Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Kembali ke kota


__ADS_3

Satu hari penuh, Huli Chang masih terus mengurung diri di kamar pribadinya. Suasana keluarga yang biasanya selalu tentram dan ceria, kini sudah berubah karena kesalahan dan bencana yang terjadi akibat ulah Shengqi.


Bukan hanya Huli Chang yang menderita dan sedih, Neneknya Huli Jin pun ikut merasa sakit hati dan hampir frustasi karenanya. Peristiwa ini seperti Aib buruk bagi keluarga serta Sekte miliknya.


Rasa kecewa dan marah, sangat sulit di hilangkan dalam waktu beberapa hari ini. Belum lagi masalah peperangan yang terjadi akhir - akhir ini, sebab itulah Huli Jin menyuruh lima jagoan dari Sektenya.


Mereka sering di sebut sebagai Lima Iblis tanpa tanding, mereka berlima adalah pelindung serta penjaga bayangan yang sudah di latih lama oleh Huli Jin.


Huli Jin selalu menyembunyikan keberadaan mereka berlima, karena kalau kekuatan mereka dapat tercium oleh Sekte lain atau Kekaisaran. Keseimbangan Kerajaan ini akan goyah.


" Para Tetua Lima Iblis, aku meminta bantuan kalian berlima! Tolong gatikan aku membereskan masalah Internal kerajaan ini. Aku sekarang tengah sibuk mengurus masalah dalam keluarga ku dulu."


DEG...


Dalam beberapa detik di dalam ruangan itu terasa begitu berat, karena tanpa sadar saat Huli Jin berbicara dia mengeluarkan tenaga dalam miliknya.


" Baik Tetua Sekte!? " setelah berkata demikian mereka berlima langsung menghilang dari pandangan Huli Jin. Huli Jin menghela nafasnya panjang.


' Tetua Liem.. Aku sudah menyuruh mereka menemuimu! ' batin Huli Jin dengan wajah yang masih penuh dengan masalah. "Shengqi, awas saja kau.. Berani - beraninya kau telah menodai adikmu sendiri! "


***


Fang Han serta Yuanjun sudah setengah perjalan lagi, untuk sampai di Kota Song. Mereka berangkat di antarkan salah satu murid Sekte menggunakan kereta Kuda yang sangat cepat milik Huli Jin.


Huli Jin sengaja memerintahkan salah satu muridnya yang biasa mengendari kereta kuda tercepatnya. Agar hari yang sudah di tentukan berakhir dengan sempurna.


Tapi, dari awal perjalanan mereka berdua. Yuanjun terus merangkul lengan kanan Fang Han, karena terus memikirkan beban yang di hadapi adiknya.


Saat ini satu kelurga milik Huli Jin saling mengutuk diri mereka sendiri, karena mereka berpikir ulah mereka lah yang membuat kejadian tidak menyenangkan ini terjadi.


Yuanjun berpikir, karena Shengqi cemburu terhadapnya sehingga dia dengan berani menggagahi adiknya. Begitu pun Huli Jin serta Fang Han mereka berdua ikut andil dalam masalah ini, semua orang merasa bersalah dan menyesal.


" Tetua Yuanjun, kita sudah hampir sampai di Kota Song. Sekarang kita berada di Hutan dekat kerajaan." Seru murid sekte yang mengendarai kereta kuda. " Apakah kalian mau berjalan saja untuk melanjutkannya! Atau aku antar sampai Kota? "

__ADS_1


Yuanjun melepaskan pelukanya dari Fang Han. " Sudah, cukup sampai sini aja! Kami lebih baik berjalan saja untuk sampai ke dalam Kota. Lebih baik kau cepat kembali dan segera menjaga Sekte." ungkap Yuanjun tegas.


" Baik Tetua .. " Pria itu segera berlalu dari mereka dan terus melaju kereta kuda yang di kendarainya sampai keberadaanya semakin kecil dan menghilang.


" Han Ge ge... Aku-"


Ssstttt ...


# Fang Han berisyarat.


( Aku paham.. Aku akan menggendong mu kalau begitu! Kau mau aku bokong layaknya seperti tuan putri atau kau ku gendong biasa? )


Paham dengan apa yang di maksud oleh Fang Han, Yuanjun segera membenamkan Wajahnya ke dada bidang Suaminya karena malu. Yuanjun berbisik " Aku mau di bopong layaknya tuan putri boleh?! Agar aku bisa memelukmu dari depan." ucap Yuanjun malu-malu.


Setelah berkata demikian Fang Han segera mengangkat tubuhnya, " Aaahhh.. Han Ge ge! Kau mengejutkan ku." Wajahnya kembali memerah padam saat Fang Han tersenyum lembut ke arahnya.


' Wajahnya sangat dekat.' Batin Yuanjun. Warna wajahnya tanpa ia sadari sangat merah, dan detak jantungnya berdetak sangat cepat tanpa bisa ia kontrol. ' Ayolah hatiku. Kau tidak boleh mebuatku malu lagi.'


Di tengah Fang Han masih terus berjalan dan memeluk istrinya, istrinya Yuanjun tidak berani menunjukan wajahnya di hadapan Fang Han. Kedua perasaan pasangan ini berasa dunia hanya milik mereka berdua. Tapi, tiba-tiba ada suara yang memanggil nama Fang Han dari jarak yang lumayan jauh.


" Siapa di sana?! " Teriak Yuanjun.


" Aku di sini!? " Jawab Liem Tou yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.


Fang Han segera berlari ke arah tempat Liem Tou berdiri.


# Fang Han berisyarat.


( Kakek.. Gimana kabarmu?! ) Tanya Fang Han sehabis memeluk Kakek angkatnya.


" Hoo.. hoo.. Kakek sangat baik dan sehat. Sssttt.. Bagaimana istri hubungan mu dengan istrimu?! " Tanya Liem Tou sedikit mengejek.


( Kakek, Yuanjun sangat cantik. ) Sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


" Ehem.. Maaf aku mengganggu reuni mu kakek, Yuanjun memberi salam kepada kakek!? " Yuanjun membungkukan badanya sambil memberi penghormatan kepada Liem Tou.


" Hoo.. Gadis baik. Sini dulu aku mau memeluk kalian berdua." Yuanjun segera ikut mendekat ke arah Liem Tou. " Kakek, sebenarnya sudah lama ingin memberikan ini kepada mu! Ini ambilah." Ucap Liem Tou, sambil menyodorkan sebuah Tusuk rambut Giok yang berukir Naga.


" Simpanlah baik-baik Tusuk rambut ini.. Maaf kakek hanya bisa menghadiahimu barang yang kecil seperti ini!" seru Liem Tou sambil tersenyum.


" Kakek.. ini sangat indah, Terima kasih." jawab Yuanjun sambil berusaha mencium kakek dari suaminya. Tapi, dengan cepat Liem Tou segera menahan pundak Yuanjun agar tidak bersikap berlebihan kepadanya.


" Sudahlah.. mari, aku sudah menyiapkan kalian kamar dan banyak makanan di rumahku! Han'er gendong lagi Istrimu sampai ke rumah."


Wajah Fang Han serta Yuanjun langsung bereaksi, setelah mendengar apa yang telah di katakan oleh Liem Tou. Mereka berdua sangat malu saat mereka asik merayu dan bermanja tanpa mereka sadari ada orang yang mengetahuinya.


Fang Han melirik ke arah Yuanjun, dan tanpa sadar kedua mata mereka saling bertemu. Dengan kompak mereka saling membuang wajah mereka masing-masing.


" Han Ge ge.. Le-lebih baik aku jalan bersamamu saja! " Seru Yuanjun sambil terbata - bata dan segera beranjak jalan mengikuti Liem Tou dari belakang.


Fang Han mengangguk, Fang Han menghela nafasnya cukup panjang dengan sedikit gugup dia tiba - tiba meraih tangan istrinya dan berjalan beriringan denganya.


Liem Tou yang menyadari hal itu, hanya bisa tersenyum dan merasa lega. Dia bersyukur karena cucu angkatnya sekarang memiliki istri yang bisa menyayangi dia apa adanya.


***


Shengqi terus mengikuti langkah pria yang menghadangnya di jalan, mereka berdua terus berjalan dan tiba di sebuah Vila yang terlihat sudah lama tidak di urus dan mungkin sudah di tinggalkan oleh pemiliknya.


" Silahkan masuk! Tuanku pasti sudah menunggu mu di dalam." Seru pria yang masih Shengqi belum kenali. Dengan ragu Shengqi menurut untuk masuk ke dalam vila tua tersebut.


KREYOOTT.


" Ahhh.. Tuan Shengqi, kau sudah ku tunggu cukup lama! Akhirnya kita bisa bertemu kembali." ucap pria yang ternyata pria yang menunggunya masih sebaya denganya.


Shengqi memperhatikan wajahnya dengan seksama, saat dia sadar. " Ahh.. Pangeran Song Lan." Seru Shengqi sambil buru - buru bersujud di hadapan Song Lan.


Song Lan tersenyum dan mendekat ke arah Shengqi. " Sudah lah.. Kita sudah sangat saling mengenal. ( Song Lan mendekatkan mulutnya ketelinga Shengqi ) Aku akan memberikan tugas penting untukmu! Kau jangan mengkhawatirkan nasibmu aku akan melindungimu kalau kau mau bekerja untukku." Ungkap Song Lan sambil kembali tersenyum.

__ADS_1


____


Jangan Luap berikan tanda suka, like, comnt, dan Vote


__ADS_2