
Setelah mendengar apa yang di inginkan oleh Song Lan. Wajah Shengqi berubah buruk, keringat dingin mengucur di keningnya.
" Pangeran Lan.. Apakah anda bercanda?!"
Tanya Shengqi ketakutan.
" Pendekar Shengqi! Apakah wajahku terlihat tengah bercanda? Kalau kau ingin menyelamatkan dirimu dari Sekte Kalajengking Hitam, hanya kekaisaran yang mampu menghentikan mereka." Ancam Song Lan sambil tersenyum lebar.
Terlihat, Shengqi sangat di lema karena pilihan berat ini. Dia tengah berpikir keras, untuk mencari solusi yang lebih baik dan lebih menguntungkan lagi baginya.
Saat dia hendak berbicara dia terpikirkan sesuatu. " Pangeran. Tapi, aku boleh bertanya satu hal kepadamu?!"
" Ahh.. Aku akan menjawab semua yang ingin kau ketahui! " Ucap Song Lan dengan santai.
" Bagaimana pangeran serta bawahan pangeran Lan yang ada di lur tahu? Aku baru memiliki masalah dengan Sekte Kalajengking Hitam? Apalagi anda sepertinya tahu jika Bibi ku Huli Jin saat ini sedang memburuku!? " Tanya tegas Shengqi.
" Ha.. Ha.. Ha.. Kau pasti penasaran kan? " tanya balik Shengqi. " Kau tahu Sekte Ular yang telah di ratakan. Sekte kalajengking Hitam dulu?! Yah.. mereka di ratakan karena mereka sekte yang ahli dalam hal informasi, telah membocorkan kelemahan Sekte kalajengking Hitam kepada Kekaisaran Mongol." ungkap Song Lan.
" Dialah, orang yang satu-satunya berhasil selamat dari insiden besar itu! "
Sekte Ular adalah sekte aliran hitam yang sangat tersohor dan termasuk sekte terkuat setelah Sekte Kalajengking Hitam dulu. Tehnik khusus mereka yang mampu berbicara serta mengontrol para serangga membuat mereka dapat dengan mudah mengetahui informasi atau kelemahan musuh dengan mudah.
Tapi, karena mereka berani menjual informasi penting dari Sekte kalajengking Hitam. Sekte ular ini, akhirnya di musnahkan dan para muridnya terus di buru dan di bunuh oleh Sekte Kalajengking Hitam sampai saat ini.
Insiden tersebut membuat banyak sekte di kekaisaran Wei tidak berani dan takut dengan Sekte kalajengking Hitam.
***
Setelah memasuki Kota, Fang Han berlari dan tiba-tiba meregangkan tangannya sambil menatap semua gedung dan rumah yang ada di hadapanya.
Yuanjun yang mendapati suaminya seperti itu sedikit kebingungan melihatnya. ' Apa yang di lakukan Han Ge ge? ' Batinya karena penasaran.
" Jun'er.. Kau pasti penasaran kenapa suamimu bisa bersikap seperti itu!? Kau pasti sudah tahu, dia sebenarnya adalah seorang pangeran? " Ucap Liem Tou pelan, dia menghela napasnya cukup panjang. " Yah, karena insiden yang tak menyenangkan. Dia berakhir dengan buruk dan di hapus dari daftar nama putra Kaisar! Sehingga dia menghabiskan massa kecilnya di luar istana, dan tidak di dalam istana! Itulah kenapa kota ini sangat berpengaruh dalam hidupnya."
" Aku mengerti kek! " Terang Yuanjun sambil menatap Suaminya dari jarak yang lumayan juh. Terlihat saat Fang Han masih melepas kerinduanya, ada beberapa orang yang berlari ke arahnya dengan semangat.
" Fang Han.. Itu Fang Han kan! Fang Han Pulang, Woy... Fang Han udah pulang!? " Teriak seorang pria yang buru-buru berlari ke arah Fang Han. Semua orang yang mendengar teriakkan pria tadi, terkejut dan mengalihkan pandangan mereka ke arah pria yang tengah berdiri di tengah jalan.
__ADS_1
" Ah.. Iya, itu Fang Han.. "
" Han'er.. "
" Fang Han kita pulang... "
Semua orang yang mengenalinya segera berbondong - bondong memeluk serta mengangkat tubuh Fang Han.
Yuanjun terkejut melihat puluhan orang tengah ramai - ramai mengangkat tubuh suaminya, dan mengaraknya sambil berseru ria.
Fang Han tertawa lepas saat di angkat puluhan orang yang ramai - ramai menyambutnya dan mengaraknya, setelah beberapa menit dia teringat dengan suaminya.
# Fang Han mengangkat tanganya mengisyaratkan kepada semua orang untuk berhenti.
# Fang Han berisyarat.
( Tunggu... Aku minta turun sebentar ) Unkap Fang Han.
Setelah tubuhnya di turunkan, Fang Han segera berlari ke arah Yuanjun. Tanpa meminta ijin kepada istrinya, Fang Han segera menarik tangan Yuanjun dan langsung memperlihatkan istrinya kepada semua orang.
# Fang Han berisyarat.
" Aku Istri sah dari Fang Han. Namaku Huli Yuanjun, Salam kenal semuanya." dengan anggun, Yuanjun memperkenalkan dirinya sambil mengangkat sedikit baju miliknya dan membungkuk memberi penghormatan kepada semua orang.
" Waahhh.. Cantiknya."
" Han'er aku jadi iri kepadamu?!"
" Ini mahh Dewi.. " Teriak semua orang yang mengagumi kecantikan Yuanjun.
Liem Tou yang melihat ini semua hanya bisa tersenyum bangga kepada Fang Han serta Yuanjun. " Tuan - Tuan.. Mereka baru sampai di kota ini aku akan membiarkan mereka istirahat dulu." Seru Liem Tou dengan berwibawa.
Semua orang bersujud dan mendekapkan tangan mereka memberi hormat. " Tuan besar Liem Tou, maafkan kami jika mengganggu anda dan cucu anda." seru salah satu orang yang menyambut kedatangan Fang Han.
" Oh sudah lahh.. jangan seperti ini! Han'er, Jun'er segera berpamitlah kepada semua orang-orang baik ini. Kalian harus segera istirahat." Imbuh Liem Tou, sambil mengelus elus jenggot panjang yang sudah terlihat putih.
" Baik kakek." Seru Yuanjun dengan sopan. "Tuan - Tuan kami unjuk diri dari sini." ucap Yuajun mewakili dirinya serta suaminya sambil memberi hormat.
__ADS_1
" Ah.. tunggu dulu, ini kami memberikan hadiah kecil untuk menyambut istri cantik Fang Han kami! Silahkan di bawa." Imbuh Pria sepuh sambil memberikan banyak buah-buahan dan berbagai makanan lain kepada Yuanjun serta Fang Han.
Setelah beberapa menit, mereka segera beranjak dan pamit dari tempat mereka saat ini menyusul Liem Tou.
" Fang Han.. Beruntung istrinya sangat cantik." komentar salah satu pria yang sebaya dengan Fang Han.
" Makanya jadi orang harus baik dan Jujur seperti Han'er." jawab salah satu pria sepuh yang mengenali Fang Han.
Kedatangan Fang Han menjadi berita dan cerita hangat bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Kota Song ini. Semua orang yang mengenalnya pasti akan tertawa dan senang mendengarnya.
Sosok Fang Han di Kota Song, sangat di kenal baik bagi semua orang. Selain suka menolong orang, dia juga di kenal sangat sopan dan baik.
***
Setelah sampai di kediaman Liem Tou, Fang Han segera berlari menuju ruangannya dulu. Dia melihat - lihat barang - barang yang ia tinggalkan dirumah kakeknya ini.
" Han Ge ge.. ih, dia meninggalkan ku lagi." Rengek Yuanjun sedikit kesal.
" Hoo.. Hoo.. Kau istirahatlah dulu ke kamar Jun'er. Biarkan dia menghilangkan rindunya dulu." Jawab Liem Tou sambil tersenyum lembut, dan beranjak pergi.
Yuanjun menggangguk dan memandangi kakek suaminya itu, sampai dia tak terlihat lagi dari pandangan matanya lagi. "Sudah enam bulan yahh. Aku baru sadar, dia cukup lama ada di rumahku dan baru saja pulang.. Hmm... "
Yuanjun segera membaringkan tubuhnya yang sangat lelah hari ini. Tanpa ia sadari setelah beberapa menit dia akhirnya tertidur di kamarnya.
Langit mulai berubah hitam, Yuanjun dengan lemah membukakan matanya karena sedikit terganggu. Saat sadar tangan Suaminya sedang melingkar di tubuhnya.
Mungkin jika perasaanya masih seperti dulu, dia akan marah dan menendang Fang Han dari tempat tidur ini. Tapi, sekarang dia sudah berbeda.
Dia membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Suaminya. Tangan Fang Han yang melingkar, menyulitkannya untuk bergerak, Tapi setelah berbalik dia memandangi wajah Suaminya dengan sedikit haru dan senang.
Diam - diam, di mengecup pipi kanan suaminya dengan lembut. Dia memandangi lagi wajah suaminya dengan sayu, terasa tenang dan bahagia hatinya saat ini.
Kembali setelah beberapa menit kemudian, mata Yuanjun kembali berat dan mengantuk karena lelah. Setelah itu dia kembali tak sadarkan diri dan tertidur di dalam pelukan suaminya sambil tanganya juga terlingkar di tubuh Fang Han.
___
Senin depan mari sama - sama vote cerita ini..
__ADS_1