Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Ancaman Huli Jin


__ADS_3

Perjalanan Yuanjun Serta adiknya untuk menyusul Nenek mereka Huli Jin. berjalan dengan cepat, kedua kakak beradik itu sudah sampai di ujung perbatasan Kekaisaran Wei.


Lokasi tersebut merupakan gerbang terlemah Kekaisaran Wei dan merupakan perbatasan yang sering di serang oleh Kekaisaran Monggol.


Seluruh pasang mata yang sudah berada di tempat tersebut, memandangi kedatangan kedua gadis cantik yang baru tiba di tempat tersebut.


" Bukan kah itu cucu Dewi Poison Nona Huli Jin? "


" Iya.. itu benar namanya kalau tidak salah..hmmm "


" Huli Yuanjun serta adiknya Huli Chang!? " di tengah tengah kebisingan suara mulut semua orang yang membicarakan kedua gadis itu.


Tiba - tiba ada seorang pemuda gagah yang kini malah tengah tersenyum di antara pendekar - pendekar lainya. Setelah dia tiba - tiba menjawab pertanyaan dari salah satu pendekar yang sedang membicarakan kedua gadis tersebut.


" Shenqi? "


Semua mata tertuju ke arah pemuda yang kini mulai melangkah mendekati Huli Yuanjun serta Huli Jin.


" Sudah lama yah.. Jun'er, Chang'er!? " ucap pemuda tampan tersebut.


" Haahhh.. kak Shengqi, sejak kapan kau ada di sini." jawab Huli Chang dengan senang, dia segera mendekati pemuda tampan itu dan langsung memeluknya.


" Shengqi Ge g-" seru Yuanjun tapi terpaksa ia tiba - tiba harus menghentikan sapaanya.


" Yuan'er.. Chang'er kalian baru sampai!? " Huli Jin yang tiba - tiba muncul di hadapan mereka membuat semua orang terkejut, teruntuk oleh Yuanjun dengan perasaan cemas.


" Nenek.. " Sapa Huli Chang dengan manja.


" Chang'er maafkan Nenek harus memanggilmu kembali karena masalah baru ini!? " imbuh Huli Jin dengan wajah sedikit menyesal.


Huli Jin langsung menatap Yuanjun yang saat ini tengah menundukkan pandanganya ke bawah.


" Yuan'er ikuti Nenek.. aku mau membicarakan hal penting dengan mu." Tambah Huli Jin kepada Cucunya. " Shengqi, temani Chang'er aku ingin membicarakan hal penting dengan Yuanjun."


" Baiklah.. Bibi." Shengqi langsung membungkuk dan memberikan penghormatan kepada Huli Jin.


Ibu Shengqi merupakan adik dari Huli Jin, dia tidak bermarga Huli seperti Huli Jin karena mengikuti marga ayahnya.

__ADS_1


Yuanjun langsung mengekori Neneknya itu, dia tidak berani membantah atau melawan Neneknya seperti biasa.


Setelah Huli Jin berjalan menjauh sampai di tempat yang lumayan sepi, kini hanya tinggal dia serta Cucunya yaitu Yuanjun.


" Ada apa Nek? " Tanya Yuanjun, deangan sedikit cemas.


" Kau harus ingat! Sekarang kau telah bersuami.. Jangan pernah tersenyum atau sok ramah terhadap pria lain selain Suamimu yaitu Fang Han." ucap Huli Jin sambil membelakangi Yuanjun.


" I-iya Nek.. Maaf kan aku, aku tidak berani membantah perintah Nenek." jawab Yuanjun dengan tubuh sedikit gemetar.


" Bagus.. itu baru cucu ku." Huli Jin langsung segera memeluk cucunya tersebut sambil mengelus lembut rambut panjang milik Yuanjun.


Tatapan mata Yuanjun sedikit menyayu karena sedikit bersedih, karena Yuanjun dulu pernah bercerita kepada Neneknya kalau dia sedikit memiliki rasa kekaguman terhadap Shengqi.


Huli Jin jelas sangat mengingat ucapan lama dari cucunya tersebut, karena sifat yang di miliki Yuanjun sangat ia pahami. Yuanjun jarang bahkan terhitung tidak pernah membicarakan soal seorang pria terhadap Huli Jin.


Beda halnya dengan Huli Chang yang sangat terbuka serta sangat dekat dan bergantung dengan urusan pribadinya kepada Huli Jin.


***


Pagi hari di tempat sekte kalajengking Hitam berada, Fang Han seperti biasanya setelah ia mengajar anak - anak mengenal huruf dan membaca ia membawa racikan obatnya dan berkeliling desa untuk mencari seseorang yang membutuhkan pertolongannya.


" Han'er.. " seru seseorang yang terdengar nampak seperti seorang kakek tua, suara tersebut membuatnya sedikit terkejut dari lamunanya.


Fang Han segera menolah dan mendapati pria sepuh yang tengah tersenyum ke arahnya, Fang Han membungkukan tubuhnya untuk memberikan sebuah penghormatan kepada pria sepuh tersebut.


Kakek itu bernama Lu Baojia, dia merupakan sesepuh yang sering Fang Han tolong dan bantu.


Lu Baojia adalah seorang sesepuh yang cukup lama menyendiri dan jauh dari orang - orang yang ada di desa Sekte Kalajengking Hitam tersebut. Tapi, semenjak kedatangan Fang Han sikapnya sedikit demi sedikit mulai berubah dan mulai suka membaur dan bercengkrama dengan orang lain.


Awalnya dia merupakan pria sepuh yang ramah dan dekat dengan orang - orang. Tapi, semenjak kematian cucu satu satunya, sikap dia mulai berubah dan lebih senang menyendiri dan suka berada di dalam rumahnya.


# Fang Han berisyarat.


( Apakah penyakit kakek sudah mulai membaik? )


Lu Baojia kembali tersenyum. " Sudah cucuku, kau jangan terlalu khawatir kepadaku. Justru aku mau tanya sekarang bagaimana hubungan mu dengan istrimu itu? " tanya Lu Baojia ramah.

__ADS_1


# Fang Han kembali berisyarat.


( Hah.. Soal menulis puisi untuk istriku belum aku perlihatkan kepadanya, karena aku belum menyelesaikannya kakek ) jawab Fang Han sambil tersenyum.


" Oh begitu, yasudah segera selesaikan dan kejutkan istrimu itu. Kakek yakin dia akan berubah dan mulai menyukaimu." imbuh Lu Baojia dengan tertawa kecil.


( Ia kakek )


" Apakah kau sudah makan? " Tanya lagi Lu Baojia kepada Fang Han.


# Fang Han kembali berisyarat.


( Sudah kek.. justru aku mau tanyakan itu padamu apakah kau sudah makan dan meminum obat yang kemarin aku berikan? )


" Hahaha.. Pemberian cucuku mana mungkin aku lupakan." Jawab Lu Baojia sambil terkekeh senang. " Ahh.. nak aku punya ide lagi untuk mengetuk hati istrimu!? Tunggu sebentar."


Lu Baojia segera masuk kedalam rumahnya dan menyuruh Fang Han untuk menunggunya sebentar, setelah beberapa detik dia kembali keluar dan membawa sebuah batu Giok di tangan kananya.


Lu Baojia segera memberikanya kepada Fang Han. " Berikan ini kepada istrimu!? " seru Lu Baojia kepada Fang Han.


# Fang Han kembali berisyarat.


( Tapi Kakek, ini sepertinya benda yang sangat penting untuk mu? ) jawab Fang Han.


" Han'er itu adalah batu yang memang sengaja ingin aku berikan kepadamu, sudah lah ambil itu dan hadiahkan kepada istrimu."


# Fang Han kembali berisyarat.


( Tapi Kek!? )


" Han'er jangan sampai kau membuat ku marah." ancam Lu Baojia sambil menatap Fang Han dengan tajam.


# Fang Han sedikit terkejut dengan reaksi Lu Baojia.


( Baiklah kakek.. Mana berani aku membuat kakek marah ) jawab Fang Han sambil tersenyum canggung, dia sangat takut membuat seseorang marah apalagi dia adalah seorang sesepuh yang memang ia harus hormati.


" Hehehe... Serahkan ya jangan lupa." Lu Baojia kemudian tersenyum dan kemudia seperti biasanya, dia kembali bercerita masa lalunya ketika massa mengejar cinta dari almarhum istrinya tercibtanya dulu.

__ADS_1


Seakan sudah seperti hal yang biasa bagi Fang Han untuk menemani Lu Baojia bercanda dan bercerita. Sifat ramah dan selalu menghormati seorang sesepuh seperti Lu Baojia, seakan ia samakan seperti ketika dia berbicara dengan Kakek angkatnya yaitu Liem Tou.


__ADS_2