Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Tujuh pendekar Mongol


__ADS_3

Tok Tok Tok


Pintu kediaman Liem Tou terketuk beberapa kali, Fang Han serta Yuanjun masih tertidur lelap di tempat tidur mereka.


Di dalam ruangan Liem Tou, dia tengah bermeditasi untuk mengumpulkan tenaga dalamnya, saat sadar dia mendengar sebuah ketukan seseorang dari luar rumahnya, matanya terbuka perlahan.


' Cepat sekali dia datang.' Batinya, Liem Tou segera berdiri dari tempat duduknya. Dia segera keluar kamar dan menuju pintu rumahnya.


KREEOOT..


Terlihat Huli Jin di hadapanya. " Tetua Liem, maafkan aku sedikit terlambat." Seru Huli Jin sambil langsung membungkuk dan memberikanya penghormatan, Liem Tou melambai - lambaikan tanganya agar Huli Jin menghentikan sikap yang sedikit mengganggunya.


Liem Tou, memang pendekar yang sangat rendah hati. Dia tidak senang jika dirinya selalu di lebih-lebihkan orang lain, apalagi dia adalah orang yang dia kenali.


" Sepertinya, kau datang tidak sendiri Tetua Jin!?" Seru Liem Tou sabil tersenyum kecut.


" Maaf kan aku Tetua Liem. Tapi, apakah aku boleh melihat dulu kedua cucuku itu?! " Tanya Huli Jin dengan sedkit memohon.


" Untuk apa aku melarang mu! Toh, mereka berdua juga cucumu." Jawab tegas Liem Tou.


Huli Jin segera membuka sedikit pintu ruangan kedua cucunya tersebut, dia mengintip untuk memastikan mereka berdua. Terlihat, Yuanjun tengah tidur di lengan Fang Han sambil melingkarkan kedua tanganya di tubuh suaminya.


Huli Jin segera menutup kembali pintu kamar Fang Han serta Yuanjun. Di dalam hatinya dia sangat senangdan bersyukur melihat kedekatan Yuanjun serta Fang Han semakin baik.


" Baiklah Tetua Liem. Aku sudah siap membereskan mereka semua!?" Tegas Huli Jin kepada Liem Tou.


Liem Tou mengangguk, kemudian dia menaruh sebuah secarik kertas di atas meja makan kediamanya, dia mengganjal kertas tersebut menggunakan bahan-bahan masakan, yang sengaja ia sediakan untuk Yuanjun atau Fang Han masak buat mereka pagi nanti.


Surat itu tertulis sebuah pesan penting, jika dia harus pergi karena ada urusan yang mendadak. Huli Jin serta Liem Tou bebarengan untuk keluar.


Terlihat, di luar kediamanya sudah berdiri sekitar tujuh orang yang sedari tadi menunggu mereka berdua keluar.


" Salam Dewa Alkemis! " seru salah satu di antara ketujuh pendekar yang menunggu Liem Tou serta Huli Jin, dia memberi salam serta hormatnya kembali.


" Dewa Alkemis? segerahlah menyerahkan dirimu kepada Kaisar Mongol. Agar kelak hidup mu lebih tentram dan lebih baik! " Bentak salah satu orang dari ketujuh pendekar misterius.

__ADS_1


" Tetua Liem, karena aku! Mereka malah berhasil menemukan mu. Jadi, biarkan aku yang menghadapi lima pendekar ini. Sisanya ku serahkan padamu!" Terang Huli Jin yakin.


" Ha.. ha.. ha.. Kau pikir, dengan kalian berdua yang sudah sampai ke tingkat sembilan pendekar puncak Master. Bisa dengan sombong mengalahkan kami bertujuh dengan mudah? Jangan harap." Teriak kembali salah satu pendekar dari ketujuh pendekar yang berdiri di hadapan Liem Tou serta Yuanjun.


" Nona Jin.. Aku berharap lebih kepadamu!?" Sela Liem Tou, ketika para pendekar yang mengejarnya masih terus fokus berbicara.


Ketujuh pendekar misterius yang ada di hadapan Liem Tou serta Huli Jin kali ini, adalah pendekar yang di kirim Kaisar Mongol yaitu Temujin untuk membawa Liem Tou kembali ke Mongol meskipun dia dalam keadaan hidup ataupun mati.


Ketujuh pendekar itu, lima orang diantara mereka memiliki Tingkat Tujuh Pendekar Master, dan dua orang sisanya memiliki tingkat delapan Master. Sehingga dengan mudah mereka masuk kedalam kekaisaran Wei, tanpa di ketahui para pendekar yag bertugas menjaga perbatasan.


" Padahal, aku sudah menyuruh.. Lima pendekar andalanku untuk mengawasi kalian agar tidak masuk ke dalam Kekaisaran Wei ini. Bagaimana kalian lolos dari mereka?" Tanya Huli Jin dengan wajah serius.


" Ha.. Ha.. Ha.. Mereka sudah kami si bukan dengan menghadapi beberapa orang dari kami!" Ungkap kembali pria yang selalu mewakili ketujuh pendekar itu dari awal.


" Jangan banyak basa basi jika kalian ingin membunuhku!? " teriak kembali Liem Tou sambil melompat ke arah salah satu pendekar dari ketujuh pendekar Mongol.


Hampir satu jam lebih, pertarungan mereka berbalalu. Liem Tou yang melawan dua pendekar dengan tingkat delapan Master, sudah bertukar puluhan ribu jurus dengan kedua pendekar itu.


Nampak terlihat, kedua pendekar itu sangat kesulitan untuk melawan Liem Tou yang hanya satu orang. Di tempat Huli Jin, dua orang pendekar tingkat tujuh master yang melawanya sudah ia bunuh.


Selain racun yang sangat mematikan yang di milikinya, Huli Jin juga pendekar yang ahli dalam pertarungan menggunakan tangan kosong. Sehingga mereka bertiga tidak berani untuk menyerangnya karena itu akan sangat berbahaya.


" Akan ku akhiri.. " Ancam Huli Jin sambil berteria keras. Mendengar teriakan Huli Jin Ketiga pendekar yang tersisa itu malah kabur bersamaan dan meninggalkan dua pendekar yang tengah menghadapi Liem Tou.


" Apa kalian mulai takut." Gertak Liem Tou sambil tersenyum ke arah mereka.


Tiba-tiba, sebuah jarum kecil terbang ke arah kedua pendekar Mongol yang tersisa. Untungnya dengan cepat salah satu dari pendekar itu, berhasil menebak kedatangan lemparan jarum tersebut.


TRING..


Dia dengan cepat menangkisnya. Tapi, saat dia berbalik Liem Tou ternyata! Juga ikut melompat bersamaan denganya.


Alhasil karena Liem Tou lebih cepat! Saat dia sudah dekat dengan pendekar Mongol itu, dia langsung memberikanya sebuah serangan tapak tanpa bisa ia tangkis.


BRAAKK..

__ADS_1


Pendekar Mongol itu langsung tersungkur ke tanah, dia berusaha untuk kembali berdiri. Tapi, sayangnya rasa sakit yang di akibatkan oleh Liem Tou, membuatnya muntah darah dan setelah beberapa detik kemudian dia mati.


Satu orang yang terkena jarum beracun milik Huli Jin, dia sudah sangat kesulitan untuk bergerak. Karena saat dia bergerak Racun tersebut justru akan bereaksi lebih cepat dari pada dia diam.


" Jadi, kau yang terakhir. Kau mau hidup atau kau mau menyusul temanmu ke neraka?!" Tanya Liem Tou sambil menatapnya dengan tajam.


" Aku ingin hidup.. " jawab pendekar Mongol itu dengan nafas yang sangat memburu, keringat dingin mengucur dengan deras dari keningnya karena tak mampu untuk di bendung.


" Baiklah, aku akan menyuruh nona Jin untuk memberikan mu penawarnya. Tapi, kau akan menjadi mata-mata kami dan telinga kami." Ancam Liem Tou.


" Aku pernah meneliti racun ini. Obatnya hanya akan bertahan untuk tujuh hari! Jadi saat kau mendapat informasi baru segeralah kembali, dan ceritakan kepada kami apa yang Temujin rencanakan. Kini hidupmu ada di genggaman tangan ku!? Kau mengerti." Tambah Liem Tou kembali.


Liem Tou memberikan sebuah isyarat untuk Huli Jin agar memberikan penawarnya. Huli Jin dengan cepat segera menurut dan melemparkan sebuah pil penawar kepada Pendekar Mongol yang tersisa.


" Baiklah.. Dewa Alkemis aku akan menjadi matamu, serta telingamu." Ungkapnya dengan tubuh gemetar dan ketakutan.


" Cepat pergi dari sini.. " Teriak Liem Tou kembali. Pendekar Mongol itu langsung bergegas pergi dan lari kucar kacir sampai dirinya hilang di hadapan mata Huli Jin serta Liem Tou.


" Nona Jin, kau memang selalu hebat dan berbahaya!? " Puji Liem Tou sambil tersenyum.


Tapi, mendengar pujian tersebut. Tidak nampak terlihat kebahagiaan serta kebanggaan tersendiri dari dalam hatinya. "Terima kasih Tetua Liem." Jawab Huli Jin singkat.


" Ada apa dengan dirimu hari ini?!" Tanya Liem Tou penasaran.


" Aku tidak apa apa Tetua Iiem." Jawab Huli Jin kembali.


" Kita sudah terikat dan sekarang kita adalah


kelurga. Kau tak usah ragu kepada ku! Karena aku juga termasuk kakek dari cucu-cucu mu!?" Imbuh Liem Tou menyakinkan.


" Baiklah Tetua Liem.. Aku akan memberitahukanya kepada."


___


VOTE, LIKE, SUKA, COMNT

__ADS_1


__ADS_2