
Huli Jin mengerutkan dahinya saat sadar, meski dari jarak yang sangat jauh. Ia mampu melihat Fang Han mulai semakin kesulitan menghadapi cucunya. "Tubuh Jun'er bukan hanya memiliki Jiwa YANG. Tapi, dia juga memiliki tubuh Ratu Poison seperti diriku!? Aku harus menolong Han'er! Kelima Pendekar Kalajengking Hitam! Aku titipkan para Pendekar sepuh ini kepada kalian." seru Huli Jin yang langsung melompat pergi ke arah Yuanjun serta Fang Han.
Fang Han merapatkan Giginya, tubuhnya memang sekarang bisa di katakan seperti memiliki sebuah perisai sendiri. Yang mampu melindungi tubuhnya dari serangan luar, entah itu jurus pukulan yang di aliri Tenaga dalam pun tak mampu melukainya.
Tapi, beda halnya jika Yuanjun menyerangnya melalui organ dalam tubuh Fang Han. Fang Han memejamkan salah satu matanya dan menatap Yuanjun dengan nafas yang terengah-engah. ' Kenapa dengan tubuh ku?' Batin Fang Han sambil meringis kesakitan.
Di atas langit, pertempuran antara kedua hewan suci yaitu Naga Api serta Harimau Langit semakin memanas. Keduanya saling menggigit dan saling melilit untuk saling menyerang, Naga Api terus menyemburkan bola api ke arah Harimau Langit.
Beruntung meski Harimau Langit kalah ukuran. Tapi, Harimau Langit mampu mengendalikan semua elemen yang ada di muka bumi ini kecuali api, saat Naga Api terus memuntahkan bola Api yang amat panas. Sang Harimau Langit, langsung memblokir atau menyerang balik dengan elemen petir serta angin.
Keduanya terus beradu sengit sehingga membuat langit berguncang hebat, petir dan awan hitam terus bergemuruh. Angin topan memburu dengan ganas, hutan-hutan di bawah mereka terbakar karena percikan dari Api suci yang di semburkan Sang Naga.
Fang Han kembali melompat mundur setelah kembali beradu ratusan jurus dengan Yuanjun. Kini tubuh Fang Han mampu di lukai oleh Tenaga dalam hitam yang di miliki Yuanjun. ( Energi YANG nya, saya ganti HITAM )
Fang Han memuntahkan darah segar dari mulutnya, saat dia tengah mencoba mengumpulkan konsentrasi miliknya. Dia membulatkan matanya saat sadar Yuanjun tidak memberikanya sebuah kesempatan untuk mengatur nafas, dan melompat ke arahnya dengan menghimpun Energi Hitam yang di miliknya.
Fang Han merapatkan Giginya karena kesal tidak bisa menghindari serangan Yuanjun saat ini, saat dia membatu karena tengah berpikir untuk mencari solusi yang lebih menguntungkanya saat ini.
Satu jengkal lagi pukulan Yuanjun hampir mengenai tepat di wajah Fang Han. Beruntung pada saat itu Huli Jin langsung melompat ke arah mereka dan memukul tubuh Yuanjun, hingga terpental cukup jauh dari tempat Fang Han.
Jiwa Hitam yang masih mengendalikan tubuh Yuanjun, masih meluap-luap sehingga membuat nafas Huli Jin langsung terengah-engah. " Han'er.. Aku akan menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuhmu!?" seru Huli Jin, sambil menutupi wajahnya karena hempasan angin yang sangat dasyat di akibatkan pertempuran kedua hewan suci di atas mereka.
" Nenek.. Apa nenek punya cara agar kesadaran Jun'er bisa kembali lagi?!" Tanya Fang Han yang kini duduk bersila saat Huli Jin tengah menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuhnya. Huli Jin sempat terkejut karena mendengar suara Fang Han.
" Han'er Suara mu!?" ungkap Yuanjun dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
" Iya, Nek.. Aku kini bisa berbicara lagi!? Saat aku, berada di alam bawah sadarku! Suara kakek tiba-tiba terdengar, bersamaan dengan sebuah cahaya yang hangat masuk dalam kegelapan ku! Dan saat itu entah kenapa tubuhku merasakan kekuatan yang amat dasyat.. Tapi Nek? Kakek dimana?"
Pertanyaan Fang Han membuat perasaan sedih yang ia tahan selama ini, kembali pecah. Air mata miliknya sudah tidak bisa ia bendung lagi. " Tetua Liem, sudah bahagia sekarang!?" Terang Huli Jin, yang mencoba tidak menyembunyikan apapun dari Fang Han.
Fang Han mengangguk, dia mengerti dengan apa yang di katakan Huli Jin barusan. Fang Han kemudian kembali berdiri, dia mengusap kasar wajahnya dengan siku tanganya.
" Berarti tinggal Nenek, Jun'er serta Chang'er yang harus aku lindungi!? Aku akan segera menyadarkan mu Jun'er! Nek.. Apa rencanamu?!" Tanya Fang Han, yang kini penuh dengan kekesalan.
Huli Jin mengangguk. " Han'er.. Kekuatan kalian sangat berimbang, akan sangat sulit untuk mengalahkan Jun'er. Tapi, aku punya sebuah solusi! Entah itu berhasil atau tidak, tapi kita harus mencobanya."
Setelah Huli Jin menyampaikan ide miliknya, Fang Han segera mengangguk dan siap untuk menerima serangan Yuanjun yang akan datang. Huli Jin segera menepi agar tidak menganggu pertempuran Fang Han serta Yuanjun. ' Aku percaya padamu Nak.' lirih Huli Jin sambil mengepalkan tanganya kuat.
" Jun'er... Kemarilah.. " Teriak Fang Han dengan keras. Yuanjun yang masih belum sadarkan diri, langsung melompat ke arah Fang Han dengan cepat. Pukulan Yuanjun serta Suaminya kembali bertemu.
Fang Han tiba-tiba langsung mencengkram kuat tangan Yuanjun. Dia lalu memeluk Tubuh Yuanjun yang terus mengeluarkan Tenaga dalam miliknya, Yuanjun terus meronta-ronta untuk melepaskan pelukan kuat Suaminya.
" Jun'er sadarlah.. Ini aku Fang Han suami mu!?" Teriak Fang Han, sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Yuanjun. " Jun'er.. Jun'er.." Seru Fang Han dengan suara yang mendalam.
Tenaga dalam yang di keluarkan Yuanjun tiba-tiba sedikit mereda. " Siapapun kau... Tolonglah aku!?" jawab Yuanjun dengan masih belum mendapati ke sadarnya utuh.
Fang Han membelalakkan matanya, saat ia sadar jika ia kini sudah bisa bicara. Dan mungkin akan mengejutkan Istrinya, dengan ragu dia kembali berkata.
" Jun'er.. Maukah kau menjadi istriku?" Tanya Fang Han sambil tersenyum miris.
" Maaf, tapi aku ingat. Jika aku sudah memiliki seseorang yang sangat aku sayangi saat ini. Kalau kau ingin menyelamatkan ku agar aku menikah dengan mu! Aku rela selamanya hidup di sini." Fang Han terkejut mendapati jawaban Istrinya kali ini.
__ADS_1
" Kalau aku boleh tahu! Siapa nama orang itu?" Tanya kembali Fang Han sambil menggigit bibirnya.
Yuanjun tersenyum lembut. " Nama dia.. Fang Han." setelah mengatakan hal itu Fang Han tiba-tiba langsung mencium bibirnya. Terlihat, sebuah air mata yang terbawa oleh angin yang masih menghempas kuat.
WUUSSHHHH...
Lambang besar Yin dan Yang di atas langit, tiba-tiba memancarkan sinar terang. Tubuh kedua makhluk suci itupun ikut bersinar terang dan tiba-tiba langsung menghilang.
Dan kini, berganti langit cerah dan cayaha matahari yang bersinar terang. Pohon-pohon yang tumbah dan tanah-tanah yang terbakar, langsung kembali tumbuh pada saat itu juga.
Bunga-bunga musim semi kembali bermekaran dengan indah. Setelah hilangnya Badai dan Petir di atas langit, semua orang langsung bersorak riang karena kutukan dari Dewa yang mereka pikirkan, kini telah berakhir.
Semua orang sekarang bernafas lega, termasuk Huli Jin yang kini menatap kedua cucunya yang tengah di mabuk cinta.
Fang Han mencoba melepaskan bibirnya dari bibir Istrinya. Tapi, Yuanjun segera melingkarkan kedua tanganya dan kembali mendekatkan kemesraan mereka.
Satelah itu..
" Han Ge ge.. Aku sangat merindukan mu!?" Lirih Yuanjun yang masih merasakan ketakutan setelah perasaan mencekam yang sebelumnya ia rasakan.
" Tenang.. Saat ini aku yang akan melindungi mu!?" Ungkap Fang Han, dan membiarkan Yuanjun terus memeluk tubuhnya.
Yuanjun kini menatap Suaminya dengan sendu, " Aku tau tadi itu suara mu!? " Yuanjun tiba-tiba kembali memejamkan matanya, seakan memberikan kesempatan kedua untuk Fang Han beraksi.
" Ehem... Sebaiknya, kalian lakukan itu besok!?" seru Huli Jin dengan wajah sedikit memerah.
__ADS_1
Yuanjun tersentak, dia segera berbalik arah. "Ahh.. Nenek!?" Teriak Yuanjun yang langsung berlari ke arah Huli Jin. " Jun'er sangat kangen sama nenek!?"
" Aku juga Jun'er.. "