
Temujin mendengus kesal dari tempat duduknya saat ini, perasaanya menjadi sangat kacau akhir - akhir ini. Saat orang - orang kepercayaannya pulang dengan luka yang sangat serius.
Bahkan orang kepercayaannya itu di agnosa, tidak akan mampu lagi menjadi seorang pendekar seperti dulu. Dia lah Guo Lin, Tetua dari Sekte Anggrek biru.
Dia merupakan seorang paman bagi Temujin, dan Pendekar yang cukup tersohor di Kekaisaran Mongol setelah Liem Tou. Dulu saat Liem Tou tiba - tiba pergi menjadi bawahan seorang selir di Kekaisaran Wei.
Pada saat, Mongol menjadi Kerajaan besar yang sangat di takuti seluruh dunia. Tidak lupa pula, keberhasilan besar itu di dapatkan dari kepemimpinan tegas Temujin, serta orang - orang hebat di balik punggungnya seperti Guo Lin serta Liem Tou.
Kudeta yang tidak pantas di lakukan oleh Liem Tou, membuat geram Temujin dan pendekar hebat yang selalu berjuang bersamanya bahkan selalu mengandalkanya. Guo Lin membuat sebuah kesepakatan rahasia antara dia serta Temujin.
Kesepakatan itu bertuliskan, bahwa dia akan berpura - pura menjadi seorang penghianat seperti layaknya Liem Tou. Awalnya Temujin menolak karena dia tidak mau pamanya akan di musuhi semua orang Mongol. Tapi, Guo Lin menyakinkan Temujin dengan penuh harap.
Dengan berat hati, Temujin membiarkan semua sandiwara Guo Lin berjalan sesuai dengan rencana yang ia usulkan. Ketika Guo Lin sudah menjadi salah satu orang besar di kekaisaran Wei, dia selalu mengirim sebuah informasi penting yang di sembunyikan Kekaisaran Wei kepada dunia.
Ternyata kekuatan di dalam kekaisaran Wei, lebih mengerikan dari pada informasi yang ia ketahui. Sekte Kalajengking Hitam, termasuk kekuatan rahasia yang di miliki Kekaisaran Wei itu, itulah yang selalu ia sampaikan kepada Temujin.
Nama Sekte yang beraliran hitam itu, membuat telinga Temujin saat ini menjadi sangat merah. Dia terus mengutuk nama Sekte tersebut, dia sengaja mengirimkan surat kepada Guo Lin untuk menyerang dan meratakn salah satu kekuatan besar yang di miliki Kekaisaran Wei.
Tapi ternyata, diam - diam sekte tersebut mempunyai sebuah rahasia yang lebih dalam lagi. Temujin awalnya mengutus puluhan pendekar hebat dari kerajaanya untuk menangkap Liem Tou serta Huli Jin, karena dari awal mereka berdualah yang sangat ia waspadai.
Tapi semua rencananya menjadi lebih berantakan, selain Sekte itu berhasil memukul mundur Sekte yang telah di kelola pamanya itu dari Nol sampai besar seperti sekarang. Sekte itu juga, bisa di katakan telah meratakan Sekte anggre biru tersebut.
Temujin terus menghela nafas panjangnya karena merasa kesal, belum lagi semua pendekar hebat yang ia kirim untuk memburu Liem Tou serta Huli Jin belum mendapatkan kabar penting dari mereka semua.
Temujin kali ini benar - benar mengalami kekalahan yang sangat besar, jika di hitung dengan kekuatanya saat ini. Dia mendapati kekalahan hampir lima puluh persen dari kekuatan tempurnya, karena orang - orang yang ia kirim untuk memburu Huli Jin serta Liem Tou merupakan Pendekar - Pendekar hebat yang ia miliki.
" Mungkin mereka semua terbunuh oleh Liem Tou serta Huli Jin! Lalu surat itu apa? Ah.. ( Temujin bertiak dengan tiba - tiba langsung berdiri dari tempat duduknya ) Apa jangan - jangan surat itu untuk menjebak ku! Kemungkinan besar Liem Tou telah mengetahui rencana Paman Lin sejak awal! Sial...."
BRAAKKKK....
Temujin memukul kuat lengan kursi yang ia duduki sampai hancur. ' Aku kurang berhati - hati, ini sama saja aku yang melukai paman Lin.' Batin Temujin sambil terus mengumpati dirinya sendiri.
__ADS_1
" Sekte kalajengking hitam, mungkin merencanakan sesuatu yang berbahaya untuk menuntut balas!" gumam Temujin sambil memegangi keningnya yang terasa sakit, lalu wajahnya tiba - tiba kembali segar setelah mendapatkan sebuah ide. " Mungkin kelompok itu bisa aku mintai tolong."
***
Wu Ya berhasil membakar semangat murid - murid dari Sekte Kalajengking hitam ini dengan kata - katanya, dia merencanakan sebuah penyerangan besar kepada Kaisar Mongol dengan bantuan beberapa sekte besar yang siap membantu Sekte kalajengking Hitam, meski mereka yang lebih dulu maju di depan.
Tidak ada Sekte lain yang dengan kewarasannya, berani menentang atau melawan Sekte kalajengking Hitam itu, meski untuk menaikan pamor mereka. Mereka lebih baik mendiamkan atau mendukung Sekte Tersebut, saat Huli Jin serta Kekuatan besarnya meratakan satu Sekte yang padahal sekte itu sealiran dengan mereka.
Tidak ada dari sekte sekte lain yang ikut menentang ataupun membela sekte yang di ratakan Huli Jin beserta Sektenya itu, meski sekte tersebut merupakan sekte yang berhubungan baik dengan mereka.
Tiba - tiba, ada seorang pemuda yang dengan lancang langsung masuk dan merusak pertemuan itu. Siapa lagi kalau bukan Fang Han, Fang Han tersenyum lembut menatap seluruh Pendekar yang ada di Aula rapat.
" Han'er.. Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Wu Ya dengan nada bicara yang dingin, Wu Ya memang mengenali Fang Han. Tapi Fang Han, justru tidak mengenalinya sama sekali.
Saat pertama kali ia menikahi Yuanjun, Wu Ya sudah dua tahun lebih untuk bermeditasi di ruangan khusus Sekte. Jadi, Fang Han hanya baru kali ini dia bisa melihatnya secara langsung.
" Kakek Siapa?" Tanya Fang Han kebingungan.
" Dia kakek kita Han Ge ge.. " seru Yuanjun yang tiba - tiba ikut serta dalam pembahasan mereka berdua.
" Jun'er kau juga mau apa?" kini Wu Ya kembali bertanya, tapi kali ini dia bertanya kepada Yuanjun.
" Aku akan ikut rencana Han Ge ge.. " jawab Yuanjun sambil membuang mukanya dari tatapan Wu Ya.
" Memangnya, rencana apa yang ingin kau lakukan Han'er?" Tambah Wu Ya kembali.
Fang Han tersenyum santai untuk beberapa detik, kemudian wajahnya langsung kembali serius. " Aku berencana membalaskan dendam Nenek!" ungkap Fang Han dan itu membuat Wu Ya menjadi terkejut.
" Han'er kau jangan bodoh.. Kekaisaran Mongol masih memiliki kekuatan yang hebat di dalamnya!" Tentang Wu Ya dengan wajah seramnya.
" Kakek.. Aku akan baik-baik saja! Karena aku sekarang sudah berbeda." jawab Fang Han yang tiba - tiba mengeluarkan tekanan hebat dari tubuhnya.
__ADS_1
Gedung Aula yang besar itu langsung bergetar kecil, dan semua orang yang ada di dalamnya berlutut karena tekanan hebat dari Fang Han. Keringat di wajah Wu Ya langsung bercucuran ke pipinya, karena dirinya pun tak sanggup menahan tekanan besar tersebut.
" Ba-bagaimana ka-kau?" tanya Wu Ya yang tergagap - gagap, tapi pertanyaanya yang belum selesai itu langsung di jawab Fang Han.
" Ini semua pemberian kakek.. "
Wu Ya sadar siapa yang ia maksud tadi, dia menatap nisan yang sangat megah yang terpampang di ujung Aula ini. ' Tetua Liem Tou.. Rupanya kau telah mewariskan jurus legendaris itu.' Batin Wu Ya sambil memejamkan matanya.
Bisa di katakan saat ini Fang Han, adalah pendekar terkuat di kekaisaran Wei. Tapi tetap saja, di atas langit pasti ada langit, Wu Ya kembali mencoba menentang keinginan Fang Han.
" Kakek.. Aku akan berada di sisinya!" Seru Yuanjun yang tiba - tiba kembali nimbrung.
Wu Ya lalu mencoba kembali memikirkan kata - kata Yaunjun serta Fang Han dengan dalam. Fang Han yang saat ini berada di puncak tertinggi seorang Pendekar, serta Yuanjun yang sangat ahli dalam siasat membuat Wu Ya pusing kali ini.
" Kakek.. Apa kau meragukan kekuatan kami!" Tanya Yuanjun serius.
GLEKK..
Wu Ya yangg saat itu tengah ragu, tiba - tiba di ingatkan kejadian beberapa hari yang lalu. Saat dunia bergetar dengan kekuatan Yin dan Yang. " Jun'er.. Tapi kau masih belum bisa mengendalikan kekuatan besar mu! Untuk Fang Han kakek bisa setujui-"
" Karena itu aku harus ikut.. " Teriak Yuanjun dengan pipi yang sedikit memerah.
" Kenapa kau berteriak kepada kakek!" Cibir Wu Ya yang merasa kesal dengan Yuanjun.
" Anu.. Kakek, dari awal aku sudah berniat pergi sendiri." Terang Fang Han sambil tersenyum.
" Kami ini masih pengantin baru, kalau kakek memisahkan kami berarti kakek jahat." imbuh Yuanjun yang kembali terpancing emosi.
" Tapi Jun'er.. Kakek ben-"
DIAAMMMM... Teriak Yuanjun kesal. " Aku mana sudi di tinggal sendiri."
__ADS_1
Wu Ya kembali menghela nafasnya panjang. "Dasar... " Gumam Wu Ya sambil memegangi keningnya.