Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-34 Serigala Bulan


__ADS_3

"Semuanya, mundur! Guru, bantu aku. Iblis penghisap darah ini yang mengubah kepribadian tuan putri dan kemungkinan ada yang mengirimnya. Jika ada yang level jiwa spiritualnya di tingkat Berlian dan bisa formasi, juga bantu aku."


Feng Xin membentuk api kaisar yaitu api berwarna hitam.


Yuan Shi beringsut mundur dengan rambut melayang-layang, tatapannya yang semula tajam mulai mengendur pada Feng Xin.


Seolah ada ancaman bahaya yang terdeteksi dari sensor tubuhnya.


"Formasi penyegel iblis!"


Permaisuri Diao Chan dan ketujuh dayang mengelilingi Yuan Shi di delapan arah mata angin, untuk membentuk dinding transparan berwarna biru pekat.


Semua Jendral dan Kaisar Yuan Shao mundur, gejala kutukan ini lebih parah dari sebelumnya.


Hanya Jia Xu yang berani masuk ke dalam formasi penyegel iblis bersama Feng Xin, "Formasi rantai dewa!"


Jia Xu menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan lantai untuk mengelurkan rantai berwarna hijau pekat dari permukaan lantai dan ditujukan untuk menjerat Yuan Shi.


"Sialan, kalian berani mengepungku!"


Yuan Shi mengibaskan tangan dengan kuku-kuku yang sudah memanjang, dan kibasan itu menimbulkan hembusan angin bertekanan tinggi berbentuk sabit besar.


Rantai yang mengikat tubuh Yuan Shi hancur dan Jia Xu muntah darah.


Begitu pula permaisuri dan ketujuh dayangnya terpental sejauh 20 meter dengan memuntahkan semangkuk darah hitam.


"Sayangku!"


Kaisar Yuan Shao melesat ke arah Permaisuri Diao Chan untuk menolongnya.


Tapi tidak dengan Feng Xin, kibasan itu sama sekali tidak melukainya karena menyalakan api hitam di telapak tangan kanannya.


Api kaisar benar-benar berguna menangkal energi Yin dari iblis atau roh jahat.


"Sekarang, kamu keluar atau aku yang akan membakar jiwamu sampai luruh jadi debu dan tak bisa bereinkarnasi lagi."


Feng Xin berjalan perlahan ke arah Yuan Shi yang kembali beringsut mundur dengan senyum licik terpampang jelas di wajahnya.


"Aku tidak mau, aku harus membunuh putri. Dia harus mati dan tak boleh dapat suami!"


Yuan Shi menggeram keras dengan kuku-kuku yang tambah memanjang. Aura hitam ditubuhnya juga semakin pekat, bahkan permukaan lantai yang dipijaknya ikut ambles.


"Kamu memang menguji kesabaranku."


Feng Xin membesarkan volume api kaisar dan melemparkannya ke tubuh Yuan Shi.

__ADS_1


Tubuhnya menggelepar-gelepar seperti ayam yang baru saja disembelih, "Panas, ampun panas."


"Dasar bedebah, apa yang kau lakukan pada putriku!" bentak Kaisar Yuan Shao dengan urat otot menonjol di dahinya.


"Tenang suamiku. Dia lebih paham untuk menangani kutukan putriku kita." Permaisuri membelai pipi Kaisar Yuan Shao untuk menurunkan emosinya dan itu berhasil.


Belaian seorang istri mampu meredakan emosi suami yang sedang kalap.


Telur berwarna hitam dengan retakan lava ungu yang berada di dalam Dantian Feng Xin bereaksi dan keluar dari perutnya.


Telur itu melayang dan bergerak perlahan ke arah Yuan Shi, seperti seekor Singa yang mengendap-ngendap mengintai mangsanya.


Roh jahat atau iblis yang merasuki tubuh Yuan Shi langsung gemetar ketika melihat salah satu telur Dewa Serigala.


Itu adalah telur Dewa Serigala Bulan, Serigala dengan bulu-bulu hitam dan memiliki corak bulat-bulat berwarna kuning di tubuhnya.


Serigala Bulan sangat menyukai jiwa jahat ataupun iblis yang suka minum darah para kultivator dan terlihat lezat di pandangan matanya.


"Ampuni aku, ampuni aku. Aku akan keluar dari tubuh ini, asal jangan dijadikan santapan Dewa Serigala Bulan."


Yuan Shi meronta-ronta dan sangat ketakutan, tapi telur itu malah retak di udara.


"Mi-miaw, Mi-miaw!"


Semua mata terpana dengan keimutan Serigala Bulan yang melompat ke dada Yuan Shi dan menyerap api kaisar ke dalam mulutnya, termasuk roh jahat atau iblis yang merasuki tubuh Yuan Shi.


"Mi-miaw, Mi-miaw!"


Serigala Bulan sepert kekenyangan dan berubah menjadi bola cahaya berwarna hitam, lalu masuk ke dalam Dantian Feng Xin.


"Uugh ...."


Tubuh Feng Xin urat ototnya menonjol di seluruh tubuh membentuk ruam akar berwarna hitam legam.


Rasa sakit ditusuk ratusan pedang menjalar di setiap tubuhnya dan akhirnya pingsan bersama dengan Yuan Shi.


Jia Xu langsung mengeluarkan pil teratai darah level 4 untuk menyembuhkan lukanya dan membawa Feng Xin ke formasi transisi untuk berpindah ke Paviliun Lotus Putih di sekte Bulan Darah.


Saat ini Jia Xu memprioritaskan keselamatan Feng Xin, sebab ia yakin jika muridnya berhasil mengusir roh jahat yang bersemayam di dalam tubuh Yuan Shi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Paviliun Master Alkemi, Sekte Bulan Darah....


10 hari kemudian.

__ADS_1


Selama 10 hari Feng Xin sama sekali belum sadarkan diri. Padahal Yuan Shi sendiri sudah sadar satu hari setelah pingsan.


Jia Xu sudah melakukan berbagai cara untuk membuat Feng Xin siuman, tapi tak kunjung membuahkan hasil.


Kaisar Yuan Shao memutuskan untuk mengagalkan Feng Xin dalam ujian mencari pengawal pribadi untuk Yuan Shi.


Keputusan ini memantik amarah besar Yuan Shi dan akhirnya kabur dari kekaisaran Han. Tujuannya satu ingin bertemu Feng Xin dan mengucapkan terima kasih padanya.


Tapi lebih dari itu, ada rasa yang tak bisa ia mengerti di dalam hatinya dan menganggap itu adalah sebuah penyakit aneh, serta Yuan Shi menganggap hanya Feng Xin yang bisa menyembuhkannya.


Feng Xin terbaring lemah sendirian disalah satu kamar khusus di Paviliun Lotus Putih dan merupakan kamar master alkemi sebelumnya yaitu penatua Hua Tuo.


Penatua yang telah hilang keberadaannya dari sekte Bulan Darah dan Kekaisaran Han.


"Hoaaam ...." Feng Xin menguap dan meregangkan badan, karena terasa kaku, "Rasanya pegal sekali badanku ini. Sudah lama aku tak tertidur nyenyak."


Matanya agak sayu memindai sekeliling dan baru menyadari jika ia berada di kamar tetua Hua Tuo, "Eeeeh, kapan aku kembali?"


"Bocah tampan, kau sudah bangun?"


"Minggir dia bagianku!"


Zan Ning dan Niu Shi berebut masuk. Malah Nia Nia dan Oung Ji juga ikut berebut masuk setelah melihat wajah Feng Xin yang super tampan.


Ya, efek hawa panas air kolam Feniks Suci sudah dingin dan membalikan kulit putih suci sediakala, kulit putih bersih berkilau seperti giok kaca.


"Dia itu milikku!"


"Dia milikku wanita ompong!"


Penatua Yu Ji tiba-tiba muncul di belakang Niu Shi, Zan Ning, Oung Ji dan Nia Nia mengeluarkan nafsu membunuh yang kuat, "Diam!"


BLETAK!


Niu Shi, Zan Ning, Oung Ji dan Nia Nia kepalanya dipukul satu persatu oleh Penatua Yu Ji. Lalu membelah barisan mereka berempat yang berdiri di depan pintu, "Minggir! Biar aku yang mengurus bocah tampan itu! Kalian urus tanaman diladang!"


"Hmph!" Serentak Niu Shi, Zan Ning, Oung Ji dan Nia Nia membuang muka dengan mengerucutkan bibir.


"Bilang saja tak mau bersaing denganku," batin Niu Shi kesal.


"Nenek Lampir tak beradab, maunya menguasai Feng Xin sendiri," batin Nia Nia kesal.


"Kamu memang guruku, tapi masalah lelaki tampan kita bersaing, hmph!" batin Oung Ji kesal.


"Seharusnya yang tua mengalah sama yang muda. Ini malah yang tua nyeruduk sudah kaya badak, sialan!" batin Zan Ning kesal

__ADS_1


__ADS_2