Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-32 Tak Sabaran Seperti Pengantin Mau Malam Pertama.


__ADS_3

Kaisar Yuan Shao menghela nafas panjang dan membatin, "Anak ini selalu saja keras kepala. Selalu seperti kuda liar dan berbuat sesuka hati."


"Aku menyetujuinya." Qin Lu dari sekte Dewa Perang berdiri dan memberikan penghormatan ke arah Yuan Shi.


"Aku juga menyetujuinya." Ding Fu dari sekte Mata Langit juga berdiri dan memberikan penghormatan ke arah Yuan Shi.


"Aku juga setuju." Kin Mong dari sekte Harimau Belang berdiri dan memberikan penghormatan ke arah Yuan Shi.


"Tuan putri memang sangat suka bermain teka-teki ya. Tapi teka-teki ini tidak terlalu sulit, hanya seperti kacang saja."


Dengan sombongnya Feng Xin menggunakan seni tujuh Naga Terbang memijak angin dan membuat Yuan Shi yang semula dingin berdecak kagum.


Bukan hanya Yuan Shi tapi keempat Jendral dan juga Kaisar Yuan Shao.


Bagaimana mungkin kultivator di fase Gathering bintang satu bisa terbang. Untuk bisa terbang, seorang kultivator minimal harus menembus tahap Saint bintang satu.


Tapi Feng Xin sedari awal sudah bisa terbang setelah menguasai kitab seni berpedang 7 Naga Surgawi.


"Maaf, yang mulia kaisar. Aku bukan orang yang suka basa-basi, jika ketiga peserta lain ingin bertarung. Lebih baik langsung maju saja semuanya dan kejar aku jika kalian bisa."


Setelah menunjuk Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu, Feng Xin melesat keluar aula istana Han.


"Sungguh bocah yang menarik," batin Yuan Shi menyunggingkan senyum.


Karena Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu, sama-sama di fase Golden Core bintang tiga, mereka belum bisa terbang dan hanya bisa melesat cepat mengejar Feng Xin dengan menggertakan gigi.


Feng Xin terbang ke bagian depan istana Han yang memiliki lapangan luas. Jendral Jia Xu, Jendral Lu Bu, Jendral Zuo Ci dan Jendral Dhong Zuo yang penasaran, masuk formasi transisi masing-masing untuk melihat pertandingan murid empat sekte.


Kaisar Yuan Shao juga mengajak putri Yuan Shi masuk formasi transisi untuk melihat pertandingan mereka juga.


Dalam pertandingan ini Kaisar Yuan Shao tidak menentukan peraturan, yang ia inginkan siapa yang kuat dan bertahan sampai akhir.


Kembali ke sisi Feng Xin yang santai mengeluarkan pedang iblis darah di udara sambil bergerilya di kedua lubang hidungnya, "Lama sekali mereka. Apa kemampuan ketiga sekte besar di kekaisaran Han begitu lemah?"


Kin Mong tiba pertama kali, di susul, Qin Lu dan Ding Fu.


"Cepat turun!" tunjuk Kin Mong menggunakan pedang besarnya ke arah Feng Xin.

__ADS_1


"Aku tidak mau. Kau saja yang kesini, cih!"


Feng Xin menatap malas Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu. Kali ini ia benar-benar merasa di atas angin dan mengganggap mereka bertiga hanyalah lalat.


"Minggir, biar aku beri pelajaran bocah tua sombong ini. Tombak penghancur Nirwana!"


Qin Lu mengeluarkan tombak berwarna perak dari cincin ruangnya dan melemparkannya ke arah Feng Xin.


"Hanya jurus murahan. Biar aku tunjukan senjataku ini, bukan senjata kaleng-kaleng. Cakar Naga Darah!"


Feng Xin salto ke belakang sambil melepaskan tebasan ke arah tombak. Siluet shuriken merah darah menghantam tombak Nirwana milik Qin Lu dan meledakannya di udara.


BOOM!


Gelombang kejut hasil tubrukan tersebut mementalkan Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu. Di tambah lagi permukaan lantai halaman istana Han retak seluruhnya.


"Aiiih ... pedang iblis darah terlalu berlebihan. Tapi aku sangat puas dengan senjata level 9 ini, apakah pedang Qinglong juga merupakan senjata level 9?"


Feng Xin berdecak kagum dengan pedang darah iblis, sampai-sampai bilah pedang tersebut dijilat beberapa kali.


Benar-benar terlalu saraf.


"Benar-benar sialan! Bocah tua jingga ini membuatku muak."


Kin Mong menggertakan gigi dan tubuhnya diselimuti aura coklat pekat, dengan seluruh tubuh dipenuhi urat otot yang menonjol.


Satu detik kemudian, Kin Mong melepaskan tebasan ke arah Feng Xin dan memunculkan bilah energi yang membelah udara di sekitarnya.


BOOM!


Suara ledakan disertai kepulan kabut debu menghalangi pandangan ke arah Feng Xin.


"Seharusnya bocah tua jingga itu sudah mati terhantam tebasan pembelah langit milik sekte Harimau Belang."


Dong Zhou yang melayang di udara bersama ketiga Jendral lain, melirik sinis pada Jia Xu.


"Oh, iyakah? Aku rasa tidak mungkin murid pribadiku mati semudah itu. Biar aku beritahu rahasia pada kalian bertiga, kalau bocah tua jingga yang kalian katakan itu, punya seni penguatan tulang di tingkat kaisar."

__ADS_1


Jia Xu mengatakan hal tersebut dengan menyeringai licik. Tentu saja membuat ketiga Jendral kekaisaran Han, dan Kaisar Yuan Shao membola.


Kembali ke Feng Xin, setelah kepulan kabut debu mereda, nampak bocah berambut putih dengan kulit jingga menepuk-nepuk bajunya yang kotor karena debu.


"Hei, kau sungguh hebat bisa memberikan serangan yang kuat padaku. Lihat, kulit mulusku ini tak luka sedikit pun."


Feng Xin melipat lengan bajunya dan memperlihatkan kulitnya yang mulus bagai giok kaca dan menggosok-gosokannya dengan punggung bilah pedang darah iblis.


"Sialan, kalau berani turun kau bocah tua jingga!"


Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu geram sambil menunjuk-nunjuk Feng Xin. Mereka bertiga sudah putus asa, dua kali serangan pamungkasnya dan tak ada satu pun yang melukai Feng Xin, malah bertiga yang terluka sedikit.


"Kalian ini seperti sepasang pengantin yang mau malam pertama, selalu saja tidak sabaran. Kalau begitu aku tidak akan sungkan. Cakar Naga Darah."


Feng Xin terbang melesat secepat peluru dan tiba di depan Ding Fu, Kin Mong, juga Qin lu. Tangannya mengayunkan pedang iblis darah bertubi-tubi kepada mereka bertiga.


SLASH! SLASH!


Setelah gerakan tebasan terakhir, Feng Xin melakukan gerakan tusukan kuat dan menembus barisan mereka bertiga.


Saat itu pula, Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu, bajunya compang-camping, disertai sayatan yang membentuk garis-garis merah yang menimbulkan ledakan beruntun.


BOOM! BOOM!


Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu terluka parah, tubuh mereka dipenuhi sayatan yang membuat tubuh mereka melepuh.


"Guhak!" Serentak Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu memuntahkan darah segar yang cukup banyak. Saat itu pula mereka bertiga limbung dan jatuh dalam keadaan terkapar.


Feng Xin mengibas-ngibaskan bilah pedang iblis darah ke udara untuk menghilangkan bekas darah dari tubuh Ding Fu, Kin Mong, dan Qin lu. Lalu memasukan bilah pedang berwarna hitam tersebut ke sarungnya.


"Ti-tidak mungkin?!"


"Ba-bagaimana bi-bisa?!"


"Su-sungguh mustahil?!"


Ketiga Jendral membola dengan tubuh gemetar. Pasalnya, murid pribadi mereka dikalahkan sekaligus oleh kultivator di fase Gathering Qi bintang satu.

__ADS_1


"Bagaimana yang mulia Kaisar? Apakah aku lulus ujian?"


"Lu-lus?!" Kaisar Yuan Shao pun masih syok dengan apa yang saati ini dia lihat.


__ADS_2