Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-31 Syarat Putri Yuan Shi


__ADS_3

Jia Xu seperti menyumbat kedua telinganya dan sama sekali tidak menyahuti cibiran Jendral Zuo Ci serta Jendral Dhong Zuo.


"Hormat pada yang mulia Kaisar!"


Jia Xu berlutut satu kaki, meninju telapak tangannya lalu menunduk hormat.


"Hormat pada Yang mulia Kaisar!"


Feng Xin yang mengekor Jia Xu juga melakukan hal yang sama. Tapi jantungnya berdedup tak karuan.


Sebab ini pertama kalinya ia menghadap seorang kaisar, tapi demi ujian dan misi pencarian pedang Qinglong, Feng Xin menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan rasa groginya.


[Witwiiw! Misi lanjutan terbuka]


---------------¤---------------


Putri Yuan Shi memiliki kepribadian asli yang dingin, kejam dan bengis. Taklukan putri Yuan Shi.


Batas waktu: 15 hari


Hukuman: Tuan akan dikebiri oleh putrI Yuan Shi


Hadiah: Lokasi pedang Qinglong


---------------¤---------------


"Eeeh ...." Feng Xin menyipitkan mata.


Masalahnya, Feng Xin tidak pandai rayu merayu wanita. Tapi di dalam pikirannya ia sudah menyusun strategi untuk menaklukan putri Yuan Shi.


Kaisar Yuan Shao hanya berwajah dingin menerima penghormatan Jia Xu dan Feng Xin.


Tapi, Jia Xu tak kalah akal, mengeluarkan kotak emas kecil berisi 1 butir pil lotus merah level 6 yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tentu saja yang membuat Feng Xin.


Dalam setengan bulan ini, Jia Xu memikirkan berbagai cara agar ia bisa menyenangkan Kaisar Yuan Shao.


Akhirnya ia menyusun rencana memberikan pil lotus merah level 6 pada Kaisar Yuan Shao, sekaligus ingin menunjukan sekte Bulan Darah memiliki murid khusus yang sangat hebat.


Rencana ini pula Jia Xu susun untuk menginjak muka ketiga Jendral lainnya di depan Kaisar Yuan Shao.

__ADS_1


"Waktunya permainan dimulai," batin Jia Xu tersenyum licik.


"Mohon maaf, yang mulia Kaisar. Aku memiliki hadiah khusus untuk yang mulia kaisar."


Jia Xu menegakan badan lalu menunduk hormat pada Kaisar Yuan Shao. Langkahnya ia pelankan, penuh dengan penghormatan menuju singgasana Kaisar Yuan Shao.


Jia Xu tiba di depan Kaisar Yuan Shao dan sudah berlutut satu kaki dengan kedua tangan menjulur pelan membawa kotak emas berisi 1 pil lotus merah level 6.


Raut wajah Kaisar Yuan Shao masih datar, dan terkesan dingin. Masih kecewa dan tak peduli dengan Jia Xu, kotak emas itu ditaruh di samping dengan acuh.


"Itu adalah pil lotus merah keluaran terbaru dari sekte Bulan Darah, dan master alkemi baru sekte Bulan Darah yang telah membuatnya. Itu adalah pil level 6.".


"Uhuk-uhuk ...!"


Semua orang yang berada di dalam aula Istana Han kecuali Feng Xin, terbatuk dengan melebarkan mata.


"Jangan bercanda Jendral Jia Xu! Kamu saja belum bisa membuat pil level 5, dan ini malah membual bisa membuat pil level 6," cibir Dhong Zuo.


"Aku rasa Jendral Jia Xu otaknya sudah kemasukan lalat, karena setengah anggaran untuk sekte Bulan Darah akan dipotong oleh yang mulia Kaisar."


Tiba-tiba Lu Bu juga ikut menimpali cibiran Jendral Dhong Zuo, membuat suasana di dalam Istana Han semakin memanas.


Jia Xu masih tenang, "Silahkan saja yang mulia Kaisar dilihat sendiri. Apakah aku berbohong atau tidak? Jika itu benar, aku meminta Feng Xin harus lulus ujian."


Jia Xu mundur perlahan dengan berjalan sambil berlutut satu kaki menuju Jendral Zuo Ci.


Jia Xu berdiri dan menunjuk tepat di muka Jendral Zuo Ci, "Jika itu palsu, aku Jendral Jia Xu akan berhenti menjadi Jendral di Kekaisaran Han, sekte Bulan Darah akan aku bubarkan, aku juga akan ---"


"Guru, anda terlalu berlebihan. Biarlah aku berusaha sendiri untuk lulus ujian. Sebagai murid pribadi guru, aku harus memberi muka pada guru di depan yang mulia Kaisar, masalah pil ini tidak perlu diperdebatkan lagi."


Feng Xin langsung memotong pembicaraan Jia Xu dan menunduk hormat pada Kaisar Yuan Shao.


"Yang mulia Kaisar aku meminta maaf, karena guruku terlalu impulsif. Sebagai permintaan maafku, aku memberikan pil anggrek bulan. Memang pil ini tidak ada bandingannya dengan keagungan yang mulia kaisar, tapi pil ini aku sendiri yang membuatnya."


Feng Xin berlutut satu kaki lalu berjalan menuju Kaisar Yuan Shao yang masih duduk di singgasana agungnya.


"Murid pribadi Jendral Jia Xu memang sungguh hebat dan tidak memberi muka untuk yang mulia Kaisar. Bahkan murid pribadiku pun mampu memberikan hadiah pil anggrek bulan level 4 pada yang mulia kaisar," cibir Jendral Lu Bu dengan tersenyum sinis.


"Aiih ... kalau seperti ini aku harus menunjukan diri. Sesekali hidungku harus panjang dan membusungkan dada di depan mereka semua," batin Feng Xin bangkit berdiri dan menunduk hormat pada Kaisara Yuan Shao.

__ADS_1


"Yang mulia kaisar, itu memang adalah pil level anggrek bulan, tapi levelnya level 7 dan aku membuatnya sendiri."


Feng Xin membuka seni bayangan darah yang menutupi level jiwa spiritualnya dan membuat semua mata melebar kecuali Jia Xu.


"Level jiwa spiritual berlian semuda ini?!"


"Ba-bagaimana mung-mungkin?!"


"Omong kosong apa ini yang aku lihat di depan mata?!"


Kaisar Yuan Shao yang tadi sudah menerima kotak hitam dari Feng Xin, mencoba membukanya perlahan.


Bau pil berwarna biru itu menyeruak di seluruh ruangan Istana Han dan membuat semua orang hampir menggila.


"I-ini pil level 7 dengan efektifitas 100%?!"


"A-apa?!"


"Ti-tidak mungkin?!"


"Ter-ternya Jendral Jia Xu sudah menyembunyikan seekor Naga?!"


Feng Xin kembali mundur dengan berlutut satu kaki beberapa meter dan berada di samping Jia Xu yang wajahnya sudah menghadap kembali ke arah Kaisar Yuan Shao.


"Ekhem-Ekhem ...." Kaisar Yuan Shao berdehem keras untuk menutupi keterkejutannya dan melanjutkan, "Kompetisi ini sudah aku pertimbangkan dengan matang. Mohon maaf Jendral Jia Xu, kalau aku mengikut sertakan sekte Dewa Perang, sekte Harimau Belang dan sekte Mata Langit."


Mendengar pernyataan Kaisar Yuan Shao, Jia Xu menggertakan gigi. Tapi apa mau dikata ia menunduk pasrah akhirnya dan berkata, "Baik, yang mulia kaisar. Berikan petunjuk untuk kami, apa ujian untuk menjadi pengawal pribadi tuan Putri Yuan Shi?"


"Tentu saja harus kuat, bukan hanya pintar meramu pil bukan?"


Kaisar Yuan Shao tersenyum sinis pada Feng Xin sambil bertepuk tangan tiga kali.


Seorang pemudi berambut pirang dengan raut muka dingin, tatapan manik mata merah yang tajam seperti mata elang sambil memindai semua orang di dalam aula istana Han.


Tapi ketika melihat Feng Xin dengan tubuh berwarna jingga, ia tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


"Ayah Kaisar, putri menghadap." Yuan Shi meninju telapak tangannya lalu menunduk hormat pada Kaisar Yuan Shao.


"Hmm ...." Kaisar Yuan Shao hanya menggangguk pelan.

__ADS_1


"Aku ada beberapa syarat, selain ditentukan dengan pertarungan. Pertama, ajak aku memijak angin. Kedua, harus bisa menjadi benteng yang kokoh. Ketiga ...."


Yuan Shi menunduk malu dengan kedua pipi merona dan melanjutkan dengan menatap tajam pada Feng Xin, "Bisa melihat di balik dinding tanpa ketahuan. Ketiga syarat itu jika sudah ada pemenang dalam ujian pertandingan dan harus bisa memenuhi syarat untuk menjadi pengawal pribadiku."


__ADS_2