Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-57 An Lin VS Raja An Wue


__ADS_3

10 prajurit menyerang Feng Xin dengan menusukan tombak ke arahnya dan langsung ditangkis oleh sepuluh kembaran diri Feng Xin dengan tangan kosong. Bahkan bilah tombaknya diremas hingga hancur berkeping-keping.


PRANG!


Feng Xin yang asli masih fokus berbicara dengan ketiga Dewa Serigala di dalam pikirannya.


Sementara, 10 kembaran dirinya berjibaku melindungi dirinya yang asli dari serangan prajurit kerajaan yang semakin banyak.


"Eeeeh ...!" Feng Membulatkan mata dengan rahang terjatuh. Pemuda berambut putih seperti tersambar petir dadakan.


Bagaimana tidak, ketiga Dewa Serigala meminta 20 juta mutiara Qi masing-masing dan itu semua jumlahnya 60 juta mutiara Qi.


Jiwa miskinnya yang meronta-ronta menangisi 60 juta mutiara Qi akan dilahap oleh ketiga Dewa Serigala.


"Baiklah, hiks-hiks ...." Feng Xin mengeluarkan uang 60 juta mutiara Qi dan langsung terhisap masuk ke dalam Dantiannya.


Di dalam Dantiannya terjadi fluktuasi energi Qi, Feng Xin merasa ketiga Dewa Serigala tubuhnya membesar dan itu akan menerobos setara fase Nirwana bintang enam.


BAM! BAM!


Kesepuluh prajurit terpental satu persatu oleh 10 kembaran diri Feng Xin dan terus bertambah.


Bola cahaya merah, bola cahaya biru, dan bola cahaya merah keluar dari dalam Dantian Feng Xin dengan memunculkan Serigala Darah, Serigala Bulan, juga Serigala Deza.


Tubuh ketiga Dewa Serigala membesar dua kali lipat dengan panjang 2 meter dan lebar badan 1 meter.


"Grrr ... grrr ...." Ketiga dewa Serigala menggeram menatap bala bantuan prajurit yang baru tiba dan membuatnya ketakutan.


Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan Putri An Sie ditemani para penjaganya tiba-tiba keluar dengan wajah garang.


"Oh, kau rupanya. Tangkap dia karena telah menculik putri ketiga!"


"Kejahatanmu sudah tidak bisa ditolerir lagi. Pertama, membantai keluarga Lu, kedua menculik putriku An Yue. Prajurit tangkap dia dan penggal kepalanya!" titah Raja An Wue yang tiba-tiba muncul melayang di atas istana< An Zong.


"Oh, raja yang hebat. Coba saja kalau berani, witwiiw!" Feng Xin bersiul untuk memerintah ketiga Dewa Serigala untuk menyerang prajurit elit kerajaan yang menjaga kelima anak raja An Wue.

__ADS_1


Ketiga Dewa Serigala segera melesat cepat, secepat peluru dan menebas tangan, kaki, dan dada prajurit elit kerajaan yang menjaga kelima anak raja An Wue.


"Aaakh ...!" Prajurit elit kerajaan yang menjaga kelima anak raja An Wue memekik keras dan tumbang ke permukaan tanah dengan cairan merah merembes ke tanah.


"Grr ... grr ...." Ketiga Dewa Serigala menggeram dengan air liur yang menetes ke permukaan tanah.


"Formasi Pemburu Iblis!"


Raja An Wue melemparkan bendera ke empat arah untuk membentuk formasi penyegelan berupa dinding transparan berwarna merah yang mengepung Ketiga Dewa Serigala.


DUAR! DUAR!


Petir merah bersahutan menyambar ketiga Dewa Serigala yang tersegel di dalam Formasi Pemburu Iblis. Kepulan debu dan asap tebal menghalangi pandangan.


Raja An Wue tertawa puas penuh kemenangan sambil berkacak pinggang, "Ha-ha ... rasakan, berani kalian melawanku pasti mati, ha-ha ...."


Namu tawa kemenangan itu berubah dengan mata melebar dan rahang terjatuh saat kepulan debu dan asap tebal mereda.


Nampak ketiga Dewa Serigala masih sehat walafiat tanpa ada luka sedikit pun.


"Phew ... syukurlah." Feng Xin menghela nafas panjang.


An Lin yang sedang bermeditasi di kamarnya pun ikut keluar dan tiba di depan pintu gerbang istana An Zong.


"Ayah, aku mohon lepaskan dia. Kakak ketiga pasti pulang, guruku tidak menculiknya tapi aku yakin dengan sifat kakak ketiga aku rasa dia justru senang dibawa guruku. Apalagi guruku lihatlah, dia paling tampan dari kita semua," pinta An Lin menunduk hormat sambil meninju telapak tangannya.


"Kau hanya pangeran sampah, tidak pantas meminta apapun dariku," kata Raja An Wue dengan menggertakan gigi dan menatap sinis.


An Lin mendengus kesal dan mulai berani menantang ayahnya sendiri yang tega membunuh ibunya Ratu Yue Lin dengan meracuninya.


"Selama ini kau tak pernah menganggapku sebagai anakmu hanya karena ibuku seorang Ratu kerajaan An Zong yang sangat lama melahirkan anak."


"Tapi, kerajaan ini adalah milik kakekku Yue Yin. Hari ini aku ingin mengambilnya kembali dan kalian semua jika menghalangi aku tak segan-segan menghabisi kalian semua," tegas An Lin dan menyelimuti tubuhnya dengan energi Qi dewa Deza.


Serigala Deza juga ikut bereaksi dan melolong, "Auuuu ...!"

__ADS_1


Tubuh Serigala Deza bercahaya dan berubah menjadi bola cahaya biru yang begitu terang.


Lalu masuk ke dalam tubuh An Lin dan menyelimutinya dengan armor penuh di sekujur tubuh dengan helm armor berbentuk kepala Serigala Deza.


Tingkat kultivasi An Lin langsung naik tajam mengikuti Serigala Deza di Fase Nirwana bintang enam.


"Pedang kembar Deza!"


An Lin menciptakan energi Qi di kedua tangannya dan membentuknya menjadi kedua pedang berbilah biru diselimuti kilatan petir biru yang bergemericik.


Kedua sayap dipunggungnya muncul dan mengepak kuat hingga menolakan tubuhnya ke arah raja An Wue.


"Dasar cecunguk sampah! Formasi empat mata angin!"


Raja An Wue membentuk lingkaran formasi untuk menciptakan siluet pedang angin di sekeliling tubuhnya dan berjumlah ribuan.


Lalu dilesatkan ke arah An Lin.


"Aku tak menyangka sampah itu bisa didaur ulang menjadi berlian," gumam Feng Xin berdecak kagum.


Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue yang baru tiba, tidak ada yang berani mendekat ke arah pertarungan An Lin dan Raja An Wue.


Siluet-siluet pedang angin melesat ke arah An Lin dan membelokannya ke berbagai arah hingga menancap di dekat Feng Xin.


"Woy, sialan! Hati-hatilah, kalau kau melakukan lagi aku akan cincang tongkat besimu itu!" Feng Xin mengacungkan dua jempol ke bawah dengan raut muka semerah kepiting rebus.


"Apa segitu saja kemampuanmu raja bodoh?" An Lin tersenyum sinis sambil terus membelokan Siluet-siluet pedang angin.


"Aaaargh ...!" Raja An Wue terprovokasi dan menambah jumlah Siluet-siluet pedang angin juga meningkatkan kecepatan lesatan Siluet-siluet pedang angin tersebut.


Tapi lagi-lagi An Lin berhasil membelokan Siluet-siluet pedang angin, bahkan ratusan Siluet-siluet pedang angin tersebut dihancurkannya dengan begitu mudah.


An Lin benar-benar sedang mempermainkan raja An Wue hingga membuatnya kehabisan energi Qi.


Sebab ia tahu formasi empat mata angin membutuhkan banyak energi Qi.

__ADS_1


"Ba-bagaimana mung-mungkin si sampah itu sekuat itu?!" Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue melebarkan mata karena tidak percaya dengan kejadian di depan matanya saat ini.


__ADS_2