
"Mati kau! Cakar Ashura!"
Zhang Jiao mengibaskan cakaran secara horizontal ke arah Feng Xin, Serigala Darah melompat untuk menghalau siluet sabit merah kehitaman.
BOOM!
Serigala Darah terpental ke arah Feng Xin dengan luka yang sangat parah dan berubah menjadi bola cahaya merah, lalu masuk ke dalam Dantian Feng Xin.
Feng Xin terpundur dengan memuntahkan darah hitam, rupanya petir Ashura sangat beracun.
Jika saja Feng Xin tidak tersambar 2 petir surgawi, sudah dipastikan ia akan mati menjadi bubur darah oleh sambaran petir Ashura.
"Uhuk ...." Feng Xin berlutut satu kaki memegagi dadanya dan meringis kesakitan, "Walau keparat itu sedang terluka, tetap saja dia bukan tandinganku."
7 kembaran Feng Xin melesat serentak ke arah Zhang Jiao melepaskan pedang merah darah dari seni 7 naga terbang.
"Oh, kalian hanya sampah yang cari mati, ledakan Ashura!"
Zhang Jiao mengumpulkan energi Qi di depan mulutnya dan menjadi bola cahaya berwarna merah kehitaman.
Bola itu ditembakan menjadi sinar laser yang sangat besar ke arah kembaran diri Feng Xin yang serentak melompat melesatkan 10 siluet pedang merah pada setiap masing-masing kembaran diri.
SWUSH! BOOM!
70 siluet pedang merah hancur tak tersisa, begitu juga kembaran diri Feng Xin hilang menjadi kepulan asap.
"Uhuk ...." Feng Xin kembali memuntahkan seteguk darah, ia tidak tahu jika setiap kembaran diri yang dikalahkan akan berefek luka dalam yang cukup parah pada dirinya sendiri.
Selama ini, Feng Xin menggunakan kembaran dirinya hanya untuk berburu dan belum sama sekali mengalami kekalahan. Jadi informasi semacam itu belum ada di dalam data pikiran Feng Xin.
"Sekarang, tinggal kamu dan aku ---"
"Ka-kata siapa?"
Serigala Bulan melompat dan berhasil menebaskan cakaran, Zhang Jiao reflek mundur satu langkah dan cakaran itu hanya mengenai ruang kosong.
"Grr ... grr ...."
Serigala Bulan menggeram dengan cairan saliva menetes, ia melihat Zhang Jiao seperti makanan yang lezat.
"Aku beritahu jika Serigala Bulanku menyukai sesuatu dan itu ---"
"Diam, mati kau. Cakar Ashura!"
Zhang Jiao mengibaskan cakaran, dan membentuk siluet sabit yang cukup besar melesat ke arah Serigala Bulan yang sedang melindungi Feng Xin.
__ADS_1
"Auuu ...!"
Serigala Bulan melolong kegirangan karena makanannya datang dan siluet sabit yang cukup besar tersebut dihisap dan di telan mentah-mentah olehnya.
"Ha-ha ... aku sudah katakan makanan favoritnya adalah roh jahat atau iblis. Aku tidak akan membunuhmu, tapi dia yang akan memakanmu, ha-ha ...."
Feng Xin tertawa terpingkal-pingkal dengan tubuh yang terbakar api ilahi emperor yang meregenerasi lukanya.
"Persetan! Cakar Ashura! Aaaargh!"
Zhang Jiao geram dan melesatkan cakaran bertubi-tubi ke arah Serigala Bulan.
Semua siluet sabit yang cukup besar itu malah ditelan semuanya sampai habis tak tersisa.
Zhang Jiao tambah geram, urat ototnya diseluruh tubuh semakin menonjol,"Bajingan! Ledakan Ashura!"
Sebelum melepaskan tembakan sinar laser dari mulutnya, Serigala Bulan merubah tubuhnya menjadi 4 kali lipat lebih besar, dari 1 meter menjadi 4 meter.
Lalu menerkam leher Zhang Jiao dan menghisap semua energi Qi Yin dari inti iblis yang berada di dalam tubuh Zhang Jiao.
"Aaaargh ...! Lepaskan!" Cengkraman mulut Serigala Bulan sangat kuat, walau Zhang Jiao sudah memberontak.
Lama-kelamaan tubuhnya menyusut seperti orang yang terkena anoreksia.
Lima Dewa Serigala bukan tandingan Zhang Jiao karena di level Ancient. Bahkan kultivator di fase Divine Sovereign saja bukan tandingannya.
"Habisi dia, dan sisakan kepalanya saja!" titah Feng Xin dengan sorot mata yang sangat tajam.
Serigala Bulan mencabik-cabik tubuh Zhang Jiao yang berteriak keras namun tak berdaya. Akhirnya, setelah jantungnya tertusuk kuku panjang Serigala Bulan, Jendral Zhang Jiao tewas, menyisakan kepalanya saja.
Tubuh Feng Xin yang sudah pulih oleh api ilahi emperor, segera melangkah cepat untuk menyimpan kepala Zhang Jiao ke cincin semesta.
Jia Xu tiba-tiba muncul di belakang Feng Xin dan menarik kerah belakangnya, ia merasakan bahaya pada Feng Xin.
Makanya ia meminta izin pada keempat kaisar Iblis untuk turun gunung dan mereka menyetujui demi menolong Feng Xin yang tadinya terdesak oleh Zhang Jiao.
"Dasar murid durhaka, kenapa kau pergi sendirian? Berani kau meninggalkan gurumu yang tampan ini hah?" bentaknya sambil menjewer telinga Feng Xin.
"Ampun guru, ampun. Aku ... aku ...."
"Ya, aku paham. Sudahlah, lebih baik kita habisi kaisar Yuan Shao untuk merebut pedang Qinglong," tegasnya melepaskan tangannya pada kerah belakang Feng Xin.
"Guru, aku meminta maaf." Feng membalikan badan, lalu berlutut satu kaki dengan menunduk hormat.
"Aku sudah tahu, kamu menyelamatkan Yuan Shi bukan? Kamu kira gurumu ini kultivator kaleng-kaleng. Dasar murid mesum sialan, berapa banyak wanita yang kau tiduri, sialan!" teriak Jia Xu berapi-api.
__ADS_1
"Itu aku ... anu ... anunya anu ...."
"Sudahlah, kakekmu sudah menceritakannya. Aku tak marah dan aku mengerti kenapa kau waktu itu kultivasimu terhambat?"
Jia Xu mengelus lembut murid kesayangannya tersebut.
Bagaimanapun juga Feng Xin sudah di anggap seperti anaknya sendiri, jadi tak mempermasalahkan hal yang sudah murid kesayangannya itu lakukan.
"Nampaknya kamu harus berlatih seni rahasia empat iblis," katanya tersenyum tipis.
"Apa itu guru?" tanya Feng Xin dengan raut muka penasaran.
"Sudahlah, aku lapar. Traktir aku makan!" pinta Jia Xu.
"Tenang, apapun yang guru inginkan aku traktir, sebelum itu, witwiiw!" Feng Xin bersiul keras untuk memanggil Serigala Bulan agar ia kembali masuk ke dalam Dantian Feng Xin.
Serigala Bulan berubah menjadi bola cahaya hitam dan masuk ke dalam Dantiannya atau lebih tepatnya Domain Lima Dewa Serigala yang terbentuk dari Vena Kaisar Dewa Serigala.
"Aku tak menyangka bocah ini sudah menguasai domain dewa semuda ini. Benar-benar terlalu jenius," gumam Jia Xu tersenyum puas.
[Witwiiw! Misi lanjutan berhasil]
---------------¤---------------
[Untuk meredam fitnah Kaisar Yuan Shao pada tuan sebagai penculik putri Yuan Shi. Tuan harus menemukan pelaku pengirim roh jahat pada putri Yuan Shi]
[Misi: Temukan pelaku pengiriman roh jahat (Pelaku Zhang Jiao, sebab cintanya ditolak oleh Yuan Shi)]
Hadiah: 1.000.000 mutiara Qi
Batas waktu: 15 hari
Hukuman: Tuan akan buta permanen
---------------¤---------------
[Hadiah sudah ditransfer ke saldo sistem]
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Restoran Hao Ling....
1 jam kemudian.
Suasana canggung ketika berada di meja makan, terutama antara Jia Xu dan Yuan Shi.
__ADS_1
Dengan keberaniannya Yuan Shi langsung berlutut di depan Jia Xu, "Maafkan ayah kaisar, Jendral Jia Xu. Jika itu bisa menebus kesalahannya, maka nyawaku yang akan membayar tebusan untuk menebus kesalahannya."