
Song Nie menceritakan semua masa kelam yang di milikinya kepada Fang Han, sejak Fang Han belum lahir. Rupanya, Song Nie tidak hanya berbuat curang kepada Fang Han saja. Song Nie juga adalah pelaku dari kematian ke depalapan saudaranya di massa lalu.
Dia sengaja membunuh Saudara-saudaranya, demi sebuah tahta yang saat ini dia duduki. Demi menjadi seorang kaisar, Song Nie rela bersekutu dengan Iblis dan membunuh mereka semua dengan cukup kejam.
Mendengar pernyataan itu, semua orang yang hadir pada tempat tersebut! Menjadi terdiam untuk beberapa saat. Karena kalau mereka ingin berkata jujur, mereka tidak percaya jika masih ada seseorang yang serakah seperti Song Nie.
Dengan perasaan yang bercampur aduk, Fang Han kemudian segera menggandeng tangan istrinya. Dan berjalan pergi dari tempat tersebut, tanpa menoleh kebelakang! Atau mengatakan apapun kepada Song Nie.
Huli Jin beserta pendekar sepuh yang lainnya juga ikut pergi dari tempat itu, tanpa berkata sepatah katapun. Song Nie yang mendapati perlakuan dingin seperti itu. Kini, menatap tanah di bawah kakinya sambil berpikir dalam.
***
__ADS_1
Satu Minggu telah berlalu, Huli Jin masih sering melamuni kematian cucunya. Kalau Fang Han tidak di sisi Yuanjun saat ini, mungkin perasaanya masih sesedih Huli Jin sampai sekarang.
Tatapan mata Huli Jin selalu terlihat kosong, perasaanya sangat bercampur aduk dengan kesedihan dan dendam yang mendalam. Seakan baru kemarin menantu serta anaknya meninggalkannya. Sekarang, di tambah salah satu cucunya pun ikut meninggalkan Huli Jin saat ini.
Setelah mereka sampai kembali ke sekte atau rumah mereka, suara tangis dan suara orang yang meraung sedih mengejutkan mereka bertiga saat ketiganya sampai di dalam. Wu Ya langsung menghampiri Huli Jin dan menceritakan diteil yang terjadi.
Saat ini, waktu seakan berjalan lebih lama dari hari-hari yang biasa ia lalui. Saat itu, hampir dua hari penuh Huli Jin duduk di hadapan peti mati cucunya tanpa memikirkan makan dan minum.
Tapi, rasa sakit hatinya kali ini mengalahkan rasa laparnya serta rasa hausnya. Terlihat, bulatan hitam di bawah matanya yang menunjukkan Huli Jin sudah sangat kelelahan.
Wu Ya saat itu di bawa oleh Yuanjun untuk membujuk neneknya agar mau beristirahat atau memakan sesuatu. Dengan sedikit keraguan dalam hati Wu Ya, pria sepuh itu tiba-tiba memukul Huli Jin dari belakang, dan saat itu pula wanita yang sudah berumur itu pingsan tak sadarkan diri di tempat.
__ADS_1
" Cepat bawa Nenek mu ke kamarnya!" seru Wu Ya kepada Yuanjun. " Minumkan pil ini kepada Nenek mu!" imbuh lagi pria sepuh tersebut, sambil melemparkan sebuah botol kaca yang berisi Pill yang sengaja di beruntungkan untuk Huli Jin.
***
Malam itu, semua pendekar hebat dari Sekte Kalajengking Hitam sudah berkumpul di aula pusat Sekte itu. Nampak puluhan tetua berdiri menghadap ke arah semua orag yang hadir di tempat tersebut.
" Malam ini, kita akan membahas sesuatu yang sangat penting!" seru Wu Ya yang seakan suranya menggema sangat jelas keseluruh ruangan. Meskipun, dia berbicara seperti biasa. namun dia sengaja mengalirkan Tenaga Dalamnya ke suaranya itu.
___
Nih.. Dadakan soalnya, aku lagi lembur terus agan-agan. Kalau mau Updet teratur mahh seperti biasa! Dukung Novel gendre horor ku dong di baca lalu coment kurangnya apa?
__ADS_1