Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-33 Kacau Balau


__ADS_3

"Terima kasih yang mulia kaisar."


Feng Xin meninju telapak tangannya dan menunduk hormat pada Kaisar Yuan Shao.


"Jangan senang dulu, bocah tua jingga. Tuan putri masih punya syarat bukan?"


Dong Zhuo berkata dengan menggertakan gigi, ia masih tak terima Kin Mong dikalahkan dengan mudah oleh Feng Xin.


"Aku akan habisi bocah tua jingga ini jika ada kesempatan. Dia sudah membuat malu reputasi sekte Harimau Belang," batin Dong Zhuo geram.


Feng Xin sudah mengerti arti dari persyaratan Putri Yuan Shi, dan ia berjalan perlahan menuju Putri Yuan Shi.


"Tuan Putri, aku meminta maaf. Peganglah tanganku!"


Feng Xin berlutut satu kaki dan mengulurkan tangan ke arah Yuan Shi.


"Lancang! Potong tangannya!" Jendral Lu Bu bereaksi dan menyuruh para penjaga istana Han untuk menangkap Feng Xin dan memotong tangannya.


"Dasar bodoh dan tolol. Aku tak menyangka Jendral nomor dua di kekaisaran Han otaknya kemasukan air, xi-xi ...."


Jia Xu tertawa cekikian menutup mulutnya dan melanjutkan, "Feng Xin sudah tahu jawaban dari persyaran tuan Putri Yuan Shi. Bukan begitu Tuan putri?"


"Ya," balas Yuan Shi dingin.


"Putri tapi dia ---"


"Mohon maaf ayahanda Kaisar. Aku tahu ini melarang peraturan rumah tangga kekaisaran. Tapi jika aku tidak menerimanya, maka sama saja aku menelan ludah yang sudah aku buang ke tanah."


Yuan Shi berkata dengan raut wajah dingin dan mengulur pelan tangannya ke arah tangan Feng Xin.


Suasana canggung dan malu menyelimuti mereka berdua.


"Mohon maaf, tuan putri."


Feng Xin menyambut tangan Yuan Shi yang begitu halus. Begitu juga Yuan Shi yang memegang tangan Feng Xin lebih halus seperti bulu-bulu kucing yang tebal.


"Tangan ini kenapa membuatku sangat nyaman?" batin Yuan Shi merona.


Feng Xin langsung memegang pinggang Yuan Shi dan membuat wajah Kaisar Yuan Shao dipenuhi urat otot.


"Bocah tua jingga sialan! Beraninya merenggut kesucian putriku," batinnya kesal.


Aliran listrik seperti menjalar di seluruh tubuh Yuan Shi. Tapi, bukan aliran listrik yang menyakiti sekujur tubuhnya, aliran listrik yang keluar dari tangan Feng Xin terasa sangat nyaman dan mengejut-ngejutkan hatinya.


[Witwiiw! Selamat, tuan telah meningkatkan kesan Yuan Shi dengan seni 9 bintang: Macan Kumbang Langit]

__ADS_1


---------------¤---------------


[Nama: Yuan Shi]


[Level kultivasi: Golden Core ⭐5]


[Kesan: 10%]


[Kondisi: Abnormal (Kutukan Iblis Penghisap Darah]


---------------¤---------------


Feng Xin tidak memperdulikan suara mekanis sistem dan panel hologram yang melayang di depan matanya.


Ia terbang membawa Yuan Shi mengelilingi Istana Han dengan raut wajah datar.


Tapi tidak bagi Yuan Shi, ritme detak jantungnya tak karuan, "Bocah tua jingga ini dilihat dari dekat ternyat cukup tampan juga. Apalagi kalau ...." batim Yuan Shi tidak melanjutkan perkataannya karena sudah tersipu malu.


"Maaf, tuan putri. Jika aku kurang sopan, tapi apakah memijak anginnya sudah cukup?" tanya Feng Xin tatapannya tetap lurus ke depan.


"Sial, rambut ini dan wajah, serta kulit ini begitu wangi dan lembut. Mengingatkanku pada .... Ah, sial! Dasar mesum!" batin Feng Xin merona.


"Hm." Yuan Shi hanya mengganguk pelan dengan raut wajah dingin.


Feng Xin segera melayang turun ke arah halaman istana Han untuk melanjutkan syarat yang kedua.


Yuan Shi melepas paksa tangan Feng Xin yang memegang tangan dan pinggangnya.


"Minggir dan bersiaplah!" titahnya dingin.


"Baiklah, silahkan pukul aku sekuat tenaga tuan putri. Jangan sampai menyesal telah memukulku, he-he ...."


Feng Xin terkekeh pelan dan berkacak pinggang, siap menjalani syarat yang kedua yaitu menjadi benteng yang kokoh untuk putri Yuan Shi. Itu artinya harus bisa menjaga putri Yuan Shi dari orang yang akan mencelakainya.


Untuk itu, putri Yuan Shi memberikan syarat harus bisa menahan pukulan pamungkasnya yaitu seni penghancur gunung.


"Seni penghancur gunung!"


"Pelindung Naga Darah!"


Yuan Shi mengepalkan tangan dan mengumpulkan energi Qi di tangannya. Aura biru pekat menggumpal di kepalan tangan tersebut dan langsung dihantamkan ke arah Feng Xin secepat kilat.


BOOM!


Pukulan itu menimbulkan ledakan yang sangat kuat pada kubah pelindung yang dibuat Feng Xin.

__ADS_1


Hanya saja kubah pelindung yang tertutupi kabut debu tebal tersebut, tetap kokoh setelah kabut debu itu mereda.


"Apa?!"


Semua pasang mata sontak membelalak, sampai-sampai mau keluar dari kelopaknya.


Pukulan penghancur gunung bahkan bisa membunuh dengan mudah kultivator di fase Golden Core bintang 5.


Namun, Feng Xin masih sehat dan tidak ada luka sedikit pun. Bahkan pelindung Naga Darah tidak retak satu cm pun.


"Bagaimana tuan putri, apakah memenuhi syarat?"


Feng Xin memainkan alisnya dengan tersenyum lebar.


"Aiiih ... berapa banyak kekuatan lagi yang kau sembunyikan dariku bocah tua tampan," batin Jia Xu menepuk jidatnya sendiri sambil tersenyum lebar.


Ketiga Jendral semakin kuat gertakan giginya, sampai-sampai aura membunuh yang sangat kuat itu menekan Jia Xu, "Kamu membohongi kami Jendral Jia Xu!"


"Siapa yang membohongi kalian?" Jia Xu santai mengibaskan tangan untuk menghilangkan aura membunuh yang menekan dirinya dan melanjutkan, "Kalian sendiri yang menginjak muka sendiri. Karena memaksa Kaisar Yuan Shao untuk mengikut sertakan murid pribadi kalian sendiri. Jika kalian kurang puas, biarkan aku mengunjungi sekte kalian."


Jia Xu balik menekan dan mengeluarkan aura Nirwana bintang sembilan. Bahkan Kaisar Yuan Shao agak bergidik ngeri dibuatnya.


"Sejak kapan Jia Xu meningkatkan level kultivasinya? Ini akan gawat kalau dia memberontak. Aku harus segera mengambil pedang Qinglong untuk berjaga-jaga," batin Kaisar Yuan Shao membulatkan mata.


"Yang mulia kaisar, tangkap saja Jendral Jia Xu. Aku yakin dia orang yang telah membantai sekte Sorban Kuning. Lagipula kenapa dia diam-diam telah menaikan kultivasinya dan menunjukannya pada kita semua."


Jendral Dong Zhuo mencoba memprovokasi Kaisar Yuan Shao.


"Oh, apakah kalian punya bukti?" Jia Xu tersenyum licik pada Jendral Dong Zhuo dan melanjutkan, "Apakah Jendral Dong Zhuo tidak takut hukumannya jika menuduh tanpa bukti? Apalagi seakan-akan mengacaukan ujian yang sudah lama yang mulia kaisar persiapkan?"


"Jendral Dong Zhuo!"


Putri Yuan Shi tiba-tiba menggeram memanggil Jendral Dong Zhuo, tubuhnya diselimuti aura hitam legam dengan mata merah menyala-nyala.


"Tuan putri! Tuan Putri!"


Para dayang kerajaan keluar berbondong-bondong dari istana Han bersama Permaisuri Diao Chan.


Permaisuri Diao Chan terbang melesat cepat ke arah Yuan Shi dan membentuk formasi segel untuk menyegel iblis di dalam tubuh Yuan Shi.


"Aaargh ...!"


Yuan Shi meraung keras dan mengeluarkan gelombang kejut yang mementalkan semua orang, kecuali Feng Xin.


"Darah, Darah, Darah, aku mau darah yang lebih segar!"

__ADS_1


Yuan Shi mengeluarkan taring dengan menyeringai dan tatapan matanya menatap lekat Feng Xin dengan penuh minat.


__ADS_2