Pendekar Yin Dan Yang

Pendekar Yin Dan Yang
Cemburu


__ADS_3

Shengqi terus membisu di tempat duduknya saat ini, dia sangat terkejut dan masih tidak mempercayai jika Yuanjun gadis yang sudah sangat lama ia diam - diam kagumi sudah memiliki seorang suami.


Dia mengepalkan tanganya dengan erat. Mengingat wajah Fang Han saat pertama kali dia melihatnya, meski mulutnya tertutup tapi di dalam hatinya dia terus mengumpati sosok Fang Han yang baru dia temui.


Rasa kesalnya sudah ia tahan sejak di berbatasan kemarin, saat dia mencoba mendekati Yuanjun. Yuanjun seperti sengaja menjauhinya, bahkan seperti tidak ingin jika dia berada dekatnya. Bahkan Yuanjun selalu memilih ingin sendiri.


Shengqi diam - diam dari kejauhan terus mengawasinya dan terus memperhatikanya, Shengqi mengira jika Yuanjun sedang sedih dan dilema. Tergambar jelas di wajah Yuanjun jika dia tengah menyesali sesuatu.


Karenanya, Shengqi mengira jika Fang Han selalu memanfaatka Yuanjun dan selalu membut Yuanjun sedih. ' Aku akan mengetes seberapa hebat laki - laki itu.' Batinya saat tiba - tiba Huli Jin menyuruhnya untuk berkumpul di meja makan.


Huli Chang, Yuanjun serta Fang Han sudah duduk di tempatnya masing - masing. Kebetulan Shengqi memilih duduk di samping Fang Han, saat Shengqi mencoba mengecek kekuatan Fang Han dengan menyentuh tubuhnya.


" Cucu - cucuku, sudah cukup lama kita tidak berkumpul seperti ini. Apalagi keluarga kita telah bertambah satu orang lagi!? Han'er, kau mungkin baru melihat Shengqi.. Shengqi adalah keponakan ku! Dia adalah anak dari adikku Huli Yue. Adikku sudah meninggal cukup lama dan sekarang Shengqi menjadi pendekar pengelana, benar seperti itu Shengqi?? "


Shengqi terpaksa menahan keinginannya saat tiba - tiba Huli Jin menanyainya, dengan menahan kesal dia memaksakan wajahnya untuk berpura - pura tersenyum.


" Yahh seperti itulah bibi!? " Jawab Shengqi tegas.


Huli Jin membalas senyuman Shengqi. "Baiklah, untuk kemenangan kita hari ini dan untuk anggota keluarga baru kita yaitu Fang Han mari kita bersulang.. Bersulang!? "


BERSULANG...


Dengan kompak mereka berseru dan saling menambrakkan gelas mereka masing - masing, seluruh keluarga itu tertawa dan berantusias bersama.


Tapi, sejak dari tadi Shengqi tengah fokus dan terus memperhatikan sosok Fang Han dengan serius. Dia tidak terlalu meributkan makanan serta minuman yang sudah di siapkan di hadapanya kali ini.


" Han'er, kau boleh memanggilku Kaka!? " seru Shengqi tiba - tiba, sambil menjulurkan tanganya.


#Fang Han berisyarat.


( Kaka.. Senang bisa bertemu dengan mu.) jawab Fang Han sambil langsung mengambil tangan Shengqi.


Shengqi yang tidak mengerti apa yang tengah di maksud Fang Han melirik Huli Chang yang duduk berhadapan dengan dirinya.


Mendapati hal itu, Huli Chang yang juga tidak mengerti dengan bahasa isyarat langsung menatap kakaknya Yuanjun.

__ADS_1


" Dia bilang, senang bisa bertemu dengan mu kakak!? " Jawab Yuanjun sambil menutup matanya seakan tidak terlalu memperdulikanya.


Shengqi yang sudah mendapatkan keinginannya, langsung menatap Huli Jin seakan meminta sebuah penjelasan darinya.


Huli Jin yang mengerti maksud Shengqi mengangguk dan menghela nafasnya cukup panjang.


Tiba - tiba suasana sunyi yang lumayan mencekam di meja makan tersebut mulai di rasakan setiap orang yang duduk di tempat tersebut.


Mendapati situasi yang dingin ini, Fang Han terus menundukkan pandanganya dan tidak berani mengangkat kepalanya. Dia berpikir mungkin semua orang yang ada di sini pasti menyalahkannya.


Yuanjun tiba - tiba langsung berdiri dan tanpa di duga dia duduk di samping suaminya yang tengah Melayu.


" Ini minum dulu!? " seru Yuanjun sambil menyodorkan segelas air.


Fang Han yang sejak tadi membatu, langsung mengambil segelas air tersebut dan langsung meminumnya.


# Fang Han kembali berisyarat.


( Terima Kasih ) jawab Fang Han sambil kembali tersenyum di hadapan Istrinya tersebut.


" Duuuhh.. Kaka, Kaka sejak dulu belum pernah seperhatian itu kepadaku. Tapi, sama kakak ipar kakak malah bisa seperti itu!? Dasar kakak enggak adil, Humm." seru Huli Chang sambil langsung membuang wajahnya.


" Moohh.. Nenek juga kok malah ikut - ikutan belain kakak sih!? " balas Huli Chang manja. Tiba - tiba rasa mencekam itu lenyap begitu saja di tempat tersebut. Kali ini meja makan itu sekarang tengah di isi oleh canda gurau dan kehangatan sebuah keluarga.


Tapi tetap saja, di balik ekspresi wajah yang pura - pura diam sambil di paksanya untuk tetap tersenyum milik Shengqi. Shengqi masih terus memikirkan sosok Fang Han ini.


' Dia bukan seorang pendekar, diapun bisu!? Bagaimana Bibi Jin bisa memilihnya? Aku harus mencari tahu semua ini.' batin Shengqi sambil terus menyantap makanan yang di sediakan di meja tersebut.


***


Pagi pun tiba, Fang Han seperti biasa dia akan bangun pagi dan menyiapkan selaga kebutuhanya. Tas yang di buatnya khusus untuk membawa obat - obatan langsung segera ia isi.


Tidak lupa juga dia mengambil beberapa buku untuk kegiatan yang lainya yaitu mengajarkan anak - anak, saat dia masih sibuk dengan barang - barangnya.


Seseorang tiba - tiba mengetuk pintu ruangan pribadinya, Fang Han sempat terkejut tapi saat dia menengok. Dia mendapati Yuanjun sedang berdiri di ambang pintu sambil membawa sebuah kranjang.

__ADS_1


# Fang Han berisyarat.


( Apakah itu untuk ku?? ) Tanya Fang Han dengan polosannya.


Yuanjun membalas dengan tersenyum kecil kemudian dia mengangguk, dia tiba - tiba segera masuk dan meletakkan keranjang yang sudah ia isi dengan makanan tersebut di atas meja yang ada di ruangan Fang Han.


Dia mendekati Fang Han yang kini tengah membatu karena Yuanjun bertingkah tidak seperti biasanya, Yuanjun yang kini berhadapan dengan Fang Han dan sangat dekat dia tiba - tiba segera mengambil kerah baju yang di pakai Fang Han.


Dengan sorot mata yang sayu dan pipi yang merona merah. " Aku hanya di suruh Nenek." ucap Yuanjun sambil merapikan pakaian Fang Han.


Yuanjun saat itu tidak berani menatap langsung wajah Fang Han, dia terus membuang wajahnya dan menyembunyikannya dari kedua tatapan Fang Han.


Yuanjun mundur beberapa langkah setelah di kiranya sekarang Fang Han sudah rapih. "Kau akan mengajarkan anak - anak di sini kan!? Aku boleh iku-"


" Jun'er... " Shengqi yang tiba - tiba memanggil nama Yuanjun, membuat Yuanjun menghentikan pembicaraanya.


" Ada apa? " Tanya Yuanjun datar.


" Aku ingin berbincang sebentar dengan suami mu, boleh kah kau memberikan kami sebuah ruang?? " Jawab Shengqi sambil tersenyum.


" Baiklah.. Aku pergi dulu." seru Yuanjun di hadapan Fang Han, dia langsung keluar dari tempat tersebut.


" Saudara Fang, kau tidak usah menjawabnya dengan bahasa isyaratmu yang panjang. Cukup dengan anggukan saja itu sudah cukup." Tanya Shengqi dengan pelan.


Mendapati permintaan itu Fang Han mengguk menandakan ia setuju.


" Baiklah terima kasih.. " imbuh Shengqi sambil tersenyum kecil. " Kau sebenarnya siapa? "


Pertanyaan Shengqi sedikit membuat Fang Han terkejut, dia tiba - tiba mengingat ucapan Liem Tou dulu sebelum meninggal Kanya di tempat ini.


" Eit.. pertanyaanku belum selesai, apakah kau benar dari keluarga yang bermarga Fang?? Soalnya yang kutahu orang - orang yang bermarga Fang sudah lenyap!? Jadi apakah kau benar bermarga Fang?? "


Keringat dingin Fang Han bercucuran dari sela pori - pori keningnya, pandanganya menjadi sangat serius. Saat dia hendak mengangguk.


" Kakak ipar!? Ada kakek - kakek yang sudah menunggumu dari tadi." Teriak Huli Chang.

__ADS_1


Belum sempat Fang Han menjawab pertanyaan Shengqi, dia segera berlari dari tempatnya tersebut.


' Sial.. ' Batin Shengqi dengan kesal.


__ADS_2