
Setelah urusan Fang Han dengan Kakek Lu Baojia selesai, dia segera pergi untuk beranjak kembali pulang untuk menemui Yuanjun. Tapi, ada hal yang membuatnya terkejut saat dia sudah tiba di halaman Sekte. Fang Han melihat Yuanjun serta Shengqi berboncengan mengendarai seekor Kuda.
Saat melihat Istrinya bisa tertawa dengan pria lain, Dada Fang Han terasa sangat begitu sesak. Hatinya terasa begitu sangat perih seakan ada sebuah pisau yang tengah menyayatnya saat ini. Tapi, dia berusaha untuk bisa tersenyum melihat Yuanjun bisa tertawa lepas seperti hari ini. Seakan ada beberapa poin tersendiri saat bisa melihat Yuanjun bahagia.
Fang Han membungkukan pandanganya ke bawah, dia meratapi perasaan aneh di hatinya saat ini. Dia mencoba untuk berdiri dan segera pergi dari tempatnya agar dia tidak di ketahui. Tapi, saat dia hendak berdiri kedua kakinya bahkan tidak bisa membuatnya berdiri.
Fang Han tersenyum sambil memegangi kedua kakinya yang saat ini tengah gemetar. 'Ayolah berdiri tubuhku!?' batinya, dengan kedua mata yang berlinang.
Huli Chang yang saat itu tengah berjalan-jalan di halaman Sekte terkejut saat mendapati Fang Han tengah meringkuk sambil bersandar di salah satu tembok gedung Sekte. Dia langsung bersembunyi untuk memastikan apa yang tengah terjadi, setelah beberapa menit dia memastikan Fang Han.
Akhirnya dia mendapati titik temu masalah yang sedang terjadi. ' Kakak ipar, kau harus bersabar biar aku yang akan membereskan masalahmu.' batin Huli Chang dengan perasaan geram.
***
" Baiklah ka Shengqi, cukup sampai di sini saja." ucap Yuanjun, sambil melompat turun dari tubuh Lucy.
Kuda itu, tiba - tiba kembali memekik dan kemudian berdiri. Shengqi dengan reflek langsung turun dari atas punggung kuda putih tersebut.
" Pergilah, kawan.. " pinta Shengqi. " Jadi, bagaimana lati-"
" Kakak.. " Teriak seorang wanita dari jarak yang lumayan jauh. Yuanjun langsung melirik ke arah sumber suara.
" Chang'er, ada ap- "
PRAAKKK..
Huli Chang, tiba - tiba menampar pipi kanan Yuanjun dengan keras. Melihat hal yang tak di duga itu Shengqi langsung memisahkan Huli Chang dari Yuanjun untuk menjauh.
" Lepaskan... " Teriak Huli Chang lagi, " Ka, meski kau adalah wanita yang sangat aku kagumi. Tapi, aku tidak suka dengan cara mu berprilaku tidak adil kepada suami mu!? Aku sebagai adikmu sangat marah jika kau seperti ini." Imbuh Huli Chang, sambil berusaha melepaskan dekapan Shengqi untuk kembali memukul kakaknya.
" Sudah cukup.. " Mendengar perintah itu mendadak tubuh Huli Chang, Shengqi serta Yuanjun tiba - tiba langsung terasa menjadi begitu sangat berat.
" Nenek.. " jawab Huli Chang serta Yuanjun bersamaan.
" Ada apa ini? " Tanya Huli Jin sambil mendekat ke arah cucu-cucunya.
" Nek.. Kakak selalu- "
" Diam.. Chang'er, aku tidak sedang bertanya kepada mu!? Jadi, apa yang telah kau perbuat Shengqi?? " Tanya Huli Jin sambil menatap tajam ke arah Shengqi.
__ADS_1
Pria yang selalu bersikap berwibawa itu. Kini, tengah menundukkan kepalanya sambil mengeluarkan keringat dinginnya. "Aku hanya ingin mengajarkan Jun'er berlatih mengendarai kuda." Jawab Shengqi sambil terengah-engah karena ketakutan.
" Apa benar yang telah ia katakan Jun'er?? " Tanya Huli Jin kepada Cucunya.
" Iya, Nek.. " jawab singkat Yuanjun dengan tubuh yang gemetar.
" Jadi, Changer.. Kenapa kau memukul kakak mu?? " Kini giliran Huli Chang yang mendapatkan pertanyaan dari neneknya.
" Nek.. Apa kau tau sikap kakak terhadap kakak ipar? ( Huli Jin menggeleng ) Kakak selalu bersikap dingin terhadap kakak ipar. Tapi, dia malah begitu lembut terhadap pria lain."
" Maksudmu apa Chang'er?! " teriak Yuanjun menyela.
" Maksudku, kenapa kau membiarkan Kak Shengqi memelukmu?! Kakak ipar telah melihat kalia- "
Fang Han tiba - tiba berlari ke arah mereka dengan terburu-buru, dia melirik ke arah Yuanjun. Yuanjun membalikkan pandanganya dari tatapan Fang Han.
" Han'er, ini tidak seperti apa yang kau pikir-kan." Ucap Huli Jin yang sedikit terbata karena terkejut.
Fang Han, tiba - tiba berlari ke arah Yuanjun dan langsung memeluknya. Mendapati hal itu, Yuanjun yang juga terkejut tiba - tiba pelupuk matanya sudah di banjiri oleh air mata.
" Maaf kan aku... Maaf kan aku.. " Rengek Yuanjun sambil membalas pelukan suaminya.
Suasana haru yang terjadi saat ini membuat semua orang menundukkan pandanganya. Hati Huli Chang yang pada awalnya sangat marah kini ikut menangis sambil tersenyum bahagia.
" Chang'er.. Cepat bawa kakak iparmu serta Yuanjun pergi dari tempat iin!? Aku mau membicarakan hal penting dengan Shengqi." Pinta Huli Jin dengan dingin.
Huli Chang yang menuruti perintah Neneknya segera menarik tangan Fang Han, untuk pergi dari tempatnya. Fang Han yang merangkul Yuanjun melirik ke arah Huli Jin dengan tatapan penuh arti.
Huli Jin yang menyadari tatapan Fang Han, hanya membalas tatapannya sambil tersenyum. Setelah beberapa menit kemudian, kini tinggal Huli Jin bersama dengan Shengqi di tempat.
" Aku sudah pernah mengatakan hal ini kepadamu. Jauhi Yuanjun selamanya, aku tidak akan pernah merestui atau menerimamu bersamanya." Teriak Huli Jin sambil menatap geram Shengqi.
Shengqi hanya bisa diam sambil berlutut di hadapan Huli Jin, mulutnya seperti terkunci. Tubuhnya terasa begitu sangat berat, tekanan dari tenaga dalam yang di keluarkan Huli Jin sangat besar.
" Besok.. Kau harus pergi dari tempat ini." Imbuh Huli Jin sambil berlalu meninggalkan Shengqi yang masih berlutut.
' Sial.. ' Batin Shengqi, sambil mengepalkan tinjunya. ' Kau telah membuatku seperti Fang Han.' maki Shengqi.
***
__ADS_1
" Kakak ipar, maafkan lah perbuatan burukku terhadap kakak."
# Fang Han tersenyum dan kemudian berisyarat.
( Lebih baik, kau meminta maaf kepada kakak mu )
Melihat isyarat yang sangat sulit di mengertinya, Huli Chang hanya bisa mengira - ngira. ' Apakah? maksud kakak ipar, Kenapa aku bisa marah dan memukul kakak? ' Batinya sambil menggaruk - garuk kepalanya.
" Dia bilang.. Kau harus meminta maaf kepada diriku!? " Jawab Yuanjun tiba - tiba.
Fang Han terseyum ke arah kedua gadis yang kali ini tengah saling berpelukan di hadapanya. Dia tidak mengira Huli Chang akan berbuat seperti itu untuknya.
Saat dia masih terbawa dalam kesedihannya, Fang Han terkejut saat sadar. Huli Chang entah dari mana, tiba - tiba adik iparnya itu sudah memarahi istrinya dan membuat Huli Jin marah.
Saat Huli Jin, tengah menanyakan hal kepada Huli Chang! Apa yang telah terjadi. Buru - buru Fang Han segera berlari ke arah mereka, dan menghentikan sesuatu hal yang mungkin akan terjadi sangat buruk jika Huli Chang mengungkap kannya.
" Suamiku.. " Sapa Yuanjun. Fang Han langsung terkejut mendapati hal yang sangat ia tidak duga, Fang Han berisyarat.
( Ada apa? ) sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Terima kasih.. Maafkan aku telah membiarkan Ka Shengqi memeluk ku, Ak-"
SSSTTT..
Fang Han menutup mulut istrinya tiba - tiba dengan jari telunjuknya. Saat kedua mata mereka saling bertemu perasaan aneh langsung membuat mereka otomatis memejamkan matanya, dan dengan pelan pelan bibir mereka ikut terbuka dan semakin mendekat.
" E-hem.. Tolong di sini masih ada adikmu loh." seru Huli Chang.
Yuanjun serta Fang Han dengan reflek langsung saling menghindar. Kedua wajah pasutri itu, kini tengah meringkuk sambil menahan malu.
" isshhh.. Dasar Chang'er!? Maaf aku akan membawa cucu kecil ku ini."
Wajah Fang Han dengan Yuanjun semakin memerah, saat sadar ternyata Huli Jin dari tadi juga ikut menyaksikan aksi mereka berdua.
" Ahh.. Nenek lepaskan." rengek Huli Chang.
" Isshh.. Kami pergi dulu da dah." imbuh Huli Jin sambil beranjak dengan merangkul tubuh Huli Chang.
Setelah Huli Jin serta Huli Chang sudah pergi meninggalkan mereka. Fang Han dengan Yuanjun berbalik bersamaan dan sambil malu malu, mereka mencoba mendapatkan Mood yang telah hilang tadi.
__ADS_1
Anehnya saat pandangan mereka kembali bertemu, mereka justru malah tertawa bersama mendapati hal yang menurut mereka sangat jarang dan lucu tadi.
Fang Han mengulurkan tanganya untuk mengajak istrinya pergi dari tempat mereka saat ini, kini tanpa perasaan malu Yuanjun langsung mengambil tangan suaminya dan tersenyum.