
Selesai menyantap makan malam, Yuanjun langsung menarik tangan suaminya pergi dari meja makan. Huli Jin serta Huli Chang tersenyum lebar melihat kemesraan pasangan pasutri ini.
Tapi, kemesraan itu dilihat berbeda oleh Shengqi. Shengqi terus mengepalkan tanganya dengan erat, karena dia menahan kemarahannya dari tadi, urat urat di kepalanya sampai terlihat sangat jelas.
***
" Aku akan memanggilmu kakak, boleh kan?! " Tanya Yuanjun sambil terus merangkul lengan Fang Han.
Fang Han tersenyum lembut sambil menggaruk garuk pipi kananya dengan ragu. Saat mereka asik berjalan di bawah sinar rembulan, Fang Han tiba - tiba menghentikan langkahnya dan menundukkan pandanganya.
" Ada apa?? " Tanya Yuanjun heran, Fang Han beralih ke depan Yuanjun dan menatapnya dengan serius.
# Fang Han berisyarat.
( Apa, kau yakin mau menerimaku?! Kau pernah bilang kepada ku setelah satu tahun pernikahan kita. Kau akan menceraikan ku!? ) tanya Fang Han sambil menghela nafasnya cukup dalam.
Air mata Yuanjun, tanpa pemiliknya sadari sudah mengalir membasahi wajah cantiknya. Fang Han yang mendapati hal yang tidak biasa bagi dirinya, menjadi kebingungan dan dengan polos dia langsung memeluk tubuh Yuanjun.
" Maaf kan aku.. Maaf kan aku.. Maaf kan aku.. " Berulang ulang kali Yuanjun terus meminta maaf kepada Fang Han.
Ada rasa tidak percaya dan senang, ada juga perasaan yang sangat menyesakkan dada miliknya.
# Fang Han kembali berisyarat.
( Kau tidak salah, aku malah saat ini sangat senang sampai - sampai kalau aku bisa bicara. Aku akan berteriak kepada dunia, kalau aku sangat menyukaimu bahkan sejak saat pertama aku bertemu dengan mu!? )
Menghayati apa yang di maksud suaminya. Wajah Yuanjun seakan membeku dan tiba - tiba memerah begitu saja.
( Maaf apa aku membuat mu malu?! ) Tanya Fang Han kebingungan.
Yuanjun tidak menghiraukan apa yang ingin di sampaikan Suaminya, dia malah kembali memeluk tubuh Fang Han dengan lembut.
Dari jarak yang lumayan jauh, Huli Jin terus menonton adegan romantis cucu - cucunya itu. Perasaanya ikut larut dalam harmoni romansa kedua pasutri yang di lihatnya saat ini.
__ADS_1
' Hah, indahnya.. ' batin Huli Jin sambil berlalu dari tempatnya saat ini.
" Nek.. Kau ada dimana?! " teriak Huli Chang mencari neneknya. Huli Jin sedikit terkejut saat mendengar teriakan cucunya, Huli Jin langsung menariknya kembali masuk karena takut akan mengganggu pasangan pasutri yang tengah di mabuk cinta, di bawah sinar rembulan.
" Sudah.. Sudah.. Kita bicarakan ini di dalam saja." Ucap Huli Jin sambil cengengesan.
" Pasti ini karena Kaka dan Kaka ipar kan?! " tanya Huli Chang sambil memanyunkan bibirnya karena kesal.
" He he he.. Iya cantikku, ada apa?! " sela Huli Jin sambil mengelus kepala atas Huli Chang.
" Hemm.. Ini ada surat dari tetua sekte menara matahari." seru Huli Chang sambil menyodorkan sebuah gulungan pesan.
Huli Jin mengambil gulungan dari tangan cucunya. Dia membaca dengan seksama dan ketika dia membaca di bagian penting dari suarat tersebut Huli Jin menghela nafasnya sangat berat.
" Dengar kan aku, Chang'er.. Entar malam gantikan Kaka mu tidur di kamarnya!? "
" Tunggu dulu.. Apa nenek mau aku tidur dengan Kaka ipar?! " Tanya Huli chang dengan nada sedikit geram.
" Huh.. Nenek takut Kaka ipar mu akan tahu informasi yang sangat sensitif ini!? Ini sangat berbahaya jika dia tahu. Aku ingin memberitahukan ini kepada Kaka mu dan agar kakak iparmu tidak curiga kau harus menggantikanya di sana! Kau mengerti." Jelas Huli Jin.
" Itu baru cucuku.. Terima kasih." Huli Jin langsung memeluk tubuh cucunya.
***
Saat malam semakin tua, di kamar milik Fang Han serta Yuanjun mereka telah tertidur bersama. Kini, Yuanjun menyuruh suaminya untuk tidur berdua di atas ranjang kamar milik mereka.
Huli Jin serta Huli Chang perlahan lahan masuk ke dalam kamar pasutri yang tengah di mabuk cinta. Terlihat, Yuanjun tengah tertidur pulas sambil memeluk lengan Fang Han.
Huli Chang yang di umurnya masa seorang wanita yang sering terbawa oleh perasaanya. Melihat kakanya tidur sambil tersenyum bahagia membuat hatinya sedikit iri. 'Tahun depan aku juga akan menikah.' Batinya.
Huli Jin membangunkanYuanjun dengan sangat hati - hati. " Jun'er.. " Bisik pelan Huli Jin. Yuanjun yang merasa terganggu segera membuka kedua matanya, Saat dia sadar ada tamu di kamarnya dia sedikit terkejut.
Dengan cepat Huli Jin membungkam mulutnya agar tidak membangunkan Fang Han. " Sstttt.. Ada hal penting yang ingin nenek bicarakan denganmu, cepat ikuti aku." Titah Huli Jin kepada Yuanjun.
__ADS_1
" Tapi, untuk apa Chang'er ada di sinim?! " Tanya Yuanjun kebingungan.
" Nenek menyuruhnya untuk menjaga suamimu!? Cepat ikut aku." Imbuh Huli Jin.
" Tunggu Nek.. " Yuanjun mendekat ke arah Huli Chang. " Dengar, dia itu suamiku awas saja kalau kau memeluknya!?" Ancam Yuanjun kepada Huli Chang.
" Yeee... Emang aku enggak ada cowok lain apa?! " Bantah Huli Chang sedikit kesal.
" Baiklah.. aku serahkan dia sebentar padamu. Mari Nek.. " Yuanjun segera berlalu dari kamarnya bersama Nenek.
" Dasar, gadis aneh. " Ejek Huli Chang ketika mereka berdua telah meninggalkan dirinya.
Satelah hampir setengah jam, Huli Chang mulai mengantuk. Dia tertidur dan kemudian berbaring di sebelah Kakak iparnya.
Ketika malam semakin tua, di luar kamar Fang Han terlihat seorang pria mengendap - endap memasuki kamar miliknya. Siapa lagi kalau bukan Shengqi, dengan keahlianya sebagai seorang pendekar dia menyelinap dangan mudah dan masuk tanpa membangunkan Fang Han serta Huli Chang.
' Maaf kan aku Jun'er.. Aku tidak rela jika kau bahagia dengan laki - laki lain karena aku sangat menyukaimu.' Batin Shengqi sambil melemparkan sebuah jarum kecil ke arah leher Fang Han dan Huli Chang.
Jarum tersebut menutup titip saraf Fang Han serta Huli Chang, sehingga mereka tidak bisa bergerak dan seperti membeku di atas tempat tidur. " Jun'er.. Jun'er.. " Shengqi yang mengira Huli Chang sebagai Yuanjun, segera menutup wajah Huli Chang dengan sebuah kain.
" Jun'er.. I Love You.. " Bisik kembali Shengqi, sambil melucuti pakaian yang di pakai Huli Chang. Malam itu, Huli Chang di Gagahi tanpa bisa melawan atau memberontak. Meski dia tidak bisa bergerak. Tapi, kedua telinganya bisa mendengar bisikan dan erangan nikmat Shengqi.
Air mata terus merembes keluar menahan ke sialanya kali ini. ' Ka Shengqi.. Meski kau melakukan hal buruk seperti ini kepada ku tapi, kenapa ka Yuanjun yang kau sebut.'
Rasa nikmat, sakit hati, marah, benci menjadi satu di pikiranya kali ini. " Jun'er.. selamat tinggal." Shengqi segera berlalu setelah melakukan hal bejat tersebut.
Dia sangat mengenali Huli Jin, jika Huli Jin mengetahui kejadian ini. Mungkin hidupnya tidak akan lama lagi, Shengqi terus berlari kencang meninggalkan Sekte Kalajengking Hitam.
_____
**Jika mau Novel ini Up terus.. kasih Vote, like, dan tanda suka buat Novel ini..
Untuk Legenda Ninja Angin S2 Akan hadir setelah Novel ini Tamat**..
__ADS_1
Berarti kalau Novel ini enngak buming LNA enggak Updet..