
Telur jingga itu, sedikit demi sedikit retak. Dantian Feng Xin juga ikut membesar, dari satu danau seluas 1 km, menjadi dua danau, tiga danau, empat danau dan berhenti di lima danau seluas 1 km.
Tak terasa Feng Xin sudah 4 hari menyerap kristal Wuritze pelangi berusia 10.000 tahun.
Telur itu pun retak dan mengeluarkan Serigala Api, serigala imut berbulu jingga dan berbentuk runcing.
Manik matanya berwarna jingga pekat dan mempunyai panjang satu meter, serta tinggi 50 cm.
"Miaw!"
Serigala Api tersebut menjilat jempol kaki Feng Xin dan membuatnya terasa geli.
Fokus Feng Xin sedikit buyar. Tapi kembali ia teguhkan, agar terus fokus menyerap kristal Wuritze pelangi.
Dari dalam kolam Feniks Suci yang sudah habis airnya diserap Serigal Api. Muncul retakan dan memunculkan cairan jingga dengan warna yang lebih pekat.
Hawa panasnya terasa menusuk kulit Feng Xin. Cairan jingga tersebut tiba-tiba bergejolak dan menciptakan gelombang setinggi 10 meter yang siap menghempaskan Feng Xin.
"Miaw! Miaw!"
Serigala Api malah meringkuk manja di pangkuan Feng Xin, dia sama sekali tidak merasakan bahaya apapun.
Dan benar saja ketika gelombang cairan jingga akan menerpa tubuh Feng Xin. Malah terserap ke dalam Dantian Feng Xin.
Itu membuat tubuh Feng Xin dipenuhi urat otot yang menonjol dengan ruam akar berwarna jingga menyala-nyala.
"Aaargh ...!"
Raungan keras Feng Xin sama sekali tidak mengganggu Serigala Api yang meringkuk di pangkuannya dengan memejamkan mata.
Bahkan terkesan nyaman, tidak, sangat nyaman.
Kenyamanan itu seperti tidur di kasur tumpukan bulu kucing.
Saking panasnya cairan jingga yang masuk dalam Dantian Feng Xin. Kulit Feng Xin yang putih seperti giok kaca mengelupas berwarna jingga menyala-nyala.
"Aaargh ...!"
Rasa sakitnya dua ribu kali lipat dari penyerapan sebelumnya.
Di saat itu pula Alam Agung Nirwana cemburu pada Feng Xin. Awan hitam menggulung di atas wilayah sekte Bulan Darah.
__ADS_1
Petir berwarna merah darah bersahutan di dalam awan hitam dan sesekali menyambar pepohonan di wilayah sekte Bulan Darah.
Semua murid, para tetua termasuk Penatua Yu, Oung Ji, dan Nia Nia yang berhasil selamat sendiri dari sekapan asosiasi Kalajengking Merah, berkumpul di dalam aula Sekte Bulan Darah.
Ekspresi wajah mereka seputih kertas dengan tubuh gemetar.
"Kalian tenang saja. Sekte Bulan Darah akan menjadi sekte nomor satu di kekaisaran Han. Bahkan, bisa menjadi sekte nomor satu di alam bawah, setelah bocah tua tampan itu berhasil melewati sambaran 9 petir surgawi yang kedua yaitu petir kesengsaraan Feniks agung," jelas Jia Xu menenangkan semua murid dan tetua.
"Jadi legenda itu benar, patriark?" tanya Penatua Yu melebarkan mata.
"Ya, benar. Hanya beberapa kultivator yang mampu menggunakan seni penguatan tulang yang mampu melewati ujian dari 9 petir surgawi," jawab Jia Xu tersenyum tipis ke arah Penatua Yu Ji dengan wajah seputih kertas.
"Habislah, aku. Aku pernah menyinggungnya, aku tidak mampu melihat level Feng Xin. Bahkan patriark pun tidak mampu. Terlebih lagi hanya dalam beberapa hari, dia sudah berada di level spiritual Berlian," batin Yu Ji meneguk salivanya dalam-dalam.
Kulivator dengan seni penguatan tulang memang sangat langka di alam bawah. Bahkan dipastikan itu hanya isapan jempol belaka.
Tapi hari ini, isapan jempol itu menjadi sesuatu yang realistis dan bisa dilihat, dirasakan, dicerna oleh mata kepala masing-masing.
Di dataran air terjun Feniks Suci, Feng Xin masih terus menyerap dua sumber daya sekaligus.
Wuritze pelangi untuk meningkatkan level kultivasinya dan air Feniks suci untuk meningkatkan level penguatan tulangnya.
Petir merah darah di atas langit sekte Bulan Darah berkumpul di satu titik membentuk siluet burung Feniks Agung.
"Groaaar ...!"
Siluet burung Feniks Agung, raungannya menggetarkan wilayah kekaisaran Han. Mengundang ketiga sekte kuat yang masih berdiri untuk menyelidiki dua fenomena petir.
Jeda petir pertama dengan petir kedua terpaut kurang lebih hanya satu bulan.
Tapi Kaisar Yuan Shao memerintahkan untuk tidak menyelidikinya karena beranggapan itu hanyalah petir biasa.
Siluet burung Feniks Agung, melesat cepat ke arah Feng Xin dan hawa panasmya membakar seperempat wilayah sekte Bulan Darah.
Baru saja bangunan-bangunan sekte diperbaiki, kini harus menelan pil pahit terbakar lagi akibat kenaikan level Feng Xin.
"Gawat, aku harus segera mengeluarkan mustika kerbau bertanduk empat. Jika tidak, aku bisa mati. Kalaupun hidup, Dantianku bisa cacat."
Tanpa disuruh oleh Feng Xin untuk keluar, mustika bola biru dengan empat cincin emas tersebut keluar otomatis dan membentuk kubah biru transparan dengan 8 cincin emas.
Sedari tadi, memang mustika kerbau bertanduk sudah bergetar dan menyala terang, memberikan sinyal pada Feng Xin.
__ADS_1
Tapi kesadaran ilahi Feng Xin belum aktif, sinyal itu tidak bisa dideteksi karena mustika kerbau bertanduk empat berada di dalam cincin semesta.
BOOM!
Suara ledakan yang sangat dahsyat disertai kepulan asap dan debu menjulang ke langit, membentuk siluet jamur.
Bahkan bisa dilihat oleh semua mata di kekaisaran Han dan kekaisaran Wu. Getarannya juga terasa di dua kekaisaran.
Petir kesengsaraan Feniks Agung berhasil ditahan oleh Feng Xin dengan bantuan mustika kerbau bertanduk.
[Selamat, tuan berhasil menaikan level penguatan tulang ke level penguatan tulang kaisar]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐1]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐2]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐3]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐4]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐5]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐6]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐7]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐8]
[Selamat, tuan telah naik ke level Foundation ⭐9]
Rasa sakit itu mereda setelah suara mekanis sistem berhenti berdenting.
Kini Feng Xin bisa setara melawan 5 level kultivator di atasnya. Ini adalah berkah efek 1 level artefak Rubah Putih, 2 level penguatan tulang kaisar dan 2 level sambaran petir Feniks Suci. Jadi kultivasi Feng Xin sekarang setara dengan kultivator di fase Golden Core bintang 5.
KRAK! KRAK!
Setelah 4 jam bersemedi untuk menguatkan pondasinya. Feng Xin membuka mata dengan menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Mata yang semula sayu langsung membelalak, melihat daratan air terjun Fenik Suci dan seperempat wilayah hitam legam, seperti telaha terbakar hebat.
"Aaaah?!" Feng Xin menjatuhkan rahangnya, kali ini kerugian sekte Bulan Darah karena Feng Xin ditaksir 5 juta mutiara Qi.
__ADS_1
Jia Xu yang sudah keluar dan melihat pemandangan tersebut dari edaran kesadaran ilahi hanya bisa menepuk jidatnya beberapa kali.
"Murid sialan, bangkrut sudah sekte ini, murid sialan ....!"