Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Amarah


__ADS_3

" Kakek Fang Han sedang dalam masalah, mata - mata dari kekaisaran Mongol sedang mencari keberadaanya!? " Terang Huli Jin kepada Yuanjun.


" Kenapa kakek Liem Tou.. Begitu sangat di cari oleh Kekaisaran Mongol? " Tanya Yuanjun begitu penasaran.


" Jun'er.. Kau pernah mendengar nama Dewa Alkemis?! " Imbuh Huli Jin dengan serius.


" Ahh.. Kalau tidak salah beliau adalah Alkemis serta Pendekar yang sangat hebat, sehingga beliau sangat di takuti oleh semua orang hanya dengan mendengar namanya saja." jawab Yuanjun.


" Dewa Alkemis itu adalah kakek dari suamimu saat ini." Terang Huli Jin.


" Apa?? Maksud Nenek kakek Liem Tou adalah Dewa Alkemis itu." Tanya Yuanjun dengan perasaan yang sangat terkejut.


" Yahh.. Kau benar, aku sudah mengenalnya sejak muda dulu. Dia adalah Pendekar yang sangat hebat dan Dewa pengobatan sejati."


" Tapi, kenapa Ka Han tidak bisa ia sembuhkan!? " Balas Yuanjun tegas.


" Itu.. itu, karena suamimu memiliki tubuh yang khusus." Jawab Huli Jin singkat. "Tapi tenanglah, suamimu pasti akan bisa di sembuhkan pada waktunya! Nenek yakin kau adalah wanita yang sangat beruntung bisa menikahinya." Tambah Huli Jin sambil tersenyum lembut.


Wajah Yuanjun tiba - tiba langsung memerah. "Ahh.. Nenek meskipun dia seperti itu, aku sudah bisa mencintainya!? " Jawab Yuanjun sambil sesekali menyibakkan rambutnya kebelakang dan tersenyum malu - malu.


Huli Jin kembali tersenyum, melihat reaksi tersipu cucunya tersebut. " Ahh.. aku juga ikut bahagia jika kalian bahagia. Jadi, tiga hari lagi kau akan pergi menuju Kota untuk menemui kakek Liem Tou! Selain itu kau tahu? Ibu dari suamimu dalam tiga hari itu juga dalam tanggal yang sama. Tepat adalah hari berkbungnya. Jadi, suamimu juga pasti dalam tiga hari kedepan akan pergi ke kota untuk melayad."


Dalam beberapa detik, Yuanjun tiba - tiba kembali merasa iba dan bersalah kepada Suaminya. " Baiklah Nek.. Aku mengerti. Nek sebaiknya kita cepat kembali, aku takut Chang'er berani macam - macam kepada Han Ge ge.. "


Huli Jin tertawa kecil mendengar alasan yang lucu dari Yuanjun. " Hemmm.. baiklah mari kita labrak adikmu Heheh."


" Nek.. " Sapa Yuanjun dengan nada memperingati neneknya.


" Iya iya.. "


***


Selang beberapa menit, akhirnya mereka telah sampai di kamar Yuanjun.

__ADS_1


KREEEKKK..


" Ini.. " ucap Yuanjun dengan nada terkejut, saat dia masuk dan segera membuka kamarnya dia sudah mendapati pakaian Huli Chang yang sudah di lucuti seseorang. Dan lebih mengejutkanya lagi adiknya tengah berbaring dengan suaminya.


Dengan geram, dia segera berlari ke arah adiknya dan hendak memukulnya. Tapi, saat dia hendak memukul dia membuka kain yang menutupi wajah Huli Chang terlebih dahulu.


" Tunggu.. Jun'er " Teriak Huli Jin untuk menahan kemarahan Cucunya.


" Dasar kau tak tahu diri.. " Teriak Yuanjun dengan geram dan bersiap untuk memukul Huli Chang. Saat sadar, dia malah mendapati wajah adiknya yang sudah di basahi oleh air matanya sendiri karena tengah menangis.


Tapi, amarah Yuanjun sudah membuatnya hampir kehilangan kendali. Saat tanganya hampir memukul wajah Adiknya, untungnya Huli Jin dengan cepat langsung menahan tanganya.


" Jun'er tenang.. " seru Huli Jin sambil menatap wajah Yuanjun dengan tajam. Karena perasaan takut dan tidak berani membantah perintah neneknya Yuanjun terpaksa untuk bersabar dan menahan amarahnya.


Tapi, karena sakit hati mendapati penghiatan yang baru bagi hidupnya kali ini. Tangisnya langsung pecah, dan membuat tubuhnya langsung ambruk terduduk di lantai ruangan tersebut, karena begitu sangat membuat hatinya serta tubuhnya lelah.


Huli Jin tidak menghiraukan tangisan Yuanjun, dia fokus memperhatikan wajah Huli Chang karena Huli Jin seperti melihat ke anehan di tubuh Huli Chang.


" Jun'er.. Suamimu tidak sudah berbuat curang di belakang mu!? Cepat lihat ini." Seru Huli Jin, Yuanjun segera kembali berdiri dan memastikan hal yang sedang di tunjukan oleh neneknya.


Tubuh Huli Chang langsung tiba - tiba bisa di gerakanya kembali. " Nenek.. " Huli Chang berteriak histeris dan langsung melompat memeluk tubuh neneknya.


Huli Chang terus berteriak dan menangis sangat kencang di pelukan Huli Jin. Kemarahan Yuanjun lagsung mereda, dia segera ikut mencabut jarum yang masih menempel di leher suaminya.


" Chang'er siapa yang telah melakukan hal ini kepadamu serta kakak iparmu? " Tanya Huli Jin sambil membelai rambut Huli Chang dengan lembut, Huli Jin juga mendapati sesuatu hal yang sangat lebih mengejutkanya dan membut pikiranya Syok.


Terlihat, tetesan darah di atas tempat tidur Yuanjun.


Karena teriakan dan tangisan semua wanita yang ada di kamarnya, setelah jarum pembeku Meridian yang ada di lehernya sudah di lepas oleh Yuanjun. Fang Han seketika itu juga langsung sepontan bangun dan terlihat sangat terkejut.


# Fang Han berisyarat, menanyakan apa yang terjadi saat dia tidur tadi kepada Istrinya.


( Jun'er apa yang telah terjadi )

__ADS_1


Mendapati pertanyaan itu, Yuanjun malah menangis dan segera memeluk tubuh suaminya. Semua wanita yang ada di ruangan tersebut menangis kecuali Fang Han.


***


Setelah sudah menenangkan diri masing masing hampir kurang lebih sudah dua jam. Dengan pelan dan tersengguk - sengguk Huli Chang pelan-pelan mencoba menjelaskan.


" Shengqi Ge ge, telah menggagahiku. ( Tertahan karena kembali menangis ) Dia mengira aku adalah kakak! Dia diam diam entah di mana telah membuat tubuh kami berdua tidak bisa bergerak dan berbicara apalagi berteriak. Tapi, aku yang langsung sadar saat tanganya melucuti pakaian ku. ( Kembali menangis ) Dia kemudian menggagahiku dan aku mendengar dengan jelas suaranya saat dia berbisik dan mengerang pada saat itu." Huli Chang kembali menangis di pelukan Neneknya.


" Shegqi.. " Teriak Huli Jin sambil memaki maki namanya. " Kau telah membuat kesalahan yang sangat Fatal.. " ancam Huli Jin lagi.


Yuanjun juga masih menangis di pelukan Suaminya, Fang Han mematung dan terus menundukan pandanganya karena merasa ikut bersalah atas kejadian ini. ' Andaikan, aku seorang pendekar yang hebat.' Batin Fang Han dengan perasaan campur aduk.


***


Shegqi sudah berhasil kabur sangat jauh, meninggalkan Sekte Kalajengking Hitam. Untung saja dia membawa kuda kesayanganya, sehingga dia bisa melarikan diri dari maut yang mungkin dengan cepat akan menjemputnya.


Dia terus berkuda agar jejaknya hilang dan tidak bisa di lacak oleh Bibinya yaitu Huli Jin. Ketika dia hampir sampai di hutan dekat beberapa ratus meter lagi dengan kota Kekaisaran Wei.


Dia di hadang, oleh seseorang yang menggunakan jubah hitam dan berpenampilan sangat serius. " Mencoba kabur atas masalah yang telah kau perbuat?? Pendekar kilat biru?? " Tanya lelaki misterius itu sambil tersenyum.


" Apa maksudmu." Jawab Shengqi sambil meneriaki pemuda misterius tersebut. Dia sangat marah dan sedikit takut ketika sadar pertanyaan dari pemuda yang tidak di kenalinya saat ini begitu pas dengan masalahnya.


Pemuda misterius itu tersenyum mengejek di balik wajahnya yang tertutup jubah miliknya. "Kau pasti tahu, pendekar pengendali serangga yang di juluki raja informasi?? Hehehe. Tapi, aku tidak sedang mengancammu karena aku, akan ada di pihak mu!? "


" Apa maksudmu?? " Tanya Shengqi karena masih tidak paham dengan ucapanya.


" Lebih baik kau diam saja. Dan ikut aku menemui seseorang yang sudah beberapa jam lalu menunggumu." Jawab dingin pemuda misterius.


___


**Mau Novel ini Updet tiap hari? Sama LNA bulan ini bisa Rilis? berikan tanda suka, Like, comnt dan Voting novel ini terus..


Kalau bisa Sher novel ini.

__ADS_1


Terima Kasih**


__ADS_2