
Tanpa berpikir lama lagi, Dastan langsung menyerang Fang Han dengan mengandalkan kecepatanya. Jual beli serangan akhirnya terjadi.
" Aku akui, kau lumayan hebat! meski aku tidak merasakan tingkatan mu saat ini!" Seru Dastan yang saat ini terus menyerang Fang Han dengan brutal.
" Jurus Dewa Perang pertama!! Tapak Buddha." Karena kurangnya kewaspadaan Dastan terhadap Fang Han, buru - buru Dastan langsung memblokir serangannya sambil tersungkur kebelakang cukup jauh.
Ledakan gelombang energi pun meledak hebat, memaksa Yuanjun serta rekan - rekan Dastan mundur beberapa langkah dari tempat pertukaran jurus keduanya.
Kepulan debu yang menyeruak, membuat pandangan setiap orang kesulitan untuk melihat apa yang telah terjadi. Saat kepulan debu mulai menipis, Fang Han membulatkan matanya tidak percaya.
Dengan santai Dastan, masih berdiri dengan tenang sambil mendekapkan kedua tanganya di dada. "Apakah cuma seperti ini saja?" Kekeh Dastan sambil menatap Fang Han dengan sinis.
" Mungkin untukmu, masih butuh seratus tahun lagi untuk mengalahkan ku! Hey.. Nona cantik yang memiliki tubuh YANG, lebih baik serahkan dirimu baik - baik. Mungkin aku akan membebaskan teman mu ini!" Ucap Dastan dengan wajah sombongnya.
DEEGGGGG...
Tekanan energi kuat yang sangat besar, membuat jantung Fang Han sedikit berdebar lebih kencang dari biasanya. Dia sadar, jika saat ini Dastan sedang memberitahukanya jarak kekuatan antara dirinya dengan orang yang ia hadapi saat ini.
Dastan kembali tersenyum sinis. "Sekarang kau sudah tahu kan?" Seru Dastan dengan nada yang sangat mengejek.
__ADS_1
Fang Han tiba-tiba tertawa lantang, membuat Dastan mengerutkan dahinya. " Apakah aku terlihat sedang melucu?" Tanya Dastan dengan wajah serius, dan tidak lupa pula Dastan lebih memperkuat tekananya lagi, bermaksud agar Fang Han berlutut di hadapanya.
Fang Han menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal, dia kemudian melirik Yuanjun yang tengah sengit bertukar jurus dengan Afreen dan Abda. Terlihat, saat ini Yuanjun tengah terpojok oleh kedua serangan Pendekar tingkat tinggi itu.
Dastan yang merasa di remehkan, langsung kembali menyerang Fang Han tanpa membuang waktu. "Apa kau terlalu yakin dengan kekuatan mu saat ini. Hingga kau berani memalingkan pandangan mu saat bertarung dengan ku!" Teriak Dastan yang sangat tidak terima, jika ada lawanya yang berani berpaling dari dirinya saat bertarung denganya. " Aku akan mematahkan tulang belakang mu, sehingga seumur hidup mu! Akan di habiskan untuk berbaring di atas tempat tidur dan menjadi seseorang yang tidak berguna untuk selamanya."
Saat Dastan semakin mendekat ke arahnya, Fang Han lalu tersenyum lembut menatap kedua mata Dastan. " Sepertinya menarik!" Bisik Fang Han kepada Dastan.
Dastan membulatkan matanya, saat sadar ternyata serangan tiba - tiba miliknya berhasil di tahan oleh Fang Han dengan mudah. "Jurus Dewa Perang Kedua!! Tendangan Kingkong."
DDUUUMMMM..
Afreen dan Abda langsung mundur beberapa langkah kebelakang, keduanya menyesali perbuatan mereka tadi. Mereka berdua tersenyum getir, sambil menatap Yuanjun dengan nafas yang langsung memburu.
' Racun miliknya sangat mematikan, hanya dalam beberapa detik saja. Suntikan racunya sudah membuat, pernafasan kami memburuk!' batin Afreen sambil mencabut jarum yang tertancab di tubuhnya.
Terlihat, Dastan yang terpental ke atas udara itu. Langsung dengan cepat, Fang Han melompat ke arahnya dan kembali memberikan serangan tapak andalanya.
" Jurus Dewa Perang pertama!! Tapak Buddha."
__ADS_1
KRAAKK..
Suara tulang yang patah, terdengar nyaring di telinga setiap orang yang ada di tempat tersebut. Dastan terpental cukup jauh sampai tersungkur di dekat Afreen serta Abda.
" Sebaiknya kalian jangan terlalu meremehkan musuh kalian!" Suara yang pelan namun menggema dan terdengar jelas di telinga setiap orang, membuat wajah Fang Han serta Yuanjun kembali lebih serius.
Dastan langsung kembali melompat dan berdiri dari tempatnya tersungkur saat ini, wajahnya berubah buruk, setelah mendengar suara tadi. " Sial.. Tulang belakangku sepertinya sedikit patah!!"
KKRAAAKK...
Fang Han membulatkan matanya tidak percaya, rupanya serangan yang di berikanya tadi. Tidak berefek apapun kepada tubuh Dastan, buktinya saat ini dengan santai Dastan membetulkan kembali, posisi tulang punggungnya yang patah akibat serangan Tapak Fang Han tadi dengan santai.
Insting Tubuh YIN, membuat Fang Han segera melompat ke arah Istrinya dan meraih tubuh Yuanjun untuk menghindari sesuatu.
DUAARRR...
Ledakan hebat, kemudian menjawab semua instingnya tadi. Empat orang lainya, kemudian muncul di hadapan mereka berdua dan memberikan Aura mengerikan dan lebih dasyat lagi.
Kini di hadapan Fang Han serta Yuanjun, terhitung ada Tujuh orang di hadapan mereka. Rupanya sejak tadi, mereka bertiga hanyalah umpan untuk mengukur kekuatan mereka berdua.
__ADS_1