
Pasukan Monggoliyah kembali menyerang perbatasan kekaisaran Wei, yang di jaga gabungan pendekar - pendekar hebat termasuk Huli Jin serta kedua cucunya.
Kedatangan Huli Yuanjun serta Huli Chang cukup memberikan sebuah perubahan situasi di tempat tersebut. Perhitungan pasukan Monggol saat itu tidak bisa mereka percayai, sampai akhirnya dengan terpaksa mereka harus mundur dari tempat tersebut karena kekalahan yang sangat besar karena kedatangan Dua cucu Dewi Poison Huli Yuanjun serta Huli Chang.
Seluruh pendekar Kekaisaran Wei langsung segera bersorak senang atas kemenangan mereka kali ini, karena bantuan serta kekuatan tambahan dari kedua cucu Huli Jin kemenangan akhirnya mereka dapatkan.
" Yuan'er, Chang'er.. " Huli Jin segera memeluk tubuh kedua cucunya tersebut dengan senang. Dia berpikir akhirnya mereka akan cepat kembali untu pulang dan berkumpul dengan keluarga kecil miliknya.
" Yuan'er, Chang'er! Sebaiknya kita segera pulang dari tempat ini. Nenek sudah tidak sabar ingin segera rayakan kemenangan ini dan akhirnya kita bisa berkumpul bersama kembali, apalagi sekarang kelurga kita sudah bertambah satu lagi." seru Huli Jin dengan perasaan yang sangat senang.
Huli Chang seakan tidak terlalu menghiraukan ucapan Neneknya kali ini. Dia tengah fokus menatap wajah Yuanjun yang sangat jelas tergambar di wajahnya, bahwa Yuanjun kali ini seperti bersalah terhadap Neneknya.
Huli Chang sadar, apalagi dia sangat memahami karakter Kakaknya itu. Huli Yuanjun sangat pandai menjaga perasaan Neneknya serta selalu menyembunyikan masalah atau apapun dari Neneknya.
" Baiklah.. Sebaiknya kita segera bergegas Fang Han mungkin sudah menunggu kita." ucap Huli Jin.
" Baik Nek.. " jawab kompak Yuanjun serta adiknya.
Saat mereka bertiga akan pergi dari perbatasan tersebut, Shengqi langsung menghentikan langkah mereka.
" Maaf kan aku bibi Jin! Tapi, boleh kah aku mampir ke sektemu? " Seru Shengqi sambil tersenyum ramah. " Aku juga sudah lama tidak bertamu ke tempat kedua saudari cantikku ini! Boleh ya Bibi Jin."
Huli Jin menghela nafas panjang. " Baiklah.. kau boleh ikut kami pulang, kau benar sudah sangat lama kau tidak bertamu ke tempat kami setelah orang tua mu pergi." jawab Huli Jin singkat.
Setelah mengijinkan Shengqi untuk ikut mampir ke tempat mereka bertiga, Huli Jin langsung melesat terbang dan langsung di susul oleh Huli Chang serta Huli Yuanjun.
Di tengah perjalanan mereka tidak ada yang berani berbicara serta membahas hal apapun, karena Yaunjun, Huli Chang serta Shengqi sangat mengetahui Sifat Huli Jin yang tidak menyukai perbincangan saat mereka tengah berada di perjalanan mungkin Huli Jin berpikir jika bercanda saat perjalanan pulang. Itu akan memperlambat langkah mereka.
***
Fang Han menerima kabar dari salah satu Tetua dari Sekte kalajengking Hitam, jika Huli Jin Neneknya serta istri dan adik iparnya itu akan segera pulang. Kabar tersebut membuat Fag Han menjadi sangat senang.
Dengan tergesa - gesa Fang Han pergi ke hutan untuk berburu kelinci hutan disana, Fang Han sudah tahu makanan kesukaan yang di senangi Nenek serta Istrinya itu.
Yuanjun serta Huli Jin sangat menyukai masakan dari daging kelinci, karena rasanya yang enak dan gurih. Tekstur serta kekenyalan dari daging kelinci sangat lah mereka senangi.
__ADS_1
Tapi, Fang Han tidak tahu jika saudari iparnya juga ternyata sangat menyukai daging kelinci. Sudah sepeluh ekor yang ia tangkap dan ia kumpulkan di dalam sebuah kantung yang khusus untuk mengantongi buruan hewan yang ia tangkap.
Fang Han segera kembali dan menyerahkan buruannya ke salah satu murid dari sekte kalajengking Hitam yang sengaja di utus dan di tugaskan oleh Huli Jin untuk memasak, dia langsung menyerahkanya agar segera di masak untuk menyambut kedatangan Nenek, Istri serta saudari iparnya.
Aneka hidangan serta makanan mewah yang lain sudah di persiapkan di meja makan yang sangat besar milik Huli Jin. Fang Han membungkukan badanya dan memberikan penghormatan, kepada para murid dalam yang sudah membatunya dia segera berterima kasih kepada semua murid dalam yang di tugaskan Huli Jin untuk melayani keluarganya.
Semua murid yang melayani keluarga Huli Jin tersenyum malu menanggapi sikap baik yang Fang Han tunjukan kepada mereka.
" Tuan muda, ini sudah kewajiban kami jadi tidak usah sungkan." Jawab salah satu murid yang melayaninya.
# Fang Han berisyarat.
( Tidak, justru aku yang sebenarnya malu membiarkan kalian yang melakukan semua ini. Oleh karena itu ini!? ) Fang Han menyodorkan botol botol yang terisi pil penguat Qi racikanya.
( Tolong Jangan sungkan ) imbuh Fag Han sambil menyerahkan botol botol yang berisi pil miliknya kepada semua murid dalam tersebut.
" Baiklah tuan.. baiklah.. kami akan menerima semua ini terima kasih." jawab kembali salah satu murid dalam itu.
( Tidak, tidak, aku yang berterima kasih ) Sambil membungkuk kembali ke semua Murid dalam yang telah melayaninya.
***
" Akhirnya kita sudah sampai di rumah kita." seru Huli Jin sambil memandangi benteng besar di luar sekte milikinya. Sekte kalajengking Hitam menjadi sekte paling kuat dan sangat besar, sehingga banyak orang orang yang sering membicarakan sekte tersebut.
Karena menduduki peringkat atas dari semua sekte Aliran Hitam, Sekte kalajengking hitam sering di isukan menjadi sekte yang sangat kejam dan sadis.
Kabar yang orang - orang takuti adalah murid dari sekte kalajengking hitam sering menguji kehebatan racun milik mereka, dengan menyuntikan racun tersebut kepada para warga atau masyarakat yang sengaja mereka culik dan mereka bunuh.
" Ketua sekte datang.. " seluruh murid sekte Kalajengking Hitam, segera berbaris memberikan Huli Jin serta kedua cucunya ruang jalan yang luas untuk lewat mereka.
" Berlatihlah dengan semangat yahh." seru Huli Jin menyemangati murid - murid yang belajar di tempatnya, sambil terus berjalan memandangi setiap murid yang membungkuk dan memberi penghormatan kepadanya.
Mata Huli Jin segera melebar saat pandangan kedua matanya bertemu dengan seseorang yang ia sengaja cari dari tadi.
" Han'er.. " Huli Jin mendekati Fang Han yang saat ini tengah membungkuk mengikuti murid - murid Huli Jin. " Han'er.. kau memang cucu ku yang paling rendah hati."
__ADS_1
Yuanjun segera mendekati Fang Han dan segera merangkul tangan kananya. " Nek.. aku ingin bicara sebentar dengan suamiku."
" Aduuuh.. penganten muda emang sulit yahh, jika harus terpisah. Baiklah silahkan!? Mari Chang'er, Shengqi biarkan pasutri muda ini saling membagi rindu mereka." ucap Huli Jin sambil mengelus lembut serta memeluk manja kedua cucunya.
Fang Han sedikit terkejut dengan tindakan Yuanjun saat ini, ada kecemasan yang nampak terlihat di raut wajahnya.
Diam diam Huli Chang masih memperhatikan kakak serta kakak iparnya tersebut, dia khawatir jika akan terjadi sesuatu yang kurang mengenakan.
***
Setibanya di dalam kamar Yuanjun segera melepaskan rangkulannya dan berjalan maju untuk membelakangi Fang Han.
" Kemarin aku salah, ( wajah Yuanjun mulai memerah ) maaf kan aku!? Tapi, ini bukan karena aku mulai menyesal karena telah menyukaimu yahh, ingat itu." seru Yuanjun.
Jika dilihat dari belakang tempat Fang Han berdiri dia bisa menyadari jika istrinya sedikit malu setelah berkata tadi, nampak jelas kedua daun telinga istrinya yang saat ini sangat merah.
Tiba - tiba hati Fang Han terasa lebih lega setelah istrinya meminta maaf, dia mendekati istrinya dan menepuk pundaknya. Yuanjun segera berbalik dan menghadap Fang Han.
#Fang Han mulai berisyarat.
( Aku yang selalu membebanimu dan sering membuatmu malu, aku masih belum jadi suami yang kau impikan )
Fang Han pergi dari hadapan Yuanjun dan mengambil sebuah buku yang tergeletak di atas meja kamar milik mereka berdua.
( Ini.. Aku menuliskannya untukmu )
Yuanjun menutup mulutnya yang menganga karena terkejut, meski dia sudah tahu beberapa isi kata yang tertulis di buku yang kini di berikan kepadanya itu.
Tapi, rasa syukur atas pemberian suaminya itu membuat suasana perasaannya kali ini berubah menjadi senang.
" Ehem.. Terima kasih, aku akan menerima ini." Yuanjun menghela nafas cukup panjang, dia mencoba mengatur emosi yang tidak seperti biasa darinya. " Tapi, aku masih belum mengakuimu sebagai suamiku! Ingat itu hemm." setelah berkata seperti itu Yuanjun segera membuang wajahnya dan segera keluar dari kamarnya, dan meninggalkan Fang Han di dalam.
Meski akhirnya tetap seperti itu. Tapi, Fang Han merasa puas dan sangat senang karena dia merasakan poin tersendiri dari sifat yang sedikit demi sedikit di rasanya Yuanjun mulai menerimanya.
_____
__ADS_1
**Pembaca yang Budiman , cerita ini mau Bed ending apa Happy ending??
Tulis di komentar, jangan lupa Vote, beri tanda suka serta Sher bila perlu Terima kasih yang telah membaca**