Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Perasaan Huli Yuanjun


__ADS_3

Sudah dua hari ini, Yuanjun seakan satu hari yang di milikinya pasti tiba - tiba akan terbayang dengan wajah Fang Han dalam satu jam. Sejak diam - diam membaca beberapa kata, dari puisi yang di buat Fang Han dulu.


Perasaanya terhadap Fang Han mulai berubah sedikit demi sedikit, sebelum Neneknya menegurnya pun perasaanya terhadap Fang Han memang sudah mulai berubah sedikit.


Saat di perbatasan dia selalu memikirkan perasaan Fang Han setelah dia berkata kasar terhadapnya, padahal sejak awal meski dia masih tidak menyukainya. Tapi, dia lebih suka membiarkanya atau mendiamkanya, saat itu dia pun sedikit bingung kenapa? kenapa, Dia sangat marah ketika adiknya Huli Chang mencoba mendekati suaminya tersebut. Padahal hanya sekedar menjalankan ke isrnganya.


Yuanjun, sejak tiga bulan yang lalu setelah menikah dengan Fang Han. Dia selalu memperhatikan kegiatan keseharian suaminya tersebut, Fang Han yang sering meracik obat untuk menolong orang - orang meski orang itu tidak ia kenal, Fang Han yang selalu perhatian terhadap anak kecil serta orang tua.


Itu semua, membuat hatinya selalu bergetar dan merasakan sesak yang teramat sakit, jika ketika dia tanpa sengaja memperhatikan suaminya. Saat itu juga, dia teringat perlakuan buruknya selama ini terhadap Fang Han. Hatinya selalu tiba - tiba merasakan sakit, ada perasaan bersalah dan tidak senang jika mengingat perlakuannya selama ini.


Dulu sebelum Fang Han hadir di kehidupannya, di mata Yuanjun sosok Shengqi lah pria pertama yang menurutnya cukup sedikit menarik perhatianya. Wajar saja, itu juga aneh bagi dirinya. Sedangkan, dia pun juga sangat mengetahui tentang dirinya sendiri, dirinya tidak akan mudah tertarik dengan seorang pria meski pria tersebut setampan apapun yang gadis - gadis lain di usia yang sama dengan Yuanjun pikirkan. Itulah kenapa? Yuanjun di kenal dengan sebutan Bunga yang sangat sulit di gapai, oleh seluruh pria di Kekaisaran Wei yang mengenal dirinya.


Begitu pula Shengqi, Shengqi juga memang sangat terkenal di kalangan para wanita di kekaisaran Wei. Parasnya yang menawan, sikapnya yang selau pendiam dan dingin terhadap siapa saja serta dia memiliki bakat menjadi seorang pendekar yang sangat hebat, jadi wajar saja jika banyak kaum hawa yang terkait oleh pesona ketampananya sebagai seorang pria, Shengqi memiliki julukan di dunia persilatan yaitu pangeran tampan si kilat biru.


( Mirip seperti Sasuke di anime Naruto )


Yuanjun berjalan cepat dengan sedikit kesal sambil mengumpati nama Shengqi di hatinya, "Kenapa? Sepertinya akhir - akhir ini Ka Shengqi seakan berusaha mendekatiku?! Padahal dia sudah tau aku sudah memiliki seorang Suami!? Dasar bikin kesal." Maki Yuanjun.


Saat Yuanjun hendak memasuki rumahnya, langkahnya terpaksa tiba - tiba ia harus hentikan saat mendengar panggilan seseorang dari belakanganya.


" Jun'er. Maaf kan aku tadi aku mengganggumu?! " Seru Shengqi sambil berlari ke arah Yuanjun berdiri.


Yuanjun membalikkan badanya sambil menghadap Shengqi, " Tidak usah Kaka pikirkan, ngomong - ngomong apa yang tadi kalian bicarakan?! " Tanya Yuanjun penasaran.


Shengqi sedikit terkejut, dia menghela nafasnya pelan. " Maaf kalo aku ikut campur urusan keluarga kalian. Tapi, sempat karena aku melihat wajah mu seakan seperti tertekan aku berpikir suamimu telah berbuat buruk terhadap mu?! " Jawab Shengqi dengan wajah menyesal.


" Ka, aku membencimu!? " Jawab datar Yuanjun, wajah Shengqi langsung tertekuk. "Sebaiknya, kau tidak perlu tahu dia siapa? Yang terpenting aku mengakui dirinya adalah suamiku. Kau mengerti." Terang Yuanjun dengan dingin.


" Tunggu Jun'er, aku mengaku salah. Aku sungguh meminta maaf kepadamu!? " Mohon Shengqi sambil menarik tangan kanan Yuanjun.

__ADS_1


***


Fang Han menuntun lembut langkah Lu Baojia dengan sabar sambil memegangi tangan pria sepuh itu, kedatangan Lu Baojia yang tiba - tiba di tempat sekte Kalajengking Hitam atau rumah baru bagi Fang Han, sedikit mengejutkan Fang Han.


Ternyata, Lu Baojia hanya sudah terlalu penasaran dengan hubungan Fang Han dengan cucu dari Huli Jin. Fang Han sempat berjanji kepadanya kalau catatan Puisi yang di sarankan olehnya akan segera Fang Han berikan kepada Istrinya.


Lu Baojia kini sangat senang, terlihat dari pasang wajahnya. Fang Han bercerita terhadapnya jika pagi ini, Yuanjun baru membuatkanya sebuah makanan.


Yang lebih membahagiakan hatinya lagi, setelah Fang Han memberikan tulisan puisi - puisinya tersebut. Lu Baojia merasa berhasil, meskipun hanya sedikit perubahan biasa, tapi di mata Lu Baojia itu merupakan perubahan besar bagi seorang wanita mengingat pengalamanya.


# Fang Han tiba-tiba berisyarat.


( Kakek, mari kita makan makanan yang telah di buat Istriku!? ) ajak Fang Han dengan antusias.


Fang Han juga ikut terbawa senang, melihat suasana hati Lu Baojia yang saat ini sangat baik di hadapanya. Meski kali ini Fang Han tengah memikirkan pertanyaan Shengqi sejak tadi.


Meski Huli Jin bilang kepadanya jika Shengqi sudah seperti Kakak bagi Yaunjun serta Huli Chang. Tapi, instingnya berkata jika dia harus mewaspadai sosok Shengqi.


Instingnya berkata, jika dia harus mencegah Shengqi untuk dekat dengan Istrinya. Dengan pikiran yang sudah membuatnya risih dari tadi, buru - buru dia langsung mengangkat tubuh Lu Baojia untuk bisa dia gendong. dan membawa Pria sepuh tersebut untuk bisa segera pulang ke rumah kakek itu.


# Fang Han berisyarat, setelah membawa kakek Lu Baojia pulang ke rumahnya.


( Kek, makanan dari istriku ini. Aku berikan dulu saja, sama kakek!? Ini sebagai tanda terima kasih dariku ya kek. Aku pergi dulu karena ada urusan yang mendadak ) Mi-mik Fang Han kepada Lu Baojia.


Lu Baojia tersenyum lembut kepada Fang Han. " Tidak, ini kalaupun aku mau memakanya. Lebih baik aku memakanya bersamamu!? Karena masakan ini di buat spesial untuk mu!?" tegur Lu Baojia sungguh - sungguh.


Fang Han menggaruk rambut kepalanya yang tidak gatal, dia berpikir sejenak lalu segera menggangguk menyetujui saran dari Lu Baojia tadi.


# Fang Han berisyarat.

__ADS_1


( Baiklah kek, mari kita makan makanan ini!? ) ajak Fang Han dengan antusias.


***


" Jun'er. Bagaimana kalau?! untuk membalas kesalahan ku hari ini dengan!? Aku akan mengajari jurus berperang dengan mengendarai Kuda!? Kau masih belum mahir bertarung dengan menunggangi kuda kan!? " Tanya Shengqi serius.


Yuanjun, sempat berpikir lama dalam waktu beberapa menit. ' Dia benar, meski kecepatan serta ke ahlian beladiri ku, semakin mendekati Pendekar Suci. Tapi, aku masih kesulitan untuk menangani Pendekar yang ahli dalam bertarung dengan mengendarai seekor Kuda!? Jika aku berhasil menguasainya, aku akan mampu untuk mengalahkan Pendekar seperti itu kedepanya.' Batin Yuanjun.


" Ka Shengqi penawaranmu lumayan menarik!? " jawab Yuanjun. " Tapi, ini tergantung bagaimana hasil dari latihan hari ini. Jika kau berhasil, aku akan memaafkanmu!? " Imbuh Yuanjun.


" Baiklah, aku akan membuktikannya. " Shengqi langsung bersiul cukup keras, setelah beberapa detik kemudian muncul seekor kuda putih yang berlari ke arah mereka dengan cepat. " Perkenalkan nama dia Lucy, dia gadis yang sangat tangguh seperti dirimu!? " ucap Shengqi, sambil mengelus kuda putih yang baru saja dia panggil.


" Cepatlah naik, kita akan langsung belajar untuk menungganginya dan melatih keseimbangan mu dalam mengendarai kuda." Tambah Shengqi.


Yuanjun yang memang saat ini sangat antusias, segera ikut mendekati kuda tersebut dan langsung mengelusnya. " Lucy, ijinkan aku menaikimu." Yuanjun segera melompat kepundak kuda tersebut setelah memintai ijin darinya.


Anehnya, Lucy. Atau kuda putih tersebut malah berdiri dan memekik dengan keras. " Tenanglah Lucy." seru Shengqi, yang tiba - tiba malah ikut duduk di pundak Lucy untuk menenangkan kuda tersebut.


Yuanjun yang memang baru pertama kali berlatih menunggangi seekor kuda, cukup histeris karena tiba - tiba kuda yang baru saja ia tunggangi malah memberontak. Tapi, yang membuat hatinya lebih terkejut Shengqi malah duduk dekat di belakangnya.


Tubuhnya serta dada dari seorang pria yang sangat lebar dan hangat, sangat ia rasakan di belakang punggungnya saat ini karena terasa tertemepel kuat. Yuanjun berbalik menatap mata Shengqi karena tidak menyukai situasinya saat ini.


" Tenanglah, aku tidak akan berbuat macam - macam terhadapmu." Jawab Shengqi sambil tersenyum lembut.


Mereka berdua terlihat sangat begitu romantis saat di lihat dari jauh, dan mereka tidak sadar. Ada sebuah pasang mata yang melihat serta menyaksikan mereka berdua tengah menunggangi seekor kuda sambil kedua pasang mata pria tersebut berkaca - kaca.


____


Aku lagi banyak masalah karena menolong temen ******** ku, untuk itu Updetnya kembali tidak teratur. Aku juga lagi garap novel baru di KWIKKU.COM judulnya God War Player.

__ADS_1


Jadi saya meminta maaf atas ketidak nyamanyanya.. intinya lagi beresin masalah hutang yang di buat temen brengsek ini dulu aku belum bisa bayar karena kondisinya lagi susah banget. Jadi pusing terus ini


__ADS_2