Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Perbatasan


__ADS_3

Dengan Topi jerami yang menutupi wajahnya, Fang Han beserta Istrinya sudah sampai di perbatasan kota Mongol.


Terlihat, Puluhan pendekar berkuda berbaris rapih di hadapanya. " Jun'er sepertinya kita sudah di tunggu oleh mereka!" Bisik Fang Han sambil terkekeh.


" Apa yang ingin kalian lakukan? Apa kalian kabur dari kekaisaran Wei dan hendak masuk ke Mongol?" Tanya seorang pria paruh baya, yang dengan lantang berseru di hadapan Fang Han serta Yuanjun.


Mendapati pertanyaanya tidak di ubris, pria paruh baya itu dengan kesal memukul Topi jerami Yuanjun dari bawah ke atas. Dan itu membuat Topi jerami yang Yuanjun pakai terjatuh.


Semua pendekar yang menaiki kuda dan berbaris di hadapan Yuanjun, seketika tiba - tiba mereka akui, jantung mereka untuk beberapa detik berdetak lebih kencang. Mereka semua takjub dengan kecantikan yang Yuanjun miliki.


Fang Han yang menyadari setiap mata tengah mengagumi paras cantik Istrinya, membuatnya meretakkan gigi dengan kuat. Pria paruh baya yang di depan mereka, bahkan tiba - tiba ekspresi wajahnya yang tadinya terlihat sangat garang, kini malah berubah seperti pria hidung belang.


Rasa kesal di hati Fang Han semakin menjadi, dengan cepat dia segera mengambil Topi jerami yang tadi di jatuhkan oleh Pria yang ada di depanya. Hatinya tiba - tiba merasa aneh saat Istrinya di tatap pria lain, tanpa sadar bahwa ia saat ini tengah di Landa cemburu.


Yuanjun yang sadar dengan kecemburuan Fang Han, dia langsung tersenyum manis di balik wajahnya yang kini sudah tertutup kembali oleh Topi jerami miliknya.


" Hoo.. Jadi kalian suami Istri?" Tanya pria paruh baya itu, yang tiba - tiba langsung menghampiri Fang Han sambil terkekeh aneh. " Kawan.. Kau boleh lewat, asal istrimu harus tetap tinggal di sini!" bisik pria paruh baya itu sambil sesekali menjilati.


DEGGG..


Seketika emosi Fang Han semakin menaik, dari awal yang memang dia sudah terbakar oleh api rasa ke cemburunya, karena orang - orang menatap Yuanjun. Kini pria itu malah seakan, tengah mengusik Singa yang lapar di depanya.


Dengan tiba - tiba, Fang Han lalu memberi sebuah tendangan berputar yang sangat keras, tepat mengenai wajah pria paruh baya tadi. Sampai Pria itu terpental hingga terjungkal-jungkal di tanah.

__ADS_1


Semua mata yang berpihak pada pria itu segera menatap lurus ke arah Fang Han.


SERAAANNNGG..


Seketika, salah satu dari mereka berteriak dengan lantang. Dengan aba - aba tersebut, semua orang langsung maju untuk menyerang ke arah Fang Han bersamaan.


Karena jumblah lawanya yang terlalu banyak, Yuanjun sampai menelan ludahnya. Fang Han malah berlari maju menantang ke arah kumpulan pasukan berkuda di depanya, perang besar yang berbeda jumblah pun terjadi sangat dasyat.


" Jurus Dewa perang, pertama!! Jurus tapak Buddha." Teriak Fang Han, lalu beberapa ratus pendekar yang maju ke arahnya dengan ganas, tiba - tiba banyak yang terpental dari mereka.


Fang Han lalu melompat ke atas kepala semua orang, dia kembali menghimpun tenaga dalamnya. " Tapak Buddha.."


BUMM.. BUMM.. BUMMM..


Himpunan tenaga dalam, yang telah membentuk seperti sebuah tapak tangan. Menghujani puluhan ribu Pendekar tentara di bawahnya.


" Jurus pedang kedua, bulan sabit musim semi!!" Satu serangan yang telah di berikan Pendekar dari Mongol tersebut kepada Fang Han, membuat dia tiba-tiba tersenyum sombong. " Lumayan juga!!" kekeh pendekar Mongol itu sambil terus menunjukkan wajah angkuhnya.


Terlihat, Fang Han berhasil mendapatkan ujung pedang yang di ayunkan kepadanya tadi. Wajah pendekar Mongol itu terus tersenyum hina sambil menatap Fang Han, seakan Fang han tidak ada apa apanya bagi dirinya.


" Sudah lama, pedang ku belum keluar dari lilitan sarungnya." Pendekar Mongol itu, langsung menarik ujung pedangnya dari tangan Fang Han. " Jurus pedang ketujuh, Bulan sabit membelah bumi!!"


Ribuan sayatan pedang, menyayat nyayat ke tubuh Fang Han. Pendekar Mongol itu tertawa terbahak bahak, seakan tidak ada lawan yang dapat mampu menandinginya. " Apakah cuma segin-"

__ADS_1


Belum berakhir ia menyelesaikan kata - katanya, matanya terpaksa iya bulatkan. Karena dia terkejut mendapati hal yang begitu sangat mustahil di depan matanya kali ini.


Kini iya sadar, jika sedari tadi pedang itu hanya tersisa gagangnya saja. "Apakah cuma segini saja?" Tanya Fang Han yang kini menatapnya dengan tajam sambil tersenyum sinis.


Yuanjun yang tengah sibuk meladeni beberapa pendekar yang maju untuk mengganggunya, dia tersenyum kecil mendapati lawan Fang Han, seakan dari awal dia tengah mempermalukan dirinya sendiri tanpa malu.


Senyuman di wajah Pendekar Mongol itu mulai menghilang, dia kini sadar jika orang di hadapanya kali ini bukanlah lawanya.


***


" Apa? 20.000 prajurit sudah di lumpuhkan mereka berdua." Temujin mengepalkan tanganya sangat erat, setelah mendapati kabar tersebut.


' Wajar saja.. Yang kita lawan kali ini sama halnya dengan seorang dewa!' Batin Temujin dengan masih mengerutkan dahinya.


" Hoo... Jadi ini kota Mongol!" Seorang pria yang tengah berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di bibir pintu, membuat Temujin serta orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut.


" Siapa kau?" Tanya Temujin penasaran.


" Ahh... Bukanya kau yang menyuruh kami datang ke sini!" Jawab lelaki itu dengan wajah yang acuh.


DEEEGGG...


Keringat di wajah Temujin langsung mengucur dari keningnya, dia hampir saja mengatakan sesuatu yang akan membuat nyawanya sendiri terancam. Dia baru sadar jika bantuannya mulai datang.

__ADS_1


" Ehh. T-tuan anu aku!" gagap Temujin karena ketakutan.


" Aahhh.. Sudah lah, cepat tunjukkan kami, dimana Jiwa YANG itu berada?" cibir pemuda itu yang sudah mulai kelihatan bosan.


__ADS_2