Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Fang Han VS Kesembilan Mahkamah Agung III


__ADS_3

Semua mata tertuju ke arah Fang Han dengan serius, Ke sembilan Pendekar tingkat tinggi yang mulai satu persatu menyerang Fang Han dengan kombinasi serangan mereka, yang sangat mematikan. Membuat Song Nie tersenyum sinis melihat itu semua, dia yakin Huli Jin serta puluhan pendekar lainya tidak akan ada yang berani membantu Fang Han serta menolong dia.


Karena, masalah ini adalah masalah internal dalam keluarganya sendiri. Selain itu, Song Nie beserta Kesembilan Mahkamah agung itu masih mengira jika kekuatan Yuanjun yang mengamuk tadi, di hentikan oleh Huli Jin beserta pendekar hebat yang kini bersamanya.


Tapi, rasa kemenangan Song Nie tidak di rasa sama oleh Kesembilan pendekar tingkat tinggi yang tengah menghadapi Fang Han saat ini. Nyatanya Fang Han mampu mengimbangi gerakan mereka dengan mudah bahkan sudah membuat mereka tersudut.


Low yang memiliki tingkatan tertinggi di antara kedelapan rekanya itu, mengumpati ucapaya sendiri. Dia tidak percaya Fang Han mampu mengimbangi mereka semua, awalnya dia hendak bertarung dengan santai menghadapi Fang Han! Karena dia lebih condong dan lebih mewaspadai Huli Jin beserta pendekar hebat lainya yang ada di belakang Fang Han.


Tapi nyatanya, dia harus menyesali sikapnya tersebut. " Kami terlalu meremehkan mu Tuan muda! Cepat keluarkan pusaka kalian masing-masing!?" Seru Low dengan geram.


Kesembilan Pendekar tingkat tinggi itu. Segera mengeluarkan senjata pusaka mereka bersamaan, mereka segera menyalurkan tenaga dalam milik mereka ke pusaka yang di pegangi mereka saat ini masing-masing.


Perasaan khawatir Yuanjun, semakin menjadi-jadi. Dia mengepalkan tanganya dengan erat, karena dia tidak bisa membiarkan Suaminya itu bertarung sendirian lagi. Huli Jin yang mulai sadar dengan reaksi cucunya itu! Segera membisikan sesuatu ketelinga Yuanjun. "Jun'er percayalah dengan suami mu!?" bisik Huli Jin pelan, perlahan-lahan kepalan tangan Yuanjun yang tadi sangat keras. Kini mulai di lemaskanya sendiri karena peringatan Huli Jin tadi.


Wajah Song Nie, kini mulai ikut menegang. Melihat pertarungan di hadapanya saat ini menjadi lebih sengit. Tapi dia juga sadar, jika kesembilan pendekar miliknya itu terus tersudut oleh Fang Han.


Fang Han mulai mengumpulkan tenaga dalam miliknya di tangan kanannya tersebut. Tenaga dalamnya itu semakin memadat, dan terbentuklah sebuah pedang cahaya di tangan kananya itu. Semua orang yang ada di tempat itu, mengerutkan dahi mereka bersamaan melihat Fang Han mampu membuat sebuah pedang dengan Tenaga Dalamnya.

__ADS_1


" Sepertinya.. Aku harus menyelesaikan urusan ini! Dengan lebih cepat. Karena aku membutuhkan sebuah jawaban penting darinya!" Ucap Fang Han, di hadapan kesembilan pendekar itu sambil menunjuk ke arah Song Nie dengan santai.


Low beserta rekanya menjadi lebih geram setelah Fang Han berkata seperti itu tadi. Mereka segera kembali menyerang Fang Han secara bersamaan, kesembilan pendekar itu bergantian untuk menyerang dan menyayat Fang Han agar memberikan sebuah luka kepadanya.


Tapi setelah itu, kini mereka sadar akan satu hal tentang Fang Han. Saat Fang Han tiba-tiba melompat mundur dari mereka beberapa langkah, Pandangan mereka ke arah Fang Han tiba-tiba berubah, dari mereka melihat wajah Fang Han yang awalnya sejajar. Kini mereka memandangi Fang Han dari bawah kakinya, tiba-tiba tubuh mereka ikut terbaring di samping mata mereka masing-masing.


Sebelum kesembilan pendekar tingkat tinggi itu sadar tentang ke adaan mereka saat ini, kematian mereka lebih dulu cepat datang. Di bandingkan respon pandangan mereka saat ini.


Song Nie terduduk, ketika kepala Pendekar yang di julukinya sebagai kesembilan Pendekar mahkamah agung kaisar itu, terputus dari tubuh mereka masing-masing. Nafasnya menjadi tidak beraturan, karena ketakutan yang ia rasakan saat ini.


Fang Han berjalan pelan, saat mendekat ke arah Song Nie sedikit demi sedikit. "Kau berhutang kepadaku! Sebuah penjelasan." terang Fang Han kepada Song Nie yang tengah ketakutan saat ini.


Saat Song Nie masih belum di angkat sebagai seorang kaisar. Di Kota Song, dulu pernah ada seorang Petapa Hebat, yang baru saja keluar dari pertapaanya. Yang pada saat itu ramai di bicarakan oleh penduduk-penduduk sekitar di kota Song, karena ketepatan ramalanya serta Petapa itu mampu memanggil hujan serta hal hebat lainya.


Saat Song Nie yang hendak mendatangi Petapa hebat itu dengan baik-baik, karena dia ingin meminta sebuah ramalan baik darinya. Dia terkejut saat dia datang, dia di berikan sebuah lukisan bayi dari Petapa hebat tersebut.


Saat dia menanyai maksud dari lukisan yang di berikan kepadanya itu, Petapa sakti itu bilang kepada Song Nie. Jika bayi di dalam lukisan itu, akan membunuhnya suatu hari nanti dan merebut semua kekuasaanya.

__ADS_1


Song Nie menjadi geram, karena murkanya. Dia segera menyuruh pengawal kerajaanya, untuk memenggal kepala Petapa sakti itu. Dia juga menyuruh semua bayi laki-laki yang lahir pada saat itu untuk segera di bunuh, karena dia takut mati dan kerajaanya malah akan di ambil oleh bayi yang telah di sampaikan Petapa Sakti itu sebelum ia bunuh.


Satu tahun kemudian..


Selir kelimanya melahirkan seorang putra yang sangat sehat dan gemuk, begitu senang atas kelahiran putra pertamanya dari selir yang saat itu ia cintai. Dia mengundang seluruh masyarakat sekitar, untuk berpesta besar-besaran agar memperingati kelahiran putranya tersebut.


Saat pesta besar itu berlangsung, seorang Mentri kerajaan yang tengah mabuk, tanpa sadar tiba-tiba dia memasuki sebuah gudang lama yang sudah tidak di pakai oleh Song Nie saat ini. Mentri itu mengambil sebuah gulungan dari gudang tersebut, dengan berjalan pelan sambil dia terhuyung-huyung dia dengan isi kepala yang masih kosong, menyerahkan gulungan itu kepada Song Nie sebagai sebuah hadiah.


Song Nie yang merasa senang dengan hadiahnya, segera membuka gulungan itu. Saat gulungan itu terbuka, sebuah lukisan bayi! Yang ternyata sangat mirip dengan putranya yang baru lahir tersebut membuatnya sangat marah.


Dia ingat kalau lukisan ini adalah sebuah kutukan baginya satu tahun yang lalu. Dengan murka dia memerintahkan algojo kerajaanya, untuk memenggal kepala Mentri itu, Tidak lupa pula dia memerintahkan pasukanya untuk memburu dan membunuh semua kelurga dari Mentri itu.


Pesta yang awalnya di rencanakan sebagai pesta yang berakhir senang dan meriah, kini malah berakhir dengan tragedi yang mengerikan bagi semua orang yang hadir pada saat itu. Song Nie menjadi lebih sensitif, dia segera membubarkan pesta tersebut dengan kemarahan.


Mulai saat itu, kebencian besar Song Nie kepada Fang Han kecil mulai muncul sedari Fang Han bayi. Awalnya dia berniat membunuh Fang Han dengan tanganya sendiri, tapi karena melihat Song Jia Li dia menjadi tidak berani melakukan hal itu.


Dia memilih diam dan membesarkan Fang Han seperti anaknya yang lain. Tapi, bakat beladiri Fang Han yang sangat mengerikan, malah mengingatkanya dengan ramalan kutukan dari Petapa Sakti yang ia bunuh dulu.

__ADS_1


Seakan tragedi yang ia takutkan dulu, menjadi berjalan perlahan demi perlahan. Ketakutan itu terus membayangi hidupnya, apalagi jika ia melihat wajah Fang Han. Song Nie menjadi kesulitan untuk tidur dan bercengkrama seperti biasa.


Tapi, itu berubah setelah dia mengetahui rencana-rencana buruk dari anak-anaknya, yang iri dengan bakat Fang Han. Dia mempermudah rencana-rencana buruk yang di buat oleh anak-anaknya itu, tidak lupa pula dia memberikan sedikit bumbu-bumbu Drama dalam kejadian pada saat itu.


__ADS_2