
Ke Delapan pendekar tingkat tinggi itu, segera keluar dari tempat persembunyian mereka saat ini. Setelah Fang Han bisa menebak dan mengetahui lokasi mereka, Huli Jin beserta Pendekar sepuh yang masih terluka itu. Ikut terkejut, setelah ke delapan pendekar tingkat tinggi yang selalu ada di belakang Kaisar Nie, akhirnya keluar dari tempat persembunyian mereka.
Semua orang berdecak kagum, mendapati Fang Han yang mampu merasakan ke hadiran ke delapan pendekar itu. Karena mereka saja justru sebenarnya tidak sadar akan ada ke hadiran orang yang tengah bersembunyi, dan memantau aksi mereka.
" Kaisar! Apakah dari awal kau memang ingin membunuh kami?" Tanya Huli Jin dingin, Song Nie hanya bisa membuang wajahnya dari tatapan Huli Jin yang sangat ia takuti saat ini. " Tapi, pasti Kau ragu kan? Karena jika kau tiba-tiba menyerang kami? Mungkin.. Kekuatan Yuanjun yang meledak ledak seperti tadi akan membuat kalian kesulitan kan!?" Tuduh Huli Jin santai.
Ke delapan pendekar tingkat tinggi itu meretakkan gigi mereka kuat. " Ayah.. Pasti kau penasaran bagaimana aku bisa tahu lokasi mereka?" Tanya Fang Han kepada Song Nie. Song Nie hanya menatap Fang Han miris, perlahan dia mengangguk seakan setuju dengan tawaran Fang Han yang ingin memberitahukanya bagaimana dia bisa tahu.
Fang Han terkekeh sinis. " Itu karena aku, sangat tidak familiar dengan Aura kematian! Serta bau mayat dari Pendekar itu!" Seru Fang Han, sambil menunjuk ke arah salah satu pendekar. Dari kedelapan pendekar tingkat tinggi milik Song Nie itu.
__ADS_1
Pendekar yang di tunjuk itu membulatkan matanya tidak percaya. " Apakah Tuan muda Han mengenaliku?" tanya pendekar itu serius.
Fang Han tertawa dengan keras, dan itu membuat semua orang yang ada di tempat itu heran. " Jadi seerti itu... Hahahah... Permainan kejih yang telah di lakukan saudara-saudara ku dulu. Dari awal, Ayah itu sebenarnya sudah tau? Karena saat itu, sebelum aku bisu! Aku juga merasakan kehadirannya dan mencium bau busuknya Ayah. Kaisar Nie.. Kau ini, sangat kejam yahh!" Teriak Fang Han dengan wajah serius.
Song Nie menjadi geram, setelah mendengar cukup lama dan cukup banyak. Ocehan yang di katakan Fang Han saat ini. " Cepat bunuh anak durhaka ini!" Titah Song Nie kepada ke sembilan pendekar yang di berinama olehnya itu, sebagai ke sembilan Mahkamah agung Kaisar Wei.
Ke sembilan pendekar tingkat tinggi itu segera maju ke arah Fang Han, tanpa menghiraukan keberadaan Huli Jin serta Pendekar hebat lainya yang dekat dengan Fang Han saat ini. Fang Han memberikan sebuah isyarat tangan agar tidak ada yang ikut campur dengan urusanya saat ini.
" Cepat segera habisi anak itu! Jangan banyak bicara." grutu Song Nie dengan mendengus kesal.
__ADS_1
Pendekar itu menatap ke arah Fang Han dengan dingin. " Namaku Low Pendekar mayat dari hutan iblis.. Aku akan mengakhiri hidupmu dengan tanpa rasa sakit, Tuan Muda! Dan aku memperkenalkan diriku, agar kau bisa mengingat namaku di neraka sana." Seru pendekar dengan wajah pucat itu menyakinkan sambil tertawa seram.
Fang Han tidak menggubris perkataan pendekar itu. Tapi, justru dia tersenyum lembut menatap wajahnya. Pendekar berwajah pucat itu menjadi geram karena melihat ekspresi Fang Han yang seakan seperti menghinanya. " Apakah? Kau tersenyum, karena kau telah mengiklaskan dirimu untuk mati saat ini?" Tanya pendekar yang bernama Low itu sambil tersenyum tipis.
Fang Han tertawa lantang, dan itu membuat ke sembilan Pendekar yang saat ini mengepungnya mengerutkan dahi mereka. "Aku justru, tersenyum ke arah mu! Karena aku, akan selalu mengingat wajahmu jika kau sudah mati nanti di tanganku." Seru Fang Han dengan santai, sambil terus tanpa henti memprovokasi ke sembilan pendekar itu.
Huli Jin yang saat ini, berdiri sambil menjaga Yuanjun agar tidak mencampuri urusan suaminya itu terkejut. Jika, suami dari cucunya ini sangat hebat dalam memprovokasi ke sembilan lawanya itu.
Huli Jin beserta pendekar sepuh lainya, terkekeh kekeh melihat aksi Fang Han. Yang terbilang sangat meremehkan lawanya saat ini.
__ADS_1
___
Seperti biasa jangan lupa beri dukungan untuk novel ini..