Hua Xin imajinasinya melayang hingga kedua pipinya merona.


---------------¤---------------


[Nama: Hua Xin]


[Level kultivasi: -]


[Kesan: 100%]


[Kondisi: Abnormal (Mabuk)


---------------¤---------------


Feng Xin langsung tersenyum mesum, ia mendapatkan salah satu wanita untuk berkultivasi ganda malam nanti.


Witwiiw! Selamat, tuan telah meningkatkan kesan Yuan Shi dengan memberikan Topeng Harimau Belang]


---------------¤---------------

__ADS_1


[Nama: Yuan Shi]


[Level kultivasi: Golden Core ⭐5]


[Kesan: 100%]


[Kondisi: Normal]


---------------¤---------------


Senyum mesum Feng Xin itu bertambah lebar setelah muncul panel hologram emas yang menunjukan status Yuan Shi kesannya sudah 100%.


"Bocah tua tampan, katanya kau mau menunjukan sesuatu padaku."


Tiba-tiba Yuan Shi memeluk lengan Feng Xin dan menggosok-gosokan belahan gunung kembar ke lengannya.


Hua Xin yang merasa terancam Feng Xin akan direbut oleh Yuan Shi, juga langsung memeluk lengan Feng Xin dan menggosok-gosokan belahan dadanya ke lengan kiri Feng Xin.


Feng Xin tidak tahan lagi melihat dua pasang gunung kembar di kiri dan kanannya, lalu memuncratkan darah dari kedua lubang hidungnya, "Eeeh ...."


"Nampaknya seni 9 bintang: Macan Kumbang Langit bisa meningkatkan kesan para wanita, dan sekarang dengan terpaksa harus menikmati tubuh mereka, hadeuh ...." Feng Xin tertunduk lemas.


Ia sudah membayangkan jika memiliki banyak wanita dan setiap hari harus melayani mereka satu persatu. Apakah Feng Xin akan kuat?


"Kalian bisa diam tidak?" Feng Xin melepaskan paksa pelukan di kedua lengannya dan melanjutkan, "Kita harus bergegas mencari binatang spiritual tingkat emas. Hari sudah mau senja sebentar lagi, sesekali aku ingin tidur di kasur yang empuk."


"Ini lebih empuk." Hua Xin menyodorkan buah dadanya yang lebih besar dari Yuan Shi.


"Hei, keempukan itu tidak dinilai dari itu saja. Tapi dari ini pun bisa."


Yuan Shi yang kesal menunjuk salah satu buah dada Hua Xin, lalu menunjuk bibirnya yang seksi merah merekah. Secepat kilat, Yuan Shi langsung mencium bibir Feng Xin.


Sontak Feng Xin membola matanya dan tak bisa menyeimbangkan tubuh. Akhirnya tubuh Feng Xin tertimpa tubuh Yuan Shi.


Bukannya dilepaskan ciuman bibir Yuan Shi pada bibir Feng Xin, malah tambah ganas. Hampir saja Feng Xin kehabisan nafas, jika saja Hua Xin tidak melerai tautan bibir Yuan Shi ke bibir Feng Xin.


"Dasar wanita mesum!" Hua Xin menampar pipi Yuan Shi tapi ditahan oleh Feng Xin.


"Jangan saling memukul dan bertengkar. Ini akan menyia-nyiakan waktu, kamu tunggu disini aku akan berbicara dengan temanku ini."


Setelah mengatakan hal tersebut, Feng Xin menyeret pelan tangan Yuan Shi dan membawanya ke belakang pohon besar untuk berbicara empat mata.


"Putri, aku tak mau membuat susah dirimu. Aku tahu kamu menyukaiku, tapi lihat status kita berbeda. Aku rakyat biasa dan kamu putri kekaisaran Han, apa putri tidak malu?" tanya Feng Xin.

__ADS_1


"Tidak, aku mencintaimu sangat tulus disaat aku pertama kali memandangmu. Jika kamu tak percaya, aku akan berikan mahkotaku sekarang untukmu."


Yuan Shi menurunkan pakaiannya tapi di tahan oleh Feng Xin.


__ADS_2