Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Berkabung


__ADS_3

Setelah mereka selesai sarapan, Fang Han serta Istrinya bersiap - siap untuk pergi berkabung. Hari ini adalah hari di mana Ibu Fang Han meninggal dunia.


Fang Han menunggu Yuanjun dari luar kediaman Liem tou karena Yuanjun masih lama untuk bersiap-siap, saat Istrinya baru keluar. Wajah Fang Han memerah karena sedikit terkejut, dia tidak menyangka Yuanjun akan lebih cantik lagi kalau dia berdandan.


" Han Ge ge, kenapa wajahmu memerah? " Tanya Yuanjun yang pura-pura tidak sadar. Yuanjun memang sudah biasa jika dia di tatap oleh laki-laki seperti itu. Tapi, sekarang sedikit berbeda, karena kini yang menatap itu adalah suaminya. Fang Han menatanya dengan penuh kekaguman karena paras cantiknya, dan itu sedikit membuatnya bahagia.


# Fang Han berisyarat.


( Tidak apa-apa, tunggu dulu aku mau mengambil sesuatu.) Ungkap Fang Han kepada Yuanjun.


Yuanjun mengangguk dan menunggu suaminya di luar, setelah beberapa detik. Fang Han akhirnya keluar dengan membawa sebuah kain di tanganya.


" Apa itu Han Ge ge? " Tanya Yuanjun penasaran.


# Fang Han kembali berisyarat.


( Ini, sebuah cadar. Aku takut kalau kau berdandan seperti ini Ak- )


Yuanjun tiba - tiba membelakangi Fang Han dan menyibakkan rambut panjangnya, dia seakan menunjukan leher putih miliknya. "Ada apa? Kau tadi ingin memakaikan ku cadar kan!" Tanya Yuanjun sambil menunggu Fang Han memakaikanya.


Fang Han tersenyum canggung, dengan hati-hati dia memakaikan cadar kepada Istrinya dari belakang. Setelah selesai, Yuanjun kembali merengkuh tangan kanan Fang Han dan mereka berdua berjalan beriringan bersama.


Ketika mereka memasuki Pasar kota, Seluruh mata yang melihat Fang Han pasti akan menyapanya. Ada juga yang malu dan minder untuk menyapa Karena ada sosok wanita yang menggandengnya.


Setelah beberapa menit, mereka berjalan menuju tempat khusus berkabung bagi anggota kelurga kerajaan. Terlihat, sebuah papan di atas pintu di depan mereka tertulis Rumah Teratai anggota kerajaan.


Fang Han berjalan pelan-pelan memasuki Rumah Teratai, sambil beriringan dengan istrinya. Saat pintu terbuka, nampak puluhan orang sedang ikut berkabung dan membakar dupa.


Orang - orang itu berpakaian khas ala anggota kerajaan yang khusus untuk berkabung, ada sosok mata yang menyadari kedatangan Fang Han dan tersenyum kecut melihatnya. Yuanjun melepaskan rankulanya, dia mengikuti Fang Han mengambil sebuah dupa dan maju kedepan membakar dupa tersebut kemudian berdoa bersama-sama dengan suaminya.


Hampir satu berlalu, Yuanjun dengan setia menunggu Fang Han yang memberikan doa untuk mendiang ibunya. Terlihat anggota kerajaan yang tadi lebih dahulu berada di Rumah Teratai ini, untuk berkabung mendoakan mendiang ibu Fang Han.


Sudah pergi dan tersisa hanya Fang Han serta Istrinya. Fang Han tiba - tiba berdiri, dan mengulurkan tanganya.


Dengan lembut Yuanjun meraih tangan Fang Han dan segera bangun dari tempat duduknya. Saat mereka berdua keluar, Fang Han terkejut ada dua orang yang sangat ia kenali menunggunya di sana.

__ADS_1


" Oh... Adik kecil kita akhirnya pulang!? " Seru Pria yang terlihat dua tahun lebih tua dari Fang Han. " Oh, inikah adik ipar kita?! " Imbuhnya kembali pria itu sambil tersenyum hina.


Fang Han tidak merespon omongan mereka, dia tersenyum lembut sambil ingin mencoba untuk berlalu dari mereka berdua.


Pria kedua menghadang langkah Fang Han. "Anak terbuang tidak boleh, bersikap tidak sopan kepada kakaknya! Itu kata mendiang ibu mu." seru pria kedua sambil cengengesan mengejek Fang Han.


Yuanjun yang sedari awal sudah muak melihat mereka berdua berusaha untuk menghajar mereka. Tapi, tangan Fang Han terus memeganginya dan menahan agar tidak melakukan hal - hal yang mungkin akan buruk bagi mereka berdua.


" Kalian mengganggu kami!?" Ucap Yuanjun dengan nada dingin, karena Yuanjun berbicara dengan di alirkan tenaga dalamnya. Tubuh kedua pria itu bergetar sangat kuat menyadri hal tersebut.


" Dasar Sampah!?" Teriak pria kedua yang berlari ke arah Fang Han. Saat Yuanjun mencoba menghadapinya, Fang Han menarik tangan Yuanjun dengan kuat.


PLAAKK..


PLAAKK..


PLAAKK..


Sekitar tiga kali, pria itu memukul kepala atas Fang Han dengan keras. Fang Han tidak membalas atau menangkisnya tapi, dia seakan sengaja membiarkan pria itu melakukanya.


" Song Ming, Song Sui.. Apa yang sedang kalian lakukan." Bentak seseorang dengan nada yang berat dan berwibawa.


Yuanjun yang juga mengenali sosok pria tersebut segera berlutut di hadapanya, berikut kedua laki-laki yang mengganggu Fang Han tadi.


" Han'er, kau juga telah berdoa untuk ibumu?!" Tanya Kaisar Nie kepada Fang Han. Fang Han hanya menundukkan pandaganya kebawah tidak berani mengangkat wajahnya di hadapan Kaisar Nie.


" Aku tanya kepadamu!? " Teriak lagi Kaisar Nie kepada Fang Han, terlihat Song Ming serta Song Sui tersenyum senang mendengar ayah mereka memarahi Fang Han.


Yuanjun yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya dia mekudian berdiri dan melepaskan cadarnya. " Kaisar, kau telah menyinggung perasaan ku. Dia adalah suami ku dia bisu kare-"


Fang Han tiba - tiba berdiri dan menutup mulut istrinya dengan telapak tanganya. Yuanjun mencoba melepaskan dirinya, karena kekesalan yang ia tahan sedari tadi.


Kaisar Nie terbelalak melihat sosok gadis yang mencoba membela Fang Han tadi. "Kau Huli Yuanjun, cucu Patrick Huli Jin. Apakah kabar itu benar?!" Tanya gugup Kaisar Nie melihat sosok Yuanjun.


Yuanjun segera melepaskan diri. " Yah.. kau benar, aku adalah istri dari Fang Han. Dan kau tau kedua pangeran ini! Tadi, mengganggu suamiku dan memukul kepalanya tiga kali!?" Jawab Yuanjun dengan tegas.

__ADS_1


Meski Kaisar Nie memiliki kedudukan yang tinggi dari semua orang. Tapi, kalau dia berani menyinggung orang-orang, murid atau keluarga dari Sekte Kalajengking Hitam justru dia secara tidak langsung akan menyinggung sosok Huli Jin.


Dia menghela nafasnya panjang, " Kasim pukul kedua pangeran ini masing-masing tujuh puluh kali. Karena peraturan itu masih belaku, mereka telah mengganggu sosok Fang Han."


Fang Han, membelalakkan matanya karena ucapan kaisar tadi. Meski terlihat dia menolong serta melindunginya. Tapi, itu mengingatkan dia bahwa saat itu juga Marganya di ganti dengan marga Fang dan saat itu juga ikatan antara Fang Han serta Kaisar Nie terputus.


Fang Han terduduk di hadapan Kaisar Nie. Kaisar Nie tidak menghiraukan hal tersebut, tiba-tiba dia langsung berlalu dari Fang Han serta Yuanjun dan yang lainya. Dia memasuki Rumah Teratai dan kemudian menutupnya.


" Fang Han, maaf kan kami!?" Teriak Song Sui.


" Fang Han, aku tidak bermaksud memukulmu!?" Ucap Song Ming ketakutan.


Yuanjun yang merasakan kesedihan dari suaminya, segera merangkul dan menarik tangan Fang Han dengan lembut. Dia tidak menghiraukan rengekan kakak - kakak iparnya.


Mungkin Yuanjun kali ini berpikir mereka berdua bukan siapa-siapanya dia.


Yuanjun menuntun Fang Han berjalan dengan pelan-pelan, saat mereka berjalan lumayan jauh dari tempat mereka tadi. Tangis Fang Han langsung pecah.


Yuanjun yang mendapati hal itu langsung berhenti menuntun Suaminya. Dia terhenti melihat penderitaan Suaminya yang pecah dan terganti dengan air mata yang sangat membasahi hatinya.


Dengan perasaan campur aduk, Yuanjun tiba-tiba langsung memeluk tubuh Fang Han. Fang Han yang masih berlinang dan masih hanyut dalam kesedihannya langsung membenamkan wajahnya serta perasaanya di dada Istrinya.


Yuanjun mengeratkan pelukanya untuk menenangkan Suaminya.


Dari jarak yang sangat jauh, seseorang yang memakai cadar mengawasi Fang Han dari jauh. Siapa lagi kalau bukan Shengqi yang telah mendapatkan sebuah tugas untuk membunuh anak buangan kaisar.


Shengqi masih belum mengetahui sosok pangeran terbuang itu adalah Fang Han.


___


Jangan Lupa berikan tanda suka, Like, Comnt serta Sher ke GC yang kalian ikuti.


Dalam beberapa hari lagi kita akan mendapati akhir dari bulan yang mulia ini, untuk itu saya Sulton Mubarok dari Indramayu.


**Mengucapkan SELAMAT HARI Raya Idul Fitri. Semoga amal ibadah kalian di terima oleh Allah Ta'ala.

__ADS_1


Mohon Maaf lahir dan batin atas kekurangan dalam mengarang cerita Ini**.


Akhir kata Terima Kasih.


__ADS_2