Pendekar Naga Darah (Waifu System)

Pendekar Naga Darah (Waifu System)
Waifu-41 Menolong Pangeran Sampah


__ADS_3

"Sial, hanya begitu saja aku keluar," gumam Feng Xin kesal dan sudah merasa lemas setelah mengeluarkan cairan surgawi ke mulut Hua Xin.


Padahal, ia harus berkultivasi ganda dengan Hua Xin, agar pecah telor sesegera mungkin.


Feng Xin harus bergegas mendapatkan dua wanita lagi, jika sudah berkultivasi ganda dengan Hua Xin.


Tapi ... saat ini kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan kultivasi ganda, mata Naga Darah melihat dengan kemampuan tembus pandang ada beberapa orang yang bergerak ke arah mereka berdua.


"Kita harus bergegas menemukan Yuan Shi, disini tidak aman. Kita lanjutkan kegiatan ini nanti di penginapan."


Feng merapaikan rambut Hua Xin dan juga bajunya, lalu memegang pinggangnya untuk melesat ke dalam hutan Han Ku wilayah Nanjing bagian dalam.


10 nafas kemudian, 5 orang laki-laki dari keluarga Lu tiba di tempat berdiri Feng Xin sebelumnya.


"Kita terlambat, mereka bertiga sudah masuk ke dalam hutan. Lebih baik kita kembali, hutan Han Ku bagian dalam bukan hutan yang bisa kita kunjungi seenaknya."


Lu Ming membalikan badan lalu melambaikan tangan untuk kembali ke kota Yio Shan.


Di lain sisi hutan Han Ku bagian dalam, Yuan Shi yang sudah hilang ingatan, seperti mesin pembunuh, membantai binatang spiritual tingkat emas dengan kejam dan bengis.


Setiap binatang spiritual tingkat emas yang ditemuinya dipenggal lehernya tanpa ampun menggunakan belati taring harimau belang.


Ternyata, belati taring harimau belang, topeng harimau belang dan setelan perang harimau belang merupakan senjata level 8.


Dengan setelan perang harimau belang, kecepatan gerak Yuan Shi meningkat pesat, hanya dalam tiga nafas, Yuan Shi menebas leher kawanan ular hijau di tingkat emas yang mengepungnya.


ZRASH!


Darah hijau memuncrat dari leher ular hijau dan mayat-mayat ular hijau disimpan ke cincin ruangnya.


Ekpsresi muka Yuan Shi terkesan datar dengan tatapan mata yang kosong. Tidak lagi mengenal cinta, tidak lagi mengenal sayang, yang ada hanya perintah mutlak Feng Xin.


Inti-inti monster juga disimpan oleh Yuan Shi ke cincing ruang, tapi dipisahkan didalam cincin ruang tempatnya,dari mayat-mayat binatang spiritual tingkat emas.


10 kembaran diri Feng Xin juga berhasil mendapatkan banyak inti monster dan mayat binatang spiritual tingkat emas.

__ADS_1


Mereka membawanya satu persatu ke Feng Xin yang sedang menunggu di hutan bagian luar bersama Hua Xin.


Dengan edaran pandangan mata Naga Darah yang bisa melihat tembus pandang, Feng Xin sudah tak melihat lagi para kultivator di fase Golden Core bintang enam merupakan bagian dari kelurga Lu yang mengejarnya, dan memutuskan untuk kembali ke wilayah hutan Han Ku bagian luar yang berbatasan dengan keraajaan Nanjing.


Feng Xin menyunggingkan senyum dan bergumam, "Nampaknya kucing belang itu juga akan kembali."


"Nona, kamu kembalilah dahulu ke restoran. Katakan pada tuan Jia Ling untuk membuka pintu gudang selebar-lebarnya," sambungnya sambil tersenyum licik.


"Baik, sa ... tuan muda." Hua Xin canggung padahal kesannya sudah 100% pada Feng Xin.


Sebagai seorang wanita dan kultivator di fase Gathering Qi bintang satu. Hua Xin memang lemah, tapi soal stamina dan kecepatan berlari dia masih cukup cepat untuk menempuh jarak 10 km menuju kota Yio Shan.


Feng Xin mengacungkan jempol ke udara sebagai isyarat pada kembaran dirinya untuk berhenti mengumpulkan binatang spiritual tingkat emas.


Kesepuluh kembaran diri Feng Xin berubah menjadi kepulan asap. Dua detik kemudian, Yuan Shi si topeng harimau belang muncul tiba-tiba di depan Feng Xin dan mengagetkannya.


"Sialan! Hampir saja membuat jantungku copot. Kalau bukan wanita aku hajar kau sialan!" Feng Xin berteriak di depan wanita yang wajahnya terkesan dingin.


"Aku kembali, tuan Naga Darah." Yuan Shi berlutut satu kaki dan menunduk hormat ke arah Feng Xin.


Feng Xin mendekati Yuan Shi dan tangannya mengulur pelan ke arah muka Yuan Shi untuk melepas topeng harimau belang tersebut.


Baru saja tangan tersebut menyentuh topeng merah tersebut ada suara teriakan yang cukup dekat, "Tolong-tolong!"


Suara tersebut seperti suara seorang pemuda yang meminta tolong, jaraknya berada 150 meter di sebelah timur dari tempat Feng Xin saat ini berdiri.


"Mereka selalu saja menindas yang lemah dan sampah."


Feng Xin mengedarkan persepsi mata Naga Darah dengan kemampuan tembus pandang dan melihat pemuda berbaju mewah seperti pangeran akan ditebas kepalanya oleh salah satu pembunuh bayaran.


"Sialan! Mereka!" Feng Xin mengertakan gigi dan menegakan badan Yuan Shi untuk dipegang pinggangnya.


Hanya dalam 1 hembusan nafas, Feng Xin tiba di depan pemuda tersebut dan menendang bilah pedang yang terhunus dilehernya.


"Habisi mereka dan sisakan satu orang!" titah Feng Xin dengan tatapan tajam pada Yuan Shi.

__ADS_1


Kedua belati gagangnya ditarik, dan dalam satu hembusan nafas, 9 anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah yang memiliki fase Golden Core bintang sembilan, kepala mereka terlepas dari lehernya.


ZRASH!


Tubuh tanpa kepala tersembut ambruk ke depan dengan darah memuncrat membanjiri permukaan tanah.


Pemuda bermanik mata biru tersebut matanya melebar dengan tubuh gemetar, melihat Yuan Shi dalam sekejap membantai 9 anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah.


"Tolong!" Satu anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah yang tersisa mencoba kabur, tapi berhasil dikejar oleh Yuan Shi dan memotong kedua kakinya, "Aaakh ...!"


ZRASH!


Dengan tatapan mata kosong, rambut anggota terakhir pembunuh bayaran Kalajengking Merah ditarik ke arah Feng Xin dengan tubuh diseret hinga menyisakan sisa darah di permukaan tanah.


"Ha-ha ...." Anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah yang tersisa tersebut tertawa jahat seperti tidak merasakan rasa sakit, "Percuma saja kalian menginterogasiku, aku takan mengatakan apapun."


"Aku tidak ingin bertanya apapun padamu." Feng Xin menyeringai dengan tangan ditautkan hingga berbunyi 'Krutuk-krutuk!' dan melanjutkan, "Aku hanya ingin bertanya tentang ayahku Wong Kam Fung dan ibuku Zhu Zhi yang pernah kalian bunuh 18 tahun yang lalu."


"Bodoh, itu kami tidak ---"


Yuan Shi menendang pelipis anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah yang tersisa tersebut.


"Katakan!" titahnya dingin.


"Percuma!" Anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah yang tersisa tersebut menggigit gigi belakangnya yang sudah ditaruh pil racun Kalajengking Merah dan dalam satu detik ia tewas dengan lidah menjulur.


"Sialan!" Feng Xin menggertakan gigi dan menciptakan api ilahi darah untuk membakar mayat-mayat anggota pembunuh bayaran Kalajengking Merah yang tergeletak di permukaan tanah.


An Lin masih ketakutan dengan tubuh gemetar, "S-s-siapa ka-kalian?"


"Mohon maaf, tuan muda. Aku hanya orang yang lewat tak sengaja, tidak perlu tahu nama kami."


Feng Xin membalikan badan dan memunggungi An Lin, kakinya dilangkahkan ke arah kota Yin Shan.


"Tunggu!" Pangeran An Lin bangkit berdiri dan mengejar Feng Xin bersama Yuan Shi yang tak memperdulikan dirinya sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2