
Feng Xin meneguk salivanya dalam-dalam dan membatin, "Putri Yuan Shi begitu menggoda. Apakah aku harus melahapnya?"
"Kamu siapa?" Yuan Shi sifatnya tiba-tiba berubah dan berteriak hingga membuat telinga Feng Xin sedikit sakit.
Feng Xin tetap bungkam dan terus terbang membawa Yuan Shi ke wilayah kerajaan Nanjing.
"Hmph, kalau tidak tampan sudah kuhajar pemuda ini. Tapi aku seperti pernah melihat dan sentuhan ini?" batin Yuan Shi dengan raut muka penuh tanda tanya.
Pasalnya, kulit Feng Xin sekarang sudah kembali seperti semula dan membuat Yuan Shi pangling.
Hanya sentuhan lembut dan bajunya saja yang masih ia ingat.
"Tunggu ... kamu, bocah tua jingga?" Yuan Shi matanya membola dan akhirnya ia ingat. Tanpa basa-basi langsung memeluk leher Feng Xin dan menangis keras, "Huaaa ...!"
Feng Xin hilang keseimbangan dan terjatuh menghantam sebuah pohon kecil hingga merobohkannya.
"Aw!" Feng Xin membalikan tubuhnya dan ia jatuh tertimpa tubuh Yuan Shi.
Jatuhnya tersebut agak aneh, Yuan Shi tak sengaja mencium bibir Feng Xin. Agak lama bibir itu bertautan dan mata saling berpandangan dengan keempat pipi merah merona.
"Bibirnya sangat lembut," pikir Feng Xin mesum.
"Apakah ini namanya sebuah ciuman? Bocah tua tampan ini, bibirnya lembut sekali," pikir Yuan Shi mesum.
Feng Xin melepaskan paksa tautan bibir Yuan Shi dengan dan bangkit duduk, "Tuan putri jangan!"
Rasa sakit jatuh itu seakan hilang melihat kemolekan tubuh Yuan Shi. Ingin rasanya membuang muka namun tetap saja kedua bola mata itu tak bisa berhenti untuk memandangnya.
Apalagi penampilan Yuan Shi hampir setengah telanjang, walau pipi kanannya sedikit lebam. Tapi sama sekali tidak mengurangi nilai kecantikannya.
Feng Xin melepaskan bajunya dan memakaikannya pada Yuan Shi untuk menutupi bagian gununf kembarnya yang menyembul keluar.
"Terima kasih. Disaat seperti ini pun kamu tidak memanfaatkan kesempatan." Yuan Shi berkata dengan menunduk malu.
[Witwiiw! Kutukan Naga Darah kembali muncul]
---------------¤---------------
[Kutukan Naga Darah: 30 hari. Jika berhasil melakukan kultivasi ganda mendapatkan bonus penyerapan sumber saya dua kali lipat selama 15 hari]
[Syarat: Lakukan kultivasi ganda dengan 3 wanita (0/3)
---------------¤---------------
[Witwiiw! Misi lanjutan berhasil]
__ADS_1
---------------¤---------------
Putri Yuan Shi memiliki kepribadian asli yang dingin, kejam dan bengis. Taklukan putri Yuan Shi.
Batas waktu: 15 hari
Hukuman: Tuan akan dikebiri oleh putrI Yuan Shi
Kesan: 100%
Hadiah: Lokasi pedang Qinglong
---------------¤---------------
[Hadiah: Lokasi pedang Qinglong berada di gurun pasir kerajaan An Wu di ujung utara kerajaan. Disegel menggunakan formasi penyegelan level 6 dan dijaga oleh pasukan hantu gurun berada di fase Saint bintang satu]
Feng Xin mengernyit menatap panel hologram emas. Misi mencuri pedang Qinglong itu terlalu sulit, ia membutuhkan level kultivasi Ensoulment bintang 5 dan jiwa spiritual tingkat langit untuk membuka formasi dewa surgawi.
[Witwiiw! Misi lanjutan terbuka]
---------------¤---------------
Untuk meredam fitnah Kaisar Yuan Shao pada tuan sebagai penculik putri Yuan Shi. Tuan harus menemukan pelaku pengirim roh jahat pada putri Yuan Shi.
Misi: Temukan pelaku pengiriman roh jahat
Batas waktu: 15 hari
Hukuman: Tuan akan buta permanen
---------------¤---------------
Emosi Feng Xin memuncak, ingin rasanya memukul panel hologram emas tersebut. Satu misi baru selesai, sudah ada misi selanjutnya, ditambah lagi tidak ada petunjuk sama sekali.
"Putri, lebih baik kita ke kota terdekat. Kasihan baju kamu robek, ini bisa mengundang bahaya nanti kamu juga sakit."
Feng Xin tak sengaja menggenggam tangan putri Yuan Shi dan menariknya untuk pergi ke kota Yio Shan. Jaraknya 10 km dari tempat mereka berdua berdiri.
"I-iya, te-terima kasih atas perhatiannya."
Yuan Shi menunduk malu dan berjalan berdampingan dengan Feng Xin seperti sepasang kekasih. Sesekali Yuan Shi curi pandang ke arah wajah Feng Xin, yang menurutnya merupakan candu di matanya.
Tidak ada sumber daya satu pun di cincin semesta untuk menyembuhkan luka dalam Yuan Shi. Dengan terpaksa, Feng Xin menggendong Yuan Shi dan mempercepat langkahnya menuju kota Yio Sha di pusat kerajaan Nanjing.
Beberapa penjaga, berjaga di depan pintu masuk kota Yio Shan, Yuan Shi menarik tangan Feng Xin agar tak masuk kota Yio Shan.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Feng Xin menyipitkan mata.
"Aku tak bisa masuk. Nanti mereka akan mengenaliku," jawab Yuan Shi sedikit gemetar.
"Kenapa tuan putri tak mau pulang ke pusat kekaisaran?"
"Aku hanya ingin bersamamu. Di Istana aku tak bisa bebas, tapi bersamamu aku merasa nyaman dan bebas."
Jawaban Yuan Shi membuat Feng Xin tertegun. Pasalnya baru sekali ia bertemu dengannya, tapi terang-terangan mengatakan nyaman.
"Baiklah, aku tak paham dengan rasa nyaman tersebut. Kita akan masuk secara ilegal."
Feng Xin langsung memeluk pinggang dan melesat masuk melewati dinding kota Yio Shan yang dijaga ketat oleh banyak penjaga di fase Golden Core bintang sembilan.
Kecepatan langkah Naga Darah tidak dapat diprediksi dan dideteksi oleh kesadaran ilahi. Sebab kecepatannya diluar nalar kecepatan kulitivator biasa.
Feng Xin menoleh ke kanan dan ke kiri setelah melewati dinding pembatas kota untuk mencari toko pakaian.
Hal yang pertama ia pikirkan adalah tentang Yuan Shi dan dirinya sendiri yang harus bertelanjang dada demi menutup bagian vital Yuan Shi dengan baju artefak rubah putih.
"Tuan putri, aku hanya punya uang 36.000 mutiara Qi. Kita cari dahulu pakaian dahulu untuk tuan putri."
"Maaf, kalau aku merepotkanmu. Aku sama sekali tidak membawa persiapan." Yuan Shi menunduk malu.
Ia seorang putri kekaisaran Han tapi tidak membawa uang sedikit pun. Selama 10 hari terakhir, ia hanya membawa bekal makanan yang berada di dalam cincin ruangmya dan kini telah habis.
Banyak pasang mata yang tak kenal mereka berdua memandang dengan tatapan sinis dan mengganggap mereka berdua orang gila.
Mereka berdua sama sekali tak memperdulikan dan mencari toko pakaian.
Akhirnya setelah berjalan lama, mereka menemukan sebuah toko pakaian tapi terkesan lusuh bangunannya.
"Ban Ci, bayar hutangmu!"
Tiba-tiba pria dengan rambut panjang dikepang dengan kepala botak di bagian dan bermuka coklat juga terkesan bengis, menendang pintu toko yang sudah lapuk.
Feng Xin geram melihatnya dan ingin menghajar Lu Zing, anggota keluarga Lu, "Kamu ....!"
"Jangan."
Yuan Shi menarik tangan Feng Xin yang akan memukul Lu Zing.
Pria bengis itu menoleh dengan tatapan tajam ke arah Feng Xin, "Oh, kamu ingin ikut campur? Apakah kalian juga anggota keluarga si banyak hutang ini?"
"Mohon maaf, tuan. Kami hanya ingin membeli pakaian di toko ini. Kami bukan ingin ikut campur."
__ADS_1
Yuan Shi menunduk ke arah Lu Zing sambil meninju telapak tangannya.