
Tanpa disadari Feng Xin, Serigala Api yang duduk di pangkuannya sudah hilang. Sebelum petir kesengsaraan Feniks Agung menghantam Feng Xin, Dewa Serigala Api sudah masuk ke dalam Dantian Feng Xin.
Kini Feng Xin yang sudah naik level, dan sudah berada di paviliun Lotus Putih, bukannya senang malah tertunduk lesu.
Apalagi setelah diceramahin oleh Jia Xu dengan suara teriakan di kiri-kanan telinganya.
Ditambah lagi, Feng Xin setelah mengikuti ujian Kaisar Yuan Shao haru menyalin 3000 kali peraturan sekte Bulan Darah, mengganti rugi 10 juta mutiara Qi, dan rencana licik lain Jia Xu, yaitu Feng Xin harus memurnikan 10.000 pil minimal level enam selama 1 minggu.
"Bagaimana, mudah bukan hukumanmu? Sudah aku diskon 90%." Jia Xu menepuk-nepuk pundak Feng Xin dengan menyeringai dan tersenyum lebar.
"Hmph ... apanya yang diskon. Ini sama saja menjadikanku tulang punggung sekte Bulan Darah," batin Feng Xin menyebikan bibir.
Rasa-rasanya Feng Xin ditimpa seribu kekesalan. Bagaimana tidak, hukumannya berhubungan dengan uang yang sangat banyak dan itu 10 juta mutiara Qi.
Baru saja mendapatkan uang 36.000 mutiara Qi, sekarang harus membayar hutang 10 juta mutiara Qi. Ini sama seperti pribahasa lebih besar pasak daripada tiang.
"Aaah, nanti saja aku pikirkan caranya setelah mengikuti ujian Kaisar Yuan Shao." Feng Xin mengacak-acak rambutnya.
Tanpa disadari oleh Feng Xin sendiri, kulitnya yang putih pucat bagai giok kaca sudah berubah menjadi warna jingga.
Hawa panas energi Yang dari petir kesengsaraan Feniks Agung masih menjalar di dalam tubuh Feng Xin dan membutuhkan waktu satu minggu untuk mendinginkan hawa panasnya.
Hawa panas itu hanya terasa di dalam tubuh Feng Xin dan tidak bocor keluar ke sekitar. Jika itu terjadi, hawa panas petir kesengsaraan Feniks Agung bisa mengeluarkan suhu 200 derajat celsius dan bisa membakar apapun dalam radius 10 meter.
Berkat tubuh Naga Darah, Feng Xin tidak mati dan mampu menahan hawa panas petir kesengsaraan Feniks Agung. Jadi, dijamin aman 100% dan bergaransi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Aula Sekte Bulan Darah....
Keesokan paginya.
Semua murid dari beberapa paviliun berkumpul di dalam aula. Jia Xu akan mengumumkan pada semua anggota tentang keikutsertaan Feng Xin mengikuti ujian Kaisar Yuan Shao.
__ADS_1
Diam-diam, ujian yang sebelumnya hanya diikuti oleh sekte Bulan Darah, kini diikuti ketiga sekte lainnya. Sekte Sorban Kuning sendiri sudah menjadi kuburan karena dibantai habis oleh Jia Xu.
Kaisar Yuan Shao sendiri sedang melakukan investigasi untuk mencari dalang pembantaian sekte Sorban Kuning dan sampai saat ini, Jendral Zhang Jiao juga pelakunya belum ditemukan.
Feng Xin yang berdiri di samping Jia Xu ditatap dengan tatapan mata sinis.
Para murid lain menganggap remeh Feng Xin yang menggunakan seni bayangan darah. Tingkat kultivasinya ia sembunyikan dan masih di tahap Gathering Qi bintang satu, hanya pada Jia Xu saja Feng Xin perlihatkan. Jika dia sudah di fase Foundation bintang 9.
"Apakah patriark buta? membawa sampah Gathering Qi bintang satu ikut ujian?"
"Ya, masih lebih baik akulah. Aku di fase Foundation bintang tujuh."
"Jangan bicara omong kosong. Seharusnya aku yang sudah di fase Golden Core bintang satu.'
"... ...."
"... ...."
Semua murid berbisik-bisik ria merendahian Feng Xin dan membanggakan diri mereka sendiri.
"Hari ini adalah hari bersejarah dalam sekte Bulan Darah. Setelah aku menjadi Jendral nomor satu di kekaisaran Han. Kaisar Yuan Shao meminta salah satu murid sekte Bulan Darah untuk mengikuti ujian menjadi pengawal pribadi putri Yuan Shi."
Semua murid laki-laki langsung menekuk mukanya ketika mendengar nama putri Yuan Shi. Karena hanya Feng Xin yang punya kesempatan besar mendekati putri berambut pirang, cerdas, dan primadona seluruh pangeran beberapa kerajaan di kekaisaran Han.
"Untuk itu, aku mengumumkan jika dari awal Feng Xin bukan petani agung. Tapi murid pribadiku, kalian sudah paham bukan jika berani mengganggunya."
Jia Xu berkata dengan menyeringai dan mengeluarkan aura intimidasi pada semua muridnya.
Semua murid, bahkan para tetua yang pernah merendahkan Feng Xin walau dalam hati, langsung pucat wajahnya dan beberapa kali meneguk saliva dalam-dalam.
JDAR!
Hati mereka seperti tersambar petir di siang bolong, apalagi Zan Ning dan Niu Shi yang pernah mengerjai Feng Xin. Wajah mereka lebih pucat seputih kertas.
__ADS_1
"Sialan, aku menggangu orang yang salah. Mati aku jika Feng Xin mengadukanku pada patriark," batin Zan Ning ketakutan.
"Waduh, apalagi aku pernah mengerjainya dengan memberikan minumannya bubuk Xano. Kalau Feng Xin mengadukannya, aku bisa kehilangan Feng Xin dan menjadi janda sebelum bisa menikah dengannya," batin Niu Shi.
Para murid tahu sifat Jia Xu, dibalik sosoknya yang lembut dan penyayang. Ia akan sangat kejam dalam menghukum murid-muridnya.
Bahkan saking kejamnya, pernah ada murid yang mendapatkan hukuman untuk membersihkan kamar mandi.
Karena kelelahan dia tertidur di dalam kamar mandi, Jia Xu yang kesal memberinya petasan yang sangat banyak dan membuat murid tersebut dirawat setengah bulan gara-gara ledakan bertubi-tubi dari petasan yang dilemparkan oleh Jia Xu.
"Untuk itu, aku meminta dukungan agar Feng Xin berhasil lulus ujian. Jika gagal ...." Jia Xu melirik tajam dengan menyeringai ke arah Feng Xin yang berada di samping kirinya dan membuat Feng Xin gemetar ketakutan, "sekte Bulan Darah akan bangkrut dan tidak mendapatkan lagi dana anggaran dari kekaisaran Han."
Semua murid, dan tetua cemas. Dengan terpaksa Jia Xu mengatakannya, biar beban di pundaknya itu banyak yang memikirkan.
Semua murid dan tetua tertunduk lesu, ditambah lagi mereka masih meragukan kekuatan Feng Xin dalam mengikuti ujian yang sangat mendadak ini.
Tanpa basa-basi, Jia Xu membuat formasi transisi untuk membawa Feng Xin menuju istana Han, di pusat kekaisaran Han.
Di dalam aula istana Han, sudah ada 3 Jendral yang lain yaitu Dong Zhuo, Zuo Ci, dan Lu Bu.
Melihat Jia Xu membawa Feng Xin mereka bertiga yang membawa juga murid pribadi mereka masing-masing hanya bisa tersenyum sinis.
"Jendral, apakah kau tidak menghormati yang mulia Kaisar dengan membawa murid yang begitu hebat?" cibir Zuo Ci dengan tersenyum sinis.
"Aku tidak menyangka sebegitu putus asanya Jendral Jia Xu di depan Kaisar pun tidak bisa memberi muka untuk yang mulia Kaisar," timpal Dong Zhou.
Hanya Lu Bu yang bungkam dengan tatapan tajam seperti manik mata Elang menatap lekat Feng Xin.
Karena dua murid luarnya belum juga kembali setelah satu bulan menyelidiki fenomena petir kebangkitan Naga Perak.
Apalagi titik petir yang kedua, jatuhnya di sekte Bulan Darah. Jadi dia tak mau gegabah memprovokasi Jia Xu.
"Mereka selalu saja impulsif pada Jia Xu dan ingin menggulingkan sekte Bulan Darah. Aku yakin dalang yang membantai sekte Sorban Kuning adalah Jia Xu."
__ADS_1
"Dari mata-mata yang aku kirimkan, sekte Sorban Kuning memprovokasi Jia Xu dengan menculik Penatu Yu, dan kedua muridnya. Tapi dimana Jendral Zhang Jiao, mayatnya belum ditemukan?" pikir Lu Bu.