
Feng Xin melanjutkan proses pemberian esensi dengan energi jiwa spiritualnya ke dalam tiga bahan tersebut dan dibakar dengan suhu yang cukup tinggi, yakni 120 derajat celcius.
Satu jam kemudian proses itu berhasil dan baru melakukan proses terakhir yaitu pembentukan pil.
Fung Su saking bosannya menunggu Feng Xin membuat pil, ia sampai tertidur dengan terduduk dengan air saliva menetes di kedua sudut bibirnya.
Mata itu mengerjap ketika aroma wangi dari pil nuansa bulan level 7 yang sudah jadi menusuk hidung Fung Su.
Matanya langsung membelalak, "I-ini, p-p-pil level berapa?"
Pil berwarna hijau pekat itu melesat keluar dari tungku meninggalkan asap hijau pekat lalu ditangkap Feng Xin.
"Aku menang ketua. Tepati janjimu dan katakan pada ketua asosiasi pusat aku akan menemuinya nanti. Siapkan upacara penyambutan, jika tidak aku dan guruku akan ratakan paviliun Lotus Semesta."
Setelah mengancam Fung Su, Feng Xin terbang menerobos atap ruangan tungku paviliun Lotus Semesta.
Pemuda berambut putih itu harus segera kembali ke desa Suijin untuk memulihkan Lin Mei yang masih lemah, sebab energi kehidupannya terkontaminasi energi Qi Yin dari ular hijau.
Dengan kecepatan terbang yang sudah naik sampai 100 km/jam setelah naik level jiwa spiritual Bumi. Feng Xin sampai di wilayah desa Suijin hanya dalam beberapa nafas saja.
"Eeeeh ... kelewatan."
Feng Xin turun perlahan ke rumah Lin Hua dan bergegas masuk ketika sudah mendarat di permukaan tanah.
Pil itu Feng Xin langsung ditelankan ke mulut Lin Mei yang sedang dijaga oleh Lin Hua.
"Nyonya, reaksi pilnya mungkin paling lama 30 menit akan menyetabilkan kondisi tubuh nona. Aku akan pergi dan ini untuk nyonya."
Feng Xin mengeluarkan uang 1 juta mutiara Qi dan diberikan pada Lin Hua tapi ditolaknya.
"Jangan tuan muda. Seharusnya kami yang membayar biaya pengobatannya," sergah Lin Hua karena merasa tidak enak hati pada kebaikan hati Feng Xin.
"Tidak apa-apa, nyonya. Mungkin kalian lebih butuh, anggap saja sebagai pinjaman. Jika nyonya ada uang nanti kembalikan."
Setelah mengatakan itu, Feng Xin langsung keluar kamar Lin Mei tapi dikejar oleh Lin Hua, "Tunggu, tuan muda. Nama anda siapa?"
"Aku Feng Xin." Feng Xin tersenyum lebar.
Tiba-tiba Lin Mei bangun dan sudah bangkit duduk, "Ibu!"
__ADS_1
"Ya, nak. Kamu sudah sadar?" Lin Hua langsung memeluk Lin Mei dengan raut sumringah, "Syukurlah, itu berkat tuan muda Feng Xin kamu selamat."
500 meter dari wilayah pemukiman desa Suijin, pasukan yang dipimpin oleh pangeran kedua kerajaan Nanjing bernama An Pei berlari telah sampai dan bersiap mengepung rumah Lin Hua.
Feng Xin menyadari jika ada bahaya dan mengaktifkan Mata Naga Darah untuk melihat kondisi sekitar wilayah desa Suijin.
"Rupanya pasukan kerajaan itu belum kapok juga. Aku dengar kerajaan Nanjing punya putri ketiga yang sangat cantik, aku hajar pangeran itu dan kuperkosa adiknya," gumam Feng Xin tersenyum licik.
Tanpa disadari An Pei, An Yue masuk dalam barisan pasukannya dan menyamar sebagai salah satu anggota pasukan penyergapan Feng Xin.
An Pei sangat penasaran terhadap Feng Xin, karena ia mampu membunuh 1000 anggota keluarga Lu seorang diri. Jadi ia ikut menyelinap dan menyamar menjadi salah satu anggota pasukan penyergapan Feng Xin.
"Nyonya dan nona, tutup pintu rumah kalian rapat-rapat dan jangan keluar rumah apapun yang terjadi." Feng Xin menoleh dengan menyunggingkan senyum ke arah Lin Hua dan Lin Mei.
Setelah Feng Xin melesat keluar, Lin Hua segera menutup pintu rapat-rapat. Tapi rasa penasarannya lebih kuat dan menuntunnya untuk mengintip dari celah-celah jendela.
"Kalian mencariku?"
Feng Xin melipat tangan dan mengambang di atas ketinggian satu meter dengan sunggingan senyum khasnya.
Pasukan berjumlah 22 orang termasuk An Pei dan An Yue tersebut berhenti berlari setelah dihadang di depan pintu masuk desa.
An Yue langsung membelalak matanya dari barisan paling belakang, dan terus menatap lekat Feng Xin dengan berdecak kagum.
"Bukan hanya kuat tapi juga sangat tampan. Aku mau dia jadi suamiku," gumamnya dengan pipi merah merona dan membayangkan hal mesum bersama Feng Xin.
[Witwiiw! Misi sampingan terbuka]
---------------¤---------------
[Rasa kagum dan kesan An Yue sudah meningkat tapi cintanya terhalang oleh keluarganya]
[Misi: Bawa kabur An Yue tanpa menyakiti dan diketahui pangeran An Pei serta pasukannya]
[Hadiah: 10.000 poin Waifu]
[Hukuman: Tuan akan tertangkap dan dijadikan kasim oleh An Yue]
[Batas waktu: 5 menit]
__ADS_1
---------------¤---------------
"Sialan, misi macam apa ini? Tapi hadiahnya sangat menarik dan aku butuh untuk meningkatkan pengendalian kesadaran ilahi," batin Feng Xin mengernyit.
"Seni Bayangan Naga Darah!"
Feng Xin menciptakan 20 kembaran dirinya untuk mengecoh pangeran An Pei dan pasukannya.
Sementara Feng Xin yang asli melesat cepat ke arah An Yue untuk membawanya kabur tanpa diketahui oleh pangeran An Pei dan pasukannya.
An Yue digendong Feng Xi ala bridal style dan dibawa masuk ke dalam hutan Han Ku bagian paling dalam.
An Yue memukul dada Feng Xin hingga memuntahkan darah, "Bodoh."
BAM!
"Uhuk ...." Feng Xin terpundur sejauh 10 meter dan hampir saja punggungnya menabrak pohon, lalu terkekeh sambil menyeka darah di mulutnya, "He-he ... sungguh aku tak waspada."
"Kenapa kamu tidak mati menerima pukulan naga anginku?" tanya An Yue melebarkan mata.
Dari ketujuh anak raja An Xue, hanya An Yue yang tingkat kultivasinya yang paling tinggi, yakni di fase Nascent Soul bintang lima dan itu setara dengan tingkat kultivasi Feng Xin saat ini.
"Bagaimana mungkin aku mati semudah itu?" Tubuh Feng Xin dibakar oleh api ilahi emperor untuk meregenerasi luka dalamnya yang cukup parah. "Kenapa? Kaget?"
"Apakah ini caranya memperlakukan orang yang tuan putri kagumi?" sambungnya menyunggingkan senyum.
"Hyaa ... tendangan Naga Angin Kembar!"
An Yue melompat ke arah Feng Xin dan melepaskan tendangan beruntun.
BAM! BAM!
Feng Xin hanya menangkisnya dengan 10 lapis pelindung Naga Darah. Bukannya 10 lapis pelindung Naga Darah itu hancur, tapi malah An Yue terpental.
Seni Pelindung Naga Darah telah berevolusi tanpa diketahui oleh Feng Xin, yakni kemampuan menyerap serangan fisik dan mengembalikannya dengan daya rusak dua kali lipat.
"Guhak-guhak!" An Yue menabrak pohon besar dan memuntahkan darah beberapa kali, "Aku tak menyangka dia yang berada di fase Gathering Qi bintang satu bisa membuatku terluka parah."
"Tentu saja aku bisa, karena aku Feng Xin murid pribadi Jendral Jia Xu dan cucu dari keempat kaisar iblis," kata Feng Xin dengan lantang dan sombong.
__ADS_1