Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-58 Pengorbanan Cinta


__ADS_3

Waifu-58 Pengorbanan Cinta


"Mungkin saja. Tidak ada yang mustahil bagiku mengubah sampah menjadi berlian. Jika kalian ingin menjajal kemampuanku, aku sudah bersiap."


Feng Xin tersenyum tipis sambil memainkan telapak tangannya untuk memprovokasi Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue, sementara prajurit kerajaaan satu persatu ditumbangkan oleh kembaran diri Feng Xin.


"Jangan sombong, orang yang sombong biasanya mudah sekali mati, pukulan gaya gunung!"


Pangeran An Zue dan Pangeran An Zong melesat bersamaan melesatkan jurus pukulan yang sama.


"Seni pelindung Naga Darah!"


BOOM!


Kedua pukulan berhasil dihantamkan ke arah tubuh Feng Xin. An Lin yang sedang bermain-main dengan Raja An Wue hanya menyunggingkan senyum melihat orang yang sudah ia anggap sebagai guru dihantam pukulan yang cukup kuat.


"Apa?!" Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue melebarkan mata setelah melihat pemuda berambut putih itu sehat walafiat, tanpa ada sedikit pun luka.


"Kini giliranku, Seni 7 Naga Terbang!"


Di sekeliling tubuh Feng Xin muncul siluet pedang merah darah yang sedang melayang. Siluet pedang tersebut melesat ke arah Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue yang sudah mundur.


Siluet-siluet pedang merah darah berputar cepat seperti gasing, Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue mengeluarkan pedang level 4 dari cincin ruang masing-masing.


PRANG!


Pedang-pedang itu langsung hancur ketika menangkis putaran siluet pedang Feng Xin. Bukan hanya itu, mereka berlima terpundur dengan memuntahkan seteguk darah.


"Ha-ha ... baru satu jurus saja sudah kalang kabut. Bagaimana jika dengan ini? Murka Naga Bayangan!"


GLEGAR!

__ADS_1


Feng Xin mengeluarkan pedang iblis darah dari cincin semesta dan disambut awan hitam yang menggulung disertai sambaran petir merah ke arah bilah pedang iblis darah.


"Jurus apa ini?!"


Raja An Wue segera melesat ke arah putra dan putri mereka untuk melindunginya.


Tapi, An Lin tidak membiarkannya dan melesat cepat untuk melesatkan tusukan ke arah Raja An Wue, "Kau tidak boleh pergi. Taring Serigala Kembar!"


JLEB!


Punggungnya terkena tusukan hingga ujung bilah pedang itu menembusnya, "Dasar anak durhaka! Guhak!"


"Jangan salahkan aku sebagai anak sampahmu, tapi salahkan dirimu yang telah meracuni ibuku dan kau pantas mati, hyaa ...!"


An Lin mengeratkan pegangan gagang pedangnya dan di dorong ke arah kiri untuk memotong punggung Raja An Wue.


"Aaakh ....!" Pekikan keras itu adalah suara terakhir dari mulut Raja An Wue sebelum tubuhnya terbelah dua.


ZRASH!


Tubuh Raja An Wue meluncur ke permukaan tanah, tapi langsung disambar oleh siluet Naga Darah dari jurus Murka Naga Bayangan milik Feng Xin dan tubuhnya dihancurkan oleh rahang Naga Bayangan Darah.


"Ha-ha ... orang yang tega meracuni istrinya tak pantas mayatnya untuk dikubur dam semoga mendapat balasan yang setimpal di neraka," rutuk keras An Lin menyeringai jahat.


Siluet Naga Murka Bayangan bertambah satu persatu dan itu keluar dari awan hitam yang menggulung di langit.


Siluet Naga-Naga tersebut eluncur ke arah Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie serta Putri An Yue.


"Aku mohon Feng Xin ampuni kami." An Yue berlutut ke arah Feng Xin dengan raut muka mengiba dan berharap akan mengampuni keenam saudaranya.


Namun Feng Xin tidak menghentikan sama sekali jurusnya, malah bertambah banyak siluet-siluet Naga Murka Bayangan yang meluncur dari awaan hitam.

__ADS_1


An Yue bangkit dan merentngkan tangan di depan Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, dan putri An Sie yang sudah tak berdaya.


Mereka terluka parah terkena jurus seni 7 Naga Terbang yang dilepaskan oleh Feng XIn.


"Kalian memang pantas mati karena telah menindasku dan selalu bersekongkol untuk menyingkirkanku." An Lin tersenyum puas penuh dengan kemenangan


Ketika siluet-siluet Naga Murk Bayangan menghantam Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, putri An Sie, dan Putri An Yue beserta kelima selir Raja An Wue.


BOOM! BOOM!


Rentetan suara ledakan yang cukup keras disertai asap dan debu yang menjulang ke langit menghalangi pandangan Feng XIn dan An Lin kepada Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, putri An Sie, dan Putri An Yue beserta kelima selir Raja An Wue.


Setelah kepulan asap mereda, nampak Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, putri An Sie, dan beserta kelima selir Raja An Wue sudah tewas dengan tubuh gosong, kecuali An Yue yang masih selamat.


Berkat belas kasih Feng Xin, tubuh An Yue diselimuti pelindung Naga Darah dan tidak terkena hantaman Naga Murka Bayangan.


Namun itu berefek besar pada Feng Xin yang menggunakan seni pelindung Naga Darah untuk menahan Murka Naga Bayangan.


Tubuhnya mengalami luka dalam yang lama disembuhkan dengan api ilahi emperor, Serigala Bulan dan Serigala Darah segera masuk ke dalam Dantian Feng XIn untuk membantu pemmulihan luka dalam yang sangat parah.


"Sayang!"


An Yue tidak memperdulikan mayat Pangeran An Zue, Pangeran An Zong, Pangeran An Kuro, Pangeran An Jian, putri An Sie, dan beserta kelima selir Raja An Wue.


Ia lebih mementingkan Feng Xin di atas segalanya dam segera berlari ke arah Feng Xin bersamaan dengan An Lin, "Guru!'


"Guhak!'" Feng Xin tumbang sambil memuntahkan banyak darah, namun kesadarannya masih tersisa walau itu sedikit.


"Aku tak menyangka seni Murka Naga Bayangan bisa membuatku terluka parah seperti ini,' gumamnya lalu pandangannya buram dan pingsan.


"Pengawal bantu aku bawa pria ini, sekarang Pangeran An LIn adalah Raja di kerajaan Nan Zong,"pinta An Yue mengejutkan prajurit kerajaanyang masih tersisa.

__ADS_1


Pasalnya, An Yue adalah orang yang sangat kejam dan bengis juga sering menindas An Lin dibandingkan dengan adik dan kakaknya.


Pernyataan An Yue membuat bengong semua prajurit kerajaan dan mereka berpikir, setan apa yang merasuki putri ketiga Raja An Wue hingga bisa merubah sifatnya yang kejma dan bengis pda An Lin menjadi begitu menghormatinya. Juga rela menyerahkan tahta Raja pada An Lin.


__ADS_2